Rangkuman Berita Utama Timur Tengah, Selasa 6 Januari 2026

Jakarta, ICMES. Senator AS Lindsey Graham membagikan foto Presiden Donald Trump memegang topi bertanda tangan yang bertuliskan “Make Iran Great Again” (Jadikan Iran Hebat lagi), sesuatu yang memicu kekhawatiran tentang kemungkinan perang baru dengan Iran.

Iran kembali mengutuk penculikan Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flore, dan menegaskan bahwa para sandera harus dibebaskan seperti yang dituntut oleh para pejabat dan rakyat negara Amerika Latin tersebut.

Militer Israel  melancarkan serangan terhadap apa yang mereka sebut sebagai “target” Hizbullah dan Hamas di Lebanon, Senin (5/1), setelah mengeluarkan perintah evakuasi untuk empat desa di timur dan selatan negara itu.

Berita selengkapnya:

Trump Berpose dengan Topi ‘Make Iran Great Again’ setelah penculikan Maduro

Senator AS Lindsey Graham membagikan foto Presiden Donald Trump memegang topi bertanda tangan yang bertuliskan “Make Iran Great Again” (Jadikan Iran Hebat lagi), sesuatu yang memicu kekhawatiran tentang kemungkinan perang baru dengan Iran.

Graham, sekutu Trump dan pendukung kebijakan luar negeri garis keras, memposting foto tersebut di X pada hari Senin (5/1), dan mengatakan bahwa Trump telah membuat AS lebih kuat di dalam dan luar negeri.

“Semoga Tuhan memberkati Panglima Tertinggi kita dan semua pria dan wanita pemberani yang melayani di bawahnya. Saya bangga menjadi orang Amerika. Semoga Tuhan memberkati dan melindungi rakyat Iran yang berani melawan tirani,” tulis senator Republik itu.

Tulisan di topi tersebut  mengadaptasi  semboyan Trump “Make America Great Again”, dan muncul ketika Trump terus mengeluarkan ancaman kepada Iran setelah pasukan AS menculik Presiden Venezuela Nicolas Maduro, sekutu Teheran.

Foto itu diambil saat Graham bepergian bersama Trump di atas pesawat Air Force One dari Florida ke Washington, DC, pada Minggu malam.

Sebelumnya, Graham telah menyampaikan argumen untuk menggulingkan pemerintah Iran dalam sebuah wawancara yang menampilkan topi yang sama.

Senator itu mengatakan Trump “tidak memunggungi rakyat Iran” di tengah protes anti-pemerintah yang sporadis di seluruh negeri.

“Jadi saya berdoa dan berharap bahwa 2026 akan menjadi tahun di mana kita membuat Iran hebat kembali,” kata Graham kepada Fox News saat ia mengenakan topi tersebut, yang juga menampilkan bendera Iran versi pra-revolusi Islam 1979.

Di Teheran, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei mengatakan Angkatan Bersenjata Iran tidak akan ragu atau berkompromi dalam hal menjaga kedaulatan dan integritas negara.

Ditanya tentang ancaman baru Trump untuk melancarkan tindakan agresi lain terhadap Iran dengan kedok dukungan untuk para demonstran Iran, Baghaei menegaskan bahwa perang psikologis dan manipulasi media terhadap Iran adalah bagian dari strategi rezim Israel dan AS untuk memberikan tekanan pada Teheran.

“Tidak diragukan lagi bahwa rezim Zionis (Israel) dan AS mencoba untuk mempertahankan suasana ketegangan dan perang psikologis sambil terus memberikan tekanan ekonomi,” katanya.

Dia kembali menegaskan bahwa Iran tetap waspada dalam menghadapi tindakan tersebut.

Trump baru-baru ini mengancam Iran dalam sebuah unggahan media sosial, mengklaim Amerika Serikat siap untuk melakukan tindakan militer terhadap Iran untuk mendukung protes sporadis atas penurunan mata uang Iran ke titik terendah sepanjang sejarah. (aljazeera/presstv)

Iran Desak AS Bebaskan Presiden Maduro

Iran kembali mengutuk penculikan Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flore, dan menegaskan bahwa para sandera harus dibebaskan seperti yang dituntut oleh para pejabat dan rakyat negara Amerika Latin tersebut.

Dalam pada konferensi pers mingguan di Teheran, Senin, (5/1) juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei mengatakan insiden di Venezuela itu “sangat berbahaya” dan menuai kecaman dari banyak negara.

“Pada dasarnya, tidak ada negara yang bertanggung jawab dan tidak ada negara dengan kedaulatan yang sah yang dapat tetap acuh tak acuh terhadap keadaan seperti itu, terlepas dari siapa yang terkena dampak atau di negara mana pun itu terjadi,” ucapnya.

