Rangkuman Berita Utama Timur Tengah, Senin 22 Desember 2025

Jakarta, ICMES. Stasiun penyiaran publik Israel, Kan, melaporkan bahwa selama rudal Iran menimbulkan berbagai kerusakan yang sangat signifikan pada target-target di Israel.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan dirinya bermaksud mengunjungi Kota New York, AS, dalam waktu dekat, meskipun ada ancaman penangkapan jika dia mendatangi kota tersebut.

Anggota parlemen Lebanon dari pihak Hizbullah, Hussein Hajj Hassan, menegaskan tidak kata menyerah dalam kamus kelompok pejuang perlawanan terhadap Zionisme ini.

Berita selengkapnya:

Media Israel: Rudal Iran Ampuh Hantam Target-Target Penting, Tapi Sengaja Disembunyikan

Stasiun penyiaran publik Israel, Kan, pada hari Minggu (21/12) melaporkan bahwa selama rudal Iran menimbulkan berbagai kerusakan yang sangat signifikan pada target-target di Israel.

Moav Vardi, komentator urusan luar negeri Kan, memastikan senjata Iran “sangat efektif” dan ada banyak target sangat penting di Israel yang terkena rudal balistik Iran, namun “tidak semuanya dipublikasikan demi menunjang narasi kemenangan Israel.

Menurutnya, setelah perang, Iran menyimpulkan bahwa rudal balistik adalah alat yang paling efektif melawan Israel, melampaui rudal jelajah dan drone dalam hal efektivitas dan dampak.

Sementara itu, surat kabar Israel Maariv di hari yang sama melaporkan bahwa setelah meretas akun Telegram mantan Perdana Menteri Naftali Bennett dan mempublikasikan isinya, pesan tambahan tiba dari peretas pada hari Sabtu.

Maariv menyatakan bahwa peretas mengklaim telah berhasil membobol telepon dan akun media sosial para menteri pemerintah Israel, anggota Knesset, tokoh politik, pejabat pemerintah, dan lainnya.

Menurut Maariv, mereka kemungkinan juga berhasil menyusup ke aplikasi di telepon para tokoh Israel.

Shin Bet (badan keamanan internal Israel) dua hari sebelumnya mengumumkan pihaknya telah melacak dan menangkap warga negara Rusia, Vitaly Zvyagintsev, berusia sekitar 30 tahun, seorang pekerja asing di Israel, atas dugaan melakukan pelanggaran keamanan di bawah arahan intelijen Iran.

Investigasi Shin Bet mengungkapkan bahwa sejak Oktober 2025, Vitaly telah berhubungan dengan seorang agen intelijen Iran yang menyebut dirinya sebagai “Roman” dan mengaku tinggal di Rusia, menurut Maariv. (ry)

Netanyahu Bersumbar akan Mendatangi New York di Tengah Ancaman akan Ditangkap oleh Mamdani

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan dirinya bermaksud mengunjungi Kota New York, AS, dalam waktu dekat, meskipun ada ancaman penangkapan jika dia mendatangi kota tersebut.

Pernyataan ini mengemuka beberapa minggu setelah Anggota Dewan Kota Brooklyn, Ina Vernikov, mengundang Netanyahu untuk mengunjungi New York di hari pelantikan Walikota Zahran Mamdani pada tanggal 1 Januari 2026.

“Meskipun saya tidak dapat hadir pada hari itu, saya jamin bahwa saya akan segera mengunjungi New York, dan saya sangat ingin bertemu Anda saat itu,” tulis Netanyahu dalam suratnya kepada Vernikov.

Vernikov sendiri  kepada New York Post mengaku sangat gembira dan memperkirakan Walikota New York Zohran Mamdani akan “mengamuk” ketika Netanyahu tiba di kota ini. Menurutnya,  Walikota New York “tidak memiliki wewenang hukum untuk menangkap perdana menteri Israel yang sedang menjabat.”

Vernikov menuduh Mamdani berbohong untuk menarik perhatian. “Saya berharap dapat bertemu Benjamin Netanyahu di New York, dan komunitas Yahudi akan senang menyambutnya di tengah meningkatnya gelombang antisemitisme di sini dan di seluruh dunia,” ujarnya.

