Rangkuman Berita Utama Timteng Rabu 28 April 2021

iran vs ASJakarta, ICMES. Angkatan Laut AS mengungkap insiden konfrontasi antara kapal perang AS dan kapal perang Iran di perairan Teluk Persia pada awal bulan ini.

Pemimpin Besar Iran Ayatullah Sayid Ali Khamenei melayangkan dua surat terpisah masing-masing kepada Sekjen Hizbullah Libanon Sayid Hassan Nasrallah dan Ketua Biro Politik Hamas Ismail Haniyeh

Mantan Menlu AS John Kerry mengaku sama sekali tak pernah berbicara dengan Menlu Iran Mohammad Javad Zarif soal serangan udara rahasia Israel ke Suriah, tak seperti yang dikatakan oleh Zarif dalam bocoran percakapan.

Kepala Dewan Tinggi Revolusi yang berafiliasi dengan Ansarullah (Houthi) di Yaman Mohammad al-Houthi menegaskan bahwa perang di Ma’rib, ibu kota provinsi Ma’rib, hanya akan berakhir jika pihak-pihak asing menarik pasukan mereka dari kota ini.

Berita Selengkapnya:

Kapal Perang  Pasukan Elit Iran Cegat Kapal Patroli AS di Teluk Persia

Angkatan Laut AS mengungkap insiden konfrontasi antara kapal perang AS dan kapal perang Iran di perairan Teluk Persia pada awal bulan ini.

Komando Pusat Pasukan Angkatan Laut AS (NAVCENT), Selasa (27/4), melaporkan bahwa Angkatan Laut Harth 55 Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran yang dibarengi tiga kapal serang cepat (FAC) / fast inshore attack craft (FIAC), mendekati kapal patroli Penjaga Pantai AS USCGC Wrangell (WPB 1332) dan USCGC Monomoy (WPB 1326) pada 2 April saat kapal AS melakukan patroli keamanan maritim rutin di perairan internasional di selatan Teluk Persia.

NAVCENT juga membagikan rekaman video yang menunjukkan Angkatan Laut IRGC Harth 55 melakukan “tindakan tidak aman dan tidak profesional” dengan melintasi haluan kapal patroli Penjaga Pantai USCGC Monomoy (WPB 1326) sehingga kapal AS terpaksa “melakukan manuver pertahanan”.

Harth 55 berulang kali melintasi busur kapal AS pada “jarak dekat yang tak perlu”, termasuk menyeberangi busur Wrangell dan Monomoy pada 70 yard terdekat titik pendekatan (CPA).

Harth 55 menutup secara agresif haluan Wrangell, mengakibatkan Wrangell bermanuver untuk menghindari tabrakan sambil membunyikan lima ledakan pendek dari klakson kapal.

Awak AS mengeluarkan beberapa peringatan melalui radio anjungan ke-anjungan, lima ledakan pendek dari klakson kapal, sementara Harth 55 menanggapi pertanyaan radio anjungan ke-anjungan sembari melanjutkan manuver yang tidak aman.

NAVCENT  mengklaim bahwa setelah kurang lebih tiga jam AS mengeluarkan peringatan dan melakukan manuver defensif, kapal IRGC bermanuver menjauh dari kapal AS dan membuka jarak di antara mereka.

NAVCENT  menilai tindakan IRGC itu tidak aman,  tidak profesional, meningkatkan risiko kesalahan perhitungan dan tabrakan, tidak sesuai dengan “aturan jalan” Konvensi Internasional untuk Pencegahan Tabrakan di Laut (COLREGS) atau bea cukai yang diakui secara internasional, dan tidak sesuai dengan kewajiban menurut hukum internasional untuk bertindak dengan memperhatikan keselamatan kapal lain di  kawasan tersebut.

NAVCENT melaporkan bahwa konfrontasi ini merupakan insiden “tidak aman dan tidak profesional” pertama bagi Iran sejak 15 April 2020. Namun demikian, dia menegaskan bahwa Iran sudah banyak  menghentikan insiden demikian pada 2018 dan 2019.

Angkatan Laut AS mencatat 14 insiden “tidak aman atau tidak profesional” dengan pasukan Iran pada tahun 2017, 35 insiden pada tahun 2016, dan 23 insiden pada tahun 2015. (db/raialyoum)

Ayatullah Khamanei Balas Surat Sekjen Hizbullah dan Ketua Biro Politik Hamas

Pemimpin Besar Iran Ayatullah Sayid Ali Khamenei melayangkan dua surat terpisah masing-masing kepada Sekjen Hizbullah Libanon Sayid Hassan Nasrallah dan Ketua Biro Politik Hamas Ismail Haniyeh, Selasa (27/4).

Dalam surat itu Ayatullah Khamenei menyatakan apresiasi dan rasa terima kasihnya atas simpati dan belasungkawa keduanya atas wafatnya Jenderal Iran Sayyid Mohammad Hejazi, dan mendoakan keselamatan dan kesuksesan para mujahidin Hizbullah dan Hamas serta bangsa Palestina.

“Saya berterima kasih kepada Anda atas simpati yang penuh rasa cinta. Almarhum telah menghabiskan usianya untuk jihad di jalan Allah dan telah berpulang ke sisi Tuhannya sebagai mujahid,” bunyi suratnya kepada Sayid Nasrallah.

