Rangkuman Berita Utama Timteng Senin 9 Desember 2019

kapal induk ASJakarta, ICMES. Menteri Pertahanan Iran Brigjen Amir Hatami menegaskan bahwa angkatan bersenjata negara ini memantau segala pergerakan musuh secara kontinyu.

Kelompok pejuang Ansarullah (Houthi) di Yaman memastikan pihaknya terus menggalang kekuatan untuk dapat melancarkan serangan strategis secara komprehensif yang dapat melumpuh kekuatan musuhnya.

Kantor berita resmi Arab Saudi, SPA, melaporkan bahwa tiga tentara negara ini tewas dalam pertempuran dengan para pejuang Yaman.

Samir Al-Khatib, seorang pengusaha yang namanya belakangan ini disebut-sebut sebagai calon perdana menteri di Lebanon, menyatakan mundur dari pencalonan dirinya.

Berita selengkapnya:

AS Ganti Kapal Induk di Teluk, Iran Nyatakan Kontinyu Mematau Pergerakan Musuhnya

Menteri Pertahanan Iran Brigjen Amir Hatami menegaskan bahwa angkatan bersenjata negara ini memantau segala pergerakan musuh secara kontinyu.

Dalam rapat khusus kajian mengenai anggaran Kementerian Pertahanan Iran tahun depan, Ahad (8/12/2019), Hatami mengatakan, “Kondisi kita sekarang mengharuskan keberlanjutan penguatan konstruksi pertahanan negara dengan melihat jenis ancaman.”

Dia menilai Iran sedang menghadapi serangan langsung di berbagai bidang dari musuh-musuhnya.

“Kita sekarang menghadapi perang langsung di berbagai aspek sains, ekonomi, kebudayaan, dan sosial. Seandainya daya pertahanan Republik Islam Iran tidak mencapai level ini dalam pencegahan efektif dan kekuatan maka tak syak lagi kita akan mendapat ancaman militer,” tuturnya.

Dia juga mengatakan, “Melalui jangkauan informasi dan keamanannya, Angkatan Bersenjata memantau semua pergerakan musuh saat demi saat, dan sudah seharusnya kita menempatkan persenjataan dan sarana pertahanan kita pada posisi aktif melalui pengelolaan anggaran dan alokasi pertahanan sesuai ancaman dan bahaya potensial.”

Sementara itu, data satelit Eropa menunjukkan bahwa armada perang yang dipimpin kapal induk USS Harry Truman memasuki perairan Mediterania timur menuju Teluk Persia untuk menggantikan kapal induk USS Abraham Lincoln.

Selain USS Harry Truman, armada ini mencakup USS Normandy dan sejumlah kapal perusak, termasuk USS Ross, dan kapal selam nuklir ofensif.

Menurut informasi resmi dari Armada Keenam Angkatan Laut AS, kapal selam nuklir Florida yang memiliki 154 rudal bersayap Tomahawk dengan jangkauan 1600 kilometer juga hadir di Mediterania timur.

Armada itu sedang bergerak menuju Teluk Persia melalui Terusan Suez untuk menggantikan kapal induk USS Abraham Lincoln, yang masih berada di kawasan tersebut untuk jangka waktu yang lebih lama dari rencananya semula, yaitu enam bulan.

Harry Truman semula direncanakan dikirim ke Timur Tengah pada Oktober 2019, namun tertunda akibat masalah teknis yang serius pada jaringan listriknya.

Di tengah eskalasi ketegangan antara Washington dan Teheran armada perang AS yang dipimpin oleh kapal USS Abraham Lincoln memasuki perairan Teluk Persia untuk pertama kalinya pada 19 November 2019 setelah berlayar di perairan Teluk Oman dan Laut Arab selama enam bulan sejak Mei 2019. (alalam/raialyoum)

Ansarullah Pastikan Terus Menggalang Kekuatan Militer

Kelompok pejuang Ansarullah (Houthi) di Yaman memastikan pihaknya terus menggalang kekuatan untuk dapat melancarkan serangan strategis secara komprehensif yang dapat melumpuh kekuatan musuhnya.

Mayjen Nasser al-Atefi, Menteri pertahanan Yaman di Sanaa, ibu kota Yaman yang dikuasai Ansarullah, Ahad (8/12/2019), menegaskan, “Negara-negara agresor (Saudi dan sekutunya) tidak jujur mengenai perdamaian… Jika agresi dan blokade masih berlanjut maka kami tidak diam berpengku tangan.”

