Rangkuman Berita Utama Timteng Senin 28 Juni 2021

tanker minyak iranJakarta, ICMES. Kedutaan Besar Iran untuk Libanon mengumumkan bahwa kapal-kapal tanker minyak Iran telah tiba di Beirut, ibu kota Libanon, tanpa mengindah kecaman Amerika Serikat.

Tentara Yaman yang bersekutu dengan gerakan Ansarullah (Houthi) mengumumkan pihaknya telah melancarkan serangan ke beberapa posisi militer di Arab Saudi dalam 24 terakhir.

Puluhan kaum pendatang Zionis Israel, termasuk tokoh ekstremis anggota Knesset, Itamar Ben-Gvir, mendatangi komplek Masjid Al-Aqsa dan bertindak provokatif dengan malang melintang dan berkeliaran di dalamnya.

Pemerintah Suriah kembali menegaskan kedaulatan negara dan bangsa Arab ini atas Dataran Tinggi Golan yang diduduki oleh pasukan Zionis Israel.

Berita Selengkapnya:

Iran: Minyak Kami Sudah Mencapai Beirut, AS Tak Boleh Campur Tangan

Kedutaan Besar (Kedubes) Iran untuk Libanon mengumumkan bahwa kapal-kapal tanker minyak Iran telah tiba di Beirut, ibu kota Libanon, tanpa mengindah kecaman Amerika Serikat (AS).

Pengumuman itu disampaikan oleh Kedubes Iran melalui Twitter, Sabtu (27/6), sembari menyebutkan kritikan AS terhadap pengiriman minyak itu sebagai tindakan remeh dan sia-sia.

Kedubes Iran menyatakan bahwa kedatangan kapal-kapal tanker minyak Iran ke Beirut tak memerlukan “hal-hal sepele” dari Dubes AS.

“Dubes AS tak boleh mencapuri hubungan persaudaraan antara dua negara dan bangsa Libanon dan Iran,” ungkap Kedubes Iran.

Sebelumnya, Dubes AS untuk Libanon Dorothy Shea menyatakan bahwa pengiriman minyak Iran ke Libanon menandakan bahwa Libanon mengekor pada Iran.

Dalam wawancara dengan saluran Al-Jadid, Shea menyatakan bahwa Teheran berharap Beirut dapat mengekor pada Teheran agar Libanon dapat dieksploitasi untuk melicinkan agenda Iran.

“Bagi krisis bahan bakar di Libanon tersedia banyak solusi yang jauh lebih baik daripada mengandalkan Iran,” lanjutnya.

Sejak November 2018 AS menerapkan sanksi minyak terhadap Iran dengan dalih bahwa Teheran menyokong terorisme dan berambisi membuat bom nuklir.

Di sisi lain, Libanon dewasa ini dilanda krisis bahan bakar yang parah akibat tidak tersedianya devisa yang cukup untuk mengimpornya sehingga aliran listrik berulangkali terputus dan terjadi kelangkaan bahan bakar di pom bensin.

Sejak lebih dari satu setengah tahun silam Libanon terdera krisis ekonomi yang menyebabkan terpuruknya mata uang Libanon di depan Dolar AS serta menipisnya devisa di bank sentral Libanon.

Belum lama ini, Sekjen Hizbullah Libanon Sayid Hassan Nasrallah kembali menegaskan janjinya untuk mendatangkan minyak Iran jika pemerintah Libanon tetap tak sanggup mengatasi krisis bahan bakar. Dia menekankan bahwa semua langkah untuk kemungkinan itu sudah ditempuh.

“Saya ingin menekankan apa yang telah saya janjikan, dan saya masih terikat dengan janji saya,” ujarnya.

Dia juga menyatakan bahwa Libanon akan terpaksa mendatangkan minyak dari Iran tanpa peduli kepada dampaknya. (raialyoum)

Ansarullah Gempur Saudi dengan Sejumlah Rudal Balistik dan Drone

Tentara Yaman yang bersekutu dengan gerakan Ansarullah (Houthi) mengumumkan pihaknya telah melancarkan serangan ke beberapa posisi militer di Arab Saudi dalam 24 terakhir.

Juru bicara tentara Yaman Brigjen Yahya Saree, di Twitter pada Ahad malam (27/6) menyatakan, “Pasukan rudal dan drone telah berhasil melancarkan operasi militer gabungan ke beberapa posisi sensitif di berbagai kawasan Najran, Abha dan Khamis Mushait dengan lima rudal balistik dan lima drone.”

Dia menambahkan bahwa serangan itu “menyasar kamp Garda Nasional di Najran, posisi-poisisi di Bandara Internasional Abha, dan Pangkalan Udara King Khalid di Khamis Mushait”.

Dia juga memastikan bahwa serangan itu tepat mengena sasaran, dan dilakukan sesuai “hak kami yang sah dalam membalas berlanjutnya agresi dan blokade (pasukan koalisi yang dipimpin Saudi) terhadap Yaman”.

Di pihak lain, pasukan koalisi menyatakan bahwa sistem pertahanan udara Saudi telah mencegat dan menghancurkan dua rudal balistik yang dilesatkan Ansarullah ke arah Khamis Mushait.