Dia menambahkan, “Saya mendoakan kebaikan Anda selalu, dan sampai salam saya kepada saudara semua di Hizbullah.”

Sedangkan kepada Ismail Haniyeh dia menyebutkan, “Saya berterima kasih atas surat Anda yang penuh kecintaan berkenaan dengan wafatnya Mujahid Sayid Mohammad Hejazi. Almarhum telah menghabiskan usianya untuk jihad di jalan Allah dan telah berpulang ke sisi Tuhannya sebagai mujahid.”

Lebih lanjut Ayatullah Khamenei menyatakan, “Kami senantiasa bersimpati kepada saudara-saudara kami mujahidin Palestina dalam membela urusan Palestina, kami bersama mereka di satu kubu. Saya berdoa kepada Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana semoga Dia menganugerahi bangsa Palestina dengan kemenangan, dan meneguhkan Anda dengan pertolonganNya dalam melintasi jalan yang mulia ini. Sampaikan salam saya kepada saudara-saudara di Hamas.” (alalam)

Mantan Menlu AS Bantah Pernyataan Kontroversial Menlu Iran Soal Serangan Israel ke Suriah

Mantan Menlu AS John Kerry mengaku sama sekali tak pernah berbicara dengan Menlu Iran Mohammad Javad Zarif soal serangan udara rahasia Israel ke Suriah, tak seperti yang dikatakan oleh Zarif dalam bocoran percakapan.

Dalam bocoran itu Zarif menyatakan Kerry ketika menjabat sebagai Menlu AS di masa kepresidenan Barack Obama telah memberitahunya bahwa Israel telah menyerang kepentingan-kepentingan Iran di Suriah sedikitnya 200 kali.

Pernyataan Zarif ini membangkitkan kontroversi di tengah kubu konservatif AS. Mereka menuduh Kerry yang kini menjabat sebagai utusan Presiden AS Joe Biden di bidang keikliman telah membocorkan rahasia Israel.

Kerry di Twitter, Senin (26/4), membantah tuduhan itu dengan menyatakan, “Ini sama sekali tak terjadi, baik ketika saya menjabat menlu maupun setelah itu.”

Kerry menanggi demikian setelah dia diserang oleh sejumlah tokoh Senator Republik.  Ted Cruz, seorang Republikan dari Texas, mengatakan bahwa jika perkataan Zarif  itu benar maka akan menjadi “bencana dan sembrono.”

Senator Dan Sullivan, seorang Republikan dari Alaska dan mantan pejabat Kemlu di masa kepresidenan George W. Bush mendesak Kerry untuk mengundurkan diri.   Sullivan mengaku “terkejut” atas tindakan Kerry “mengungkapkan rahasia salah satu sekutu permanen kami yang paling penting di kawasan kepada musuh terbuka, negara sponsor terorisme terbesar. ”

Nikki Haley, yang menjabat sebagai duta besar PBB di pemerintahan Donald Trump, di Twitter menyebut hal itu “menjijikkan”, dan menuduh Kerry “menyuap Iran”.

Dalam apa yang diklaim sebagai bocoran pembicaraan itu  Zarif mengeluhkan tentara Iran karena menyembunyikan hal-hal krusial darinya sehingga dia mengatakan,”Haruskah Kerry memberi tahu saya bahwa Israel menyerang 200 kali di Suriah?”

Juru bicara Kemlu AS Ned Price kepada wartawan mengaku tidak akan mengomentari “materi yang diduga bocor” dan tidak dapat “menjamin keaslian atau keakuratannya” atau motivasi apa yang mungkin ada di balik penyebarannya. (raialyoum)

Ansarullah: Perang Ma’rib Hanya Bisa Reda Jika Pasukan Asing Keluar dari Yaman

Kepala Dewan Tinggi Revolusi yang berafiliasi dengan Ansarullah (Houthi) di Yaman Mohammad al-Houthi menegaskan bahwa perang di Ma’rib, ibu kota provinsi Ma’rib, hanya akan berakhir jika pihak-pihak asing menarik pasukan mereka dari kota ini.

“Kami tidak menginginkan solusi militer, di Marib dan di mana pun di Yaman,” katanya dalam wawancara saluran TV Al-Masirah milik Ansarullah, Selasa (27/4).

“Para penyerang, termasuk Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Amerika Serikat, dan Inggris  memberlakukan opsi militer di Yaman yang terblokade,” katanya.

Dia lantas menegaskan, “Kami memberi tahu para penyerang bahwa pertempuran di Ma’rib hanya akan berhenti jika pihak asing serta kelompok teroris seperti ISIS dan al-Qaeda, meninggalkan kota ini.  Saya menyarankan orang asing meninggalkan Ma’rib.”

Dilaporkan bahwa pasukan Ansarullah dalam pergerakan maju terbarunya menuju kota Ma’rib berhasil mengendalikan daerah  Tala’at al-Hamra, markas terbesar dan terpenting pasukan presiden pelarian Yaman Abd Rabbuh Mansour Hadi yang didukung pasukan koalisi Arab Saudi-Uni Emirat Arab.  (mna)