Rangkuman Berita Utama Timur Tengah,  Jumat 7 November 2025

Jakarta, ICMES. Pasukan Zionis Israel melancarkan serangan udara terhadap rumah-rumah dan infrastruktur sipil di beberapa kota di Lebanon selatan.

Kelompok pejuang Hizbullah dalam sebuah pernyataan berjanji untuk melawan agresi militer Israel.

Pasukan Dukungan Cepat (RSF) menyatakan telah menyetujui usulan AS  untuk gencatan senjata di Sudan setelah lebih dari dua tahun bertempur dengan Angkatan Bersenjata Sudan (SAF).

Berita selengkapnya:

Israel Gempur Lebanon, 1 Orang Gugur dan Beberapa Lainnya Terluka

Pasukan Zionis Israel melancarkan serangan udara terhadap rumah-rumah dan infrastruktur sipil di beberapa kota di Lebanon selatan, Kamis (6/11).

Pesawat-pesawat tempur Israel melancarkan dua serangan udara di kota Aita al-Jabal, bersamaan dengan serangan lain di kota Taybeh di Lebanon selatan, yang menyebabkan kerusakan pada rumah-rumah dan properti.

Pasukan pendudukan Israel juga melancarkan serangan udara tambahan di kota Tayr Dibba, di mana ledakan terdengar di seluruh wilayah tersebut, di tengah penerbangan pesawat-pesawat tempur yang padat di Lebanon selatan.

Ledakan keras juga terdengar hingga ke Galilea Atas  Palestina pendudukan  dan Dataran Tinggi Golan akibat serangan udara di Lebanon selatan.

Agresi terbaru ini menambah serangkaian serangan yang dilancarkan oleh pasukan Zionis terhadap Lebanon, mengabaikan perjanjian gencatan senjata yang dicapai pada November 2014, setelah melakukan lebih dari 5000 pelanggaran perjanjian tersebut.

Seorang warga negara Lebanon gugur dan beberapa lainnya menderita berbagai luka pada Kamis malam ini, akibat serangan udara Israel di berbagai wilayah di Lebanon selatan.

Secara spesifik, musuh menggempur bangunan tempat tinggal di kota Taybeh, Tirdaba, Aita al-Jabal, dan Zawtar al-Sharqiyah.

Segera setelah serangan udara itu, ambulan dikerahkan ke wilayah-wilayah yang menjadi sasaran di ketiga kota tersebut.

Serangan-serangan ini terjadi di tengah eskalasi Israel yang terus berlanjut terhadap desa-desa dan kota-kota perbatasan, sementara tim penyelamat dan pertahanan sipil terus menilai kerusakan dan memantau situasi di lapangan.

Dikutip Channel 13 Israel, seorang perwira senior militer Israel mengatakan,”Apa yang terjadi adalah kelanjutan dari upaya mencegah Hizbullah membangun kembali kemampuannya, bukan eskalasi.”

Satu orang gugur dan tiga lainnya luka-luka dalam serangan udara Israel di kota Tura , distrik Tyre, menurut pernyataan Kementerian Kesehatan Masyarakat Lebanon.

Pada hari Rabu, Kementerian Kesehatan Lebanon mengumumkan bahwa satu orang gugur dan satu lainnya luka-luka dalam serangan udara Israel terhadap sebuah mobil di kota Burj Rahal, juga di distrik Tyre. (alalam)

Hizbullah Nyatakan akan Melawan Serangan Israel

Kelompok pejuang Hizbullah dalam sebuah pernyataan berjanji untuk melawan agresi militer Israel.

Kami menegaskan kembali hak sah kami untuk membela diri terhadap musuh yang memaksakan perang terhadap negara kam. Kami menegaskan kembali hak sah kami untuk melawan pendudukan dan agresi dan mendukung tentara dan rakyat kami demi melindungi kedaulatan negara kami,” tegas Hizbullah, Kamis (6/11).

Hizbullah menolak segala negosiasi politik dengan Israel, dan menyatakan bahwa perundingan demikian  “tidak akan melayani kepentingan nasional.”

Hizbullah mengingatkan bahwa meskipun Lebanon terikat oleh gencatan senjata, namun tidak berkewajiban terlibat dalam negosiasi politik dengan Israel.

Dalam sebuah surat kepada pemerintah Lebanon, Hizbullah menolak gagasan pelucutan senjata sebagai bagian dari kesepakatan gencatan senjata November 2024 dengan Israel, dan menyebut tuntutan itu tidak dapat diterima. Hizbullah menekankan bahwa mereka tidak akan tunduk pada “pemerasan dan pemerasan” Israel.

Perkembangan ini terjadi menyusul meluasnya manuver intimidasi media Barat yang dilakukan kaum Zionis terhadap Lebanon, bersamaan dengan tekanan politik AS untuk membawa Beirut ke dalam perundingan langsung dengan rezim Israel.

