Jakarta, ICMES. Pemimpin Besar Iran Ayatullah Sayyid Ali Khamenei memuji dan berterima kasih kepada rakyatnya yang telah menggelar pawai akbar di seantero negara ini dalam merayakan HUT ke- 47 kemenangan Revolusi Islam.

Panglima Angkatan Laut Iran, Laksamana Shahram Irani, pada hari Kamis (12/2) menegaskan bahwa pasukannya memantau pergerakan musuh sepanjang waktu, dan bahwa rakyat Iran merupakan ancaman terbesar mereka.
Lembaga penyiaran nasional Iran telah berhasil meluncurkan satelit geostasioner khusus pertamanya, “Jam-e Jam 1”, yang terdaftar secara internasional sebagai “Iran DBS”, menandai langkah strategis menuju penguatan infrastruktur media berbasis ruang angkasa negara ini.
Berita selengkapnya:
Peringati HUT ke-47 Kemenangan Revolusi, Jutaan Rakyat Iran Turun ke Jalanan
Pemimpin Besar Iran Ayatullah Sayyid Ali Khamenei memuji rakyatnya yang telah menggelar pawai akbar di seantero negara ini dalam merayakan HUT ke- 47 kemenangan Revolusi Islam.
Dalam pesan yang disiarkan televisi pada Kamis malam (12/2), Ayatullah Khamenei menekankan bahwa pawai tersebut merupakan sumber kebanggaan dan faktor yang menunjang kekuatan dan martabat Republik Islam Iran, dan membuat kubu musuh kecewa dan bahkan frustasi dalam upaya mereka menundukkan bangsa Iran.
Berikut ini pesan lengkapnya;
Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung.
Wahai rakyat Iran yang mulia, kemarin Hari 22 Bahman (11 Februari) tahun ini Anda sekalian telah melakukan karya besar, mengangkat Iran tinggi-tinggi, senantiasa mendukung Republik Islam sebagaimana, dan menambah kekuatannya.
Kubu musuh mengalami frustasi dalam berbagai statemen dan perencanaannya untuk membuat bangsa Iran menyerah. Pekerjaan besar ini, berkat taufik dari Allah, telah kalian lakukan kemarin.
Semoga Allah membalas bangsa ini atas kehadiran dan gerakan sedemikian agung ini dengan kemuliaan yang lebih besar, kekekuatan yang lebih besar, dan kemerdekaan yang lebih optimal, insya Allah.
Mari kita semua berusaha menjaga ikatan dan solidaritas nasional. Solidaritas nasional ini sangatlah bernilai dan berharga. Sebuah bangsa telah turun ke jalanan untuk memekikkkan satu kata, satu semboyan, dan satu aspirasi. Ini sangatlah berharga. Mereka praktis telah menunjukkan bahwa mereka eksis di lapangan dan mampu menampakkan identitas dan kepribadian mereka di hadapan musuh.
Saya berterima kasih kepada segenap bangsa Iran. Saya mengucapkan selamat kepada setiap orang yang kemarin telah berpartisipasi dalam konsentrasi akbar jutaan massa di seantero negeri ini.
Wassalamualaikum wr. wb.
Seperti diketahui, pada hari Rabu 11 Februari 2026, jutaan rakyat di seluruh penjuru Iran telah menggelar pawai dan rapat akbar perayaan HUT ke-47 Kemenangan Revolusi Islam 1979. Massa meneriakkan slogan-slogan kutukan terhadap kejahatan AS selama beberapa dekade terhadap bangsa Iran, serta kekejaman rezim Israel di tanah Palestina dan sekitarnya.
Mereka juga membawa poster-poster para martir perang Irak selama delapan tahun terhadap Iran pada tahun 1980-an, perang AS dan Israel terhadap Iran selama 12 hari pada Juni 2025, dan kerusuhan yang didalangi asing beberapa waktu lalu, serta para martir lain yang kehilangan nyawa mereka dalam menjalankan tugas.
Sekitar 7.200 jurnalis domestik dan hampir 200 perwakilan media asing meliput pawai dan rapat akbar tersebut, dan mendokumentasikan partisipasi publik dan upacara terkait serta melawan narasi media Barat yang meremehkan ataupun mendistori pemberitaan mengenai aksi nasional tersebut. (mm/irib)
Panglima AL Iran: Kami Memantau Pergerakan Musuh Sepanjang Waktu
Panglima Angkatan Laut Iran, Laksamana Shahram Irani, pada hari Kamis (12/2) menegaskan bahwa pasukannya memantau pergerakan musuh sepanjang waktu, dan bahwa rakyat Iran merupakan ancaman terbesar mereka.
Laksamana Irani menambahkan bahwa negaranya sangat serius dalam diplomasi pertahanan Angkatan Laut, dan menerima undangan untuk berpartisipasi dalam berbagai latihan. Dia mengungkapkan bahwa pihak lain telah meminta untuk mengirimkan instruktur, dan menekankan bahwa Angkatan Laut Iran telah menjadi pemain berpengaruh di kancah internasional.
