Rangkuman Berita Utama Timteng Senin 9 September 2019

latihan perang pasukan israelJakarta, ICMES. Pasukan Pertahanan Israel (IDF) memulai latihan dan simulasi perang berskala luas di bagian utara wilayahnya untuk menghadapi kemungkinan perang dengan Hizbullah.

Iran mengumumkan bahwa kapal tanker “Adrian Darya 1” miliknya sudah mencapai tujuannya dan telah menjual minyak yang dimuatnya.

Petinggi pasukan relawan Irak al-Hashd al-Shaabi menyatakan bahwa pemerintah Irak mendapat tekanan dari dalam dan luar negeri terkait dengan ulah Rezim Zionis Israel terhadap Irak.

Dai kondang Arab Saudi Umar al-Muqbil mengecam berbagai kegiatan yang dilakukan oleh Dinas Hiburan Umum (General Authority for Entertainment/GEA) negara ini.

Berita selengkapnya:

Israel Gelar Latihan dan Simulasi Perang dengan Hizbullah

Pasukan Pertahanan Israel (IDF) memulai latihan dan simulasi perang berskala luas di bagian utara wilayahnya, Ahad (9/9/2019), untuk menghadapi kemungkinan perang dengan kelompok pejuang Hizbullah yang berbasis di Libanon dan kekuatan-kekuatan lain yang bersekutu dengan Iran.

Sebagaimana disebutkan oleh website The Times of Israel, IDF menyatakan bahwa latihan perang itu lebih difokuskan pada aspek perfoma para perwira dan staf mereka daripada aspek taktik dan manuver perang.

“Latihan perang ini bertujuan meningkatkan meningkatkan kinerja Staf Umum (IDF) dan berbagai markas besar dalam perang,” ungkap IDF dalam sebuah pernyataannya.

Latihan perang melibatkan unit komando angkatan udara, angkatan laut, pasukan darat, intelijen, logistik, komunikasi dan unit cyber.

Menurut The Times of Israel, beberapa aspek latihan perang ini semula dijadwalkan untuk pekan lalu, tapi ditunda akibat meningkatnya ketegangan dengan Hizbullah, yang disebutnya sebagai kelompok teroris.

IDF menyebutkan bahwa latihan itu dijadwalkan berakhir Rabu (11/9/2019).

“Berbagai skenario akan disimulasikan, dengan penekanan pada kerja sama, perencanaan multi-sistem dan operasi selama masa perang,” ungkap IDF.

Ketegangan Israel dengan Hizbullah yang didukung Iran meningkat dalam beberapa pekan terakhir. Dilaporkan bahwa eskalasi ini terjadi setelah tentara Israel pada akhir bulan lalu menggagalkan upaya para sekutu Iran di Suriah melancarkan serangan ke Israel utara dengan drone bersenjata, dan kemudian terjadi pula upaya serangan drone Israel di Beirut.

Sebagai reaksi atas peristiwa itu, Ahad pekan lalu Hizbullah menyerang kendaraan lapis baja Israel di dekat perbatasan Israel-Libanon, yang menurut klaim Hizbullah, telah menewaskan dan melukai semua tentara Zionis yang ada di dalam kendaraan itu, namun Israel membantah klaim ini dengan menyatakan bahwa serangan itu tidak menjatuhkan korban jiwa maupun luka. (thetimesofisrael/raialyoum)

Iran Resmi Umumkan Kapal Tanker Kontroversialnya Sudah Menjual Minyaknya

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Abbas Mousavi, Ahad (8/9/2011), mengumumkan bahwa kapal tanker “Adrian Darya 1” milik negara ini sudah mencapai tujuannya dan telah menjual minyak yang dimuatnya.

“Kamilah yang menentukan arah kapal tanker minyak Iran, dan ia sudah tiba mencapai tujuannya, dan minyak yang dimuat sudah terjual. Ia sekarang berada di laut,” ungkapnya, tanpa menyebutkan nama tempat atau negara tujuan maupun pihak yang telah membeli minyak itu.

Dia menambahkan bahwa tindakan hukum terkait dengan kapal tanker minyak Inggris yang ditahan di Iran sedang menjalani tahap-tahap akhir.

Sehari sebelumnya Kementerian Luar Negeri Inggris mengungkapkan kekesalannya atas mendekatnya kapal Adrian Darya 1 ke kawasan pantai Suriah.

Kementerian ini menyebut Iran telah melanggar janjinya untuk tidak menuju Suriah, dan karena Iran  itu telah “menempuh jalur yang cacat moral”.

