Rangkuman Berita Utama Timteng Senin 5 Juli 2021

saleh al-arouri dan ayatullah khameneiJakarta, ICMES. Gerakan Perlawanan Islam Palestina, Hamas, pada dini hari Ahad (4/7), telah memilih pemimpin barunya untuk kawasan Tepi Barat.

Pasukan koalisi yang dipimpin Amerika Serikat (AS) di Suriah dilaporkan mendapat serangan beberapa roket dari kelompok-kelompok pejuang.

Beberapa sumber pemerintahan presiden pelarian Yaman Abd Rabbuh Mansour Hadi menyatakan bahwa kelompok Ansarullah (Houthi) telah melancarkan serangan rudal ke wilayah Yaman selatan

terbesar dunia di bidang pertahanan dan pengembangan senjata buatan dalam negeri.

Menteri Pertahanan Iran Brigjen Amir Hatami menyatakan bahwa kemajuan dan pertumbuhan yang dicapai Iran pasca revolusi Islam telah menyulap negara republik Islam ini menjadi salah satu kekuatan terbesar dunia di bidang pertahanan dan pengembangan senjata buatan dalam negeri.

Berita Selengkapnya:

Ini Dia Pemimpin Baru Hamas di Tepi Barat

Gerakan Perlawanan Islam Palestina, Hamas, pada dini hari Ahad (4/7), telah memilih pemimpin barunya untuk kawasan Tepi Barat.

Kantor berita Turki, Anadolu, melaporkan bahwa faksi pejuang Palestina terbesar di Jalur Gaza itu telah memilih Salih Mohammad Sulaiman Al-Aoruri atau Salih Al-Arouri sebagai Ketua Biro Politik Hamas untuk kawasan Tepi Barat, dan dengan demikian sekarang jelas siapa saja para pemimpin Hamas untuk tiga kategori tempat; Jalur Gaza, Tepi Barat dan luar negeri.

Salih Al-Arouri lahir pada tahun 1966 di desa Aroureh di dekat kota Ramallah, Tepi Barat. Dia adalah sarjana ilmu syariat lulusan Universitas Al-Khalil, Tepi Barat. Dia bergabung dengan Hamas pada tahun 1978, dan menjadi anggota Biro Politik Hamas pada tahun 2010 serta anggota tim perunding perjanjian pertukaran tawanan Palestina-Israel pada tahun 2011 yang menghasilkan pertukaran seorang tentara Israel bernama Gilad Shalit dengan 1.027 tahanan Palestina.

Beberapa media Palestina menyebutkan bahwa Al-Arouri terlibat dalam aktivitas cabang militer Hamas di Tepi Barat pada tahun 1991-1992 dan berperan penting dalam pengoperasian sayap militer Hamas, Brigade Izzuddin Al-Qassam, di Tepi Barat pada tahun 1992.

Dia dipenjara oleh Rezim Zionis Israel sejak tahun 1992 hingga 2007 karena terlibat pembentukan cikal bakal Brigade Al-Qassam di Tepi Barat. Tiga hari setelah dibebaskan, dia ditangkap dan dijebloskan ke dalam penjara lagi oleh Israel selama tiga tahun.

Setelah dikeluarkan dari penjara pada tahun 2010, Al-Arouri diasingkan ke luar Palestina. Dia tinggal di Suriah selama tiga tahun, kemudian pindah ke Turki sejak Februari 2012.

Pada bulan Juni 2013 Israel mendakwanya berada di balik penculikan tiga orang Israel di Al-Khalil (Hebron),  dan  pada Oktober 2017 dia terpilih sebagai wakil Ismail Haniyeh, Ketua Biro Politik Hamas di Luar Negeri, serta pemimpin delegasi Hamas dalam perundingan di Kairo dan menandatangani perjanjian antara Hamas dan Fatah.

Pada tahun 2015 Al-Arouri mencatumkan nama Salih Al-Arouri dalam daftar teroris AS. Setahunan yang lalu, pemerintah AS mengumumkan sayembara berhadiah 5 juta Dolar bagi pemberi informasi mengenai Al-Arouri.

Sejauh ini, Al-Arouri telah berkunjung ke sejumlah negara, termasuk Iran dan Libanon, sebagai delegasi Hamas.

Hamas mengadakan pemilihan internal setiap empat tahun, namun dilakukan secara rahasia karena faktor keamanan. Pemilihan yang dilakukan belakangan ini telah dimulai prosesnya sejak Februari 2021.

Pada 10 Maret 2021, Hamas memilih Khalid Mashal sebagai ketua biro politiknya untuk luar negeri, dan Mousa Abu Marzook sebagai wakil Mashal, serta memilih Yahya Sinwar sebagai ketua biro politik Hamas di Jalur Gaza. (fna)

Pangkalan Militer AS di Suriah Diserang Sembilan Roket

Pasukan koalisi yang dipimpin Amerika Serikat (AS) di Suriah dilaporkan mendapat serangan beberapa roket dari kelompok-kelompok pejuang.

Beberapa jam setelah tersiar laporan mengenai terjadinya ledakan di pangkalan militer AS di dekat ladang minyak Al-Omar, Provinsi Deir Ezzor, Suriah, beredar laporan susulan bahwa terjadi lagi serangkain ledakan beruntun di pangkalan tersebut.

Lembaga pemberitaan Sabereen News (SN) dalam berita segeranya di aplikasi Telegram pada dini hari ini, Senin (5/7), menyebutkan: “Pangkalan Conoco yang dikelola oleh pasukan pendudukan AS di sekitar kota Deir Ezzor terkena tembakan beberapa roket.”

