Rangkuman Berita Utama Timteng Selasa 27 April 2021

hamasJakarta, ICMES. Rezim Zionis Israel memperingatkan Gerakan Perlawanan Islam Palestina, Hamas, dengan ancaman bahwa “jika Hamas masih menembakkan rudal maka malam ini akan dibalas dengan serangan berskala luas ke Jalur Gaza”.

Iran menegaskan lagi penolakannya terhadap pola “langkah dibalas langkah” mengenai pemulihan perjanjian nuklir Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA), bersamaan dengan pengiriman delegasinya ke Wina, Swiss, untuk putaran baru perundingan nuklir.

Mengomentari serangkaian insiden yang terjadi di wilayah Israel (Palestina pendudukan 1948) dalam beberapa hari terakhir, Panglima pasukan elit Iran Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Mayjen Hossein Salami menegaskan bahwa segala aksi keji Israel terhadap Iran akan direaksi dengan “balasan setimpal atau lebih berat”.

Utusan Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Yaman Martin Griffiths mengadakan pertemuan dengan Sekjen Liga Arab Ahmed Aboul Gheit di Kairo, ibu kota Mesir.

Berita Selengkapnya:

Israel Ancam Hamas dengan Serangan Rudal Berskala Luas

Rezim Zionis Israel, Senin (26/4), memperingatkan Gerakan Perlawanan Islam Palestina, Hamas, dengan ancaman bahwa “jika Hamas masih menembakkan rudal maka malam ini akan dibalas dengan serangan berskala luas ke Jalur Gaza”.

Dilansir media Israel Walla, sumber-sumber Zionis menyatakan, “Israel telah mengirim pesan ancaman kepada Hamas serta pemimpin Otorita Palestina di Ramallah melalui utusan PBB untuk Timur Tengah, Tor Wennesland.”

Para diplomat Barat mengatakan, “Utusan PBB Wennesland telah menemui para pejabat Israel dan membahas bersama mereka jalan pencegahan eskalasi di Gaza.”

Wennesland diperkirakan bertolak ke Kairo, Senin, untuk mengadakan pembicaraan dengan para pejabat senior intelijen Mesir mengenai situasi di Gaza, dan dari situ akan terbang ke Amman untuk mengadakan pembicaraan dengan para pejabat Yordania mengenai ketegangan situasi di kota Quds (Yerussalem).

Sumber-sumber itu juga menyinggung bahwa utusan PBB tersebut melakukan panggilan telepon dengan pejabat senior Hamas di Gaza dan penasihat Ketua Otorita Palestina Mahmoud Abbas.

Para pejabat Israel memberitahu utusan PBB bahwa penutupan zona penangkapan ikan di Gaza pada Senin pagi merupakan upaya terakhir Israel dalam memberikan tanggapan dengan cara non-militer atas penembakan roket dari Jalur Gaza ke Israel, sedangkan tanggapan berikutnya akan “benar-benar bersifat militer dan konsekuensinya akan fatal”.

Di pihak lain, Kepala Biro Politik Hamas  Ismail Haniyeh pada Ahad malam lalu menegaskan bahwa jika Rezim Zionis masih melanjutkan agresivitasnya di Quds maka tidak akan ada ketenangan.

Menanggapi kerusuhan yang melanda di Quds belakangan ini, Haniyeh mengatakan bahwa Quds tidak sendirian dalam pertempuran ini dan bahwa para pejuang di Gaza siap membela orang-orang Palestina di Quds.

Dia menyebut kerusuhan itu sebagai pertempuran untuk memperebutkan identitas kota ini.

“Kami menghadapi bab-bab dari apa yang disebut proyek ‘Kesepakatan Abad Ini’, yang berupaya menghancurkan perjuangan Palestina dan memperkenalkan Quds sebagai ibu kota rezim pendudukan, serta membiarkan Zionis bebas melanggar kesucian dan Masjid Al-Aqsa,” tegasnya.

“Peristiwa di Quds menjungkirbalikkan teori normalisasi hubungan dengan musuh, Zionis. Rezim Zionis bukanlah bagian dari solusi, melainkan masalah itu sendiri. Rezim ini bukanlah sekutu regional, melainkan musuh regional dan negara bangsa Palestina. Pertempuran Quds adalah pertempuran kita semua; Quds bukan hanya untuk Palestina, itu adalah pusat pertempuran,” tambahnya.

Dia meminta semua negara Arab dan Islam untuk bersiap memberikan bantuan dalam arti yang sesungguhnya kepada bangsa Palestina. (raialyoum)

Soal Perundingan Nuklir, Iran Tolak Pola “Langkah Dibalas Langkah”

Iran menegaskan lagi penolakannya terhadap pola “langkah dibalas langkah” mengenai pemulihan perjanjian nuklir Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA), bersamaan dengan pengiriman delegasinya ke Wina, Swiss, untuk putaran baru perundingan nuklir.

Juru bicara Kemlu Iran Saeed Khatibzadeh, Senin (26/4), mengatakan negaranya tak akan menerima usulan apapun yang berpijak pada pola “langkah dibalas langkah”, dan menekankan tak perlu diadakan perundingan langsung ataupun tak langsung antara Teheran dan Washington untuk kembalinya AS kepada JCPOA.