Sebelumnya, kantor berita Associated Press (AP) yang berbasis di AS melaporkan bahwa foto-foto hasil pencitraan satelit mengungkap keberadaan Adrian Darya 1 di dekat pelabuhan Tartus, Suriah.

AP mengaku telah mendapat foto-foto itu dari Maxar Technologies Inc. , perusahaan teknologi luar angkasa di Westminster, Colorado, AS.

Menurut AP, Adrian Daryai 1 terpantau mendekati Suriah meskipun ketika kapal supertanker itu ditahan oleh pasukan Inggris di Gibraltar beberapa pekan lalu Iran berjanji untuk tidak melayarkan kapal itu ke Suriah yang dikenai sanksi oleh Uni Eropa.

Mengomentari foto-foto itu penasehat keamanan nasional AS John Bolton menyatakan bahwa berilusi belaka orang yang mengatakan kapal tanker minyak Iran yang memuat 2.1 juta barel minyak seharga US$ 130 juta itu tidak mengarah ke Suriah. (raialyoum)

Irak Mendapat Tekanan Terkait dengan Pelanggaran Zona Udara oleh Israel

Petinggi pasukan relawan Irak al-Hashd al-Shaabi menyatakan bahwa pemerintah Irak mendapat tekanan dari dalam dan luar negeri terkait dengan ulah Rezim Zionis Israel terhadap Irak.

Abu Ala al-Walai, Sekjen Brigade Brigade Sayyid al-Syuhada’, salah satu elemen al-Hashd al-Shaabi, dalam wawancara dengan saluran TV al-Alam milik Iran, Ahad (8/9/2019), mengatakan bahwa pemerintah Baghdad jelas ditekan oleh AS ihwal tindakan Israel secara langsung melanggar zona udara Irak, sementara di sisi lain peristiwa ini juga memicu tekanan dari dalam negeri  agar pemerintah Irak mengeluar keputusan untuk mengeluarkan pasukan AS dari Negeri 1001 Malam itu.

Dia menambahkan, “Bola sekarang ada arena pemerintah Irak. Pelanggaran sudah sering terjadi dengan berbagai dalih, termasuk melindungi Kedutaan Besar AS.”

Al-Walai juga menyebutkan bahwa dalam 48 terakhir beberapa pesawat terdeteksi melayang di angkasa kamp militer Saqar dekat Baghdad, ibu kota Irak, dan peristiwa ini sudah dilaporkan kepada para pejabat Irak agar segera ditangani.

Dia mengingatkan pemerintah agar menempuh jalur diplomatik terkait dengan tekanan Washington karena bagaimanapun juga segala sesuatunya ada di tangan Baghdad sendiri. (alalam)

Da’i Kondang Saudi Sebut  Dinas Hiburan Umum Negara ini “Datangkan Kemurkaan Allah”

Dai kondang Arab Saudi Umar al-Muqbil mengecam berbagai kegiatan yang dilakukan oleh Dinas Hiburan Umum (General Authority for Entertainment/GEA) negara ini dengan menyebutnya “menyebabkan masyarakat terkelupas dari identitasnya dan mendatangkan kemurakaan Allah.”

Dalam sebuah ceramah yang rekaman videonya beredar viral di media sosial, al-Muqbil mengaku tidak menentang hiburan, melainkan justru mendukungnya “selagi masih berada dalam ketentuan-ketentuan syariat, baik dalam ucapan maupun tindakan.”

“Kami menentang pengelupasan masyarakat dari identitasnya, penyembelihan rasa malu atas nama hiburan,”kecamnya.

Dia menyinggung dan mengecam salah satu kegiatan GEA berupa pelibatan para artis dan selebritis ternama asing dalam pentas-pentas musik dan joget di Arab Saudi.

Al-Muqbil menegaskan, “Kami menentang tindakan mengundang para pengembara dan kaum fasik asing ke Negeri Haramain (Saudi) atas nama hiburan untuk kemudian para generasi kita terbuka bagi para teladan buruk itu tampil sebagai bintang dan panutan.”

GEA didirikan di Arab Saudi pada 7 Mei 2016 untuk menangani dan mengelola segala yang terkait dengan aktivitas hiburan.

Dinas ini semula dipimpin oleh Ahmad bin Aqil al-Khatib yang kemudian dicopot pada 18 Juni 2018 dan digantikan oleh Turki al-Sheikh. (raialyoum)