Rangkuman Berita Utama Timteng Kamis 3 Desember 2020

prosesi jenazah fakhrizadehJakarta, ICMES. Pemerintah Iran menyatakan bahwa Kementerian Intelijen telah mengidentifikasi orang-orang yang diduga terlibat dalam pembunuhan ilmuwan nuklir dan militer terkemuka Iran Mohsen Fakhrizadeh.

Dewan Garda Konstitusi Iran menetapkan keputusan yang mengharuskan pemerintah menghentikan kegiatan PBB memeriksa situs-situs nuklir negara ini.

Kapal pertama dari empat kapal penjelajah yang dipesan oleh Angkatan Laut (AL) Israel tiba di pelabuhan Haifa, Israel, dari Jerman.

Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) denganpersetujuan  suara mayoritas kembali merilis resolusi yang menegaskan kedaulatan Suriah atas Golan yang diduduki Israel.

Berita Selengkapnya:

Intelijen Iran Telah Mengidentifikasi Para Terduga Pelaku Pembunuhan Ilmuwan Fakhrizadeh

Pemerintah Iran menyatakan bahwa Kementerian Intelijen telah mengidentifikasi orang-orang yang diduga terlibat dalam pembunuhan ilmuwan nuklir dan militer terkemuka Iran Mohsen Fakhrizadeh.

“Dewan Keamanan Nasional Tertinggi telah melaporkannya. Kementerian Intelijen, melalui upaya yang dilakukan, memperhatikan gerakan tertentu dan berhasil menguasai wilayah. Kementerian Intelijen telah mengidentifikasi individu-individu yang relevan dan semua aspek sedang diselidiki, dan ketika diselesaikan, tanggapan timbal balik akan direncanakan, ” ungkap juru bicara pemerintah, Ali Rabiei, dalam sebuah wawancara televisi, Rabu (2/12/2020), tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

Dua hari sebelumnya, Menteri Intelijen Iran Mahmoud Alavi mengatakan bahwa pasukan keamanan telah menemukan banyak petunjuk baru terkait dengan serangan teror yang menggugurkan Fakhrizadeh.

Seperti diketahui, Fakhrizadeh terbunuh pada hari Jumat pekan lalu setelah terjadi ledakan dan tembakan senjata otomatis di sebuah daerah di dekat ibu kota Iran, Teheran.

Dalam kata sambutannya pada prosesi pemakaman Fakhrizadeh di Teheran, Senin, Alavi mengatakan pasukan keamanan Iran mulai mengerahkan segenap upayanya dan berhasil menemukan banyak petunjuk dengan menyelidiki sepenuhnya semua aspek serangan teror tersebut.

Menteri intelijen Iran menambahkan bahwa sejauh ini masih terlalu dini untuk mengumumkan rinciannya karena penyelidikan masih berlangsung. Namun dia menekan bahwa kesimpulannya secara persis akan diumumkan pada waktunya tepat.

CNN melaporkan bahwa seorang pejabat senior AS mengakui bahwa rezim Israel berada di balik pembunuhan ilmuwan Iran tersebut. (presstv)

Dewan Garda Konstitusi Iran Larang Kegiatan Pemeriksaan PBB ke Situs Nuklir Iran

Dewan Garda Konstitusi Iran, Rabu (2/12/2020),  menetapkan keputusan yang mengharuskan pemerintah menghentikan kegiatan PBB memeriksa situs-situs nuklir negara ini. Selain itu, dewan itu juga mengharuskan pemerintah memperkaya uranium  lebih tinggi dari batas yang ditetapkan dalam perjanjian nuklir tahun 2015 apabila sanksi terhadap Iran tidak diringankan dalam jangka waktu dua bulan ke depan.

Sebagai reaksi atas kasus pembunuhan ilmuwan nuklir Iran Mohsen Fakhrizadeh parlemen Iran Selasa lalu menetapkan undang-undang (UU) yang meminta pemerintah menangguhkan kegiatan pemeriksaan atas instalasi-instalasi nuklir Iran jika sanksi tidak dicabut, dan mengabaikan berbagai ketentuan lain yang telah disepakati oleh Iran dan berbagai negara terkemuka dunia.

Dewan Garda Konstitusi adalah lembaga yang bertanggungjawab menjamin tidak adanya pertentangan undang-undang dengan syariat Islam atau konsitusi Iran. Namun belum jelas bagaimana sikap Pemimpin Besar Iran Ayatullah Sayid Ali Khamenei yang akan menjadi penentu dalam semua urusan pemerintah, sedangkan ketua parlemen secara resmi meminta supaya UU baru itu diterapkan.

Sesuai UU itu, Teheran memberi tenggat waktu dua bulan kepada Eropa untuk meringankan sanksi terhadap sektor-sektor minyak dan keuangan Iran, yang diterapkan setelah Amerika Serikat (AS) keluar dari perjanjian nuklir Iran dengan sejumlah terkemuka dunia.