Dia menekankan bahwa pelanggaran kedaulatan nasional dan integritas teritorial suatu negara sama sekali tidak dapat dibenarkan, bertentangan dengan semua norma hukum internasional, dan merupakan preseden baru yang akan berdampak buruk bagi komunitas internasional secara keseluruhan

Baghaei menyebutkan bahwa PBB dan Dewan Keamanan PBB memikul tanggung jawab langsung untuk menjaga prinsip dan tujuan Piagam PBB, dan bahwa kurangnya respon yang cepat dan jelas akan semakin memperumit masalah bagi komunitas internasional.

Seperti diketahui, pada hari Sabtu (3/1), pasukan AS menculik Maduro dan istrinya dari Caracas dan memindahkan mereka ke New York, AS, setelah serangan militer yang melibatkan pemboman besar-besaran, pesawat terbang, kapal perang, dan pasukan komando. Keduanya ditahan untuk menghadapi apa yang diklaim Washington sebagai “tuduhan terkait narkoba.”

Maduro Mengaku Tak Bersalah

Presiden Venezuela Nicolás Maduro mengatakan kepada pengadilan federal New York bahwa dirinya “masih presiden” bagi negaranya. Dia mengaku tidak bersalah atas tuduhan perdagangan narkoba dan tuduhan lainnya.

Hakim Alvin Hellerstein membacakan dakwaan terhadap Maduro pada hari Senin, termasuk “konspirasi terorisme narkoba,” dan memintanya untuk memberikan pembelaan. “Saya tidak bersalah. Saya tidak bersalah atas apa pun yang disebutkan di sini,” jawab pemimpin Venezuela itu.

Maduro dan istrinya, Cilia Flores, dipindahkan ke pengadilan federal di Manhattan dari Pusat Penahanan Metropolitan, penjara terkenal di Brooklyn, di bawah perlindungan bersenjata.

Saat meninggalkan sidang pengadilan singkat, sebuah pembacaan dakwaan di mana terdakwa secara resmi dibacakan dakwaannya, Maduro mengaku dirinya adalah “seorang tawanan perang” dan bersumpah akan memenangkan kebebasannya.

Delcy Rodríguez, wakil presiden Maduro, dilantik pada Senin pagi sebagai presiden sementara Venezuela yang baru.

Rodríguez, seorang tokoh berpengaruh di lingkaran dalam Maduro, telah didukung sebagai pemimpin pengganti oleh militer Venezuela.  Dia mengutuk serangan AS dan menyebutnya sebagai pelanggaran terhadap Piagam PBB dan upaya sepihak untuk memaksakan “perubahan rezim” di Venezuela tak lama setelah serangan itu diluncurkan. (presstv/alalam)

Israel Membom Lebanon dengan Dalih Menyerang Hizbullah dan Hamas

Militer Israel  melancarkan serangan terhadap apa yang mereka sebut sebagai “target” Hizbullah dan Hamas di Lebanon, Senin (5/1), setelah mengeluarkan perintah evakuasi untuk empat desa di timur dan selatan negara itu.

Seorang juru bicara militer Israel sebelumnya mengatakan bahwa mereka merencanakan serangan udara terhadap “infrastruktur militer” Hizbullah dan Hamas di desa Hammara dan Ain el-Tineh di Lembah Bekaa, Lebanon timur, dan Kfar Hatta dan Annan di selatan.

Seorang fotografer kantor berita AFP di Kfar Hatta melihat puluhan keluarga mengungsi dari desa setelah peringatan Israel dikeluarkan, dengan aktivitas drone di daerah tersebut. Ambulan  dan truk pemadam kebakaran dalam keadaan siaga.

Kementerian Kesehatan Lebanon mengatakan serangan drone terhadap sebuah mobil di desa Braikeh di selatan pada Senin pagi melukai dua orang. Militer Israel mengatakan serangan itu menargetkan dua anggota Hizbullah.

Serangan terbaru ini menyusul serangan mematikan Israel pada hari Minggu terhadap sebuah kendaraan di daerah Ayn al-Mizrab di utara kota Bint Jbeil di Lebanon selatan yang menewaskan dua orang. Militer Israel mengatakan serangan itu, yang terjadi 10 km dari perbatasan, juga menargetkan seorang anggota Hizbullah.

Israel terus melanjutkan serangannya meskipun ada gencatan senjata yang ditengahi AS pada tahun 2024, yang mengakhiri lebih dari setahun pertempuran sengit antara pasukannya dan Hizbullah.

Militer Israel telah berulang kali melanggar gencatan senjata dengan pengeboman dan terus menduduki lima wilayah Lebanon. (aljazeera)