Rangkuman Berita Utama Timur Tengah,  Kamis 13 November 2025

Jakarta, ICMES. Koalisi yang dipimpin oleh Perdana Menteri Irak Mohammed Shia al-Sudani muncul sebagai pemenang dalam pemilu parlemen Irak, menurut otoritas pemilu.

Bloomberg melaporkan bahwa Amerika Serikat sedang mempertimbangkan pembangunan pangkalan sementara yang mampu menampung sekitar 10.000 personel di dekat Jalur Gaza.

Juru bicara pemerintah Iran, Fatemeh Mohajerani, menyatakan negaranya siap menghadapi segala kemungkinan buruk terkait permusuhannya dengan Amerika Serikat.

Berita selengkapnya:

Koalisi PM Irak al-Sudani Raih Kemenangan Pertama dalam Pemilu Parlemen

Koalisi yang dipimpin oleh Perdana Menteri Irak Mohammed Shia al-Sudani muncul sebagai pemenang dalam pemilu parlemen Irak, menurut otoritas pemilu.

Komisi Pemilihan Umum Tinggi Independen (IEC) mengatakan pada hari Rabu (12/11) bahwa koalisi Rekonstruksi dan Perubahan yang dipimpin al-Sudani memperoleh 1,3 juta suara dalam pemilu pada hari Selasa, sekitar 370.000 lebih banyak daripada pesaing terdekatnya.

Al-Sudani memuji tingkat partisipasi pemilih sebesar 56 persen dan menyebut hal ini sebagai “bukti nyata keberhasilan lain” yang mencerminkan “pemulihan kepercayaan terhadap sistem politik”.

Namun, meskipun al-Sudani, yang pertama kali berkuasa pada tahun 2022, telah menampilkan dirinya sebagai pemimpin yang dapat membalikkan keadaan Irak setelah puluhan tahun ketidakstabilan, pemilu tersebut diwarnai oleh kekecewaan di antara para pemilih yang lelah melihatnya sebagai kendaraan bagi partai-partai mapan untuk membagi kekayaan minyak Irak.

Jumlah pemilih lebih rendah di daerah-daerah seperti Baghdad dan Najaf setelah pemimpin Syiah populis Muqtada al-Sadr, pemimpin Gerakan Sadrist, menyerukan sejumlah besar pendukungnya untuk memboikot “pemilu cacat” tersebut.

Seperti yang diperkirakan, kandidat Syiah memenangkan kursi di provinsi-provinsi mayoritas Syiah, sementara kandidat Sunni mengamankan kemenangan di provinsi-provinsi mayoritas Sunni, dan kandidat Kurdi menang di provinsi-provinsi mayoritas Kurdi.

Namun, ada beberapa kejutan, terutama di Nineveh, provinsi yang mayoritas penduduknya Arab Sunni, di mana Partai Demokratik Kurdistan (KDP) memperoleh jumlah kursi terbanyak.

Sementara itu, di provinsi Diyala, yang memiliki minoritas Kurdi yang signifikan, tidak ada kandidat Kurdi yang memenangkan kursi untuk pertama kalinya sejak 2005.

Tidak ada partai yang dapat membentuk pemerintahan sendiri di legislatif Irak yang beranggotakan 329 orang, sehingga partai-partai membangun aliansi dengan kelompok lain untuk membentuk pemerintahan, sebuah proses yang menegangkan dan acapkali memakan waktu berbulan-bulan.

Pada tahun 2021, al-Sadr mengamankan blok terbesar sebelum mengundurkan diri dari parlemen menyusul perselisihan dengan partai-partai Syiah yang menolak mendukung upayanya untuk membentuk pemerintahan.

Pemilu kali ini merupakan pemilu keenam di Irak sejak invasi militer pasukan koalisi pimpinan AS pada tahun 2003 menggulingkan rezim Saddam Hussein, dan kemudian memicu terorisme dan kemunculan kelompok teroris fenomenal ISIS,  serta menyebabkan runtuhnya infrastruktur secara umum di Negeri 1001 Malam tersebut

Perdana menteri harus merespon tuntutan rakyat Irak yang mencari pekerjaan dan meningkatkan sistem pendidikan dan kesehatan di tengah maraknya korupsi dan salah urus.

