Rangkuman Berita Utama Timteng Senin 5 Agustus 2019

yaman abdel malik houthiJakarta, ICMES: Pemimpin kelompok pejuang Ansarullah di Yaman, Sayid Abdel Malik al-Houthi, meminta Uni Emirat Arab (UEA) “serius dan jujur” dalam mengumumkan “penarikan mundur” dari Yaman.

Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif setelah dia menolak ajakan untuk mengadakan pertemuan dengan Presiden AS Donald Trump.

Uni Emirat Arab membuat keputusan baru dalam perlakuan terhadap investor Iran dengan memberi mereka visa kunjungan dagang dan pembukaan rekening bank.

Iran bertekad menjadi pemasok suku cadang pesawat terbang dalam tempo tujuh tahun ke depan.

Berita selengkapnya:

Pemimpin Ansarullah Yaman Minta UEA Serius Tarik Pasukan dari Yaman

Pemimpin kelompok pejuang Ansarullah di Yaman, Sayid Abdel Malik al-Houthi, meminta Uni Emirat Arab (UEA) “serius dan jujur” dalam mengumumkan “penarikan mundur” dari Yaman, setelah Abu Dhabi pada bulan lalu mengumumkan penarikan sejumlah besar pasukannya dari beberapa kawasan Yaman.

Dalam pernyataan yang disiarkan saluran TV Al-Masirah milik Ansarullah, Ahad (4/8/2019), al-Houthi mengatakan, “Musuh mengalami kejatuhan mental dan kekacauan dari hari ke hari, dan kami berharap Emirat jujur dalam mengumumkan penarikan mundur, meskipun berusaha mengubah tema itu menjadi tema ‘penugasan kembali’.”

Dia menambahkan, “Nasihatku kepada Emirat ialah hendaknya jujur dan serius dalam mengumumkan penarikan mundur demi kepentingan di level ekonomi dan semua level lain…. Keberlanjutan agresi dan pendudukan atas negara kami merupakan bahaya dan ia (UEA) harus bertanggungjawab atasnya.”

Pada bulan lalu UEA mengumumkan penarikan mundur pasukannya dari sejumlah kawasan di Yaman dalam sebuah perencanaan yang disebutnya “penugasan kembali” dan karena faktor “stategis dan taktis”.

UEA merupakan komponen utama aliansi militer Arab yang dipimpin oleh Arab Saudi sejak Maret 2015 dan menginvasi Yaman dengan dalih membela pemerintahan presiden pelarian Yaman Abd Rabbuh Mansour Hadi dan menumpas Ansarullah.

Menteri Luar UEA Anwar Gargash dalam sebuah artikelnya di Washington Post pada bulan lalu menyebutkan bahwa “UEA dan anggota aliansi itu tetap ada dan tidak meninggalkan Yaman… Kami akan bekerja dengan berbagai bentuk, dan keberadaan militer kami masih terjaga dan sesuai dengan undang-undang internasional. Kami akan memberikan konsultasi dan membantu pasukan lokal Yaman.”

Yaman dilanda perang sejak tahun 2014 antara Ansarullah yang didukung Iran dan pasukan loyalis Mansour Hadi yang didukung Saudi dan sekutunya. Saudi dan sekutunya kemudian melancarkan invasi militer ke Yaman sejak Maret 2015. (raialyoum)

Menlu Iran Dikenai Sanksi Setelah Menolak Ajakan Pertemuan Dengan Presiden AS

Para pejabat Iran, Ahad (4/8/2019), menyatakan bahwa Amerika Serikat (AS) menjatuhkan sanksi terhadap Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif setelah dia menolak ajakan untuk mengadakan pertemuan dengan Presiden AS Donald Trump.

Majalah AS The New Yorker dalam sebuah artikelnya menyebutkan bahwa dengan persetujuan Trump Senator AS Rand Paul telah menjadi mediator ajakan kepada Zarif untuk ke berkunjung ke Gedung Putih.

Menurut The New Yorker, Rand pernah mengadakan pertemuan dengan Zarif di sela-sela kunjungan Zarif ke PBB di New York pada pertengahan Juli lalu, dan para pejabat Iranpun mengkonfirmasi informasi tersebut, Ahad.

Juru bicara pemerintah Iran Ali Rabiee mengatakan, “Dalam pertemuan dengan senator itu (Zarif) telah diundang untuk pertemuan, tapi kemudian dia malah dikenai sanksi.”

Dalam pernyataan yang disiarkan oleh televisi Iran dia menyoal, “Mengenai pemerintahan yang selalu mengaku (mengutamakan) perundingan tapi kemudian malah menerapkan sanksi terhadap menteri luar negeri, bukankah ini omong kosong?”

Sembari menilai perlakuan AS sebagai kekanak-kanakan, dia menilai sanksi “menunjukkan bahwa para politisi di Gedung Putih telah menjadikan masalah ini sebagai urusan pribadi.”

Ketua Dewan Tinggi Keamanan Nasional Iran Brigjen Ali Shamkhani mengatakan bahwa ajakan Gedung Putih yang disusul dengan sanksi itu membuktikan kekandasan diplomasi AS.

