Rangkuman Berita Utama Timteng Jumat 20 November 2020

menhan-iran-hossein-dehghanJakarta, ICMES. Penasehat Pemimpin Besar Iran Brigjen Hussain Dehghan memastikan negaranya tidak akan pernah bernegosiasi dengan siapapun mengenai kekuatan militernya dalam kondisi apapun.

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo berkunjung ke Dataran Tinggi Golan milik Suriah yang diduduki Rezim Zionis Israel.

Damaskus mengutuk keras kunjungan Pompeo ke permukiman Zionis Israel di wilayah pendudukan Golan milik Suriah.

Pompeo mengunjungi pemukiman Zionis di Psagot di wilayah pendudukan Tepi Barat

Berita Selengkapnya:

Trump Dikabarkan Berencana Menyerang, Ini Tanggapan Jenderal Iran

Penasehat Pemimpin Besar Iran Brigjen Hussain Dehghan memastikan negaranya tidak akan pernah bernegosiasi dengan siapapun mengenai kekuatan militernya dalam kondisi apapun.

Penegasan itu dia nyatakan kepada AP, Kamis (19/11/2020), menyusul adanya laporan media Barat bahwa Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berencana melancarkan operasi militer terhadap Iran.

“Kami tidak menyambut keterlibatan dalam krisis maupun penyulutan perang, dan tidak pula berusaha memicu perang, tapi di saat yang sama kami tidak melakukan upaya di belakang negosiasi untuk negosiasi,” ujarnya.

Menyinggung adanya beberapa laporan bahwa AS berniat menetapkan persyaratannya untuk negosiasi dengan Iran dia menegaskan, “Teheran tidak akan pernah terlibat dalam negosiasi apapun mengenai kekuatan militernya dengan entitas manapun dalam kondisi apapun.”

Dehghan menyebutkan bahwa rudal Iran merupakan “simbol keberdayaan para ahli, pemuda, dan pusat-pusat industri kami”.

Mengenai laporan New York Times bahwa Trump di hari-hari terakhir masa kepresidenannya berencana melakukan tindakan militer terhadap Iran, Dehghan mengatakan: “Konfrontasi terbatas dan taktis dapat menyebabkan perang menyeluruh. Sudah pasti bahwa AS, kawasan dan dunia tidak dapat menanggung krisis yang begitu luas dan komprehensif.” (alalam)

Pertama Kali, Seorang Menlu Kunjungi Wilayah Pendudukan Golan dan Menyebutnya Milik Israel

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (Menlu AS) Mike Pompeo berkunjung ke Dataran Tinggi Golan milik Suriah yang diduduki Rezim Zionis Israel.

Kunjungan itu tercatat sebagai yang pertama kalinya dilakukan oleh seorang menteri AS ke Golan.

Menurut lembaga penyiaran resmi Israel, Kan, kunjungan itu dilakukan Pompeo, Kamis (19/11/2020), dalam kerangka lawatan resminya ke Israel yang dimulai pada hari Rabu lalu dan berakhir hari ini, Jumat.

Kan mengutip pernyataan Pompep dalam jumpa pers bersama sejawatnya dari Israel, Gabi Eskhkenazi, yang menemaninya dalam kunjungan ke Golan bahwa Presiden AS Donald Trump mengakui wilayah itu sebagai bagian dari Israel.

“Anda tidak bisa berdiri di sini dan menatap apa yang ada di seberang perbatasan dan menyangkal hal utama yang diakui oleh Presiden Donald Trump, apa yang ditolak oleh presiden sebelumnya,” kata Pompeo.

Dia merujuk pada keputusan kontroversial Trump pada 2019 untuk mengakui kedaulatan Israel di wilayah tersebut, sebuah langkah yang dikecam oleh komunitas internasional dan oleh Suriah yang menyebutnya sebagai “serangan terang-terangan”.

Pompeo mengutuk apa yang dia gambarkan sebagai seruan dari “salon di Eropa dan di institusi elit di Amerika” agar Israel mengembalikan Golan ke Suriah.