Sabereen News menambahkan, “Sembilan roket telah mendarat di pangkalan ini, dan membuat pasukan pendudukan AS mengumumkan status siaga tinggi.”

Saluran Al-Mayadeen mengutip keterangan beberapa sumber yang menyatakan bahwa telah terjadi empat ledakan yang tak diketahui sumbernya di komplek pabrik gas Conoco yang ditempati oleh militer AS, Inggris dan Prancis.

Tak ada laporan rinci mengenai peristiwa ini, sementara Kemhan AS saat ditanya saluran Al-Jazeera tentang ini mengaku tak menerima laporan bahwa pasukan AS di Suriah mendapat serangan.

Jubir pasukan koalisi AS Kolonel Wayne Maroto di halaman Twitter-nya membantah kabar adanya serangan itu dan menyebutnya tidak faktual.

Meski demikian, Sabereen News memastikan serangan itu telah terjadi, sembari memperlihatkan gambar kepulan asap dan dua titik kebakaran yang disebutnya terkait dengan peristiwa tersebut.

Kantor berita resmi Suriah, SANA, Senin pekan lalu melaporkan bahwa serangan udara pesawat tak dikenal telah melancarkan serangan ke beberapa posisi di kawasan Abu Kamal (Bukamal) di kawasan perbatasan Suriah-Irak.

Setelah itu, Kemhan AS dalam sebuah statemennya mengaku bertanggungjawab atas serangan ke posisi-posisi markas pasukan relawan Irak Al-Hashd Al-Shaabi di dekat perbatasan Irak-Suriah.

Al-Hasdh Al-Shaabi mengkonfirmasi serangan udara itu dan menyebutnya telah menggugurkan empat anggotanya. Berbagai kelompok pejuang bersenjata Irak lantas bersumpah untuk membalas serangan tersebut. Dan sejauh ini telah beredar beberapa laporan mengenai serangan ke pangkalan militer AS di Suriah dan konvoi logistik militer AS di Irak.  (fna)

Langka, Ansarullah Lancarkan Serangan Rudal ke Posisi Musuhnya di Yaman Selatan

Beberapa sumber pemerintahan presiden pelarian Yaman Abd Rabbuh Mansour Hadi menyatakan bahwa kelompok Ansarullah (Houthi) telah melancarkan serangan rudal ke wilayah Yaman selatan, Ahad (4/7).

Dilaporkan bahwa serangan itu tergolong langka karena jarang sekali Ansarullah melancarkan serangan rudal ke Yaman selatan, dan ini terjadi ketika wilayah ini kembali dilanda gejolak dan kontak senjata baru antarsesama elemen pasukan koalisi yang dipimpin Arab Saudi sendiri.

Serangan rudal Ansarullah itu menyasar sebuah pangkalan militer di Provinsi Abyan. Menurut sumber-sumber itu, serangan tersebut menewaskan sedikitnya dua tentara dan melukai sedikitnya 20 tentara.

Tiga sumber menyebutkan bahwa serangan rudal itu terjadi ketika pasukan Mansour Hadi di satu pihak dan kelompok-kelompok militan di pihak lain di kawasan itu sama-sama mengerahkan pasukan dan bertempur satu sama lain meskipun Riyadh sedang bekerja untuk meredakan ketegangan di antara mereka.

Kubu Dewan Transisi Selatan (STC) yang didukung Uni Emirat Arab terlibat persaingan kekuasaan dengan kubu Mansour Hadi yang didukung Saudi di Yaman selatan.

Di pihak lain, kubu Ansarullah yang didukung Iran menguasai sebagian besar wilayah Yaman utara dan telah mengusir pemerintahan Mansour Hadi dari Sanaa, ibu kota Yaman, sejak akhir-akhir tahun 2014.

Terkait dengan laporan mengenai serangan rudal tersebut, sejauh ini belum ada komentar dari Ansarullah, yang sejak beberapa bulan lalu sampai sekarang terus menggelar operasi militer untuk merebut kota dan provinsi yang kaya gas dari tangah kubu Mansour Hadi serta kerap melancarkan serangan rudal dan drone maupun serangan darat ke berbagai wilayah Saudi. (raialyoum)

Jenderal Hatami: Iran Salah Satu Kekuatan Terbesar di Dunia di Bidang Pertahanan

Menteri Pertahanan Iran Brigjen Amir Hatami menyatakan bahwa kemajuan dan pertumbuhan yang dicapai Iran pasca revolusi Islam telah menyulap negara republik Islam ini menjadi salah satu kekuatan terbesar dunia di bidang pertahanan dan pengembangan senjata buatan dalam negeri.

“Pengalaman delapan tahun pertahanan suci (Perang Iran-Irak 1980-1988) dan berlanjutnya sanksi pertahanan yang berat terhadap negara ini membuat kita dapat merancang model kemajuan yang ada sekarang, mengandalkan kapasitas ilmuwan Iran dan metode berdasarkan kebutuhan Republik Islam. Iran telah berubah menjadi kekuatan dunia di bidang pertahanan,” kata Hatami dalam sebuah upacara di Teheran, Sabtu, (3/7).

“Isu terbesar yang kita hadapi saat ini di industri pertahanan adalah pembangunan dan transformasi, dan pada kenyataannya, inovasi pertahanan adalah sumber kekuatan negara dan peningkatan kekuatan tempur Angkatan Bersenjata,” tambahnya.

Sementara itu, Komandan Pertahanan Udara Angkatan Bersenjata Iran Alireza Sabahifard dalam sebuah pernyataan, Ahad (4/7), memastikan negaranya di tingkat regional menempati urutan pertama dalam berbagai aspek pertahanan udara, termasuk deteksi, pengintaian, dan intersepsi. (fna)