Rangkuman Berita Utama Timteng Kamis 17 Juni 2021

hizbullah irakJakarta, ICMES. Kelompok pejuang Brigade Hizbullah yang berbasis di Irak merilis sebuah pernyataan yang merespon seruan Sekjen Hizbullah Libanon, Sayid Hassan Nasrallah.

Aktivis Palestina Muna Al-Kurd, 23 tahun, mendapat serangan dari seorang warga pendatang Zionis Israel di kawasan Sheikh Jarrah, Quds (Yerussalem), dan kemudian ditahan oleh polisi Israel.

Sebuah sumber papan atas Arab Saudi menyatakan kepada Saudi Leaks bahwa Putra Mahkota  Mohamed bin Salman siap memberikan konsesi baru kepada Ansarullah (Houthi) di Yaman .

AS dan Rusia dilaporkan berkemungkinan menjalin kerjasama untuk membuka jalur kemanusiaaan di Suriah sebagai upaya meringankan beban krisis yang diderita negara ini.

Berita Selengkapnya:

Merespon Seruan Sayid Nasrallah, Hizbullah Irak Nyatakan Siap Membela Quds

Kelompok pejuang Brigade Hizbullah yang berbasis di Irak merilis sebuah pernyataan yang merespon seruan Sekjen Hizbullah Libanon, Sayid Hassan Nasrallah.

Beberapa waktu lalu, tak lama setelah perang terbaru Gaza-Israel yang dikenal dengan Perang Pedang Quds, Sayid Nasrallah memperingatkan kepada Rezim Zionis Israel bahwa penistaan terhadap apa yang disucikan oleh umat Islam di Quds (Baitul Maqdis/Yerussalem) dapat memicu perang berskala regional.

Dalam perkembangan terbaru, Brigade Hizbullah Irak merilis sebuah statemen yang dimulai dengan menyebutkan bahwa sudah sekian dekade Israel berusaha memaksakan perimbangan keamanan baru untuk menghadapi segala kekuatan di dalam dan di luar Palestina pendudukan yang mengancam eksistensinya.

“Dengan memanfaatkan dukungan AS dan para penguasa jahat sekutunya, Israel tak segan-segan mengagresi orang Palestina,  dan demi menerapkan perimbangan itu mereka juga melakukan kejahatan besar terhadap hak masyarakat regional, termasuk Irak,” bunyi pernyataan itu.

Brigade Hizbullah menegaskan bahwa kejahatan Israel tak hanya menimpa orang Palestina, melainkan juga telah menyasar para tokoh dan pejuang yang memerangi ISIS, dan karena itu rakyat Irak berhadapan dengan opsi pembelaan atas keyakinannya, termasuk ihwal Masjid Al-Aqsa.

“Masyarakat kawasan kini yakin tak akan aman dengan adanya musuh ini (Israel), dan bahwa kemusnahan rezim ini akan menjadi babak baru perkembangan Islam yang hakiki dan ketentraman di seluruh kawasan,” ungkap mereka.

Brigade Hizbullah lantas menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen untuk berjuang membela apa yang disucikan dalam keyakinan dan agamanya, dan masuk dalam perimbangan deterensi Sayid Hassan Nasrallah yang menegaskan bahwa “setiap bahaya yang mengancam Quds berarti perang regional”.

Pernyataan serupa menyusul seruan Sayid Nasrallah sebelumnya juga ditegaskan oleh faksi Jihad Islam Palestina (PIJ).

Sekjen PIJ Ziyad Nakhaleh menegaskan, “Kami mengkonfirmasi apa yang dikatakan oleh Sayid Nasrallah bahwa kawasan dan Poros Resistensi berada dalam satu pendirian. Kami semua di Poros Resistensi percaya bahwa Quds merupakan neraca bagi perilaku semua negara dunia terhadap cita-cita Palestina.” (mm/fna)

Aktivis Palestina Muna Al-Kurd Diserang dan Ditahan

Aktivis Palestina Muna Al-Kurd, 23 tahun, mendapat serangan dari seorang warga pendatang Zionis Israel di kawasan Sheikh Jarrah, Quds (Yerussalem), dan kemudian ditahan oleh polisi Israel.

Sumber-sumber lokal menyebutkan bahwa warga Israel itu, Rabu (16/6), menganiaya Al-Kurd dengan menyemprotkan cat ke wajahnya sembari mengintimidasinya agar dia dan keluarganya meninggalkan rumahnya di Shekh Jarrah untuk diserahkan kepada pihak pendatang Zionis.  Setelah peristiwa ini, polisi Israel menahan Al-Kurd untuk diminta keterangan.

Muna Al-Kurd adalah aktivis wanita Palestina dari kawasan Sheikh Jarrah yang belakangan ini tenar karena dia serta kakak dan adiknya gencar memberikan informasi detail di media sosial maupun media konvensional seputar gejolak yang terjadi di lingkungan Sheikh Jarrah dan yang kemudian memicu perang 11 hari antara Gaza dan Israel.

Sementara itu, beberapa kendaraan militer Israel mendatangi lokasi di dekat lahan pertanian warga Palestina di timur kota Rafah di selatan Jalur Gaza, Rabu.

Kantor berita Palestina, Wafa, melaporkan bahwa tujuh unit kendaraan militer Zionis berada di jarak sekira 150 meter dari lahan pertanian itu dan kemudian melakukan penyisiran di tengah intensitas penerbangan drone pengintai Israel.