“Pendirian kami mengenai keharusan pencabutan sanksi AS tak berubah, kami menuntut pencabutannya secara total,” ungkapnya.

Khatibzadeh menyebutkan bahwa delegasi Iran bertolak ke Wina, Senin, untuk melanjutkan pembicaraan dan menghadiri pertemuan Komisi Bersama JCPOA.

Iran dan negara-negara Kelompok 4+1 (Inggris, Prancis, Rusia dan China plus Jerman) pekan lalu telah mengadakan satu putaran perundingan di Wina dengan tujuan mengembalikan AS kepada JCPOA yang ditinggalkannya di masa kepresidenan Donald Trump pada tahun 2018 serta memulihkan kepatuhan Iran kepada perjanjian itu setelah sekian lama mengabaikan beberapa pasalnya sebagai reaksi terhadap keluarnya AS.

Mengomentari putaran perundingan sebelumnya, Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan bahwa putaran itu rampung sekira 60-70% dan bahwa perselisihan sebenarnya dapat diatasi secepatnya jika AS berlaku “bersih”.

Ahad lalu Asisten Menlu Iran Abbas Araghchi menyatakan telah dicapai kesefahaman tentang pencabutan sanksi minyak, perbankan dan transaksi keuangan, tapi dia tidak memberikan informasi lebih detail.

Di bagian lain pernyataan Khatibzadeh, dia menegaskan bahwa aksi Israel terhadap Iran tak akan dibiarkan tanpa respon, dan bahwa Iran tak akan memperkenankan Israel mengacaukan keamanan regional.

Dia juga menekankan konsistensi Teheran pada iktikad untuk menyelesaikan perselisihannya dengan Arab Saudi melalui kanal dialog dan perundingan “jika Saudi berkenan”. (raialyoum)

Panglima IRGC: Segala Aksi Keji Israel akan Dibalas Setimpal atau Lebih Berat

Mengomentari serangkaian insiden yang terjadi di wilayah Israel (Palestina pendudukan 1948) dalam beberapa hari terakhir, Panglima pasukan elit Iran Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Mayjen Hossein Salami menegaskan bahwa segala aksi keji Israel terhadap Iran akan direaksi dengan “balasan setimpal atau lebih berat”.

“Aksi-aksi keji yang dilakukan Zionis di kawasan akan berbalik kepada mereka sendiri, dan akan membawa mereka kepada celaka yang sesungguhnya di masa mendatang. Jika masih melanjutkan perbuatannya itu maka mereka akan lebih mendekati keruntuhannya, terutama karena semua kondisi untuk kerutuhan Rezim Zionis sudah tersedia,” ujarnya.

“Dalam beberapa hari lalu Anda melihat bagaimana aksi-aksi keji mereka tak terbiarkan tanpa balasan, dan bagaimana beberapa peristiwa terjadi di wilayah pendudukan.  Persitiwa-peristiwa ini tentu bisa terulang dan meluas,” lanjutnya.

Beberapa hari lalu media Israel mengumumkan bahwa gema ledakan-ledakan keras terdengar di kawasan Negev, Israel, termasuk daerah Be’er Sheva, selain dua suara ledakan juga terdengar pelan di bagian tengah Israel.

Media itu juga menyebutkan bahwa pada peta aplikasi peringatan sirine, terdengar suara sirine di kawasan Dimona.

Selanjutnya, militer Israel dalam sebuah pernyataannya mengumumkan bahwa pihaknya telah mendeteksi penembakan rudal darat-ke-udara dari wilayah Suriah yang jatuh di kawasan Negev.

Militer Israel juga mengakui kegagalan operasi pencegatan rudal Suriah itu oleh sistem pertahanan udara Kubah Besi milik Israel. (almayadeen)

Sekjen Liga Arab dan Utusan PBB Serukan Gencatan Senjata di Yaman

Utusan Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Yaman Martin Griffiths mengadakan pertemuan dengan Sekjen Liga Arab Ahmed Aboul Gheit di Kairo, ibu kota Mesir.

Seorang pejabat Liga Arab mengatakan bahwa dalam pertemuan itu Griffiths telah memaparkan pendapatnya mengenai situasi terkini di Yaman.

Al-Youm Al-Sabea Senin (26/4) melaporkan bahwa Aboul Gheit dan Griffiths sama-sama menekankan bahwa langkah awal untuk mencapai solusi politik di Yaman ialah penerapan gencatan senjata secepatnya, yang juga akan mengurangi krisis kemanusiaan rakyat Yaman di semua wilayah negara ini.

Aboul Gheit juga menyerukan kepada masyarakat internasional  agar berusaha mencegah gerak maju  pasukan Ansarullah (Houthi) ke arah kota Ma’rib, Yaman.

Dia juga menekanan bahwa menjaga integritas, independensi, dan kedaulatan Yaman merupakan pilar utama bagi segala bentuk penyelesaian konflik militer di negara ini.

Tanpa menyinggung serangan pasukan koalisi pimpinan Saudi di Yaman, Sekjen Liga Arab juga menegaskan penolakannya terhadap serangan Ansarullah ke wilayah Saudi. (mna)