Rangkuman Berita Utama Timteng Senin 7 Desember 2020

fakhrizadeh - posterJakarta, ICMES. Wakil Panglima Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran Laksamana Ali Fadavi bahwa operasi pembunuhan fisikawan Iran itu dilancarkan dengan menggunakan senapan otomatis yang dilengkapi dengan sistem pintar agar dapat dikendalikan melalui satelit.

Menteri Informasi Sudan Faisal Mohamed Saleh mengecam pihak militer negara ini karena mengembangkan hubungan dengan Rezim Zionis Israel tanpa memberitahukannya kepada para pejabat lain sehingga praktis kegiatan itu berjalan tanpa pengawasan.

Warga imigran Zionis Israel melancarkan aksi teror dengan cara menebang 42 pohon zaitun tua serta merobohkan pagar bebatuannya di desa Yasuf di dekat permukiman Zionis Rahalim.

Juru bicara angkatan bersenjata Yaman yang bersekutu dengan gerakan Ansarallah, Brigjen Yahya Saree, menyatakan bahwa pasukan loyalis presiden pelarian Abd Rabbuh Mansour Hadi sudah berada di tahap akhir setelah belakangan ini menderita kekalahan beruntun di berbagai medan pertempuran.

Berita Selengkapnya:

Iran Ungkap Rincian Baru Tragedi Pembunuhan Ilmuwan Fakhrizadeh

Badan-badan keamanan Iran masih terus melanjutkan upaya menyingkap rincian lebih jauh kasus pembunuhan ilmuwan nuklir Iran Mohsen Fakhrizadeh, sembari menegaskan akan mengganjar siapapun yang terlibat dalam kejahatan besar ini.

Dalam upacara penghormatan kepada Fakhrizadeh yang dihadiri oleh sejumlah besar komandan militer dan keamanan, Ahad (6/12/2020), Wakil Panglima Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran Laksamana Ali Fadavi menyebutkan bahwa operasi pembunuhan fisikawan Iran itu dilancarkan dengan menggunakan senapan otomatis yang dilengkapi dengan sistem pintar agar dapat dikendalikan melalui satelit, dan dipasang di sebuah mobil kecil serta memuntahkan 13 butir peluru tajam ke arah korban.

Fadavi menambahkan bahwa Fakhrizadeh saat itu dikawal oleh 11 personil IRGC, dan mobil kecil tersebut diledakkan dengan tujuan menghabisi semua pengawal itu.

“Senapan otomatis yang dipasang di kendaraan kecil itu dilengkapi sebuah sistem pintar yang dengannya dikendalikan melalui satelit, dan Syahid Fakhrizadehpun gugur setelah terkena satu peluru di bagian punggungnya, yang menyebabkan tulang sumsumnya terputus,” ujarnya.

Fadavi menekankan bahwa Iran selama ini masih mengabaikan pencegahan namun sekarang musuhnya malah melakukannya terhadap Iran  di saat Amerika Serikat (AS) tak kunjung berani melancarkan serangan militer secara langsung.

Senada dengan ini, juru bicara Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran Brigjen Ramezan Sharif juga memastikan bahwa pembunuhan ilmuwan nuklir Iran itu dilakukan dengan menggunakan persenjataan elektronik canggih yang dikendalikan melalui satelit.

Dia juga menegaskan bahwa kaum Zionis (Israel) tahu persis bahwa kejahatan mereka itu tidak akan dibiarkan tanpa balasan, sebagaimana terbukti dalam beberapa tahun terakhir. (alalam)

Menteri Informasi Sudan: Tentara Mengembangkan Hubungan dengan Israel Tanpa Pengawasan

Menteri Informasi Sudan Faisal Mohamed Saleh mengecam pihak militer negara ini karena mengembangkan hubungan dengan Rezim Zionis Israel tanpa memberitahukannya kepada para pejabat lain sehingga praktis kegiatan itu berjalan tanpa pengawasan.

Berbicara kepada stasiun televisi setempat pada Sabtu malam (5/12/2020) dia mengatakan bahwa kunjungan delegasi Israel ke sebuah lembaga industri militer Sudan pada bulan lalu terjadi tanpa sepengetahuan kabinet Sudan.

Kunjungan itu dilakukan sekira satu bulan setelah terjalin perjanjian damai antara Sudan dan Israel dengan mediasi Amerika Serikat dan dalam rangka penghapusan nama Sudan dari daftar hitam Washington.