Peristiwa ini terjadi setelah belakangan ini terjadi penerbangan bom-bom balon yang menimbulkan banyak titik kebakaran di lahan-lahan Israel di tengah eskalasi Palestina-Israel terkait dengan parade bendera Israel di Quds. (alalam)

Bin Salman Dilaporkan Siap Beri Konsesi Baru kepada Yaman

Sebuah sumber papan atas Arab Saudi menyatakan kepada Saudi Leaks bahwa Putra Mahkota  Mohamed bin Salman siap memberikan konsesi baru kepada Ansarullah (Houthi) di Yaman agar kelompok pejuang yang berkuasa di Sanaa, ibu kota Yaman, ini bersedia menghentikan serangannya yang belakangan ini semakin gencar di wilayah Saudi, dan kesiapan itu dia sampaikan kepada pihak mediator internasional.

Dikutip Fars, Selasa (16/6), sumber itu menyebutkan bahwa pekan lalu, delegasi Oman sebelum meninggalkan Sanaa telah menyampaikan pesan kesiapan itu kepada Ansarullah dan pemerintah Sanaa. Pesan itu berisi persetujuan MbS dengan konsesi berupa pemberian dana sebesar puluhan milyar Dolar AS kepada Sanaa untuk rekonstruksi berbagai kawasan yang dikuasai Ansarullah serta mengakui kekuasaan kelompok ini di Yaman utara.

Menurut sumber itu, Sanaa menyambut baik konsesi itu, namun tetap menegaskan bahwa Bandara Sanaa dan Pelabuhan Hudaydah harus dibuka.

Terkait perkembangan situasi Yaman, Kementerian Luar Negeri AS menyatakan bahwa utusan khusus negara ini untuk Yaman, Tim Lenderking, akan berkunjung ke Riyadh untuk mengadakan pembicaraan dengan para pejabat Saudi dan pemerintahan presiden pelarian Yaman Abd Rabbuh Mansour Hadi mengenai gencatan senjata dan masalah penyaluran bantuan kemanusiaan di Yaman.

Di pihak lain, Ansarullah menyetujui penyelenggaraan putaran baru perundingan di Qatar apabila telah menerima tanggapan positif dari Saudi dan sekutu koalisinya untuk surat yang telah diserahkan Ansarullah kepada mereka melalui delegasi Oman.

Yaman dilanda perang sejak lebih dari enam tahun silam antara kubu gerakan Ansarullah (Houthi) dan kubu presiden pelarian Abd Rabbuh Mansour Hadi.  Ansarullah yang didukung banyak tentara Yaman menguasai Sanaa, ibu kota Yaman, sejak 2014, selain beberapa provinsi lain.

Sejak Maret 2015 pasukan koalisi Arab yang dipimpin Arab Saudi dan didukung AS, Israel dan negara-negara Barat melancarkan intervensi militer ke Yaman untuk membela kubu Mansour Hadi dengan asumsi bahwa Ansarullah dapat segera dilumpuhkan.

Mohamed bin Salman yang merasa negaranya kaya senjata dan peralatan perang serta didukung Barat dan Israel menjelang invasi itu sempat bersumbar bahwa pihaknya akan dapat menumpas Ansarullah dalam tempo beberapa hari atau paling lambat beberapa minggu.

Nyatanya, Ansarullah dan tentara Yaman yang mendapat dukungan mental, asistensi, dan politik dari Iran semakin tangguh serta gencar melesatkan rudal balistik dan drone ke wilayah Saudi sebagai balasan atas blokade dan serangan udara Saudi dan sekutunya. Belakangan ini Ansarullah semakin gencar melancarkan serangan darat di Jizan, Saudi, hingga menimpakan banyak kerugian jiwa dan materi pada pihak Saudi dan pasukan bayarannya dari Sudan. (fna)

AS dan Rusia Berkemungkinan Bekerjasama Membuka Jalur Kemanusiaan di Suriah

AS dan Rusia dilaporkan berkemungkinan menjalin kerjasama untuk membuka jalur kemanusiaaan di Suriah sebagai upaya meringankan beban krisis yang diderita negara ini.

Dikutip Sky News Araby, Rabu (16/6), sumber-sumber di Kemlu AS menyatakan bahwa Presiden AS Joe Biden telah menekankan perlunya kerjasama AS-Rusia untuk membuka jalur tersebut.

Hal ini dinyatakan setelah Biden dan Presiden Rusia Vladimir Putin mengakhiri pertemuan puncak antara keduanya di Jenewa, Swiss.

Keduanya telah mengumumkan rencana mereka mengadakan dialog bilateral mengenai stabilitas strategis serta komitmen Washington dan Moskow pada kewajiban mencegah perang nuklir.

Dalam statemen bersama yang dirilis usai pertemuan di Jenewa dan dimuat di website Kremlin, Rabu, keduanya menyatakan, “Hari ini kami memperbarui komitmen kami pada prinsip yang mengatakan bahwa dalam perang nuklir tak akan ada pemenang, dan jangan sampai pernah dikobarkan sama sekali.”

Disebutkan pula bahwa keduanya menyebut perpanjangan Perjanjian START (Strategic Arms Reduction Treaty) III antara Washington dan Moskow sebagai bukti konsistensi kedua negara untuk mengawasi persenjataan nuklir, dan demi mewujudkan tujuan ini AS dan Rusia akan mengadakan dialog bilateral komprehensif mengenai stabilitas strategis. (rt)