Jakarta, ICMES. Penasihat Politik Panglima Korps Garda Revolusi Islam Iran, Mayjen Yadollah Javani, menegaskan bahwa peluncuran rudal Khorramshahr-4 membawa pesan yang jelas kepada AS bahwa kalaupun duduk di meja perundingan, Iran tidak akan pernah melepaskan kemampuan militernya.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi telah tiba di Muscat, ibu kota Oman, untuk pembicaraan nuklir dengan AS yang dijadwalkan akan diadakan pada hari Jumat (6/2).
Pemimpin gerakan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul Malik al-Houthi, menegaskan pihaknya siap menjalani babak baru konfrontasi dengan Israel dan sekutunya, sembari menyerukan kepada rakyat Yaman untuk berpartisipasi dalam “demonstrasi jutaan umat” untuk mendukung rakyat Palestina dan sebagai bentuk solidaritas dengan Iran.
Berita selengkapnya:
Jenderal Iran Ungkap Pesan Dibalik Rudal Baru Khorramshahr -4
Penasihat Politik Panglima Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), Mayjen Yadollah Javani, menegaskan bahwa peluncuran rudal Khorramshahr-4 membawa pesan yang jelas kepada AS bahwa kalaupun duduk di meja perundingan, Iran tidak akan pernah melepaskan kemampuan militernya.
Dalam sebuah wawancara dengan Al-Mayadeen, Kamis (5/2), Jenderal Javani menekankan bahwa Iran “tidak akan mundur dari posisinya dan tidak mencari perang,” sembari memperingatkan bahwa setiap “kesalahan yang dilakukan musuh akan dibalas dengan respon yang kuat.”
Dia memastikan tim perunding Iran “tidak akan ragu dan akan melanjutkan dengan penuh percaya diri, mengandalkan kekuatan dan kemampuan militer Iran.”
Menurutnya, AS “kembali ke perundingan dengan merendah”, dan “Iran tidak mengubah prinsipnya dalam hal ini, dan sikap perundingannya didasarkan pada logika kekuatan dan pencegahan, bukan pada konsesi atau kelemahan.”
“Kami telah mengirimkan pesan yang jelas kepada negara-negara di luar kawasan bahwa menyulut api di kawasan ini juga akan membakar mereka,” sambungnya.
Dia menyatakan bahwa pengiriman drone ke arah kapal induk AS membuktikan bahwa Iran secara akurat memantau semua pergerakan Angkatan Laut AS, mengandalkan kemampuan sendiri untuk pertahanan dan bahwa mereka memiliki “kemampuan penuh” di bidang ini.
Dia juga menyebutkan bahwa Iran mempertahankan hubungan kerja sama yang berkelanjutan dengan Rusia dan Tiongkok, dan bahwa kedua belah pihak memahami bahwa tindakan AS di kawasan Timur Tengah juga memengaruhi kepentingan mereka.
Sebelumnya , Divisi Dirgantara Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) menampakkan rudal Khorramshahr-4, salah satu rudal balistik hipersonik tercanggih Iran, di pangkalan rudalnya.
Rudal Khorramshahr-4 berjarak jangkau hingga 2.000 kilometer, hulu ledak berat seberat 1.500 kilogram, dan akurasi sekitar 30 meter.
Rudal ini, yang dianggap sebagai tambahan baru dalam doktrin ofensif Iran, teristimewakan oleh kecepatannya yang ekstrem, yaitu Mach 16 di luar atmosfer dan Mach 8 di dalamnya, dan meminimalkan waktu respon sistem pertahanan udara musuh.
Lebih lanjut, penggunaan hulu ledak yang dapat bermanuver (MaRV), bersama dengan panduan tahap menengah, penampang radar yang berkurang, dan ketahanan perang elektronik yang tinggi, secara signifikan meningkatkan kemampuannya untuk menembus sistem pertahanan.
Penyebaran rudal Khorramshahr-4 di kota-kota rudal bawah tanah, bertepatan dengan pengumuman pergeseran doktrin angkatan bersenjata Iran dari pertahanan ke ofensif, membawa pesan yang jelas kepada musuh bahwa kemampuan rudal Iran tidak hanya dipertahankan, tetapi juga terus dikembangkan dalam hal akurasi, kecepatan, dan daya tembus, dengan mengandalkan teknologi mutakhir. (almayadeen/alalam)
Menlu Iran Tiba di Oman untuk Pembicaraan Nuklir dengan AS saat Iran Kerahkan Rudal Baru
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi telah tiba di Muscat, ibu kota Oman, untuk pembicaraan nuklir dengan AS yang dijadwalkan akan diadakan pada hari Jumat (6/2).
Sebelumnya, Jubir Kemlu Iran, Esmail Baghaei mengumumkan negara ini akan terlibat dalam pembicaraan “dengan otoritas dan dengan tujuan mencapai pemahaman yang adil, saling dapat diterima, dan bermartabat tentang masalah nuklir.”
