Jakarta, ICMES. Dua pria bersenjata menyerang festival Yahudi di Pantai Bondi di Sydney, Australian, hingga menewaskan sedikitnya 15 orang dan melukai puluhan lainnya, Minggu (14/12) menurut pihak berwenang Australia. Iran turut mengutuk serangan tersebut.

Militer Israel membunuh sedikitnya tiga orang di Lebanon selatan dalam beberapa serangan udara terpisah setelah mengancam akan melanjutkan agresi “skala besar”.
Komandan Angkatan Laut (AL) Iran, Laksamana Shahram Irani, menyatakan pihaknya telah menyiapkan program khusus untuk memamerkan kemampuan dan kekuatannya di bidang maritim.
Berita selengkapnya:
Sedikitnya 15 Orang Tewas dalam Penembakan di Festival Yahudi di Sidney, Iran Turut Mengutuk
Dua pria bersenjata menyerang festival Yahudi di Pantai Bondi di Sydney, Australian, hingga menewaskan sedikitnya 15 orang dan melukai puluhan lainnya, Minggu (14/12) menurut pihak berwenang Australia.
Perdana Menteri Anthony Albanese mengatakan penembakan massal, yang oleh polisi disebut sebagai insiden “teroris”, adalah “serangan yang ditargetkan pada warga Yahudi Australia pada hari pertama Hanukkah”.
“Kejahatan yang dilepaskan di Pantai Bondi hari ini di luar pemahaman, dan trauma serta kehilangan yang dialami keluarga malam ini melampaui mimpi buruk terburuk siapa pun,” tambah Albanese.
Sekitar 40 orang masih dirawat di rumah sakit setelah penembakan tersebut, menurut pernyataan polisi New South Wales.
Komisaris Polisi New South Wales Mal Lanyon mengatakan penembakan itu mengirimkan gelombang kejut ke seluruh Australia.
Menurut Lanyon, salah satu terduga pelaku penembakan, seorang pria berusia 50 tahun, tewas di tempat kejadian. Putranya yang berusia 24 tahun, pelaku penembakan kedua, ditahan dan berada dalam kondisi kritis, dan pihak berwenang tidak mencari orang ketiga.
Dia menambahkan bahwa pria berusia 50 tahun itu memiliki enam izin senjata api dan enam senjata api ditemukan di tempat kejadian.
“Investigasi balistik dan forensik akan menentukan apakah keenam senjata api itu adalah enam senjata api yang terdaftar atas nama pria tersebut,” katanya.
Lanyon juga mengatakan kepada wartawan bahwa dua alat peledak “sederhana” aktif ditemukan di tempat insiden penembakan di Pantai Bondi.
Media lokal setempat melaporkan bahwa Kepolisian New South Wales mengkonfirmasi bahwa Pantai Bondi dan jalan-jalan di sekitarnya akan ditutup pada hari Senin, karena para penyelidik melanjutkan pekerjaan mereka di lokasi peristiwa.
Australian Broadcasting Corporation (ABC) melaporkan bahwa acara “Chanukah by the Sea” telah dimulai di taman bermain dekat ujung utara pantai ketika serangan terjadi pada pukul 18.47 waktu setempat dekat Bondi Pavilion.
Lebih dari 1.000 orang telah berkumpul di acara tersebut, menurut polisi.
Seorang saksi mengaku melihat dua pria bersenjata berpakaian hitam berdiri di jembatan, menembak kerumunan orang yang berkumpul untuk acara tersebut.
Chris Minns, perdana menteri negara bagian New South Wales, tempat Sydney berada, mengatakan itu adalah “pemandangan paling luar biasa yang pernah saya lihat”.
Kecaman Iran
Iran turut mengutuk serangan tersebut. “Sebagai prinsip, Iran mengutuk serangan kekerasan terhadap warga sipil di Sydney, Australia,” ungkap juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, dalam sebuah unggahan di akun X-nya pada hari Minggu.
Dia juga menegaskan, “Kekerasan teror dan pembunuhan massal harus dikutuk, di mana pun itu dilakukan, sebagai tindakan yang melanggar hukum dan kriminal.” (alalam/aljazeera)
Serangan Israel di Lebanon Selatan Gugurkan Sedikitnya Tiga Orang
Militer Israel membunuh sedikitnya tiga orang di Lebanon selatan dalam beberapa serangan udara terpisah setelah mengancam akan melanjutkan agresi “skala besar”.
Dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada hari Minggu (14/12), Kementerian Kesehatan Lebanon mengatakan bahwa “serangan musuh, Israel” terhadap sepeda motor di Yater, Lebanon selatan, menggugurkan satu orang dan melukai satu orang lainnya.
