Rangkuman Berita Utama Timteng Selasa 1 Desember 2020

mobil fakhrizadehJakarta, ICMES. Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Iran Laksamana Ali Shamkhani memastikan bahwa balasan Iran atas aksi teror yang menggugurkan ilmuwan Iran Mohsen Fakhrizadeh “akan jelas bagi semua orang pada waktunya”.

Sebuah sebuah sumber anonim mengatakan bahwa operasi pembunuhan ilmuwan nuklir Iran Prof. Mohsen Fakhrizadeh yang terjadi pada hari Jumat 27 November dilakukan dengan menggunakan senjata Israel yang dikendalikan melalui satelit.

Kuwait dan Bahrain mengutuk serangan teror yang menggugurkan ilmuwan Iran Mohsen Fakhrizadeh setelah beberapa negara lain juga telah mengutuknya.

Seorang pejabat senior pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan bahwa setelah terjadi pembicaraan antara pejabat Arab Saudi dan penasihat Gedung Putih Jared Kushner…..

Berita Selengkapnya:

Shamkhani: Balasan Iran atas Darah Fakhrizadeh akan Terlihat oleh Semua Orang

Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Iran Laksamana Ali Shamkhani memastikan bahwa balasan Iran atas aksi teror yang menggugurkan ilmuwan Iran Mohsen Fakhrizadeh “akan jelas bagi semua orang pada waktunya”.

Hal tersebut dia katakan dalam wawancara dengan saluran TV Al-Masirah yang berbasis di Yaman, Senin (30/11/2020), sembari menekankan bahwa jalan yang sudah ditempuh oleh Fakhrizadeh akan terus berlanjut.

Dia juga menegaskan bahwa program nuklir dan rudal Iran tak bergantung pada orang, melainkan pada sains dan pusat-pusat ilmu pengetahuan yang dimiliki oleh Iran, dan karena itu “jalan pengetahuan tidak akan buyar karena kesyahidan seseorang.”

Shamkhani menambahkan, “ Iran memiliki lembaga-lembaga ilmu pengetahuan dalam jumlah besar untuk melanjutkan jalan Fakhrizadeh yang merupakan salah satu pendirinya.”

Seperti diketahui, fisikawan Iran Mohsen Fakhrizadeh terbunuh pada Jumat lalu (27/11/2020)  oleh tembakan yang berasal dari senapan yang dikendalikan dari jarak jauh. (alalam)

Fakrizadeh Dilaporkan Dibunuh dengan Senjata Israel yang Dikendalikan dari Satelit

Sebuah sebuah sumber anonim, Senin (30/11/2020), mengatakan kepada Al-Alam bahwa operasi pembunuhan ilmuwan nuklir Iran Prof. Mohsen Fakhrizadeh yang terjadi pada hari Jumat 27 November dilakukan dengan menggunakan senjata Israel yang dikendalikan melalui satelit.

Sumber itu mengkonfirmasi adanya bukti-bukti keterlibatan rezim Zionis tersebut dalam operasi pembunuhan Fakhrizadeh.

Dia juga menyebutkan adanya para kontra-revolusi Islam Iran yang selalu “memainkan peranan logistik” dalam penerapan operasi-operasi teror dan pembunuhan yang dilakukan Israel di Iran.

Secara terpisah, Menteri Keamanan Iran Mahmoud Alawi di hari sama mengumumkan bahwa pihak yang berwenang telah menemukan banyak petunjuk terkait dengan insiden berdarah tersebut.

“Dalam penyelidikan kasus pembunuhan Syahid Fakhrizadeh kami telah mendapatkan banyak pentunjuk. Penyelidikan kami dimulai sesudah pembunuhan Fakhrizadeh, dan rekan-rekan kami telah menemukan banyak petunjuk dan menelusuri semua aspek,” ujar Alawi.

Namun demikian, dia menambahkan bahwa karena faktor keamanan pihaknya tak dapat mengungkapkan hal tersebut kepada media sampai semua dimensi perkaranya jelas, dan setelah dimesi-dimensi itu baru masalah ini akan diumumkan kepada rakyat Iran.

Fisikawan Iran Mohsen Fakhrizadeh terbunuh pada Jumat lalu (27/11/2020)  oleh tembakan yang berasal dari senapan yang dikendalikan dari jarak jauh di daerah Damavand, provinsi Teheran. (alalam)

Fakrizadeh Dilaporkan Dibunuh dengan Senjata Israel yang Dikendalikan dari Satelit

Kuwait dan Bahrain mengutuk serangan teror yang menggugurkan ilmuwan Iran Mohsen Fakhrizadeh setelah beberapa negara lain juga telah mengutuknya.

Kementerian Luar Negeri Kuwait dalam statemen, Senin (30/11/2020), menyatakan belasungkawanya sembari menegaskan bahwa Kuwait konsisten kepada sikapnya menolak segala bentuk kekerasan dengan motivasi apapun, dan menentang segala tindakan yang dapat menimbulkan ketegangan serta melemahkan stabilitas di kawasan.

Selain itu, Menteri Luar Negeri Kuwait juga melakukan kontak telefon dengan sejawatnya dari Iran, Mohammad Javad Zarif, dan mengutuk serangan tersebut.

Kementerian Luar Negeri Bahrain di hari yang sama juga merilis statemen yang mengutuk serangan tersebut sembari menekankan keharusan berupaya menjaga keamanan dan stabilitas regional serta mengurangi ketegangan.

Fisikawan Iran Mohsen Fakhrizadeh terbunuh pada Jumat lalu (27/11/2020)  oleh tembakan yang berasal dari senapan yang dikendalikan dari jarak jauh. (mehr/fna)

Saudi Izinkan Pesawat Komersial Israel Melintas di Angkasanya

Seorang pejabat senior pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan bahwa setelah terjadi pembicaraan antara pejabat Arab Saudi dan penasihat Gedung Putih Jared Kushner, Senin (30/11/2020), Riyadh setuju untuk mengizinkan pesawat komersial Israel melintasi wilayah udara Saudi dalam perjalanan menuju Uni Emirat Arab (UEA),.

Kushner dan utusan AS untuk urusan Timur Tengah, Avi Berkowitz dan Brian Hook, mengangkat masalah ini tak lama setelah mereka tiba di Arab Saudi untuk melakukan pembicaraan.

“Kami bisa menyelesaikan masalah itu,” kata pejabat itu kepada Reuters.

Menurut situs berita i24 milik Israel, sebuah sumber AS mengatakan bahwa masalah izin penerbangan untuk maskapai penerbangan Israel di Arab Saudi menuju UEA dan Bahrain telah diselesaikan setelah pembicaraan Kushner dan Berkowitz dengan pejabat senior Saudi.

Penerbangan Israir akan dilakukan pada hari ini, Selasa, pukul 10.00 waktu Quds (Yerusalem), dan dengan melintasi wilayah Saudi maka penumpangnya akan menikmati pengurangan waktu penerbangan secara signifikan, yaitu sekitar tiga jam.

Pada penerbangan yang tidak melewati wilayah udara Saudi, rute tersebut menjadi sangat panjang sehingga secara komersial tidak menguntungkan.

Israer akan menjadi pihak pertama yang meluncurkan jalur harian melalui dua penerbangan, sementara Arkia akan bergabung mulai Kamis depan, dan El Al akan meluncurkan jalurnya sendiri mulai 9 Desember mendatang. (raialyoum)