Jakarta, ICMES. Iran menyatakansiap menghadapi kemungkinan serangan biologi dan kimia, dan dalam rangka ini Kementerian Pertahanan telah melengkapi puluhan kota di Iran dengan sistem pertahanan sipil untuk memantau dan menggagalkan plot berbahaya.

Iran membantah laporan harian Asharq Al-Awsat milik Arab Saudi yang mengklaim bahwa Mosow telah mendesak Teheran agar menarik pasukan Iran dari pangkalan-pangkalan militer di Suriah di tengah gelombang serangan Israel.
Kementerian Intelijen Iran mengumumkan bahwa pasukan keamanan di Iran utara telah menciduk sejumlah anggota kelompok mata-mata dari sekte Baha’i yang menjalin hubungan dengan Rezim Zionis Israel.
Sedikitnya enam tentara Israel dan seorang sopir terluka dalam peristiwa penembakan terhadap sebuah bus di Tepi Barat.
Berita Selengkapnya:
Militer Iran Mengaku Siap Hadapi Ancaman Senjata Biologi dan Kimia
Wakil Menteri Pertahanan Iran Brigjen Mehdi Farahi menyatakan bahwa negaranya siap mempertahankan diri terhadap kemungkinan serangan biologi dan kimia, dan bahwa Kementerian Pertahanan telah melengkapi puluhan kota di Iran dengan sistem pertahanan sipil untuk memantau dan menggagalkan plot berbahaya.
“Hari ini, bentuk pertempuran menjadi lebih rumit, tergantung pada kekuatan negara, dan pada kenyataannya perang hibridaâ€, ungkap Farahi, sembari menyebutkan bahwa perang demikian, termasuk serangan radioaktif, biologis, dan siber, sedikit banyak menggeser perang klasik dan tradisional.
Dia menambahkan bahwa Kementerian Pertahanan Iran telah mengembangkan infrastruktur yang diperlukan untuk mengidentifikasi dan menggagalkan semua jenis ancaman biologis, radioaktif dan kimia.
Dia juga menekankan keharusan Angkatan Bersenjata mendapatkan kesiapan yang diperlukan untuk membuat keputusan dalam kemungkinan pertempuran di masa mendatang.
“Kementerian Pertahanan Iran telah melengkapi 51 kota di seluruh negeri dengan sistem pertahanan sipil untuk memantau dan menggagalkan setiap ancaman dalam tempo sesingkat mungkin,†lanjut pejabat pertahanan itu.
Farahi mencatat bahwa peralatan pertahanan sipil demikian akan membantu Angkatan Bersenjata Iran menjalankan misi seperti mengidentifikasi dan memantau ancaman melalui penggunaan dan koordinasi infrastruktur perangkat keras dan dukungan perangkat lunak sepanjang waktu berdasarkan jenis ancaman dan risiko.
Jika ada ancaman terhadap negara, menurutnya, Angkatan Bersenjata tidak akan lengah, melainkan akan dapat mengambil “tindakan yang paling tepat dalam waktu sesingkat mungkin untuk mengidentifikasi, menghalau, dan menanggapi ancaman”.
Petinggi militer Iran itu menekankan bahwa semua sektor pertahanan perlu menyusun rencana yang proporsional dengan laju perubahan dan kemajuan teknologi di dunia. (fna)
Iran Bantah Laporan Media Saudi bahwa Rusia Minta Pasukan Iran Ditarik di Suriah
Iran membantah laporan harian Asharq Al-Awsat milik Arab Saudi yang mengklaim bahwa Mosow telah mendesak Teheran agar menarik pasukan Iran dari pangkalan-pangkalan militer di Suriah di tengah gelombang serangan Israel.
Surat kabar Asharq Al-Awsat Jumat lalu menerbitkan sebuah artikel yang mengklaim bahwa Rusia telah mendesak pasukan Iran menyingkir dari posisi-posisi militer di barat provinsi Hama, Suriah, serta dari posisi di Suriah tengah dan barat agar pasukan ini tak menjadi sasaran serangan Israel.
Nour News, yang berafiliasi dengan Dewan Tinggi Keamanan Nasional Iran (SNSC) Iran, Ahad (4/9), membantah klaim itu dengan menyebutnya laporan “palsu” dan bahwa Moskow belum pernah membuat desakan demikian kepada Teheran.
Asharq Al-Awsat menyebutkan bahwa desakan Rusia itu terjadi setelah rezim Tel Aviv melakukan “beberapa” serangan udara terhadap Suriah, tapi Nour News menekankan bahwa “serangan Zionis dibesar-besarkan”.
“Pemalsuan berita semacam itu bertujuan meningkatkan moral sisa-sisa teroris takfiri di Suriah dan juga untuk mengesankan rezim Zionis sebagai (pemain) berpengaruh dalam perimbangan politik dan keamanan di kawasan ,” tambah Nour News, yang juga menekankan bahwa berita itu tidak didasarkan pada realitas lapangan di Suriah saat ini.
