Rangkuman Berita Utama Timteng Senin 30 November 2020

fakhrizadeh - posterJakarta, ICMES. Sehari setelah terbunuhnya fisikawan Iran Prof. Mohsen Fakhrizadeh oleh serangan teror beberapa media Iran melaporkan rincian mengenai detik-detik peristiwa serangan yang terjadi pada hari Jumat pekan lalu tersebut.

Berbagai negara, termasuk Inggris dan Rusia, mengecam aksi teror terhadap Mohsen Fakhrizadeh, fisikawan dan pejabat Kementerian Pertahanan Iran yang gugur pada Jumat pekan lalu.

Di saat berbagai negara dunia, termasuk Inggris dan Rusia, mengecam serangan teror yang menggugurkan fisikawan dan ilmuwan nuklir Iran Mohsen Fakhrizadeh, Israel malah mengajak masyarakat dunia bersyukur atas terjadinya serangan mematikan itu.

Berita Selengkapnya:

Mencengangkan, Begini Detik-Detik Serangan Teror yang Menggugurkan Ilmuwan Nuklir Iran

Sehari setelah terbunuhnya fisikawan Iran Prof. Mohsen Fakhrizadeh oleh serangan teror beberapa media Iran melaporkan rincian mengenai detik-detik peristiwa serangan yang terjadi pada hari Jumat (27/11/2020) tersebut.

Laporan itu menyebutkan bahwa pada Jumat pagi mobil anti peluru yang membawa Fakhrizadeh dan istrinya bergerak bersama tiga mobil regu pengawalnya dari kota Rostam Kala, Provinsi Mazandaran, menuju distrik Absard di daerah Damavand, Provinsi Teheran.

Setibanya di tujuan, kendaraan terdepan berpisah dari konvoi pengawal sejauh beberapa kilometer dari tempat kejadian untuk memeriksa dan memastikan keamanan tempat tujuan, termasuk dengan mencermati kemungkinan adanya gerakan mencurigakan.

Sejurus kemudian terdengar beberapa suara letusan sehingga mobil yang membawa Fakhrizah berhenti. Rupanya, ilmuwan ini keluar dari mobil karena mengira suara itu berasal benturan benda dari luar ataupun terjadi kerusakan pada mesin, padahal letusan itu berasal dari tembakan.

Saat itulah berlangsung peristiwa mencekam yang berlangsung dengan sangat cepat; tiba-tiba terjadi hujan tembakan yang berasal senapan mesin otomatis yang dikendalikan dari jarak jauh dan dipasang di mobil Nissan yang diparkir sejarak 150 meter dari mobil Fakhrizadeh. Dua peluru di antaranya  menerjang bagian samping tubuh Fakhrizadeh, dan satu lainnya menembus punggungnya hingga memutus sumsum tulang belakangnya.

Saat itu pula ketua regu pengawal bergerak cepat untuk melindungi Fakhrizadeh dari tembakan sehingga dia sendiri terkena beberapa tembakan, dan sejurus kemudian mobil Nissan itu meledak.

Fakhrizadeh dilarikan ke puskesmas terdekat, dan dari situ kemudian dilarikan ke rumah sakit di Teheran, namun sayang nyawanya tak tertolong.

Peristiwa mengerikan itu berlangsung dalam tempo sekitar tiga menit tanpa ada pelaku yang terlihat di tempat kejadian, sebab tembakan sepenuhnya berasal dari senapan otomatis yang dikendalikan dari jarak jauh.

Selain Fakhrizadeh sendiri, hanya kepala regu pengawal itu yang terkena tembakan, sementara para anggotanya selamat.

Dalam proses penyelidikan diketahui bahwa pemilik mobil Nissan itu telah meninggalkan Iran pada 29 November.

Menurut lembaga pemberitaan Fars News, ilmuwan nuklir dan pejabat pertahanan terkemuka Iran itu masuk dalam daftar orang yang diincar kelompok-kelompok teroris dan Rezim Zionis Israel sejak lebih dari tiga dekade silam, dan telah terjadi beberapa kali upaya pembunuhan terhadapnya dalam beberapa tahun terakhir namun berhasil digagalkan, hingga akhirnya terkena serangan dan gugur pada Jumat pekan lalu. (alalam)

Berbagai Negara, Termasuk Inggris, Mengutuk Pembunuhan Ilmuwan Nuklir Iran

Berbagai negara, termasuk Inggris dan Rusia, mengecam aksi teror terhadap Mohsen Fakhrizadeh, fisikawan dan pejabat Kementerian Pertahanan Iran yang gugur pada Jumat pekan lalu.

