Rangkuman Berita Utama Timteng Selasa 13 Oktober 2020

kebakaran hutan di suriahJakarta, ICMES. Imam Besar Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir, Syeikh Ahmad Al-Thayyib menyerukan kepada bangsa-bangsa Arab untuk bersimpati dan membantu Suriah yang dilanda bencana kebakaran hutan.

Sebuah laporan yang disiapkan oleh Kementerian Urusan Strategis Israel menyebutkan bahwa 90% warganet Arab memberikan respon negatif  terhadap normalisasi hubungan dengan Israel.

Perdana Menteri Palestina Muhammad Shtayyeh menekankan bahwa normalisasi hubungan Uni Emirat Arab (UEA) dan Bahrain dengan Israel bukannya melayani perimbangan perdamaian untuk tanah, melainkan melayani keinginan Israel berupa perdamaian secara cuma-cuma.

Pasukan relawan besar Irak Al-Hashd Al-Shaabi telah menggagalkan upaya “agen dinas rahasia Israel, Mossad,” meledakkan makam mantan wakil ketua Al-Hashd al-Shaabi Abu Mahdi al-Muhandis yang terbunuh bersama jenderal legendaris Iran Qassem Soleimani.

Berita selengkapnya:

Bencana Kebakaran di Suriah, Imam Besar Al-Azhar Minta Arab dan Dunia Ulurkan Bantuan

Imam Besar Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir, Syeikh Ahmad Al-Thayyib menyerukan kepada bangsa-bangsa Arab untuk bersimpati dan membantu Suriah yang dilanda bencana kebakaran hutan.

“Hati kami terbakar sakit atas apa yang melanda Suriah, negara saudara kita yang mulia. Kita semua harus membantu mengatasi kerusakan, kehancuran, dan kebakaran… Saya menyerukan kepada seluruh umat Arab dan dunia secara untuk bergandeng tangan demi Suriah dan bangsanya yang berduka,” seru Syeikh Al-Thayyib dalam sebuah pesannya, Senin (12/10/2020).

Dia kemudian berdoa, “Ya Allah, izinkan negeri (Suriah) ini bangkit sesudah kejatuhan, dan anugerahilah penduduknya keamanan, perdamaian, dan stabilitas.”

Suriah dilanda kebakaran hutan yang meluas di wilayah baratnya. Bencana ini menghanguskan area luas di kawasan pesisir yang membentang dari utara dekat perbatasan Turki hingga wilayah Libanon.

Kebakaran terjadi di provinsi Homs, Tartous dan Latakia. Si jago merah menyapu ratusan hektar hutan di daerah pesisir dan beberapa daerah pegunungan di pedesaan tiga provinsi tersebut, termasuk Jableh, Mushta al-Helou, Safita, Tal Kalakh dan Baloran, hingga mencapai pegunungan wilayah Qardaha, tempat kelahiran Presiden Suriah Bashar al-Assad.

Pada Sabtu lalu kebakaran di Qardaha, provinsi Latakia, menjangkau gudang perusahaan tembakau Suriah. Kepala bagian penyimpanan, Mortada Nasser mengatakan, itu  mengakibatkan kerusakan signifikan pada empat gudang penyimpanan tembakau. (rta)

90% Warganet Arab Menolak Hubungan dengan Israel

Sebuah laporan yang disiapkan oleh Kementerian Urusan Strategis Israel menyebutkan bahwa 90% warganet Arab memberikan respon negatif  terhadap normalisasi hubungan dengan Israel.

Terkait dengan laporan itu, sebuah artikel karya penulis Israel Barak Rafid yang diterbitkan di situs Walla menyebutkan bahwa 95% kecaman warganet Arab terhadap perjanjian normalisasi hubungan dengan Israel mengarah kepada UEA yang menginisiasi normalisasi, bukan Bahrain.

Menurut laporan kementerian itu, kecaman itu sebagian besar karena terpengaruh oleh narasi Otoritas Palestina, Hamas dan berbagai organisasi pro-Palestina.

Kementerian itu merekomendasikan bahwa Israel harus memperkuat kampanye di jejaring sosial Arab dengan berfokus pada negara-negara Teluk dan negara-negara Arab lain yang berkemungkinan menandatangani perjanjian dengan Israel.

