Rangkuman Berita Utama Timur Tengah,  Kamis 20 November 2025

Jakarta, ICMES. Tak kurang dari 28 warga Palestina gugur dan beberapa lainnya terluka akibat serangan udara Israel di berbagai lokasi di Kota Gaza dan Khan Younis di Jalur Gaza.

Menteri Energi Israel, Eli Cohen, menyatakan Israel tidak akan menerima normalisasi dengan Arab Saudi jika harganya adalah pembentukan negara Palestina yang akan mengancam keamanan Israel.

Iran memberi peringatan tegas kepada AS dan para sekutunya di Eropa agar tidak mendesak badan pengawas nuklir PBB untuk mengadopsi resolusi bermotif politik lainnya terhadap Teheran. Iran menyebut upaya itu sebagai upaya yang menguntungkan diri sendiri untuk memanfaatkan badan itu demi kepentingan mereka sendiri.

Berita selengkapnya:

Langgar Gencatan Senjata, Serangan Israel di Gaza Gugurkan Puluhan Orang

Tak kurang dari 28 warga Palestina gugur dan beberapa lainnya terluka akibat serangan udara Israel di berbagai lokasi di Kota Gaza dan Khan Younis di Jalur Gaza, menurut laporan koresponden Al-Mayadeen, Rabu (19/11).

Dilaporkan  bahwa dua warga sipil gugur dan beberapa lainnya luka-luka akibat serangan pesawat tempur Israel terhadap sebuah bangunan yang menampung pengungsi di lingkungan Zeitoun, tenggara Kota Gaza.

Dua warga sipil lainnya gugur dan lainnya luka-luka terkena serangan udara Israel di lingkungan Shuja’iyya dan Zeitoun, timur kota Gaza, yang dilancarkan sebagai bagian dari pemboman berkelanjutan di wilayah permukiman yang telah berlangsung selama berjam-jam.

Di Jalur Gaza selatan, dua warga sipil gugur dan dua lainnya luka-luka dalam serangan udara Israel di wilayah Al-Mawasi, Khan Younis, sementara penembakan artileri terus berlanjut di bagian timur kota ini.

Seorang warga Palestina gugur dan beberapa lainnya, termasuk seorang anak, terluka akibat tembakan artileri Israel di Jalan Mushtaha di lingkungan Shuja’iyya. Seorang warga Palestina lainnya juga akibat tembakan Israel di lingkungan yang sama.

Serangan pesawat nirawak Israel di wilayah al-Mawasi di sebelah barat Khan Younis di Jalur Gaza selatan, menggugurkan seorang warga Palestina dan melukai lainnya. Serangan udara terpisah terhadap Klub Maritim UNRWA di al-Mawasi menjatuhkan lebih banyak korban jiwa.

Penembakan artileri Israel terus berlanjut di Khan Younis timur, hingga menggugurkan dan melukai warga sipil, di tengah eskalasi kekerasan yang terus berlanjut di Jalur Gaza.

Pejabat pertahanan sipil melaporkan satu warga gugur dan lebih dari 10 orang luka-luka menyusul serangan udara Israel terhadap sekelompok warga sipil di lingkungan Shuja’iyya, sementara penembakan artileri di Jalan Mushtaha mengakibatkan korban luka, termasuk anak-anak.

Dalam penghitungan terbaru, Kementerian Kesehatan Gaza menyatakan bahwa tujuh warga Palestina gugur dan 33 lainnya luka-luka dalam 48 jam terakhir. Kementerian itu juga mencatat bahwa jumlah total korban akibat serangan Israel sejak 7 Oktober 2023 bertambah menjadi 69.513 orang gugur dan 170.745 orang luka-luka. Selain itu, sebanyak 571 jenazah ditemukan sejak gencatan senjata pada 11 Oktober. (almayadeen)

Israel Tanggapi Syarat Putra Mahkota Saudi untuk Normalisasi Hubungan

Menteri Energi Israel, Eli Cohen, menyatakan Israel tidak akan menerima normalisasi dengan Arab Saudi jika harganya adalah pembentukan negara Palestina yang akan mengancam keamanan Israel.