Irani menjelaskan bahwa prioritas pasukannya adalah memastikan keamanan ekonomi kapal-kapal Iran, dan bahwa kehadiran pasukan ini telah berkontribusi pada keamanan semua negara di zona operasinya.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan bahwa lautan massa yang berpartisipasi dalam demonstrasi nasional perayaan HUT ke-47 Revolusi Islam 1979 dengan jelas mengumumkan bahwa hak dan martabat mereka tidak untuk dijual.
Dalam sebuah unggahan di akun X-nya pada hari Kamis (12/2), Araghchi menyatakan bahwa dalam demonstrasi akbar pada hari Rabu, “jutaan rakyat Iran kembali mengirimkan pesan yang jelas kepada dunia bahwa hak dan martabat Iran tidak untuk dijual.”
Dia menambahkan bahwa jutaan orang memadati jalan-jalan Iran untuk memperingati ulang tahun ke-47 dari apa yang oleh para cendekiawan digambarkan sebagai “Revolusi Besar Terakhir Abad ke-20.”
Araghchi mencatat bahwa Iran pasca Revolusi Islam telah membawa perkembangan yang mendalam, khususnya selama 12 bulan terakhir.
“Hanya dalam setahun terakhir saja, rakyat kita telah menjadi sasaran serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya oleh dua rezim bersenjata nuklir dan kemudian operasi teroris besar-besaran; namun Republik Islam Iran selalu berdiri teguh,” tegas diplomat senior Iran tersebut. (alalam/presstv)
Pertama Kali, Iran Orbitkan Satelit Penyiaran
Lembaga penyiaran nasional Iran telah berhasil meluncurkan satelit geostasioner khusus pertamanya, “Jam-e Jam 1”, yang terdaftar secara internasional sebagai “Iran DBS”, menandai langkah strategis menuju penguatan infrastruktur media berbasis ruang angkasa negara ini.
Satelit tersebut, yang dimiliki oleh Lembaga Penyiaran Republik Islam Iran (IRIB), diluncurkan ke luar angkasa dari Kosmodrom Baikonur di Kazakhstan. Jam-e Jam 1 ditempatkan ke orbit beberapa menit setelah lepas landas dengan roket pembawa Proton-M, bersamaan dengan satelit meteorologi Rusia.
Menurut Departemen Pengembangan dan Teknologi Media IRIB, Jam-e Jam 1 mewakili langkah teknis dan operasional pertama menuju implementasi teknologi penyiaran radio dan televisi interaktif generasi berikutnya.
Satelit ini dirancang untuk mengirimkan sinyal audio dan video interaktif ke stasiun penyiaran publik berbasis darat, meletakkan dasar bagi layanan penyiaran massal interaktif.
Berdasarkan rencana yang dijadwalkan, Jam-e Jam 1 akan dipindahkan dan distabilkan pada posisi orbit akhirnya di 34 derajat Bujur Timur dalam waktu kurang dari tiga minggu. Slot orbit yang ditentukan diharapkan dapat memberikan cakupan optimal untuk kebutuhan komunikasi IRIB.
Para pejabat terkait menekankan bahwa Jam-e Jam 1 bersifat berorientasi aplikasi. Tidak seperti satelit penyiaran langsung ke rumah (DTH) yang dirancang untuk penerima rumah tangga, sinyal dari satelit ini membutuhkan peralatan profesional dan khusus dan tidak dapat diterima melalui penerima satelit rumah biasa.
Proyek ini menjamin kerangka komunikasi yang diperlukan untuk mengkonsolidasikan teknologi penyiaran interaktif di dalam lembaga penyiaran nasional dan membuka apa yang disebut oleh para pejabat sebagai babak baru dalam kemandirian teknis media nasional Iran di domain berbasis ruang angkasa.
Kepala Badan Antariksa Iran (ISA), Hassan Salariyeh, pada awal bulan ini mengatakan bahwa rencana sedang disusun untuk meluncurkan satelit tambahan dan meresmikan proyek-proyek antariksa baru sebelum akhir tahun kalender Iran saat ini pada tanggal 20 Maret.
Ia juga mengumumkan peluncuran prototipe utama sistem satelit Syahid Qassem Soleimani yang akan ditempatkan di orbit Bumi rendah dan telah digambarkan sebagai proyek konstelasi satelit pertama dari jenisnya di Iran dan dunia Muslim.
Pernyataannya disampaikan saat Iran memamerkan pencapaian terbarunya dalam teknologi antariksa pada Hari Teknologi Antariksa Nasional pada tanggal 3 Februari, termasuk peluncuran satelit yang dikembangkan di dalam negeri, gambar pertama yang diambil oleh satelit Paya yang baru diluncurkan, dan fasilitas antariksa baru.
Iran pertama kali memasuki arena antariksa global pada Februari 2009 dengan peluncuran satelit Omid (Harapan) yang diproduksi di dalam negeri dengan roket Safir.
Sejak itu, meskipun dikenai sanksi oleh negara-negara Barat, negara republik Islam ini telah memperluas program antariksa sipilnya, dan sekarang dianggap sebagai salah satu negara teratas di dunia yang mampu mengembangkan dan meluncurkan satelit. (presstv)