Tom Barrack, utusan khusus AS untuk Suriah, di Forum Dialog Manama di Bahrain belum lama ini mengklaim bahwa stabilitas regional bergantung pada pelucutan senjata Hizbullah dan kemajuan diskusi perbatasan dengan Israel.

Seruan Barrack untuk pelucutan senjata Hizbullah muncul ketika rezim Israel, selama beberapa tahun terakhir, berulang kali melanggar kedaulatan Lebanon melalui serangan udara, serangan drone, dan serangan lintas batas.

Israel menerima gencatan senjata dengan Hizbullah pada 27 November 2024, setelah menderita kerugian besar di medan perang dan gagal mencapai tujuannya meskipun telah menewaskan lebih dari 4.000 orang di Lebanon. Namun Israel masih terus menyerang Lebanon hampir setiap hari dan menolak menarik pasukan pendudukannya dari negara Arab tersebut.

Pasukan pendudukan Israel tetap ditempatkan di lima lokasi di dalam wilayah Lebanon dan terus menembaki sebagian wilayah Lebanon selatan dan timur, serta pinggiran selatan Beirut. Agresi Israel, sejak gencatan senjata November, telah menggugurkan sekitar 300 orang dan melukai lebih dari 650 orang, termasuk perempuan dan anak-anak, menurut data pemerintah Lebanon.

Sekjen Hizbullah, Sheikh Naim Qassem, pada hari Jumat pekan lalu mengkritik peran AS di Lebanon, dan mengecam Washington sebagai sponsor agresi, alih-alih mediator yang imparsial. (presstv)

Perang Sudan, RSF Nyatakan Setuju dengan Usulan Gencatan Senjata dari Mediator

Pasukan Dukungan Cepat (RSF) menyatakan telah menyetujui usulan AS  untuk gencatan senjata di Sudan setelah lebih dari dua tahun bertempur dengan Angkatan Bersenjata Sudan (SAF).

Kelompok paramiliter pada hari Kamis (6/11) mengumumkan pihaknya akan menerima “gencatan senjata kemanusiaan” yang diusulkan oleh kelompok mediator Quad yang dipimpin AS, dan mencakup Arab Saudi, Mesir, dan Uni Emirat Arab, “untuk mengatasi konsekuensi kemanusiaan yang dahsyat dari perang tersebut dan untuk meningkatkan perlindungan warga sipil”.

Belum ada komentar langsung dari militer Sudan.

Awal pekan ini, penasihat senior AS untuk urusan Arab dan Afrika, Massad Boulos, mengatakan upaya sedang dilakukan untuk mencapai gencatan senjata dan bahwa pihak-pihak yang bertikai telah “sepakat secara prinsip”.

“Kami belum mencatat adanya keberatan awal dari kedua belah pihak. Kami sekarang fokus pada detail-detail kecilnya,” kata Boulos pada hari Senin dalam sebuah pernyataan yang dimuat oleh kantor berita Sudan Tribune.

Rencana tersebut dilaporkan akan dimulai dengan gencatan senjata kemanusiaan selama tiga bulan untuk dapat membuka jalan bagi solusi politik yang permanan dan mencakup pemerintahan sipil baru.

RSF mengaku “ingin sekali menemukan semacam akhir dari konflik dua tahun ini”,

SAF telah berulang kali menyatakan ingin terus bertempur, dan para petinggi militer tidak yakin anggota RSF dapat diintegrasikan kembali ke dalam masyarakat Sudan.

SAF sebelumnya telah menyatakan tidak menginginkan keterlibatan UEA dalam diskusi gencatan senjata, dan akan menuntut RSF mundur dari kota mana pun yang didudukinya, di antara ketentuan lainnya.

Sebelumnya pada hari Kamis, panglima militer Abdel Fattah al-Burhan mengatakan pasukannya “berusaha keras untuk mengalahkan musuh”.

“Segera, kami akan membalas dendam atas mereka yang telah dibunuh dan dianiaya … di semua wilayah yang diserang pemberontak,” ujarnya dalam pidato yang disiarkan televisi.

Pengumuman ini mengemuka  di tengah pemberitaan bahwa RSF melakukan pembunuhan massal sejak merebut kota el-Fasher di negara bagian Darfur Utara pada 26 Oktober, setelah pengepungan selama 18 bulan.

RSF kini mendominasi wilayah Darfur barat yang luas dan sebagian wilayah selatan Sudan, sementara militer menguasai wilayah utara, timur, dan tengah di sepanjang Sungai Nil dan Laut Merah.

Lebih dari 70.000 orang telah mengungsi dari el-Fasher dan sekitarnya sejak kota ini jatuh ke tangan RSF, menurut PBB. Para saksi dan kelompok HAM melaporkan kasus-kasus “eksekusi singkat”, kekerasan seksual, dan pembunuhan massal warga sipil.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah melaporkan “pembunuhan tragis lebih dari 460 pasien dan staf medis” di bekas rumah sakit anak-anak selama pengambilalihan kota tersebut. (aljazeera)