Jakarta, ICMES. Angkatan Darat Korps Garda Revolusi Islam Iran berhasil menguji coba rudal Fajr-5 versi baru berhulu ledak termobarik yang memperkuat daya destruktif misil ini.

Komandan Angkatan Laut Amerika Serikat di Komando Pusat, Wakil Laksamana Brad Cooper, menyatakan negaranya ingin mengoperasikan 100 kapal nirawak di Teluk Persia pada akhir musim panas mendatang.
Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu menyatakan bahwa langkah cepat dapat diambil untuk menormalisasi hubungan antara Ankara dan Damaskus setelah pertemuan tingkat menteri mengenai Suriah di Moskow, dengan tanpa prasyarat.
Gerakan Perlawanan Islam Palestina, Hamas, menyatakan pihaknya menyambut baik pengumuman kembalinya Suriah ke Liga Arab.
Berita Selengkapnya:
Iran Sukses Ujicoba Misil Berhulu Ledak Termobarik
Angkatan Darat (AD) Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran berhasil menguji coba rudal Fajr-5 versi baru berhulu ledak termobarik yang memperkuat daya destruktif misil ini.
Para pakar Iran di Lembaga Riset dan Jihad Swasembada AD IRGC telah melengkapi rudal Fajr-5 dengan hulu ledak termobarik.
Disebutkan bahwa hulu ledak termobarik itu meningkatkan daya destruktif satu setengah kali lebih besar daripada TNT serta meningkatkan radius ledakan dan efek termal.
Sensitivitas bahan peledak termobarik yang lebih rendah daripada TNT menjadikannya pilihan yang lebih aman dibandingkan dengan hulu ledak konvensional.
Fungsi hulu ledak termobarik juga akan membuat rudal Fajr-5 menjadi senjata yang cocok untuk memerangi kelompok teroris yang bersembunyi di daerah pegunungan.
Fajr-5 dikenal sebagai versi paling canggih dan jangkauan terjauh dari rudal darat-ke-darat tipe Fajr yang telah diproduksi di berbagai kelas dengan kegunaan yang berbeda.
Rudal 333 mm yang menggunakan bahan bakar padat itu memiliki versi satu dan dua tahap, dengan jangkauan masing-masing 75 km dan 180 km.
Para petinggi militer Iran menyatakan bahwa dalam hal teknologi rudal, Iran berada di atas tingkat global, dan berbagai jenis peralatan militer buatan Iran disukai oleh berbagai kekuatan dunia.
Doktrin militer Republik Islam menyatakan bahwa kemampuan bersenjata negara ini semata-mata untuk tujuan pertahanan.
Pakar dan teknisi militer Iran dalam beberapa tahun terakhir telah membuat kemajuan besar dalam pembuatan berbagai peralatan dalam negeri, membuat angkatan bersenjatanya mandiri di bidang alutsista.
Pemerintah Iran telah berulang kali menekankan bahwa negara ini tidak akan ragu dalam meningkatkan kemampuan militernya, termasuk kekuatan rudal dan drone, yang sepenuhnya dimaksudkan untuk pertahanan, dan bahwa kemampuan pertahanan Iran tidak akan pernah dinegosiasikan dengan pihak lain di dunia. (alalam/fna)
AS akan Kerahkan 100 Kapal Nirawak di Teluk Persia untuk Hadapi Iran
Komandan Angkatan Laut (AL) Amerika Serikat (AS) di Komando Pusat, Wakil Laksamana Brad Cooper, menyatakan negaranya ingin mengoperasikan 100 kapal nirawak di Teluk Persia pada akhir musim panas mendatang.
Majalah Bloomberg yang berbasis di AS, Sabtu (7/5), melaporkan bahwa negara ini berencana mengerahkan 100 kapal nirawak tambahan di Laut Teluk Persia dalam upaya meyakinkan sekutunya di Timur Tengah untuk memfasilitasi patrolinya dalam menghadapi Iran.
Bloomberg menyebutkan bahwa AS sedang berusaha meningkatkan jumlah kapal bermotor ini di sekitar Semenanjung Arab untuk mendeteksi ancaman Iran dengan lebih baik, dalam sebuah langkah yang bertujuan untuk melindungi jalur air penting untuk perdagangan global dan perdagangan minyak.
