Rangkuman Berita Utama Timteng Senin 4 Maret 2024

Jakarta, ICMES. Sedikitnya sembilan orang tewas dan banyak lainnya terluka akibat  serangan Israel terhadap truk penyalur bantuan di Deir el-Balah, Jalur Gaza.

Kubu pejuang Irak melancarkan serangan drone terhadap pelabuhan terbesar dan tersibuk di Israel sebagai bentuk solidaritas terhadap rakyat Palestina yang diserang Israel di Gaza.

Pasukan Yaman kubu Ansarullah di Yaman bersumpah akan terus menenggelamkan kapal-kapal Inggris di Teluk Aden menyusul tenggelamnya kapal kargo Rubymar milik sebuah perusahaan Inggris.

Berita selengkapnya:

Biadab, Israel Serang Truk Pembawa Bantuan di Gaza, Sejumlah Orang Gugur

Sedikitnya sembilan orang tewas dan banyak lainnya terluka akibat  serangan Israel terhadap truk penyalur bantuan di Deir el-Balah, Jalur Gaza, Minggu (3/3), menurut laporan kantor berita Palestina, Wafa.

Seorang saksi mata menyebutkan bahwa daerah itu “dihujani rudal, pecahan peluru beterbangan, dan potongan tubuh beterbangan di udara.”

“Truk ini membawa bantuan, dengan relawan sipil di dalamnya. Mereka membawa makanan untuk pengungsi Gaza. Diduga Deir el-Balah merupakan zona aman,” terangnya.

Pada hari Minggu malam, juru bicara Kementerian Kesehatan Gaza Ashraf al-Qudra mengatakan ada “lusinan” korban dalam “pembantaian mengerikan” terhadap para pencari bantuan di dekat bundaran Kuwait di Jalan Salah al-Din di selatan Kota Gaza.

Belum ada komentar langsung dari militer Israel.

Belakangan ini militer Israel tampak sengaja menyasar orang-orang yang menunggu makanan dan apa pun untuk bertahan hidup

 Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan setidaknya 15 anak telah meninggal dalam beberapa hari terakhir akibat kekurangan gizi dan dehidrasi di Rumah Sakit Kamal Adwan di Kota Gaza.

Badan anak-anak PBB, UNICEF, memperingatkan bahwa akan lebih banyak lagi anak-anak di Gaza yang akan meninggal karena dehidrasi dan kekurangan gizi kecuali ada intervensi langsung untuk memastikan adanya bantuan.

“Sekarang, kematian anak-anak yang kami khawatirkan telah terjadi dan kemungkinan akan meningkat pesat kecuali perang berakhir dan hambatan terhadap bantuan kemanusiaan segera diselesaikan,” tulis direktur regional UNICEF untuk MENA, Adele Khodr, dalam sebuah pernyataan.

Sejauh ini, lebih dari 30.400 orang, sebagian besar perempuan dan anak-anak, gugur dalam perang Israel di Gaza sejak 7 Oktober, menurut pihak berwenang Palestina.

Israel melancarkan pemboman dahsyat dan invasi darat ke Jalur Gaza setelah Hamas, yang menguasai Gaza, memimpin serangan terhadap Israel yang menewaskan sedikitnya 1.139 orang, menurut angka resmi Israel, dan menawan sekitar 250 orang lainnya.

Negosiasi mengenai potensi gencatan senjata antara Israel dan Hamas dilanjutkan pada hari Minggu (3/2), setelah seorang pejabat AS menyebutkan bahwa Israel telah mendukung kerangka kerja untuk gencatan senjata sementara dan pertukaran tawanan Israel dan tahanan Palestina.

Pejabat Hamas tiba di Kairo pada hari Minggu, tetapi media Israel melaporkan bahwa Israel tidak mengirimkan delegasi untuk perundingan tersebut, yang dimediasi oleh utusan dari Qatar, Mesir dan AS.

Sehari sebelumnya, seorang narasumber yang mengetahui tentang perundingan tersebut mengatakan kepada Reuters  bahwa Israel dapat menjauh dari Kairo kecuali Hamas terlebih dahulu menyampaikan daftar tawanannya.

Sumber Palestina mengatakan kepada lembaga tersebut bahwa Hamas sejauh ini menolak permintaan tersebut.

Seorang pejabat AS sebelumnya mengatakan Israel telah menyetujui kerangka kesepakatan gencatan senjata yang akan dibahas di Kairo.

“Ada kesepakatan kerangka kerja. Israel kurang lebih telah menerimanya,” kata seorang pejabat senior AS di pemerintahan Presiden Joe Biden pada hari Sabtu. (raialyoum)

Kubu Pejuang Irak Serang Gudang Kimia Israel di Pelabuhan Haifa

Kubu pejuang Irak melancarkan serangan drone terhadap pelabuhan terbesar dan tersibuk di Israel (Palestina pendudukan 1948) sebagai bentuk solidaritas terhadap rakyat Palestina yang diserang Israel di Gaza.