Dalam wawancara dengan situs web Ynet, Rabu (19/11) Cohen menyebutkan bahwa detail perjanjian penjualan jet tempur antara AS dan Arab Saudi belum final, dan menekankan pentingnya mempertahankan superioritas militer Israel di Timur Tengah.

“Saya memahami bahwa AS  memiliki teknologi yang lebih maju daripada F-35, dan kami akan terus mempertahankan keunggulan ini dengan cara yang menguntungkan kedua belah pihak,” ujarnya.

Menurut Cohen, dukungan yang diterima Putra Mahkota Saudi Mohammed Bin Salman dari Presiden AS Donald Trump dapat mempercepat proses normalisasi antara Arab Saudi dan Israel, dan memprediksi bahwa enam hingga tujuh negara lain akan bergabung dengan Perjanjian Abraham meski tanpa adanya negara Palestina.

Cohon berkomentar demikian setelah AS  secara resmi menetapkan Arab Saudi sebagai sekutu utama non-NATO.

Dalam pertemuan dengan Bin Salman di Gedung Putih, Trump mengumumkan bahwa penunjukan ini akan meningkatkan kerja sama militer antara kedua negara. Dia menekankan bahwa kemitraan pertahanan yang telah terjalin selama lebih dari 80 tahun antara Washington dan Riyadh akan memperkuat pencegahan di seluruh Timur Tengah.

Trump juga menyebutkan bahwa jet tempur F-35 yang akan dipasok ke Arab Saudi mirip dengan yang dimiliki Israel, dan bahwa hubungan AS-Saudi sedang dalam kondisi terbaiknya. (alalam)

Teheran Kecam Upaya Baru Barat untuk Mengusik Program Nuklir Iran

Iran memberi peringatan tegas kepada AS dan para sekutunya di Eropa agar tidak mendesak badan pengawas nuklir PBB untuk mengadopsi resolusi bermotif politik lainnya terhadap Teheran. Iran menyebut upaya itu sebagai upaya yang menguntungkan diri sendiri untuk memanfaatkan badan itu demi kepentingan mereka sendiri.

Peringatan itu dinyatakan oleh Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dalam panggilan telepon dengan sejawatnya dari Brasil, Mauro Vieira, pada hari Rabu (10/11).

Akhir pekan ini, AS, Inggris, Prancis, dan Jerman bersiap untuk mengajukan resolusi kepada Dewan Gubernur Badan Energi Atom Internasional (IAEA) yang dilaporkan bertujuan untuk menyalahkan Iran terkait kerja samanya dengan IAEA.

Teheran menangguhkan kerja sama tersebut menyusul peristiwa serangan Israel dan AS terhadap Iran pada Juni, yang menggunakan resolusi serupa sebelumnya sebagai alasan. Iran kemudian mensyaratkan agar kerja sama baru dapat dilanjutkan dengan syarat bahwa badan tersebut mengutuk agresi dan menjamin keamanan instalasi nuklir Iran, sembari menekankan bahwa kondisi yang diciptakan oleh perang telah membuat kerja sama tersebut mustahil untuk dilanjutkan seperti sebelumnya.

Kedua belah pihak mencapai kesepakatan di Kairo pada 9 September dengan tujuan melanjutkan kerja sama. Pada hari Rabu, IAEA juga memuji tingkat kerja sama tersebut, dan mengonfirmasi bahwa para inspektur telah melanjutkan pekerjaan di fasilitas-fasilitas yang tidak terdampak serangan militer.

Araghchi menyebut upaya sekutu Barat tersebut tidak bertanggung jawab, provokatif, dan tidak dapat dibenarkan.

Dia menilai kampanye tersebut telah dirancang sebagai bagian dari pendekatan politik yang mereka tempuh untuk memicu pemulihan sanksi Dewan Keamanan PBB terhadap Iran pada akhir September. Menurutnya, perilaku tersebut semakin merusak kredibilitas profesional dan teknis IAEA.

Araghchi menekankan keharusan mencegah negara-negara tertentu mengeksploitasi lembaga internasional untuk menekan negara-negara berkembang.

Sementara itu, Araghchi dan Vieira membahas status hubungan bilateral dan perkembangan internasional.

Mereka menekankan signifikansi perluasan hubungan dan kerja sama di semua bidang kepentingan bersama, dan penguatan kerja sama dalam organisasi-organisasi internasional. (presstv)