Ia juga harus menjaga keseimbangan yang rapuh antara sekutu Irak, Iran dan AS, suatu pekerjaan yang semakin rumit akibat perubahan besar belakangan ini di Timur Tengah. (aljazeera)

AS Pelajari Rencana Pengadaan Pangkalan Militer Sementara di Dekat Gaza

Bloomberg melaporkan bahwa Amerika Serikat (AS) sedang mempertimbangkan pembangunan pangkalan sementara yang mampu menampung sekitar 10.000 personel di dekat Jalur Gaza.

Hal ini merupakan bagian dari upayanya untuk membentuk pasukan stabilisasi yang terdiri dari pasukan dari berbagai negara lain guna memantau gencatan senjata, tanpa melibatkan pasukan AS dalam operasi tersebut.

Menurut dokumen yang ditinjau oleh Bloomberg, Angkatan Laut AS sedang menaksir biaya dari daftar perusahaan yang telah dipra-kualifikasi untuk membangun pangkalan operasi militer sementara yang mandiri dan mampu menampung 10.000 personel serta menyediakan ruang kantor seluas 9.000 meter persegi selama 12 bulan.

Permintaan informasi tersebut mengidentifikasi kemungkinan lokasi pangkalan tersebut berada di dekat “dekat Gaza, Israel,” dan dikirim pada 31 Oktober, menurut dua sumber yang mengetahui masalah tersebut, dan meminta untuk tidak disebutkan namanya karena mereka sedang membahas pertimbangan pribadi. Tanggapan atas permintaan tersebut diharapkan paling lambat 3 November.

Sementara itu, Tim Pertahanan Sipil di Jalur Gaza mengumumkan temuan 51 jenazah dari halaman Klinik Sheikh Radwan di Kota Gaza bagian barat pada hari Rabu (12/11).

Tim itu menambahkan pihaknya terus melanjutkan pencarian untuk menemukan jenazah-jenazah yang tersisa, yang dikubur secara tergesa-gesa selama serangan Israel yang berlangsung berbulan-bulan di Jalur Gaza.

Selain itu, tiga jenazah warga Palestina yang baru ditemukan, beserta empat orang yang terluka, telah tiba di rumah sakit di Jalur Gaza dalam 24 jam terakhir, menurut pengumuman sebelumnya dari Kementerian Kesehatan Gaza.

Jumlah korban gugur akibat genosida yang terjadi sejak 7 Oktober 2023 bertambah menjadi 69.185 jiwa, dan jumlah korban luka menjadi 170.698 jiwa. Sejak gencatan senjata pada 11 Oktober, jumlah korban gugur tercatat 245 jiwa, korban luka 627 jiwa, dan jumlah korban yang ditemukan 532 jiwa.

Di bagian lain, tentara Israel melakukan operasi pembongkaran besar-besaran terhadap beberapa bangunan tempat tinggal di Rafah dan lainnya di lingkungan Shuja’iyya di timur Kota Gaza.

Di Tepi Barat, dua pemuda Palestina terluka akibat tembakan dalam serangan Israel di kota Qabatiya, selatan Jenin. Seorang pria Palestina juga terluka dalam serangan oleh para pemukim di desa Arab al-Rashayda, selatan Betlehem. (almayadeen/aljazeera)

Pemerintah Iran Nyatakan Siap Hadapi Kemungkinan Perang dengan AS

Juru bicara pemerintah Iran, Fatemeh Mohajerani, menyatakan negaranya siap menghadapi segala kemungkinan buruk terkait permusuhannya dengan Amerika Serikat (AS).

Di sela-sela rapat kabinet pada hari Rabu (12/11), Mohajerani mengatakan bahwa AS telah melayangkan pesan kepada Iran melalui perantara.

Dia mengatakan, “Selama Washington tetap bersikukuhpada tuntutannya yang berlebihan dan berusaha memaksakan persyaratannya dalam negosiasi maka sikap Teheran jelas dan teguh.”

Dia  menambahkan, “Jika AS mengambil sikap logis terhadap negosiasi, kami, seperti sebelumnya, siap untuk dialog yang menjaga dan mencapai kepentingan nasional kami.”

Menanggapi pertanyaan tentang kemungkinan pecahnya perang baru, Mohajerani menegaskan, “Iran, pada dasarnya, tidak pernah menyambut perang, tetapi siap menghadapi semua kemungkinan dan skenario.” (alalam)