Pemerintah Inggris melalui Menteri Luar Negeri Dominic Raab, mengomentari peristiwa tragis itu dengan menyatakan, “Dunia sedang menerapkan hukum humaniter internasional, yang sangat jelas, dalam posisinya menentang penargetan warga sipil.”

Dia menyatakan keprihatinannya atas perkembangan ini dan meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah menyusul tragedi tersebut.

Dari Negeri Beruang Merah, Ketua Komite Urusan Luar Negeri Duma Rusia, Leonid Slutsky, menyebut kejahatan itu sebagai serangan teror yang bertujuan melakukan provokasi baru terhadap Iran. Dia menegaskan bahwa Rusia mengutuk kejahatan tersebut.

Dari Negeri 1001 Malam, Menteri Luar Negeri Irak Luar Negeri Fuad Hussein menyampaikan takziah negaranya kepada mitranya dari Iran, Muhammad Javad Zarif, atas gugurnya Fakhrizadeh. Keduanya juga membicarakan ihwal implikasi peristiwa berdarah ini bagi keamanan regional dan internasional.

Dari Muscat, Menteri Luar Negeri Kesultanan Oman, Badr bin Hamad Al-Busaidi, dalam kontak  telefon dengan Jawad Zarif menyampaikan belasungkawa kepada pemerintah dan rakyat Iran atas tragedi itu sembari menegaskan penolakan negaranya terhadap segala bentuk aksi teror. Dia juga menyatakan bahwa serangan itu melanggar undang-undang humaniter dan hukum internasional.

Dari Yaman, Menteri Pendidikan di Sanaa, Hussain Hazib, ketika menyambut Duta Besar Iran untuk Yaman Hasan Erlo, menyatakan bahwa serangan kejam itu dilakukan tak lain karena kebencian otak pelakunya terhadap fakta bahwa kemajuan Iran tak terbendung oleh sanksi-sanksi Amerika Serikat dan sekutunya.

Di pihak lain, Erlo mengatakan bahwa “Poros Resistensi” yang dipimpin Iran pasti akan menang karena konsisten berjuang di pihak yang benar.

Uni Emirat Arab (UEA) yang hubungannya dengan Iran belakangan ini terusik oleh normalisasi hubungan UEA dengan Israel juga turut mengecam serangan itu sembari mengimbau segenap pihak agar menahan diri.

Kementerian Luar Negeri UEA dalam sebuah statemennya menyatakan, “Bertolak dari keyakinan yang mendalam kepada keharusan mencari semua komponen stabilitas di kawasan, Abu Dhabi mengutuk kejahatan pembunuhan Tuan Mohsen Fakhrzadeh yang dengan sendirinya dapat menyulut konflik di kawasan.” (rta/alalam)

Ilmuwan Iran Diteror, Sumber Zionis Minta Dunia Berterima Kasih kepada Israel

Di saat berbagai negara dunia, termasuk Inggris dan Rusia, mengecam serangan teror yang menggugurkan fisikawan dan ilmuwan nuklir Iran Mohsen Fakhrizadeh, Israel malah mengajak masyarakat dunia bersyukur atas terjadinya serangan mematikan itu.

Sebuah narasumber Israel, Ahad (29/11/2020),  mengatakan kepada New York Times (NYT), “Dunia harus berterima kasih kepada Israel atas terbunuhnya ilmuwan Iran Fakhrizadeh.”

Menurut NYT, sumber keamanan Israel yang pernah memantau Fakhrizadeh mengklaim bahwa fisikawan Iran ini merupakan bapak proyek nuklir Iran, yang telah lama bekerja keras agar Iran meraih bom nuklir sehingga menjadi ancaman bahaya bagi dunia.

Sumber itu menambahkan, “Israel akan terus berbuat untuk mencegah Iran dari hal itu.”

Di sisi lain, otoritas Israel menyampaikan travel warning kepada warga Israel yang berkunjung ke Uni Emirat Arab (UEA) dan Bahrain. Badan kontra-terorisme Israel menyarankan kepada warga negara ilegal Zionis ini untuk tidak bepergian ke dua negara Arab Teluk Persia itu menyusul terbunuhnya fisikawan Iran Fakhrizadeh pada Jumat pekan lalu.

Para pejabat keamanan Israel mengungkapkan kekhawatiran mereka terhadap resiko Iran menyerang orang-orang Israel, terutama di UEA dan Bahran, sebagai balasan atas serangan teror itu.

Menurut channel 12 milik Israel, ada ribuan orang Israel yang akan berwisata ke Dubai dan Abu Dhabi dalam beberapa minggu mendatang setelah dua negara Arab itu menormalisasi hubungan dengan Israel. (alalam/rta)