“Kami berharap pihak Amerika juga akan berpartisipasi dalam proses ini dengan bertanggung jawab, realistis, dan serius,” tambah Baghaei.
Jared Kushner, menantu Trump, dan utusan khusus AS Steve Witkoff akan mewakili pihak AS.
AS dan Iran telah sepakat untuk mengadakan pembicaraan meskipun mereka tetap berselisih mengenai desakan Washington bahwa negosiasi harus mencakup persenjataan rudal Teheran dan janji Iran untuk hanya membahas program nuklirnya.
Pembicaraan yang direncanakan ini berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan antara Washington dan Teheran, yang dipicu oleh pengerahan militer AS yang besar di dekat Iran dan ancaman serangan militer berulang kali oleh Presiden Donald Trump.
Dalam beberapa hari terakhir, beberapa negara, termasuk Turki, telah turun tangan dan menawarkan diri untuk menengahi antara Teheran dan Washington untuk meredakan ketegangan.
Baghaei mengatakan, “Pengalaman pahit di masa lalu, termasuk pelanggaran komitmen sebelumnya, agresi militer pada bulan Juni dan intervensi asing pada bulan Januari, masih terbayang di depan mata kita.” Dia lantas menekankan bahwa Iran “selalu menganggap dirinya berkewajiban untuk menuntut hak-hak bangsa Iran.”
Dia juga mengatakan, “Pada saat yang sama, kita memiliki tanggung jawab untuk tidak melewatkan kesempatan apa pun untuk menggunakan diplomasi guna mengamankan kepentingan rakyat Iran dan untuk menjaga perdamaian dan ketenangan di kawasan ini.”
Baghaei menyebutkan negaranya menghargai “semua negara tetangga dan regional yang bersahabat yang, dengan penuh tanggung jawab dan kepedulian, berperan dalam membentuk proses ini,” dan menyatakan harapan bahwa “pihak Amerika juga akan berpartisipasi dalam proses ini dengan penuh tanggung jawab, realisme, dan keseriusan.” (irna/presstv)
Angkat Isu Gaza, Pemimpin Ansarullah: Kami Siap Bertempur lagi Melawan Israel
Pemimpin gerakan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul Malik al-Houthi, menegaskan pihaknya siap menjalani babak baru konfrontasi dengan Israel dan sekutunya, sembari menyerukan kepada rakyat Yaman untuk berpartisipasi dalam “demonstrasi jutaan umat” pada hari Jumat (6/2) untuk mendukung rakyat Palestina dan sebagai bentuk solidaritas dengan Iran.
Sayyid al-Houthi menyatakan demikian pada hari Kamis (5/2) di tengah meningkatnya tekanan AS dan sekutunya Israel terhadap Iran.
“Saya menyerukan kepada bangsa kami tercinta untuk berpartisipasi dalam demonstrasi besar-besaran yang diikuti jutaan orang besok, Jumat, sebagai tanggapan atas permintaan saudara-saudara mujahidin kita di Palestina, dan untuk mendukung rakyat Palestina yang tertindas,” ujarnya.
“Rakyat Palestina menderita setiap hari akibat agresi Zionis yang terus berlanjut, termasuk pembunuhan, blokade, penculikan, pengusiran, penghancuran rumah, penyiksaan tahanan, dan segala bentuk kekerasan, meskipun ada perjanjian dan jaminan yang tidak dipatuhi dan dilanggar oleh musuh Israel setiap saat,” imbuhnya.
Dia juga mengatakan, “Dalam demonstrasi yang diikuti jutaan orang ini, rakyat akan menegaskan kembali dukungan teguh mereka kepada rakyat Palestina dan kesiapan mereka untuk babak konfrontasi berikutnya dengan musuh Israel serta sekutu dan mitranya.”
Dia memastikan bangsa Yaman menegaskan kembali sikap teguh mereka akan solidaritas dengan Iran, Lebanon, dan negara-negara lain di antara umat Islam melawan tirani dan arogansi AS dan Zionis.
Menurutnya, kubu musuh terus bekerja sesuai dengan rencana agresif Zionis di bawah panji Israel Raya dan atas nama transformasi Timur Tengah.
Sehari sebelumnya, Perusahaan Penyiaran Israel, Kan, melaporkan bahwa tentara Israel dalam keadaan siaga tinggi untuk mengantisipasi serangan dari Ansarullah di tengah kekhawatiran bahwa serangan AS terhadap Iran dapat memicu reaksi marah dari sekutu Teheran di Timur Tengah.
Perusahaan tersebut mengutip “penilaian dari pejabat pertahanan Israel yang menunjukkan bahwa jika AS melancarkan serangan terhadap Iran, Houthi (Ansarullah) akan membalas Israel.” (mm/raialyoum)