Nour News juga menyatakan bahwa Iran telah memberikan asistensi militer kepada Suriah adalah karena ada permintaan dari pemerintah Damaskus dengan tujuan memerangi terorisme.
“Kerjasama strategis antara Iran, Suriah dan Rusia dalam perang melawan terorisme di kawasan , terutama di Suriah, akan berlanjut dengan kuat,†ungkap Nour News.
Iran mempertahankan misi asistensinya di Suriah atas permintaan Damaskus dengan tujuan membantunya menumpas militan proksi asing yang telah memerangi pemerintah Suriah sejak 2011.
Di pihak lain, Israel menjadi pendukung utama kelompok teroris dan telah menargetkan posisi-posisi penasihat militer Iran serta Tentara Suriah dan kelompok-kelompok perlawanan yang telah memerangi teroris. (fna)
Iran Gulung Jaringan Mata-Mata Israel dari Sekte Baha’i
Kementerian Intelijen Iran mengumumkan bahwa pasukan keamanan di Iran utara telah menciduk sejumlah anggota kelompok mata-mata dari sekte Baha’i yang menjalin hubungan dengan Rezim Zionis Israel.
“Sejumlah 12 anggota kelompok yang didukung rezim Israel telah diidentifikasi dan ditangkap di berbagai kota di provinsi Mazandaran,” bunyi pernyataan itu, Ahad (4/9).
“Dua pemimpin organisasi mata-mata ini dilatih dalam kelompok yang didukung rezim Israel bernama Bait Al-Adl di wilayah pendudukan Palestina (Israel) dan telah membentuk sel mata-mata dengan para anggota organisasi (yang tersebar) di seluruh provinsi Mazandaran,” tambahnya.
Kementerian Intelijen Iran memastikan bahwa setiap kegiatan jaringan mata-mata yang terkait dengan Israel dan kelompok kontra-revolusi Iran akan terus dipantau secara ketat oleh pasukan intelijen Kementerian Intelijen, dan agen mereka akan ditindak tegas dan keras.
Pada bulan lalu, Kementerian Intelijen Iran juga telah meringkus beberapa anggota sel mata-mata Baha’i yang berkoneksi dengan Israel.
“Para tahanan secara langsung terkait dengan kelompok yang didukung rezim Israel yang disebut Bait Al-Adl yang berbasis di wilayah pendudukan,” ungkap kementerian itu.
Kementerian itu menambahkan bahwa berdasar alat bukti yang diperoleh, Bait Al-Adl memberikan instruksi kepada kelompok yang ditahan di Iran untuk menghidupkan kembali sekte Bahaisme.
“Kelompok itu ditugaskan untuk mempromosikan Bahaisme di pusat-pusat pendidikan di berbagai tingkat, terutama di taman kanak-kanak di seluruh negeri,” lanjutnya.
Kementerian itu juga menyebutkan bahwa kelompok yang berbasis di Iran itu mengadakan pertemuan yang berbeda dengan kelompok yang didukung rezim Israel dan memberi pengarahan tentang kegiatan mereka untuk menghasut protes terhadap aturan hijab di Iran.
Meskipun para anggota sekte Baha’i telah mengakui kejahatan mereka dalam berbagai kasus, namun Barat, terutama Amerika Serikat, menuding Iran melanggar HAM mereka, lantaran otoritas Iran menghentikan kegiatan ilegal sekte tersebut. (fna)
Bus di Tepi Barat Diserang, Sejumlah Tentara Israel Terluka
Sedikitnya enam tentara Israel dan seorang sopir terluka dalam peristiwa penembakan terhadap sebuah bus di Tepi Barat, kata otoritas militer dan petugas medis, Ahad (4/9).
Insiden itu di kawasan antara Jenin dan Nablus, dan Israel menyatakan dua tersangka pria bersenjata ditahan ketika mereka mencoba melarikan diri.
Jenin dan Nablus adalah dua kota Palestina ini yang kerap mendapat serangan militer Israel sejak beberapa bulan lalu.
Saksi mata mengatakan warga Palestina pengendara mobil menyalip bus, memberondongnya dengan peluru dan, ketika berhenti, mencoba membakarnya. TV Israel menayangkan rekaman sebuah mobil terbakar, yang sebutnya akibat ledakan bom molotov di dalamnya.
Belum ada pihak Palestina yang mengaku bertanggungjawab atas serangan itu, namun seorang juru bicara Hamas memuji serangan itu sebagai “bukti bahwa semua upaya rezim pendudukan (Israel) untuk menghentikan operasi perlawanan yang meningkat di Tepi Barat telah gagal”.
Israel menduduki Tepi Barat, termasuk Quds Timur, dan telah membangun lebih dari 200 permukiman yang menampung lebih dari setengah juta pendatang Zionis.
Permukiman Israel di tanah Palestina ilegal di mata hukum internasional. Ekspansi pemukim juga merupakan hambatan bagi perdamaian dengan Palestina, yang menginginkan kawasan itu menjadi bagian dari negara masa depan mereka. (aljazeera)