Penulis artikel itu menyebutkan bahwa penyusunan laporan ini merupakan bagian dari upaya Menteri Urusan Strategis Israel, Orit Farkash Hacohen, untuk mengubah esensi pekerjaan kementerian ini, yang dalam beberapa tahun terakhir mencakup terutama kegiatan melawan organisasi-organisasi yang mempromosikan boikot Israel dan proyek permukiman Zionis. (rta)

PM Palestina Pastikan Normalisasi Hubungan dengan Israel Tak Membantu Perdamaian

Perdana Menteri Palestina Muhammad Shtayyeh menekankan bahwa normalisasi hubungan Uni Emirat Arab (UEA) dan Bahrain dengan Israel bukannya melayani perimbangan perdamaian untuk tanah, melainkan melayani keinginan Israel berupa perdamaian secara cuma-cuma.

Dalam pertemuan dengan Komisi Urusan Luar Negeri Parlemen Eropa, Shtayyeh meminta negara-negara Uni Eropa mengakui negara Palestina serta menaikkan biaya pendudukan dengan beralih dari penandaan pada komoditas Israel menjadi pemboikotan total atasnya serta memainkan peran aktif dalam proses politik di masa mendatang untuk memecah status quo dalam perkara Palestina.

Dia menekankan bahwa rakyat Palestina yang terdera oleh pendudukan adalah pihak yang paling diuntungkan dari solusi politik yang adil.

Perdana Menteri Palestina menilai tidak fair anggapan bahwa para pemimpin Palestina melewatkan segala kesempatan

“Sebab kami memang tidak memiliki kesempatan yang menunjang hak-hak rakyat kami,” ujarnya.

Shtayyeh menegaskan bahwa Israel harus menjamin keamanan negara dan bangsa Palestina, bukan malah menuntut bangsa yang diduduki agar menjamin keamanan keamanan pihak yang menduduki.

Dia memperingatkan bahwa setiap proses politik harus bertumpu pada penghentian pendudukan Israel,  dan berdasarkan solusi dua negara sesuai hukum internasional dan resolusi PBB. (rta)

Relawan Irak Gagalkan Upaya “Angen Mossad” Ledakkan Makam Abu Mahdi al-Muhandis

Pasukan relawan besar Irak Al-Hashd Al-Shaabi telah menggagalkan upaya “agen dinas rahasia Israel, Mossad,” meledakkan makam mantan wakil ketua Al-Hashd al-Shaabi Abu Mahdi al-Muhandis yang terbunuh bersama jenderal legendaris Iran Qassem Soleimani.

Al-Hashd Al-Shaabi mengumumkan bahwa pasukannya dari Brigade II bersama dengan petugas keamanan organisasi relawan ini telah menemukan 10 detonator bom mortir dekat makam itu yang terletak di pemakaman umum Wadi Salam di kota Najaf.  

Dilaporkan pula dewasa ini sedang dilakukan penyelidikan bersama badan keamanan Najaf untuk mengungkap sumber barang-barang berbahaya yang diduga akan digunakan untuk membuat bom rakitan tersebut.

Personil Al-Hashd Al-Shaabi kini dikerahkan bersama pasukan keamanan Irak untuk menjaga keamanan makam Al-Muhandis.

Sebelumnya, beberapa sumber melaporkan bahwa 10 peluru mortir 82 mm telah ditemukan dalam bentuk bom rakitan yang diduga akan digunakan untuk meledakkan makam syuhada Abu Mahdi Al-Muhandis.

Abu Mahdi al-Muhandis terbunuh bersama Komandan Pasukan Quds pasukan elit Iran Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Jenderal Qassem Soleimani serta beberapa orang lain yang menyertai keduanya, akibat serangan udara AS di dekat Bandara Internasional Baghdad pada 3 Januari 2020.

Iran menyebut serangan itu sebagai aksi teror, dan pada dini hari Rabu 8 Januari 2020 IRGC membalas serangan AS itu dengan menghantamkan belasan rudal balistiknya ke dua pangkalan militer AS di Irak, termasuk Lanud Ain Assad di dekat perbatasan Suriah yang ditempati oleh ribuan tentara AS. (alalam)