Dia mengatakan, “Industri militer Yaman terus berkejaran dengan waktu hingga mencapai tahap yang mencengangkan dan level yang tak dapat dibandingkan bahkan dengan negara-negara yang telah puluhan tahun silam mendahului kami di bidang ini. Semua ini dilakukan oleh para ahli dan kader Yaman yang tulus.”

Al-Atefi menyinggung negara-negara dan rezim yang terlibat, termasuk Israel, dalam invasi militer ke Yaman dalam aliansi yang dipimpin oleh Arab Saudi.

“Angkatan bersenjata kami masih berada pada janji dan ancamannya terkait dengan Emirat, dan kami memantau dari dekat kegiatan konspirasinya… Kami kembali mengajak dan mengingatkan pemerintah Sudah untuk segera menarik pasukannya dari Yaman sebelum kehilangan kesempatan…  Israel ikut berpartisipasi dalam agresi ke Yaman sejak hari pertama. Balasan akan datang tanpa diragukan lagi,” ancamnya. (alalam)

Saudi Umumkan Kematian Dua Tentaranya dalam Perang di Jizan

Kantor berita resmi Arab Saudi, SPA, Ahad (8/12/2019), melaporkan bahwa tiga tentara negara ini tewas dalam pertempuran dengan para pejuang Yaman.

SPA menyebutkan bahwa  Ahmed bin Yahya Suleiman al-Ghazwani dan Prajurit Sultan bin Isa Shibli, dua anggota angkatan bersenjata negara ini, tewas “dalam membela agama dan tanah air di perbatasan selatan di wilayah Jazan.”

Arab Saudi memimpin aliansi militer yang menginvasi Yaman sejak Maret 2015 demi membela pemerintahan presiden Abed Rabbuh Mansour Hadi yang tersingkir oleh revolusi rakyat yang digerakkan oleh Ansarullah (Houthi), namun hingga kini invasi itu gagal memulihan pemerintahan Hadi, dan kekuatan militer Ansarullah justru terus meningkat drastis.

Di hari yang sama Ansarullah memastikan pihaknya terus menggalang kekuatan untuk dapat melancarkan serangan strategis secara komprehensif yang dapat melumpuh kekuatan musuhnya. (mm/raialyoum)

Samir al-Khatib Mundur dari Calon Perdana Menteri Libanon

Samir Al-Khatib, seorang pengusaha yang namanya belakangan ini disebut-sebut sebagai calon perdana menteri di Lebanon, menyatakan bahwa setelah dia bertemu dengan Mufti Besar Syekh Abd al-Latif Darian diketahui telah ada “konsensus” di antara komunitas Sunni untuk mengembalikan Saad Hariri ke jabatan perdana menteri, dan karena itu al-Khatib menyatakan mundur dari pencalonan dirinya.

“Saya mengetahui dari (MuftI) Yang Mulia bahwa sebagai hasil dari pertemuan, konsultasi dan kontak dengan anggota komunitas Islam, disepakati pencalonan Saad Hariri untuk membentuk pemerintahan mendatang,” kata Khatib, Ahad (8/12/2019).

Kalangan Sunni menempati posisi perdana menteri di Lebanon, negara yang sejak 17 Oktober lalu dilanda gelombang aksi protes yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap seluruh elit politik yang dituduh sebagai koruptor.

Sistem politik Libanon didasarkan pada representasi berbagai sekte dalam pemerintahan, dan Hariri adalah perwakilan yang paling menonjol dari pihak Sunni.

Al-Khatib menambahkan bahwa dia akan bertemu Al-Hariri untuk memberitahukan masalah ini kepadanya.

Dia beralasan, “Sebab dia adalah orang yang memanggil saya untuk membentuk pemerintahan baru.”

Hariri sendiri pada akhir November lalu mengaku tidak ingin memimpin pemerintahan berikutnya.

Al-Khatib menyatakan demikian pada Ahad malam ketika parlemen melakukan sidang konsultasi yang mengikat sesuai konstitusi dan seruan Presiden Michel Aoun untuk penunjukan perdana menteri baru.

Al-Khatib adalah pengusaha yang mengelola salah satu perusahaan teknik utama di Lebanon. Dia dekat dengan lingkaran penguasa meskipun tidak memiliki pengalaman politik.

Sementara itu, “Komite Koordinasi untuk Revolusi” yang menggalang gelombang protes menyatakan penolakannya terhadap pengembalian Saad Hariri ke jabatan perdana menteri.  Mereka menekankan bahwa secara umum mereka menolak semua orang yang terkait dengan lingkaran-lingkaran elit politik yang ada selama ini.

Penolakan ini mereka tegaskan dalam konferensi persnya di hari yang sama dan setelah Samir al-Khatib mengumumkan pengunduran dirinya. (raialyoum)