Kepada saluran S24 yang berbasis di Khartoum, ibu kota Sudan, Saleh mengatakan, “Hubungan luar negeri seharusnya ada di tangan kabinet, namun kenyataannya urusan normalisasi (hubungan dengan Israel) ada di tangan tentara secara sepihak.”

Kecaman Menteri Informasi Sudan ini menjadi pertanda baru adanya friksi antara para pejabat sipil di satu pihak dan para petinggi militer di pihak lain di dalam tubuh pemerintahan transisi yang mengendalikan negara ini menyusul penggulingan presiden Sudan Omar Al-Bashir pada tahun lalu.

Friksi itu mulai mengemuka setelah ketua Dewan Kedaulatan Sudan Abdul Fattah Al-Burhan membuat suatu keputusan mengenai kewenangan Dewan Mitra Transisi yang keputusan pembentukannya dia keluarkan pada hari Kamis pekan lalu.

Pemerintah Sudan yang dipimpin oleh Abdalla Hamdok memandang Dewan Kedaulatan merepresentasikan pelanggaran terhadap misi dan kewenangan institusi-institusi otoritas transisi, dan tidak konsisten dengan perjanjian politik dan dokumen konstitusional di tengah seruan untuk penghapusan institusi-institusi tersebut. (alalam)

Lagi, Imigran Zionis Tebangi Pepohonan Zaitun di Tepi Barat

Warga imigran Zionis Israel melancarkan aksi teror dengan cara menebang 42 pohon zaitun tua serta merobohkan pagar bebatuannya di desa Yasuf di dekat permukiman Zionis Rahalim, Ahad (6/12/2020).

Gubernur Salfit Abdullah Kamil dalam siaran persnya mengaku telah memberikan instruksi yang diperlukan kepada departemen hukum dan otoritas yang berwenang di daerah itu agar memperkarakan serangan ini secara hukum terhadap semua pihak yang terlibat, dan mengeksposnya di semua tingkatan.

Ladang-ladang di desa Yasuf sudah berulangkali mendapat serangan dari rezim pendudukan Israel dan warga Zionisnya. Serangan terbaru sebelumnya dilakukan oleh sejumlah warga imigran Zionis permukiman Tafuh pada pekan lalu dengan menebang 65 dari total 150 pohon zaitun yang ditanam pada tahun lalu di kawasan Aqdah al-Zar di dekat gerbang permukiman tersebut.

Rezim pendudukan Zionis mendirikan sekira 503 kantung permukiman, termasuk 407 permukiman di Tepi Barat dan 29 di kota Quds (Yerussalem). Ratusan permukiman itu menelan area seluas lebih dari 46 persen total wilayah Tepi Barat, dan ditempati oleh hampir 800,000 imigran Zionis yang nyaris setiap hari melakukan gangguan di tanah-tanah pendudukan Palestina. (alalam)

Ansarullah Sebut Pasukan Lawannya Hampir Kalah Total

Juru bicara angkatan bersenjata Yaman yang bersekutu dengan gerakan Ansarallah, Brigjen Yahya Saree, menyatakan bahwa pasukan loyalis presiden pelarian Abd Rabbuh Mansour Hadi sudah berada di tahap akhir setelah belakangan ini menderita kekalahan beruntun di berbagai medan pertempuran.

Dalam pertemuan di Sanaa, Sabtu (5/12/2020), Saree menjelaskan bahwa sebanyak 300 anggota pasukan loyalias Hadi telah membelot ke gerakan Ansarallah di barat laut Yaman.

“Meski penjajah dan para anteknya telah banyak menumpahkan darah, namun nasib mereka seperti pendahulu mereka, yang terpaksa menyingkir akibat perlawanan nasional yang menolak penindasan dan kepatuhan kepada penjajah,” katanya.

Saree menambahkan, “Pemimpin revolusioner, politik dan militer yang lebih tinggi mengeluarkan keputusan amnesti umum bagi semua orang yang ingin kembali ke jalan kebenaran dalam konteks ketajaman untuk menyuntikkan darah orang Yaman dan menghilangkan kesempatan bagi musuh tanah air untuk mengoyak tatanan sosial. ”

Juru bicara militer Yaman menyerukan kepada para petempur loyalis Hadi agar “memanfaatkan kesempatan untuk kembali dan mendapatkan keuntungan dari keputusan amnesti umum”. Dia juga menekankan bahwa kebijakan itu “tidak akan berlanjut tanpa batas.” (amn)