Sejak tahun 2014 Yaman dilanda konflik antara Ansarullah dan pemerintahan presiden Yaman Abd Rabbuh Mansour Hadi yang berujung kaburnya Hadi dari Sanaa, ibu kota Yaman.

Konflik ini membesar setelah pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi melakukan intervensi militer dengan dalih demi membela Mansour Hadi sejak Maret 2015.

Sejak intervensi itu korban dalam jumlah besar berjatuhan. Jumlah korban tewas dan luka puluhan ribu orang.

Menurut catatan PBB, lebih dari tiga juta orang mengungsi dan lebih dari sepertiga populasi negara ini, membutuhkan bantuan. PBB juga menyebut krisis Yaman sebagai yang terburuk di dunia di masa kontemporer. (raialyoum/fna)

Tepi Barat Diwarnai Aksi Protes terhadap Otoritas Palestina, Kaum Zionis Datangi Komplek Al-Aqsa

Puluhan kaum pendatang Zionis Israel, termasuk tokoh ekstremis anggota Knesset, Itamar Ben-Gvir, mendatangi komplek Masjid Al-Aqsa dan bertindak provokatif dengan malang melintang dan berkeliaran di dalamnya.

Aksi Ben-Gvir dan para pendukungnya itu terjadi pada hari Ahad (27/6) bersamaan dengan aksi pasukan Zionis menggerebek beberapa rumah warga Palestina di kota Al-Khalil (Hebron), Tepi Barat, dan menangkapi sejumlah orang Palestina.

Selain itu, terjadi bentrokan pasukan Zionis dengan massa Palestina di distrik Bita, selatan Nablus, yang menyebabkan sejumlah warga Palestina menderita luka diterjang peluru karet. sejak sekira dua bulan lalu distrik Bita dilanda aksi protes harian warga Palestina terhadap pembangunan permukiman Zionis Jafaat Afitar di area perbukitan Subaih.

Di hari yang sama, Tepi Barat masih dilanda aksi protes kelompok-kelompok masyarakat Palestina terhadap insiden tewasnya aktivis HAM Palestina Nizar Banat yang diduga akibat dianiaya oleh petugas keamanan Otoritas Palestina (PA).

Berbagai kelompok HAM dan pers Palestina mengutuk insiden itu dan menilai PA telah melakukan tindakan yang memicu kemelut di tengah orang-orang Palestina sendiri.

Kelompok pejuang Hamas juga angkat suara mengimbau supaya supaya kasus itu diselidiki secara adil demi meredakan gejolak, sementara gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ) menyebut PA sudah tidak lagi merepresentasikan bangsa Palestina karena telah melakukan tindakan-tindakan yang berseberangan dengan aspirasi dan martabat bangsa Palestina.

Front Rakyat Pembebasan Palestina (PFLP) juga bersuara dengan menyebut para pemimpin PA dan badan-badan keamananya bertanggungjawab atas kasus Nizar Banat yang tewas setelah ditangkap oleh aparat keamanan PA di Tepi Barat.

Laporan lain menyebutkan bahwa Mesir telah mencapai kesepakatan awal dengan Israel untuk pengurangan blokade Israel terhadap Gaza dengan mengembalikan keadaan Gaza seperti kondisinya sebelum perang 11 hari Gaza-Israel (10-21 Mei 2021)

Beberapa sumber yang mengetahui perkembangan tersebut menyatakan bahwa kesepakatan itu akan diterapkan, termasuk dengan membuka lagi pasokan bahan bakar dan barang kebutuhan pokok dari Qatar ke Jalur Gaza. (wafa/almayadeeen)

Damaskus: Kedaulatan Suriah atas Golan Tak Lekang oleh Waktu

Pemerintah Suriah kembali menegaskan kedaulatan negara dan bangsa Arab ini atas Dataran Tinggi Golan yang diduduki oleh pasukan Zionis Israel.

Kemlu Suriah dalam sebuah statemennya, Ahad (27/6), mengingatkan bahwa Golan adalah hak Suriah yang sah dan diakui oleh berbagai resolusi dan undang-undang internasional sehingga bagaimanapun juga harus kembali kepada kedaulatan Suriah.

Karena itu, statemen tersebut juga mengutuk sikap AS di masa kepresidenan Donald Trump terkait dengan Golan dengan menyatakan, “Sikap AS menunjukkan bahwa kebijakan negara ini terhadap negara-negara Arab didasari upaya menjaga kepentingan Israel dan dalam rangka melayani kebijakan dan ekspansionismenya di kawasan.”

Kemlu Suriah lantas menegaskan, “Kedaulatan negara ini atas Golan tak akan lekang oleh waktu, dan pendirian AS dan Rezim Zionis tak akan memiliki implikasi hukum.”

Kamis pekan lalu situs berita The Washington Free Beacon melaporkan bahwa pemerintahan Presiden AS Joe Biden sedang menjalani proses pencabutan pengakuan Trump atas Golan sebagai bagian dari wilayah Israel.  (sana)