Secara terpisah, serangan Israel terhadap sebuah mobil juga menggugurkan satu orang lainnya di daerah antara kota Safad al-Batikh dan Barashit.
Pada saat yang sama, seorang anggota dewan kota di Jouaya, Tyre, gugur akibat serangan Israel terhadap kota tersebut.
Menteri Perang Israel, Israel Katz, akhir bulan lalu, memperingatkan bahwa Tel Aviv siap melancarkan perang baru terhadap Lebanon jika kelompok pejuang Hizbullah tidak menyerahkan senjatanya pada akhir tahun 2025.
Lebanon telah menerima peringatan dari pihak-pihak Arab dan internasional bahwa Israel sedang bersiap melancarkan serangan skala besar terhadap Lebanon, kata Menteri Luar Negeri Youssef Raggi pada hari Jumat.
Beirut meningkatkan kontak diplomatiknya “untuk melindungi Lebanon dan fasilitasnya dari potensi serangan apa pun,” kata Raggi dalam pernyataan yang dimuat oleh Kantor Berita Nasional Lebanon (NNA).
Pemboman yang terus berlanjut telah menuai kritik tajam dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), yang melaporkan pada bulan November bahwa setidaknya 127 warga sipil, termasuk anak-anak, tewas di Lebanon sejak gencatan senjata mulai berlaku pada akhir tahun 2024. Para pejabat PBB memperingatkan bahwa serangan tersebut merupakan “kejahatan perang.”
Mengingat kerugian besar selama berbulan-bulan perang dan ketidakmampuan memenuhi tujuan militernya dalam agresi terhadap Lebanon, Israel tidak punya pilihan selain menerima gencatan senjata dengan Hizbullah, yang mulai berlaku pada 27 November 2024.
Sejak perjanjian itu diberlakukan, pasukan pendudukan telah melakukan banyak serangan terhadap Lebanon dengan mengabaikan gencatan senjata. Israel tetap menguasai lima wilayah penting di Lebanon selatan, yang meliputi Labbouneh, Gunung Blat, Bukit Owayda, Aaziyyeh, dan Bukit Hammamis, semuanya terletak dekat perbatasan.
Sekjen Hizbullah, Syeikh Naim Qassem, dalam pidato belakangan ini bersumpah bahwa pihaknya tidak akan pernah meletakkan senjatanya. Dia juga mengkritik rencana pemerintah Lebanon untuk membangun monopoli negara atas senjata, dan menegaskan bahwa masalah ini dieksploitasi oleh AS dan Israel untuk menekan Hizbullah agar kelompok pejuang ini meletakkan senjata. (alalam/presstv)
AL Iran Berencana Unjuk Kekuatan di Bidang Maritim
Komandan Angkatan Laut (AL) Iran, Laksamana Shahram Irani, menyatakan pihaknya telah menyiapkan program khusus untuk memamerkan kemampuan dan kekuatannya di bidang maritim.
Dalam upacara peresmian kumpulan karya dokumenter dan musik yang diproduksi oleh AL Iran, dia menjelaskan bahwa kemajuan dalam seni militer, khususnya di bidang siber dan elektronik, memberikan kesiapan yang diperlukan untuk menghadapi ancaman.
Menurutnya, pekerjaan sedang dilakukan untuk mengembangkan peralatan yang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan nasional, dan menyatakan keyakinannya akan keberhasilan upaya ini.
Sembari menyinggung bahwa negara-negara besar juga menunjukkan kemampuan militer mereka melalui demonstrasi AL, Shahram Irani menekankan bahwa laut selalu menjadi landasan kekuatan historis Iran, dan bahwa program-program khusus telah dikembangkan untuk memamerkan kemampuan dan kompetensi personel angkatan laut negara ini kepada publik.
Dia menekankan pentingnya menyoroti kekuatan angkatan laut negara ini, bahkan dalam kurikulum pendidikan, sebagai buah hasil pengorbanan para martir dan pencapaian revolusi.
Irani menyebutkan bahwa banyak teknologi angkatan laut, termasuk sistem navigasi kapal, berakar pada inovasi historis Iran, dan bahwa dokumentasi ada untuk menunjukkan kemampuan ini.
Dia menegaskan komitmen untuk membangun “peradaban maritim” berdasarkan kemampuan sains dan mendorong kaum muda dan generasi mendatang untuk mengejar karir di sektor maritim, baik militer maupun komersial. (alalam)