Di pihak lain, Mamdani mengumumkan bahwa ia akan memerintahkan Departemen Kepolisian New York untuk menangkap Netanyahu jika ia mengunjungi kota ini lagi, sembari mengutip surat perintah penangkapan tahun 2024 yang dikeluarkan oleh Pengadilan Kriminal Internasional atas dugaan kejahatan perang di Gaza.

Sementara itu, Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran Mayjen Abdolrahim Mousavi memperingatkan bahwa rezim Israel sedang menjalan  “false flag” (bendera palsu), operasi rahasia yang dirancang untuk membuat suatu tindakan (serangan, sabotase, dll.) terlihat seolah dilakukan oleh pihak lain atau musuh, bukan oleh pelaku sebenarnya, demi mengalihkan tanggung jawab. Menurut Mousavi, Israel melakukanya untuk membangkit ketakutan akan anti-Semitisme.

“Mereka (Zionis) telah membunuh komunitas Yahudi dan afiliasinya sendiri di negara lain untuk mencegah migrasi balik, menghindari kekacauan internal, dan menanamkan anti-Semitisme,” ungkapnya, Minggu.

Merujuk pada serangan mematikan di sebuahfestival Yahudi di Sydney, Australia, pekan lalu, Mousavi menjelaskan bahwa ini bukan pertama kalinya orang Yahudi menjadi sasaran di balik upaya mengesankan entitas Zionis Israel sebagai korban. “Entitas ini telah berulang kali melakukan kejahatan demikian di masa lalu,” tuturnya.

Seperti diketahui, sedikitnya 15 orang tewas dan puluhan lainnya terluka ketika dua orang bersenjata, seorang ayah dan anak, melepaskan tembakan pada festival Yahudi di sebuah pantai di Sydney pekan lalu. (ry/pt)

Hizbullah Tegaskan Tak Ada Kata Menyerah dalam Kamusnya

Anggota parlemen Lebanon dari pihak Hizbullah, Hussein Hajj Hassan, menegaskan tidak kata menyerah dalam kamus kelompok pejuang perlawanan terhadap Zionisme ini.

“Tidak ada kata menyerah dalam kamus kami. Kami berhak untuk membela diri jika diserang,” tandasnya dalam pertemuan politik yang diselenggarakan oleh kantor humas Hizbullah di Lembah Bekaa pada hari Minggu (21/12)

“Mereka (Israel) sedang memberikan tekanan keamanan, militer, dan politik untuk menumpas pejuang perlawanan dan senjatanya. Kami tegaskan kepada mereka bahwa kubu perlawanan tetap eksis dan siap untuk membela negara dan kepentingan Lebanon,” sambungnya.

Dia menjelaskan, “Prioritas  kubu perlawanan, rakyat, dan tentara Lebanon adalah menghentikan agresi, mengupayakan penarikan pasukan pendudukan Israel dari tanah kami, membebaskan para tahanan, membangun kembali negara, dan membahas strategi pertahanan nasional.”

Dia menambahkan, “Lebanon mematuhi Resolusi 1701, sementara Israel belum, dan tak kunjung melaksanakan perjanjian penghentian agresi. Kata ‘menyerah’ tidak ada dalam kosakata kami, dan kami berhak membela diri jika diserang.”

Hajj Hassan juga mengatakan, “Hizbullah menginginkan pemilihan umum diadakan tepat waktu. Sepanjang periode terakhir, banyak yang mencoba mengisolasi atau merugikan aliansi nasional Syiah, tetapi hubungan antara Hizbullah dan Gerakan Amal kuat dan solid, dan akan semakin kuat.”

Sehari sebelumnya, Perdana Menteri Lebanon Nawaf Salam mengatakan, “Fase pertama rencana pengendalian senjata, yang berkaitan dengan wilayah selatan Sungai Litani, hampir selesai. Negara siap beralih ke fase kedua rencana pengendalian senjata, yang mencakup wilayah utara Sungai Litani, berdasarkan rencana yang disiapkan oleh Angkatan Darat Lebanon atas permintaan pemerintah.”

Dia mengatakan demikian dalam pertemuan di kediamannya di Qoreitem dengan mantan Duta Besar Simon Karam, kepala delegasi negosiasi untuk komite gencatan senjata dengan Israel, yang memberinya penjelasan tentang detail dan hasil pertemuan komite ini belakangan. (ry)