Dia mengatakan, “Ini adalah bagian dari Israel. Bayangkan dengan (Presiden Suriah Bashar) al-Assad yang mengendalikan tempat ini, risiko bahaya bagi Barat dan Israel.”  (raialyoum)

Suriah Kutuk “Provokasi” Menlu AS di Golan

Sumber pejabat Kemlu Suriah, Kamis (19/11/2020), menyatakan Damaskus mengutuk keras kunjungan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (Menlu AS) Mike Pompeo ke permukiman Zionis Israel di wilayah pendudukan Golan milik Suriah.

Sumber itu menyebut kunjungan Pompeo ke Golan sebagai provokosi menjelang berakhirnya jabatan Donald Trump sebagai presiden AS dan pelanggaran terbuka terhadap kedaulatan Suriah.

Dia menegaskan bahwa Damaskus memandang kunjungan itu sebagai kejahatan yang bertujuan mendorong Israel agar melanjutkan agresinya yang sangat berbahaya.

Sumber Kemlu Suriah menyerukan kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan masyarakat internasional agar mengecam kunjungan Pompeo ke Golan karena melanggar resolusi PBB nomor 202/19/49711. (alalam)

Pertama Kali, Menlu AS Kunjungi Permukiman Zionis di Tepi Barat

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (Menlu AS) Mike Pompeo, Kamis (19/11/2020), mengunjungi pemukiman Zionis di Psagot di wilayah pendudukan Tepi Barat, dan ini menjadi kunjungan yang pertama kali dilakukan oleh  seorang menteri luar negeri dan diplomat tertinggi AS.

Psagot dibangun di atas lahan pertanian milik kota kembar Ramallah al-Bireh.

Koresponden Al Jazeera Harry Fawcett dari al-Bireh melaporkan, “Banyak penduduk tidak memiliki akses ke lahan pertanian mereka – beberapa di antaranya digunakan untuk kilang anggur yang dikunjungi Pompeo.”

Puluhan warga Palestina berdemonstrasi di luar pemukiman dan tentara Israel menanggapinya dengan tembakan gas air mata.

Anggur Psagot adalah bagian dari jaringan luas permukiman Israel di Tepi Barat yang dianggap ilegal menurut hukum internasional dan menjadi kendala utama dalam negosiasi perdamaian.

Namun, AS melanggar konsensus komunitas internasional dan menyatakan bahwa mereka tidak lagi menganggap pemukiman itu melanggar hukum.

“Selama konferensi pers sebelumnya pada hari Kamis dengan Perdana (Israel) Menteri Benjamin Netanyahu, dia kembali menegaskan hal itu, mengatakan penyelesaian dapat dilakukan dengan cara yang sah, sesuai dan tepat,” kata Fawcett.

Dengan demikian Pompeo mendatangi permukiman itu dengan tujuan menekankan hal tersebut.

Pompeo tidak memiliki agenda pertemuan dengan para pemimpin Palestina, yang menolak mentah-mentah sikap Trump terkait dengan konflik yang telah berlangsung puluhan tahun, termasuk pengakuan Washington atas Quds (Yerusalem) sebagai ibu kota Israel.

Hanan Ashrawi, anggota Komite Eksekutif Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), menyebut Pompeo “masuk tanpa izin di tanah Palestina yang dicuri oleh Israel” dan “telah melakukan cukup kerusakan”.

Dalam konferensi pers dengan Netanyahu, Pompeo juga mengumumkan AS akan menyematkan stigma “anti-Semit” pada kampanye Boikot, Divestasi, Sanksi (BDS), yang berupaya mengisolasi Israel atas perlakuannya terhadap Palestina.

Dia juga mengatakan bahwa pemerintah AS akan menghentikan dukungannya kepada setiap organisasi yang terlibat dalam dalam BDS,  dan penghentian ini akan menjadi langkah yang dapat menolak pendanaan untuk Palestina dan kelompok HAM internasional.

Pompeo mengatakan bahwa Washington “akan menganggap kampanye global BDS anti-Israel sebagai anti-Semit”.

Sementara itu, Netanyahu mengatakan aliansi Israel-AS telah mencapai “ketinggian yang belum pernah terjadi sebelumnya” di bawah pemerintahan Trump. Dia juga berterima kasih kepada AS karena telah memindahkan kedutaan besarnya dari Tel Aviv ke Yerusalem, meninggalkan pendirian AS sebelumnya bahwa permukiman Israel bertentangan dengan hukum internasional, dan mengambil garis keras melawan Iran. (aljazeera)