“Penerapan sanksi terhadap menteri luar negeri yang telah menolak usulan Trump untuk melakukan perundingan langsung membuktikan bahwa kereta puncak tekanan (AS terhadap Iran) telah berhenti di stasiun kegagalan,” ujarnya.

Menurut The New Yorker, Zarif menanggapi ajakan itu dengan menyatakan bahwa menerima ataupun menolak undangan ke Gedung Putih diambil di Teheran sendiri, dan diakhawatir bahwa pertemuan seperti itu hanya akan menjadi kesempatan bagi AS untuk sekedar mengambil gambar saja tanpa ada konten lain, dan oleh sebab itu para pemimpin Iran menolaknya. (raialyoum)

UEA Mulai Pulihkan Aktivitas Para Pengusaha Iran

Asosiasi Pengusaha Iran di Uni Emirat Arab (UEA) menyatakan bahwa Abu Dhabi telah membuat keputusan baru dalam perlakuan terhadap investor Iran dengan memberi mereka visa kunjungan dagang dan pembukaan rekening bank, menyusul perundingan antara kedua negara belum lama ini.

Ketua asosiasi tersebut, Abdul Qodir Faghehi, Ahad (4/8/2019), mengatakan, “Penguasa Dubai (Syeikh Mohammad bin Rashid Al-Maktoum) berjanji memperpanjang visa dagang yang semula dicabut dan membuka kembali rekening yang diblokir.”

Dia menambahkan bahwa semua tindakan ini “akan memulihkan reputasi para pengusaha Iran serta antusias mereka dalam menjalankan usaha di Emirat.”

Menurut Faghehi, pembukaan kembali pusat-pusat perbankan Iran di UEA juga dilakukan dalam tempo beberapa hari ke depan dengan instruksi dari Central Bank of the UAE, dan al-Maktoum pun berjanji memfasilitasi para investor Iran meskipun mereka dikenai sanksi oleh AS, namun dengan syarat mereka menyetujui perdagangan komoditas yang tidak tercakup dalam sanksi tersebut.

“Kami merasakan keterbukaan di Emirat untuk pemulihan cakrawala perdagangan dengan Iran,” ujarnya.

Dia juga menyebutkan bahwa volume perdagangan antara Iran dan UEA dalam beberapa tahun terakhir anjlok dari US$ 70 miliar menjadi 40 miliar, dan sejumlah pengusaha mengalihkan bisnis mereka dari UEA ke Turki. (raialyoum)

Iran Targetkan 7 Tahun Menjadi Pemasok Suku Cadang Pesawat Terbang

Seorang pejabat senior bidang teknologi tinggi Iran menyatakan bahwa perusahaan-perusahaan kedirgantaraan negara republik Islam ini akan menjadi pemasok suku cadang untuk pesawat dalam tempo tujuh tahun ke depan.

Manuchehr Manteqi, yang mengepalai departemen pemerintah Iran untuk transportasi mutakhir, Ahad (4/8/2019), mengatakan bahwa perusahaan-perusahaan itu telah berhasil memperoleh sertifikat dan lisensi internasional untuk pembuatan suku cadang pesawat, dan bahwa Iran dapat mencapai tahap di mana ia bahkan dapat mengekspor suku cadang ke negara lain.

“Dengan tren ini kami berharap bahwa dalam tujuh tahun ke depan kami dapat membuat dan bahkan memasok suku cadang pesawat terbang ke negara-negara lain agar sesuai dengan posisi negara-negara Eropa,” tuturnya kepada IRNA.

Dia menambahkan perusahaan Iran berhasil memproduksi “sebagian” suku cadang yang pasokannya ke Iran terbatasi oleh sanksi AS.

Dia mengatakan pencapaian itu menempatkan Iran pada jajaran beberapa negara di dunia yang telah menguasai pengetahuan untuk memproduksi suku cadang pengganti untuk pesawat terbang.

Maskapai penerbangan Iran telah menggalakkan operasi perbaikannya sejak AS memberlakukan kembali serangkaian sanksi terhadap Iran pada November 2018 yang menyebabkan para pembuat pesawat terkemuka di dunia berhenti menawarkan layanan pemeliharaan mereka kepada Iran.

Operator penerbangan terbesar Iran, Homa, pada bulan lalu mengatakan bahwa teknisinya telah merombak mesin Airbus lama untuk mengembalikannya ke layanan dalam waktu kurang dari 24 jam di tengah kesibukan musim perjalanan para peziarah Iran.

Para pejabat Iran mengatakan mesin yang dipasang pada A300-600 telah sepenuhnya dirombak dan dirakit oleh para insinyur Homa.

Para ahli percaya industri kedirgantaraan Iran justru akan mendapat banyak manfaat dari sanksi AS karena banyak perusahaan di negara ini akan berupaya untuk mengandalkan insinyur dan teknisi dalam negeri, yang biasanya berimigrasi untuk mencari pekerjaan di negara-negara Barat. (presstv)