Rangkuman Berita Utama Timteng Senin 30 Agustus 2021

Undated: FILE - In this file photo released Jan. 16, 2021, by the Iranian Revolutionary Guard, a missile is launched in a drill in Iran. On Tuesday, Jan. 26, 2021, Iran warned the Biden administration that it will not have an indefinite time period to rejoin the 2015 nuclear deal between Tehran and world powers. Iran said it also expects Washington to swiftly lift crippling economic sanctions that former President Donald Trump imposed on the country after pulling America out of the atomic accord in 2018 as part of what he called maximum pressure against Iran. AP/PTI(AP01_26_2021_000330B)

Undated: FILE – In this file photo released Jan. 16, 2021, by the Iranian Revolutionary Guard, a missile is launched in a drill in Iran. On Tuesday, Jan. 26, 2021, Iran warned the Biden administration that it will not have an indefinite time period to rejoin the 2015 nuclear deal between Tehran and world powers. Iran said it also expects Washington to swiftly lift crippling economic sanctions that former President Donald Trump imposed on the country after pulling America out of the atomic accord in 2018 as part of what he called maximum pressure against Iran. AP/PTI(AP01_26_2021_000330B)

Jakarta, ICMES. Kelompok Ansarullah Yaman merudal Pangkalan Udara (Lanud) di Provinsi Lahij, Yaman selatan, hingga menewaskan 40 pasukan loyalias presiden terguling Abd Rabbuh Mansour Hadi yang bersekutu dengan Arab Saudi

Menlu baru Iran Hossein Amir-Abdollahian mengadakan pertemuan delegasi faksi-faksi pejuang Palestina di Damaskus, ibu kota Suriah

Perdana Menteri Israel Naftali Bennett mengusulkan kepada Presiden AS Joe Biden pembentukan sebuah aliansi militer yang menyerupai Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) dengan melibatkan Israel,  negara-negara Arab Teluk Persia dan Yordania untuk menghadapi “ancaman” Iran.

Aksi warga Palestina anti-Israel masih berlanjut di Jalur Gaza. Sumber-sumber Palestina menyatakan bahwa warga Palestina kembali berpartisipasi dalam aksi yang dinamai “Amarah Malam Hari” di kawasan Abu Safiyah, Jalur Gaza.

Berita Selengkapnya:

Menlu Iran adakan Pertemuan dengan Faksi-Faksi Palestina di Suriah

Menlu baru Iran Hossein Amir-Abdollahian mengadakan pertemuan delegasi faksi-faksi pejuang Palestina di Damaskus, ibu kota Suriah, Ahad (29/8).  

Belum ada laporan lebih lanjut mengenai pokok pembicaraan di tengah kunjungan Abdollahian ke Suriah tersebut.

Sementara itu, dalam jumpa pers usai pertemuan Abdollahian dengan sejawatnya di Suriah, Faisal Mekdad, di hari yang sama, Abdollahian mengatakan, “Kami telah melakukan pembicaraan yang sangat bermanfaat dengan saudara kami  Bapak Faisal Mekdad mengenai perluasan dan penguatan hubungan seoptimal mungkin… Kedua negara sedang membuat peta perluasan kerjasama ekonomi dan perdagangan untuk menghadapi sanksi-sanksi zalim para musuh.”

Abdollahian yang sebelumnya juga berkunjung ke Irak menjelaskan bahwa kedua pihak telah membicarakan perkembangan situasi terkini regional serta menekankan pentingnya pemeranan semua negara Arab, termasuk Irak dan Suriah, dalam pengaturan baru regional di bidang politik,keamanan dan ekonomi.

Mengenai keberadaan militer AS di Timur Tengah dia menyebutnya “sama sekali tak akan membantu keamanan dan stabilitas yang solid”.

Menyinggung perkembangan situasi Afghanistan dia mengatakan, “Kami menjalin perundingan-perundingan yang dekat mengenai perkembangan di Afghanistan, dan kami meyakini pembentukan pemerintahan yang inlusif di Afghanistan sebagai solusi politik yang harus diperhatikan oleh semua pihak.”

Mengenai Rezim Zionis Israel dia mengatakan, “Kaum Zionis adalah faktor utama ketidak amanan di kawasan. Para Zionis menjadikan umat Islam, umat Kristen dan bahkan umat Yahudi di tanah bersejarah Palestina sebagai tawanan.”

Laporan lain dari Suriah menyebutkan tentara negara ini telah menggempur posisi-posisi para teroris di Provinsi Daraa hingga menewaskan enam teroris.

Terkait dengan serangan ini tentara Suriah dalam statemennya menegaskan bahwa kesabaran mereka terhadap kawanan teroris telah habis, dan bahwa serangan itu dilancarkan karena kawanan itu enggan direlokasi dari Daraa ke wilayah utara negara ini. (alalam/fna)

Rudal Balistik Ansarullah Hantam Lanud Al-Anad, 40 Sekutu Saudi Tewas

Kelompok Ansarullah Yaman merudal Pangkalan Udara (Lanud) di Provinsi Lahij, Yaman selatan, hingga menewaskan 40 pasukan loyalias presiden terguling Abd Rabbuh Mansour Hadi yang bersekutu dengan Arab Saudi, Ahad (29/8).

Jumlah korban tewas itu dilaporkan oleh reporter Al-Alam di Yaman yang juga menyebutkan bahwa sekira 50 pasukan sekutu Saudi menderita luka-luka dalam serangan itu.