Brad Cooper, komandan AS AS di Komando Pusat dan komandan Armada Kelima AS dan Pasukan Maritim Gabungan, mengatakan bahwa negaranya ingin mengoperasikan 100 kapal nirawak pada akhir musim panas, dan bahwa target awal 50 perahu telah dicapai Februari lalu.
Kabar ini tersiar setelah Iran dalam waktu satu minggu menyita dua kapal tanker minyak yang berlayar melalui Selat Hormuz antara Iran dan Oman.
Selain terkait dengan Iran, AS juga prihatin dengan upaya China memperluas hubungan militer dan keamanan dengan negara-negara Teluk Persia, yang secara historis mengandalkan AS untuk kebutuhan pertahanan.
China yang notabene mitra dagang terbesar bagi sebagian besar negara kawasan tersebut dan pembeli minyak mentah terbesar dari kawasan tersebut, telah memiliki pangkalan AL di Djibouti di kawasan Tanduk Afrika.
Pada Maret lalu China melakukan latihan maritim bersama dengan Iran dan Rusia di Teluk Oman. (alalam)
Menlu Turki: Langkah Cepat Dapat Diambil untuk Normalisasi Hubungan dengan Suriah
Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu menyatakan bahwa langkah cepat dapat diambil untuk menormalisasi hubungan antara Ankara dan Damaskus setelah pertemuan tingkat menteri mengenai Suriah di Moskow, dengan tanpa prasyarat.
Menteri Turki juga menekankan perlunya mencapai kemajuan bertahap dalam peta jalan.
“Apa yang Anda maksud dengan kemajuan pesat? Kemajuan melawan PKK dan YPG? Para menteri pertahanan dan intelijen akan bertemu untuk membahas masalah ini,†tutur Cavusoglu dalam sebuah wawancara dengan surat kabar Turki Habertürk, seperti dikutip Al-Alam, Ahad (7/5).
“Mengenai proses politik dan kembalinya warga Suriah ke tanah air mereka, ini adalah masalah yang harus dipertimbangkan dalam kerangka peta jalan. Tetapi masalahnya tergantung pada pendekatan otoritas Suriah, tetapi jika prasyarat diajukan, seperti penarikan angkatan bersenjata kita, tidak akan ada kemajuan,†sambungnya.
Sebelumnya, Cavusoglu mengatakan bahwa pertemuan para menteri luar negeri Turki, Rusia, Suriah dan Iran dijadwalkan akan diadakan untuk menyelesaikan situasi di Suriah dan menormalisasi hubungan antara Ankara dan Damaskus, pada 10 Mei di Moskow. (alalam)
Hamas Sambut Baik Kembalinya Suriah ke Liga Arab
Gerakan Perlawanan Islam Palestina, Hamas, menyatakan pihaknya menyambut baik pengumuman kembalinya Suriah ke Liga Arab.
Juru bicara Hamas, Hazem Qassem, Ahad malam (7/5), mengatakan, “Kami menyambut baik pengumuman menteri luar negeri negara-negara Arab bahwa Suriah akan kembali menduduki kursinya di Liga Arab.”
Hazem Qassem menambahkan, “Kami berharap semua dampak dari krisis Suriah akan segera diatasi.”
Juru bicara Hamas menyerukan “penguatan hubungan antar semua komponen umat, untuk memantapkan posisinya dalam menghadapi ambisi kolonial eksternal, terutama proyek ekspansionis Zionis.”
Para menteri luar negeri Liga Negara Arab usai pertemuan mereka di Kairo, ibu kota Mesir, Ahad, mengeluarkan Resolusi No. 8914, di mana mereka mengumumkan dimulainya kembali partisipasi delegasi pemerintah Republik Arab Suriah dalam pertemuan Dewan Liga Negara Arab, dan semua organisasi dan agensi afiliasinya, per 7 Mei 2023.
Sekjen Liga Negara Arab, Ahmed Aboul Gheit, mengatakan bahwa dia akan memberi tahu Suriah malam ini tentang unsur-unsur Resolusi No. 8914. (alalam)







