Jakarta, ICMES. Komandan Angkatan Laut Angkatan Bersenjata Iran, Laksamana Muda Shahram Irani, menegaskan kesiapan bangsa Iran menghadapi serangan potensial AS dengan kekuatan yang lebih besar.

Angkatan laut Republik Islam Iran dan Federasi Rusia akan menggelar latihan angkatan laut gabungan di Laut Oman dan Samudra Hindia bagian utara untuk meningkatkan keamanan maritim dan memperluas kerja sama militer bilateral.
Para pejabat Rezim Zionis Israel mengungkapkan bahwa Tel Aviv sedang mempersiapkan kemungkinan perang dengan Iran dalam beberapa hari mendatang, di tengah eskalasi ketegangan yang belum pernah terjadi sebelumnya antara Washington dan Teheran serta pengerahan kekuatan militer AS di kawasan sekitar Teluk Persia.
Berita selengkapnya:
Tentara Iran Nyatakan Siap Hadapi AS Dengan “Kekuatan Lebih Besar”
Komandan Angkatan Laut Angkatan Bersenjata Iran, Laksamana Muda Shahram Irani, menegaskan kesiapan bangsa Iran menghadapi serangan potensial AS dengan kekuatan yang lebih besar.
Laksamana Irani menyatakan demikian kepada wartawan, Rabu (18/2), menjelang berangkat ke India untuk menghadiri Simposium Angkatan Laut Samudra Hindia (IONS), latihan angkatan laut “Milan 2026”, dan Tinjauan Armada Internasional (IFR).
Dia menyebutkan negaranya secara konsisten menghadapi ancaman, kampanye propaganda, dan kehadiran armada ekstra-regional di Asia Barat selama 47 tahun terakhir.
“Kehadiran armada ekstra-regional di Asia Barat tidak dapat dibenarkan.”
Dia juga menegaskan bahwa jika armada-armada AS merasa bahwa mereka telah mendekati Iran dengan mengandalkan kekuatan militer, maka “mereka harus tahu bahwa rakyat Iran akan menghadapi mereka dengan kekuatan yang lebih besar.”
India akan menjadi tuan rumah tiga acara maritim pada Februari 2026. Angkatan Laut India meresmikan Desa MILAN pada 15 Februari 2026 di Komando Angkatan Laut Timur, sebagai bagian dari latihan angkatan laut internasional unggulannya, MILAN 2026.
IONS merupakan inisiatif sukarela yang bertujuan meningkatkan kerja sama maritim di antara angkatan laut negara-negara pesisir di kawasan Samudra Hindia dengan menyediakan forum terbuka dan inklusif untuk membahas isu-isu maritim yang relevan secara regional.
IONS 2026 mempertemukan para pemimpin angkatan laut untuk memperkuat dialog, kerja sama, dan keamanan maritim kolektif. (mna)
Tentara Iran dan Rusia akan Gelar Latihan Maritim Gabungan
Angkatan laut Republik Islam Iran dan Federasi Rusia akan menggelar latihan angkatan laut gabungan pada hari Kamis (19/2) di Laut Oman dan Samudra Hindia bagian utara untuk meningkatkan keamanan maritim dan memperluas kerja sama militer bilateral.
Latihan gabungan ini akan diselenggarakan oleh Wilayah Angkatan Laut Pertama Angkatan Laut Iran di kota pelabuhan selatan Bandar Abbas.
Sebuah kapal induk helikopter milik Angkatan Laut Federasi Rusia telah memasuki perairan selatan Iran sebagai bagian dari kerja sama maritim gabungan dan berlabuh di pangkalan Wilayah Angkatan Laut Pertama Angkatan Laut Iran.
Juru bicara latihan tersebut Laksamana Muda Hassan Maqsoudlou mengatakan tujuan utama latihan ini adalah meningkatkan keamanan maritim dan interaksi angkatan laut yang berkelanjutan di Laut Oman dan Samudra Hindia bagian utara.
Menurutnya, beberapa tujuan utama latihan ini iaah perluasan kerja sama maritim gabungan dan penguatan koordinasi dalam perencanaan dan pelaksanaan operasi gabungan adalah.
Maqsoudlou mencatat bahwa peningkatan konvergensi dan koordinasi dalam menanggulangi aktivitas yang mengancam keselamatan maritim, khususnya perlindungan kapal komersial dan kapal tanker minyak, serta memerangi terorisme maritim, akan menjadi fokus utama latihan tersebut.
Dia menekankan bahwa latihan ini juga dirancang untuk memperdalam hubungan persahabatan, meningkatkan kerja sama regional dengan memprioritaskan negara-negara tetangga, dan memperkuat peran negara-negara regional dalam memastikan keamanan maritim dan navigasi yang aman.
