Rangkuman Berita Utama Timur Tengah, Selasa 16 Desember 2025

Jakarta, ICMES. Pamred media online Rai al-Youm, Abdul Bari Atwan,, menyatakan tidak tertutup kemungkinan dinas rahasia Israel, MOSSAD,  bermain di balik serangan terhadap ribuan orang yang merayakan Hanukkah Yahudi di sebuah pantai di Sydney, Australia.

Juru bicara Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran, Brigjen Mohammad Ali Naeini, menyatakan bahwa jika Iran diserang maka musuh akan menghadapi kekuatan baru dari negara Republik Islam ini di semua dimensi militer.

Majelis banding Mahkamah Pidana Internasional (ICC) menolak upaya Israel memblokir penyelidikan atas tindakannya dalam perang genosida terhadap rakyat Palestina di Gaza.

Berita selengkapnya:

Atwan: MOSSAD Bermain di Balik Peristiwa Penembakan Warga Yahudi di Sidney

Pamred media online Rai al-Youm, Abdul Bari Atwan,, menyatakan tidak tertutup kemungkinan dinas rahasia Israel, MOSSAD,  bermain di balik serangan terhadap ribuan orang yang merayakan Hanukkah Yahudi di sebuah pantai di Sydney pada Minggu pagi (14/12), yang menewaskan belasan orang dan melukai puluhan lainnya.

Dia menilai peristiwa ini tidak dapat dianalisis di luar kerangka operasi terencana Israel.

“Ini adalah bagian dari strategi baru dan terencana yang bertujuan menunjang citra Israel sebagai korban dan menghidupkan kembali narasi palsu anti-Semitisme; sebuah kebohongan yang telah sepenuhnya hancur di bawah bayang-bayang perang genosida rezim pendudukan terhadap Gaza. Operasi demikian juga bisa menjadi cara untuk menghukum Australia karena negara ini mengakui negara Palestina,” tulis Atwan dalam editorialnya di Rai al-Youm, Senin (15/12).

Menurutnya, musuh terbesar Yahudi di dunia adalah gerakan Zionis itu sendiri, dan Perdana Menteri Rezim Zionis Israel, Benjamin Netanyahu,  adalah simbolnya yang paling menonjol. Tangan Netanyahu dan kabinetnya berlumuran darah lebih dari 70.000 warga sipil Palestina, termasuk 40.000 anak-anak. Mereka juga telah menggusur dua setengah juta warga Palestina di Jalur Gaza setelah menghancurkan lebih dari 95 persen rumah warga Palestina, membuat rakyat Gaza kelaparan dengan memutus bantuan, dan mengubah pusat distribusi makanan menjadi jebakan maut.

Dia menilai Netanyahu justru menguak kemungkinan dirinya berperan di balik insiden berdarah di Sydney, ketika melontarkan tuduhan anti-Semit terhadap Perdana Menteri Italia dan pemerintahannya hanya lantaran negara ini mengakui negara Palestina dan solusi dua negara.

Atwan juga mengingatkan bahwa gerakan Zionis dulu bersekongkol dengan Nazi dalam pembantaian orang Yahudi dan mengebom bioskop serta lingkungan Yahudi di Mesir dan Irak demi mengintimidasi dan memaksa mereka bermigrasi ke Palestina.

“Karena itu, sama sekali tidak mengherankan jika gerakan Zionis yang sama berada di balik serangan terhadap orang Yahudi di Sydney atau ibu kota Barat lainnya demi mengalihkan kesalahan kepada orang Arab dan Muslim,” lanjutnya.

Analis ternama dunia Arab ini juga menyebutkan, “Tidak menutup kemungkinan bahwa serangan di Sydney ini adalah tanda pertama dari dimulainya proses ini (upaya Zionis untuk memperbaiki citrnya) setelah melakukan kejahatan genosida di Gaza, dan mungkin juga kita akan menyaksikan serangan serupa lainnya terhadap orang Yahudi di seluruh dunia dalam waktu dekat. Serangan-serangan ini bertujuan untuk menghidupkan kembali narasi korban dan anti-Semitisme serta mengintensifkan dominasi Zionisme atas media sosial dunia, membungkam kebebasan berekspresi dan berpikir, dan meredam semua suara yang mendukung rakyat Palestina.” (raialyoum)

Pasukan IRGC Iran Bersumpah akan Tunjukkan Kekuatan Baru jika Diserang lagi

Juru bicara Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran, Brigjen Mohammad Ali Naeini, menyatakan bahwa jika Iran diserang maka musuh akan menghadapi kekuatan baru dari negara Republik Islam ini di semua dimensi militer.

“Tentu saja, jika perang pecah, musuh akan menghadapi kekuatan baru dari Republik Islam di semua dimensi militer. Namun, kekuatan ini harus diuji di medan perang, dan musuh harus menyaksikan hasil dari perkembangan ini di sana,” ungkapnya, Senin (15/12).

Mengenai pencapaian pertahanan dan keamanan baru IRGC, Naeini mengatakan, “Kita pasti akan mencapai terobosan baru di semua bidang persenjataan, taktik, dan perencanaan. Kita tidak memiliki niat lain.”

