Rangkuman Berita Utama Timur Tengah, Senin 16 Februari 2026

Jakarta, ICMES. Presiden AS Donald Trump dikabarkan memastikan kepada Perdana Menteri Rezim Zionis Israel Benjamin Netanyahu bahwa Washington akan mendukung serangan Israel terhadap Iran.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi meninggalkan Teheran menuju kota Jenewa, Swiss, untuk melakukan putaran kedua pembicaraan nuklir tidak langsung Iran dengan AS.

Sedikitnya 11 warga Palestina di Jalur Gaza gugur akibat serangan Israel yang terus berlanjut dan melanggar “gencatan senjata”, menurut sumber rumah sakit.

Berita selengkapnya:

Trump Mengaku Mendukung  Rencana Israel Menyerang Iran

Presiden AS Donald Trump dikabarkan memastikan kepada Perdana Menteri Rezim Zionis Israel Benjamin Netanyahu bahwa Washington akan mendukung serangan Israel terhadap Iran.

Dikutip CBS News, Ahad (15/2), dua sumbernya mengatakan bahwa Trump memberikan jaminan ini ketika ditemui Netanyahu di Mar-a-Lago di Florida, AS, Desember lalu, jika AS dan Iran gagal mencapai kesepakatan.

Disebutkan bahwa diskusi internal di dalam komunitas intelijen AS dan di kalangan militer dimulai dua bulan kemudian untuk menjajaki kemungkinan mendukung serangan Israel lebih lanjut terhadap Iran jika hal itu terjadi.

Menurut CBS News, diskusi tersebut tidak berfokus pada apakah Israel akan melancarkan serangan udara terhadap Iran, melainkan pada bagaimana AS dapat membantu Israel, termasuk menyediakan pengisian bahan bakar di udara dan memastikan penggunaan wilayah udara negara lain selama serangan.

Kabar ini mengemuka di tengah negosiasi antara AS dan Iran mengenai program nuklir Iran dan perbedaan pendapat antara Washington dan Teheran, karena pemerintahan AS berupaya memasukkan isu-isu terkait kemampuan rudal Iran ke dalam agenda, sebuah langkah yang ditentang keras oleh Teheran.

AS telah mengerahkan pasukan militer tambahan ke Timur Tengah sebagai persiapan untuk aksi militer potensial, dan Trump berulang kali mengancam akan menggunakan kekuatan militer terhadap Iran jika kesepakatan tidak tercapai.

Di pihak lain, Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran Mayjen Abdolrahim Mousavi pada hari Minggu memperingatkan Trump perihal konsekuensi dari keterlibatan dalam perang dengan Iran. Dia menegaskan bahwa serangan AS terhadap Iran akan mengakhiri kebiasan Trump melontarkan ancaman dan provokasi di kancah  global.

Mousavi menilai pernyataan Trump tidak pantas bagi seorang kepala negara, dan menyebutnya sebagai tindakan gegabah dan tidak dipikirkan secara matang. Dia juga mempertanyakan kontradiksi antara seruan Trump untuk berperang dan pembicaraannya tentang negosiasi.

Dia juga  bahwa hasil perang akan menjadi pelajaran yang menjerakan bagi Trump serangan tidak akan mengulangi aksi demikian. (raialyoum/alalam)

Menlu Iran Bertolak ke Swiss untuk Melanjutkan Pembicaraan Tidak Langsung dengan AS

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi meninggalkan Teheran menuju kota Jenewa, Swiss, untuk melakukan putaran kedua pembicaraan nuklir tidak langsung Iran dengan AS.

Memimpin delegasi diplomatik dan ahli, Araghchi melakukan perjalanan ke Jenewa pada hari Minggu, di mana ia juga dijadwalkan untuk mengadakan konsultasi diplomatik.

Putaran kedua pembicaraan antara delegasi Iran dan AS dijadwalkan akan berlangsung di Jenewa pada hari Selasa, dan perwakilan dari Oman akan bertindak sebagai mediator.

Diplomat senior Iran tersebut berencana mengadakan pertemuan dengan rekan-rekannya dari Swiss dan Oman, direktur jenderal Badan Energi Atom Internasional (IAEA), dan beberapa pejabat internasional yang berbasis di Swiss, menurut Kementerian Luar Negeri Iran.

Sebelum keberangkatannya, Araghchi memberi pengarahan kepada kabinet Iran tentang status terbaru pembicaraan tidak langsung tersebut.

Delegasi Iran dan AS, yang masing-masing dipimpin oleh Araghchi dan Utusan Khusus AS Steve Witkoff, melanjutkan pembicaraan nuklir di Muscat pada 6 Februari, beberapa bulan setelah agresi Israel pada Juni 2025.

Menteri Luar Negeri Oman Sayyid Badr Al Busaidi berbolak-balik antara kedua pihak, dengan pembicaraan yang diadakan secara tidak langsung seperti sebelumnya.

Di akhir pembicaraan yang dimediasi Oman, Araghchi menyebut negosiasi dengan AS sebagai  “awal yang baik” dan dapat dilanjutkan.

Tuntutan utama Iran di Muscat tetaplah pencabutan sanksi ekonomi yang efektif dan dapat diverifikasi. Para pejabat di Teheran telah berulang kali menyatakan bahwa setiap perjanjian tanpa manfaat ekonomi yang nyata akan tidak berarti dalam praktiknya.