Kelompok Resistesi Islam Irak (IRI), sebuah kelompok payung pejuang anti-teror, dalam sebuah pernyataan yang dipublikasikan di saluran Telegram pada hari Ahad (3/3), mengaku bertanggung jawab atas serangan udara yang menyasar gudang bahan kimia di dalam pelabuhan Haifa dua hari sebelumnya.

Disebutkan bahwa serangan itu dilakukan “sebagai penolakan terhadap kehadiran militer AS di Irak dan tempat lain di kawasan ini, dan untuk mendukung orang-orang kami di Gaza serta sebagai reaksi  atas pembantaian warga sipil Palestina, termasuk anak-anak, wanita, dan orang lansia oleh entitas perampas (Israel)”.

Mereka bersumpah akan terus menyerang Israel sampai “penghancuran benteng musuh.”

Bulan lalu, IRI juga mengaku mereka telah melakukan serangan drone di pelabuhan Haifa di wilayah pendudukan Israel.

Sebagai kelanjutan dari cara kami untuk melawan pendudukan dan mendukung rakyat kami di Gaza, (pejuang kami), dengan menggunakan drone, menyerang pelabuhan Haifa di wilayah pendudukan di Palestina,” ungkapIRI dalam sebuah pernyataan pada tanggal 1 Februari.

Mereka juga mengaku bertanggung jawab atas serangan yang membidik pangkalan militer yang diduduki AS, termasuk serangan pada akhir Januari di perbatasan Yordania dengan Suriah yang menewaskan tiga tentara AS.

Sejak dimulainya agresi, Israel telah membunuh sedikitnya 30.410 warga Palestina, sebagian besar perempuan dan anak-anak, menurut hitungan terbaru Kementerian Kesehatan Gaza.

AS, sekutu tradisional Israel, telah mendukung serangan Tel Aviv di wilayah Palestina dan memberikan dukungan militer yang luas kepada rezim tersebut sejak awal perang.

Washington juga menggunakan hak vetonya untuk menghalangi resolusi Dewan Keamanan PBB yang menuntut gencatan senjata segera di Gaza. (presstv)

Pasukan Yaman Bersumpah akan Terus Menyerang Kapal Inggris di Laut Merah

Pasukan Yaman kubu Ansarullah di Yaman bersumpah akan terus menenggelamkan kapal-kapal Inggris di Teluk Aden menyusul tenggelamnya kapal kargo Rubymar milik sebuah perusahaan Inggris.

Militer AS mengkonfirmasi kemarin, Sabtu, bahwa kapal Rubymar tenggelam perlahan setelah terkena rudal balistik anti-kapal yang diluncurkan oleh “Ansarullah pada 18 Februari. Militer AS juga menyebutkan bahwa tenggelamnya kapal itu akan berdampak buruk bagi lingkungan hidup.

Hussein Al-Ezzi, Wakil Menteri Luar Negeri di pemerintahan pimpinan Ansarullah menegaskan Yaman akan terus menenggelamkan lebih banyak kapal Inggris, dan segala dampak atau kerusakan lainnya akan ditambahkan ke dalam rencana Inggris, karena Inggris adalah negara keji yang menyerang Yaman, dan AS pun mensponsori kejahatan yang sedang berlangsung terhadap warga sipil di Gaza.

Anggota Dewan Tinggi Politik Yaman, Muhammad Ali Al-Houthi Sabtu malam lalu di platform X menegaskan kembali syarat   pemulihan kapal Inggris Rubymar yang tenggelam di Laut Merah “dengan memastikan masuknya bantuan ke Gaza.”

 Pada tanggal 18 Februari, kelompok Houthi mengumumkan bahwa mereka telah menargetkan kapal kargo  Rubymar  di Laut Merah dengan beberapa rudal maritim, menyebabkan kapal tersebut rusak dan terancam tenggelam.

Rakyat Yaman telah menegaskan  mereka tidak akan ragu untuk melakukan operasi serangan terhadap semua target musuh demi mempertahankan tanah air mereka dan menegaskan kembali dukungan mereka yang tak tergoyahkan terhadap bangsa Palestina.

Mereka mengatakan sebelumnya bahwa serangan yang membidik kapal-kapal di Laut Merah tidak akan berhenti kecuali rezim Zionis Israel mengakhiri kampanye genosida terhadap Jalur Gaza.

Namun demikian, perusahaan pelayaran internasional yang tak ada kaitannya dengan  Israel dipastikan aman  berlayar di wilayah tersebut , menurut Angkatan Bersenjata Yaman. (raialyoum/presstv)