UU itu akan membuat presiden terpilih AS Joe Biden yang akan dilantik pada tanggal 20 Januari sulit mengembalikan negaranya kepada perjanjian nuklir Iran, padahal dia sudah mengatakan bahwa AS akan kembali kepada perjanjian itu jika Iran kembali mematuhinya.

Presiden Iran Hassan Rouhani mengritik langkah parlemen tersebut dan menilainya “merugikan upaya diplomatik” yang ditujukan untuk meringankan sanksi AS.

UU baru itu menetapkan bahwa Iran harus melanjutkan pengayaan uranium hingga kemurnian 20 persen dengan pemasangan sentrifugal canggih di fasilitas nuklir Natanz dan Fordo.

Perjanjian tersebut menetapkan batas 3,67 untuk tingkat kemurnian uranium yang dapat dicapai Iran, yang jauh di bawah 20 persen yang dicapai sebelumnya dan di bawah tingkat industri senjata yaitu 90 persen. Iran melampaui 3,67 persen pada Juli 2019 dan sejak itu tingkat pengayaan bertahan stabil di 4,5 persen.

Negara-negara Eropa yang menandatangani perjanjian tersebut, yaitu Inggris, Prancis dan Jerman, mendesak Iran agar sepenuhnya menghormati komitmen mereka kepada perjanjian itu. (raialyoum)

Tegang dengan Iran, Israel Mulai Terima Kapal Perang Canggih dari Jerman

Kapal pertama dari empat kapal penjelajah yang dipesan oleh Angkatan Laut (AL) Israel tiba di pelabuhan Haifa, Israel, dari Jerman, Rabu (2/12/2020). Kapal penjelajah bernama INS Magen dari model Saar-6 tiba di pelabuhan di Israel utara tersebut setelah berlayar dari pelabuhan Kiel, Jerman,  selama sekitar dua minggu.

Kapal penjelajah itu dikirim ke AL Israel di pelabuhan Kiel pada tanggal 11 November 2020. AL Israel menyelenggarakan seremoni untuk kapal penjelajah sepanjang 90 meter yang dilengkapi dengan teknologi siluman tersebut.

Kapal penjelajah itu akan dipersenjatai di pelabuhan Haifa. Israel telah memesan empat kapal korvet tipe tersebut dari perusahaan Jerman ThyssenKrupp Naval Systems, yang diproduksi atas kerja sama antara ThyssenKrupp dan Naval Yards.

Korvet lainnya diharapkan akan dikirim pada tahun 2021, dan dengan itu jumlah kapal bersenjatakan rudal yang disebar Israel akan mencapai 15 unit. Israel berusaha menggunakan kapal korvet ini terutama untuk melindungi platform ekstraksi gas di Mediterania.

Israel menerima kapal perangnya yang paling canggih dan mencerminkan “perisai” buatan Jerman itu sebagai benteng pengaman untuk platform gas di Mediterania, ketika ketegangannya dengan Iran meningkat menyusul kasus pembunuhan ilmuwan nuklir Iran Mohsen Fakhrizadeh. Meski tergolong kecil, namun kapal itu berkemampuan menjalankan misi jarak jauh hingga ke Laut Merah dan Teluk Persia. (raialyoum)

Majelis Umum PBB Desak Israel Mundur dari Golan Suriah

Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) denganpersetujuan  suara mayoritas kembali merilis resolusi yang menegaskan kedaulatan Suriah atas Golan yang diduduki Israel, dan menyatakan bahwa semua tindakan rezim pendudukan Israel di sana sia-sia dan tak berlaku.

Sebanyak 88 negara mendukung draft resolusi tersebut, sementara 8 negara serta Rezim Zionis Israel menolaknya, dan 62 negara abstain.

Resolusi tersebut menuntut Israel angkat kaki dari seluruh wilayah pendudukan Golan Suriah sampai garis yang ditetapkan pada 4 Juni 1967, dan mematuhi keputusan yang terkait dengan Golan, terutama Resolusi No. 497 tahun 1981, yang menganggap keputusan Israel memberlakukan hukum, yurisdiksi dan pemerintahannya pada Golan sia-sia, invalid, dan tidak memiliki efek hukum internasional.

Keputusan tersebut menegaskan kembali bahwa semua tindakan yang diambil oleh Israel dengan tujuan mengubah karakter Golan Suriah adalah batal demi hukum dan merupakan pelanggaran terbuka terhadap hukum internasional dan Konvensi Jenewa terkait dengan perlindungan warga sipil di masa perang, dan bahwa tindakan tersebut, termasuk pernyataan Presiden AS Donald Trump mengenai Dataran Tinggi Golan dan semua tindakan sepihak AS terkait dengan Golan Suriah, tidak memiliki efek hukum.

Resolusi tersebut kembali meminta negara-negara anggota PBB untuk tidak mengakui tindakan apa pun yang bertentangan dengan hukum internasional yang telah diambil Israel di wilayah pendudukan Golan Suriah. (raialyoum)