Jakarta, ICMES. Kelompok Taliban yang berkuasa di Afghanistan menyatakan bangsa negara ini akan berpihak kepada Iran dan bahkan siap memenuhi panggilan Iran jika Amerika Serikat (AS) menyerang Iran.

Komandan Angkatan Laut (AL) Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran, Laksamana Ali Reza Tangsiri, menegaskan bahwa Selat Hormuz berada di bawah pengawasan intelijen Iran secara terus-menerus dan sepanjang waktu, meliputi dimensi permukaan, udara, dan bahkan bawah permukaan.
Berita selengkapnya:
Taliban Nyatakan Aghanistan Siap “Penuhi Panggilan” Iran jika Terjadi Perang
Kelompok Taliban yang berkuasa di Afghanistan menyatakan bangsa negara ini akan berpihak kepada Iran dan bahkan siap memenuhi panggilan Iran jika Amerika Serikat (AS) menyerang Iran.
Dikutip saluran berita televisi Al-Arabiya, Senin (16/2), Juru Bicara Taliban Zabihullah Mujahid dalam wawancara dengan sebuah media lokal mula-mula menyatakan pihaknya sama sekali tidak menghendaki adanya perang antara Iran dan AS.
Dia mengingatkan bahwa Iran menang dalam Perang 12 Hari antara Iran dengan Israel dan AS, dan Iran akan menang lagi.
“Iran memiliki kekuatan, berada di pihak yang benar, dan berhak membela diri. Karena itu Iran akan menang lagi,” katanya.
Dia juga mengatakan bahwa jika ada panggilan dari Iran maka “bangsa Afghanistan akan memenuhinya demi solidaritas dengan bangsa Iran terkait dengan berbagai problematika perang.”
Menurut reporter Al-Arabiya, Mohammad Qasem, pernyataan Taliban tersebut merupakan sebuah statemen politik yang luar biasa.
“Ini sugguh merupakan statemen politik yang luar biasa, dan kalimat-kalimatnya pun sangat signifikan serta merupakan sikap politik baru pemerintah Aghanistan dengan sedemikian gamblang di tengah situasi panas antara Iran dan AS,” ujarnya.
Qasem menambahkan bahwa sejauh ini belum ada rincian lebih jauh terkait pernyataan tersebut terkait dengan konteksnya maupun opsi-opsi yang dimiliki pemerintah Aghanistan dalam mendukung Iran, namun sudah pasti pernyataan itu merupakan dukungan politik dari sebuah negara jiran kepada Iran. (alarabiya)
IRGC Nyatakan Mengawasi Penuh Hormuz Sepanjang Waktu
Komandan Angkatan Laut (AL) Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran, Laksamana Ali Reza Tangsiri, menegaskan bahwa Selat Hormuz berada di bawah pengawasan intelijen Iran secara terus-menerus dan sepanjang waktu, meliputi dimensi permukaan, udara, dan bahkan bawah permukaan. Ia menekankan bahwa pemantauan komprehensif ini bertujuan untuk menjamin keamanan jalur air vital ini.
Tangsiri menjelaskan bahwa manuver “pertahanan dan serangan” untuk pulau-pulau di Teluk Persia akan dilakukan di Teluk Persia dan Selat Hormuz sebagai bagian dari program tahunan Angkatan Laut. Menurutnya, pulau-pulau ini merupakan “benteng yang tak tertembus” dan bahwa mempertahankan pulau-pulau tersebut dan Selat Hormuz adalah misi mendasar yang dipercayakan kepada AL IRGC, dengan menggunakan taktik dan perlengkapan baru, yang beberapa di antaranya akan diungkapkan pada waktunya.
DIa menjelaskan bahwa latihan ini berfokus pada peningkatan kecepatan respon operasional unit IRGC dalam menghadapi ancaman keamanan maritim. Dia menekankan bahwa sejak kemenangan Revolusi Islam pada tahun 1979, Iran telah berupaya mengamankan Selat Hormuz dan mencegah instabilitas di sana serta menjamin keamanan jalur ini bagi negara-negara non-agresif.
Dia juga menyebutkan bahwa unit reaksi cepat secara teratur berlatih untuk menangani berbagai skenario, termasuk memeriksa atau, jika perlu, menyita kapal yang melanggar peraturan, dalam koordinasi penuh dengan otoritas terkait yang bertanggung jawab atas keamanan maritim di Selat Hormuz, Teluk Persia, dan jalur air internasional.
Tanksiri menekankan kedudukan Selat Hormuz sebagai zona strategis di mana lebih dari 80 kapal tanker minyak dan kapal komersial melintasinya setiap hari telah menjadikannya sebagai jalur vital bagi perdagangan global.
DIa menegaskan komitmen AL IRGC untuk memastikan keamanan Selat Hormuz bagi semua negara dengan kepentingan yang sah di kawasan tersebut. (alalam)