Sementara itu, Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran, Mayjen Abdulrahim Mousavi, di hari yang sama mengaku puas atas peningkatan sistem pertahanan udara Iran.

Menurutnya, pasukan pertahanan udara Iran dalam beberapa bulan terakhir telah melakukan “langkah-langkah signifikan dan luar biasa” dalam memperkuat kemampuan pertahanan udara negara berkat dedikasi, pengorbanan, dan profesionalisme mereka.

“Peningkatan berkelanjutan kemampuan pertahanan udara berjalan sukses sebagai hasil dari upaya tanpa henti rekan-rekan kami di unit pertahanan udara,” ujarnya.

Mousavi juga mengatakan bahwa peningkatan kemampuan pertahanan udara secara terus-menerus merupakan salah satu prioritas Iran.

Dia juga mengatakan bahwa Pasukan Pertahanan Udara Angkatan Bersenjata dan IRGC dapat mendukung Pangkalan Pertahanan Udara Gabungan Khatam al-Anbiya dalam memajukan strategi baru yang bertujuan untuk menghadapi ancaman.

Pasukan pertahanan udara Iran berdiri di garis depan melindungi langit Iran dan menangkis banyak serangan dalam peristiwa serangan Israel-AS terhadap Iran pada bulan Juni 2025. Beberapa personel pertahanan udara gugur dan terluka antara tanggal 13 dan 24 Juni.

Sepanjang agresi teroris terhadap Iran, Israel membunuh setidaknya 1.064 orang dan menargetkan infrastruktur sipil negara ini. Pada tanggal 22 Juni, AS melibatkan diri dalam perang dan membom tiga situs nuklir Iran.

Sementara itu, Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran Mayjen Amir Hatami pada hari Senin mengeluarkan pesan untuk menandai Pekan Penelitian.

Dia mengatakan upaya Angkatan Bersenjata berfokus pada pengembangan teknologi penangkal yang mengirimkan pesan yang jelas kepada musuh.

“Setiap pencapaian Iran meluas melampaui batas negara, menginspirasi harapan di antara bangsa-bangsa yang tertindas dan menawarkan model kemerdekaan dari monopoli ilmiah kekuatan hegemonik,” tuturnya.

Hatami juga menekankan peningkatan kerja sama dengan pusat-pusat sains dan berbasis pengetahuan serta menghilangkan hambatan yang dihadapi para peneliti pada saat kubu arogan global berupaya untuk merusak integritas teritorial dan kemerdekaan Iran. (mm/alalam/presstv)

Mahkamah Pidana Internasional Tolak Upaya Israel Memblokir Penyelidikan di Gaza

Majelis banding Mahkamah Pidana Internasional (ICC) menolak upaya Israel memblokir penyelidikan atas tindakannya dalam perang genosida terhadap rakyat Palestina di Gaza.

Dalam keputusan Majelis yang dikeluarkan pada hari Senin (15/12), para hakim menolak membatalkan keputusan pengadilan lebih rendah yang mengizinkan jaksa ICC untuk menyelidiki dugaan kejahatan dalam perang Israel di Gaza menyusul serangan yang dipimpin Hamas di Israel selatan pada 7 Oktober 2023.

Keputusan tersebut membuka jalan bagi kelanjutan penyelidikan pengadilan terhadap Palestina, yang menyebabkan dikeluarkannya surat perintah penangkapan pada November tahun lalu untuk Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanan Yoav Gallant atas dugaan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan.

Israel tidak mengakui yurisdiksi pengadilan yang berbasis di Den Haag tersebut dan telah berulang kali membantah melakukan kejahatan perang di Gaza.

ICC juga telah mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk pemimpin Hamas Ibrahim al-Masri, tetapi kemudian mencabutnya setelah ada laporan kredibel tentang kematiannya.

Banding tersebut berfokus pada apakah jaksa ICC diharuskan untuk mengeluarkan pemberitahuan baru kepada Israel sebelum menyelidiki peristiwa yang terjadi setelah 7 Oktober 2023. Israel berpendapat bahwa serangan pasca-7 Oktober di Gaza merupakan situasi baru, yang dipicu oleh rujukan tambahan yang diajukan ke pengadilan oleh tujuh negara lain sejak November 2023, termasuk Afrika Selatan, Chili, dan Meksiko.

Para hakim menolak argumen tersebut, dan memutuskan bahwa pemberitahuan asli yang dikeluarkan pada tahun 2021 – ketika ICC secara resmi membuka penyelidikannya terhadap dugaan kejahatan di Palestina pendudukan – sudah mencakup peristiwa-peristiwa selanjutnya.

Mereka mengatakan tidak diperlukan pemberitahuan baru, yang berarti surat perintah penangkapan terhadap Netanyahu dan Gallant tetap berlaku.

Putusan ini mengemuka ketika serangan Israel terhadap Gaza terus menimbulkan korban yang sangat besar. Sejak gencatan senjata berlaku pada 11 Oktober 2025, setidaknya 391 warga Palestina gugur, 1.063 terluka, dan 632 jenazah ditemukan, menurut Kementerian Kesehatan Gaza.

Sejak 7 Oktober 2023, kata kementerian tersebut, setidaknya 70.663 warga Palestina gugur dan 171.139 terluka. (aljazeera)