Negosiasi akan berlangsung ketika Presiden AS Donald Trump telah mengerahkan pasukan militer ke kawasan sekitar Timteng sehingga meningkatkan kekhawatiran tentang kemungkinan aksi militer baru.

Para pejabat AS beberapa hari lalu mengatakan bahwa Pentagon mengirimkan kapal induk tambahan, dan menambah ribuan pasukan lagi bersama dengan pesawat tempur dan kapal perusak.

Pada akhir Januari, Trump berbicara tentang  armada lain yang menuju ke arah Iran dan mengklaim bahwa kegagalan untuk mencapai kesepakatan akan membawa konsekuensi “jauh lebih buruk” daripada serangan Juni terhadap fasilitas nuklir Iran.

Organisasi anti-perang memperingatkan bahwa konfrontasi lain akan menjadi bencana, sembari menyebut pada Perang 12 Hari pada Juni 2025 sebagai contoh nyata. (presstv)

Serangan Israel di Gaza Gugurkan Sedikitnya 12 Orang Palestina

Sedikitnya 11 warga Palestina di Jalur Gaza gugur akibat serangan Israel yang terus berlanjut dan melanggar “gencatan senjata”, menurut sumber rumah sakit.

Pasukan Israel menyerang tenda-tenda yang melindungi orang-orang di kamp pengungsi Jabalia di Gaza utara pada hari Minggu (15/2),  hingga menggugurkan sedikitnya lima warga Palestina, kata sumber rumah sakit.

Sedikitnya lima orang lainnya juga gugur dalam serangan Israel di sebelah barat Khan Younis di selatan Jalur Gaza, menurut sumber rumah sakit.

Dalam peristiwa lain, Sami al-Dahdouh, seorang komandan sayap bersenjata Jihad Islam Palestina (PIJ), gugur dalam serangan Israel di lingkungan Tal al-Hawa di sebelah timur Kota Gaza.

Juru bicara Hamas, Hazem Qassem, mengutuk serangan Israel sebagai “pembantaian baru” dan “eskalasi kriminal”.

Dia mengatakan bahwa beberapa serangan tersebut merupakan “upaya nyata untuk memaksakan realitas berdarah di lapangan dan mengirimkan pesan bahwa semua upaya dan badan yang terkait dengan upaya untuk menciptakan ketenangan di Gaza tidak berarti, dan bahwa pasukan pendudukan terus melanjutkan agresinya meskipun semua pihak berbicara tentang keharusan mematuhi perjanjian gencatan senjata”.

Serangan Israel telah menggugur lebih dari 600 warga Palestina dan melukai lebih dari 1.600 lainnya sejak “gencatan senjata” yang dimediasi oleh AS dan Qatar antara Israel dan Hamas mulai berlaku pada 10 Oktober, sebagai bagian dari rencana Presiden AS Donald Trump untuk mengakhiri perang genosida Israel selama dua tahun terhadap warga Palestina di Gaza.

Israel telah melanggar “gencatan senjata” setidaknya 1.620 kali dari 10 Oktober 2025 hingga 10 Februari 2026, menurut laporan Kantor Media Pemerintah di Gaza. Israel juga menuduh Hamas melanggar perjanjian tersebut. Dikatakan bahwa empat tentara Zionis telah tewas.

Board of Peace

Serangan terbaru ini terjadi ketika Trump mengumumkan bahwa pertemuan pertama dari “Dewan Perdamaian” yang baru dibentuknya akan berlangsung pada hari Kamis di Washington, DC.

Trump menulis dalam sebuah unggahan di Truth Social pada hari Minggu bahwa para anggota telah menjanjikan lebih dari $5 miliar untuk membangun kembali Gaza yang hancur akibat perang, dan berkomitmen untuk mengerahkan “ribuan personel ke Pasukan Stabilisasi Internasional dan Kepolisian Lokal untuk menjaga Keamanan dan Perdamaian bagi warga Gaza.”

AS telah meminta negara-negara untuk membayar $1 miliar untuk bergabung dengan Dewan Perdamaian (Board of Peace). AS menyebutkan bahwa lima negara mungkin telah berjanji untuk melakukannya.

Dilaporkan bahwa Uni Emirat Arab (UEA) adalah yang pertama yang maju dengan janji miliaran dolar ini, dan bahwa Kuwait mungkin akan bergabung. Masih tersisa tiga negara lain, yang tampaknya belum diumumkan secara publik.

Tidak jelas berapa banyak dari 20 anggota dewan yang akan hadir dalam pertemuan tersebut.

Awalnya dirancang sebagai mekanisme untuk mengakhiri perang Gaza, dewan Trump telah terbentuk dengan ambisinya untuk mandat yang jauh lebih luas dalam menyelesaikan konflik di seluruh dunia, dalam apa yang terlihat sebagai upaya AS untuk melangkahi PBB.

Beberapa sekutu utama AS telah menolak bergabung dengan dewan tersebut.

Trump juga mengatakan dalam unggahan tersebut bahwa “Hamas harus menjunjung tinggi komitmennya terhadap Demiliterisasi Penuh dan Segera”.

Qassem dari Hamas menyerukan kepada Dewan Perdamaian untuk menekan Israel agar berhenti melanggar gencatan senjata dan “memaksanya untuk menerapkan apa yang telah disepakati tanpa penundaan atau manipulasi”.  (aljazeera)