Dia menambahkan bahwa latihan ini, bersama dengan latihan lain yang dilakukan oleh angkatan bersenjata Iran, mencerminkan perhatian kedua negara terhadap perkembangan di Laut Oman dan Samudra Hindia bagian utara, menekankan komitmen mereka untuk memperkuat kerja sama maritim, menentang unilateralisme, dan mendukung perdagangan maritim yang aman.
Kapten Pangkat Pertama Alexey Sergeev, komandan armada angkatan laut Rusia, menyatakan kepuasannya atas kehadirannya di Bandar Abbas dan berterima kasih kepada Iran atas keramahannya.
Mengenai eratnya hubungan antara kedua belah pihak, Sergeev mengatakan bahwa tingkat kerja sama saat ini menunjukkan kemampuan mereka untuk bersama-sama mengelola dan menyelesaikan tantangan maritim dan pesisir.
Dia memastikan Rusia siap untuk mengadakan latihan bersama di berbagai wilayah, termasuk latihan khusus seperti operasi kontra-terorisme maritim yang dilakukan oleh kapal dan perahu dari kedua angkatan laut.
Latihan yang akan datang ini berlangsung di tengah meningkatnya ancaman Washington dan pengerahan militer AS dalam jumlan besar di dekat dan lepas pantai Iran.
Presiden AS Donald Trump mengatakan pengerahan tersebut bertujuan menekan Teheran agar bernegosiasi. Dia juga mengancam bahwa kegagalan mencapai kesepakatan akan memicu serangan militer yang “jauh lebih buruk” daripada serangan AS terhadap fasilitas nuklir Iran pada Juni 2025.
Iran telah berulang kali menolak ancaman dan paksaan, bersikeras bahwa diplomasi tidak akan berhasil di bawah tekanan atau intimidasi. Iran mengatakan siap untuk berunding jika adil dan berdasarkan prinsip saling menghormati, sambil memperingatkan bahwa serangan militer AS atau sekutunya terhadap kepentingan Iran akan ditanggapi dengan cepat dan tegas. (preesstv)
Israel Bersumbar Siap Hadapi Skenario Perang dengan Iran dalam Waktu Dekat
Para pejabat Rezim Zionis Israel mengungkapkan bahwa Tel Aviv sedang mempersiapkan kemungkinan perang dengan Iran dalam beberapa hari mendatang, di tengah eskalasi ketegangan yang belum pernah terjadi sebelumnya antara Washington dan Teheran serta pengerahan kekuatan militer AS di kawasan sekitar Teluk Persia.
Para pejabat Israel dan AS pada hari Rabu (18/2) mengatakan kepada Axios bahwa persiapan yang sedang berlangsung mengasumsikan kegagalan jalur diplomatik, yang dapat membuka jalan bagi operasi militer skala besar terhadap Iran, yang kemungkinan besar merupakan upaya gabungan AS-Israel.
Menurut sumber-sumber tersebut, setiap tindakan militer AS tidak akan berupa serangan terbatas, melainkan kampanye yang dapat berlangsung selama berminggu-minggu dan menyerupai perang skala penuh, dengan target yang lebih luas terhadap infrastruktur nuklir dan rudal Iran, dan mungkin juga lembaga-lembaga keamanan yang terkait dengan rezim tersebut.
Namun demikian, beberapa penilaian di Washington menunjukkan bahwa keputusan tersebut belum final dan bahwa pemerintah AS mungkin membutuhkan lebih banyak waktu.
Senator Republik Lindsey Graham mengatakan bahwa potensi serangan bisa terjadi beberapa minggu lagi, sementara yang lain percaya bahwa jangka waktunya bahkan bisa lebih singkat, menurut Axios.
Perkembangan ini terjadi ketika pemerintahan Presiden AS Donald Trump melanjutkan pendekatan ganda, menggabungkan negosiasi dengan eskalasi militer. Penasihat Trump, Jared Kushner dan Steve Witkopf, bertemu dengan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi di Jenewa, di mana kedua pihak berbicara tentang “kemajuan” dalam pembicaraan, meskipun para pejabat AS menyatakan kesenjangan antara kedua pihak justru semakin lebar.
Wakil Presiden AS mengatakan bahwa Trump telah menetapkan “garis merah” yang terus ditolak oleh Teheran untuk diakui atau ditangani, dan ini menunjukkan bahwa Trump, meskipun berkeinginan untuk mencapai kesepakatan, mungkin menganggap diplomasi telah mencapai “akhir alaminya” jika tidak ada terobosan nyata yang dicapai.
Putaran pembicaraan kemarin menyusul putaran awal pada 6 Februari, yang juga dinilai positif oleh pihak AS dan Iran. Putaran ketiga diperkirakan akan berlangsung dalam beberapa minggu mendatang. (raialyoum)