“Pagi ini (Jumat) serangan rudal-rudal balistik telah menyasar ke perkumpulan pasukan agresor di Lanud Al-Anad, dan semua rudal menimpa posisi-posisi pangkalan ini dan tempat-tempat berkumpulnya pasukan,” ungkap reporter Al-Alam.

Sebelumnya, Al-Alam melaporkan jumlah korban tewas sekira 30 orang, termasuk beberapa komandan, tapi dalam laporan berikutnya disebutkan bahwa jumlah korban tewas bertambah menjadi 40 orang.

Laporan lain dari Al-Jazeera mengutip keterangan juru bicara pasukan selatan Yaman,  Mohamed al-Naqeeb, menyatakan bahwa serangan itu dilakukan dengan menggunakan pesawat nirawak dan rudal balistik  dan menyebabkan sedikitnya 30 tentara tewas dan 60 terluka.

Al-Naqeeb juga mengatakan bahwa jumlah korban tewas bisa jadi akan bertambah karena regu penyelamat masih melakukan proses evakuasi.

Petugas medis menggambarkan serangan dahsyat itu menimbulkan kekacauaan situasi  di pangkalan di mana pasukan membawa rekan-rekan mereka yang terluka ke tempat yang aman karena khawatir terjadi serangan susulan.

Warga sekitar mengatakan beberapa ledakan keras terdengar di daerah itu. Penduduk lain dari pusat kota Taiz mengatakan mereka mendengar rudal balistik ditembakkan dari peluncur yang ditempatkan di pinggiran timur kota yang dikuasai Ansarullah tersebut.

Sejauh ini belum ada komentar dari pihak Ansarullah terkait dengan serangannya tersebut. (alalam/aljazeera)

Presiden AS “Tertidur” Ketika PM Israel Usulkan Pembentukan “NATO” Anti-Iran

Media Israel melaporkan bahwa perdana menteri negara ilegal Zionis ini, Naftali Bennett, mengusulkan kepada Presiden AS Joe Biden pembentukan sebuah aliansi militer yang menyerupai Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) dengan melibatkan Israel,  negara-negara Arab Teluk Persia dan Yordania untuk menghadapi “ancaman” Iran.

Saluran Kan, Ahad (29/8), menyebutkan bahwa pertemuan antara Bennett dan Biden di Washington pada Jumat pekan lalu membicarakan seputar “proyek pertahanan bersama Israel dengan negara-negara Teluk dan Yordania untuk perlindungan komprehensif dari ancaman Iran” dan secara mendasar mencakup “pemasangan radar dan sarana pemberi peringatan” untuk menghadapi segala bentuk ancaman udara dari Iran.

Reporter Kan dari Washington melaporkan bahwa dalam pertemuan itu Bennet mengusulkan kepada Biden pengadaan pasukan mirip NATO antara Israel dan negara-negara Teluk untuk pelaksanaan latihan-latihan menghadapi ancaman Iran.

Bennett telah pulang ke Israel, Ahad, dari kunjungan pertamanya ke AS sejak menjabat sebagai perdana menteri Israel. Dalam kunjungan ini dia telah mengadakan pertemuan dengan sejumlah pejabat senior AS, termasuk Presiden Joe Biden.

Pada September 2020 Israel menandatangani dua surat perjanjian normalisasi masing-masing dengan Uni Emirat Arab dan Bahrain dengan mediasi presiden AS saat itu, Donald Trump.

Biden Tertidur

Beberapa media melaporkan bahwa terjadi pemandangan yang aneh dalam pertemuan antara Biden dan Bennett, karena Biden tampak tertidur saat Bennett berbicara dengannya.

Dengan masker wajah dan tangan tergenggam, Biden tampak terkantuk-kantuk saat Bennett berbicara. Biden kemudian terlihat menutup mata dan menundukkan kepalanya saat Bennett menjelaskan pentingnya hubungan AS dengan Israel.

Dalam penggalan video yang beredar, Mr Bennett terdengar mengatakan, “Namun bab lain dalam kisah indah persahabatan antara kedua negara kita: Amerika Serikat dan negara demokrasi Yahudi Israel.  Kita berdua yang berusaha berbuat baik dan harus kuat.” (raialyoum/express/rt)

Rakyat Palestina Lanjutkan Aksi “Amarah Malam Hari” di Gaza

Aksi warga Palestina anti-Israel masih berlanjut di Jalur Gaza. Sumber-sumber Palestina menyatakan bahwa warga Palestina kembali berpartisipasi dalam aksi yang dinamai “Amarah Malam Hari” di kawasan Abu Safiyah, Jalur Gaza.

Aksi itu membuat pasukan Zionis Israel di dekat perbatasan Gaza-Israel (Palestina pendudukan 1948) melepaskan bom-bom cahaya.

Faksi-faksi Palestina pada Sabtu malam lalu menyatakan bahwa ultimatum Palestina kepada Israel sudah berakhir tanpa ada perubahan apapun pada blokade Israel terhadap Gaza.

Faksi-faksi itu menegaskan, “Eskalasi secara bertahap dimulai sejak Sabtu sore (28/8) dengan operasi Amrah Malam Hari di Gaza timur, dan pada hari Ahad (29/8)akan dimulai pelepasan balon-balon api dalam operasi tersebut.”

Pusat komando operasi faksi-faksi Palestina juga memperingatkan ihwal serangan Israel terhadap para pemuda Palestina.

“Jika Israel melakukan kesalahan ini maka ia harus membayar mahal, yang bahkan tak pernah ia perhitungkan sebelumnya,” tegas mereka.

Sejak berakhirnya perang Gaza-Israel pada 10-21 Mei lalu sampai sekarang Israel masih enggan menjalankan beberapa komitmennya, termasuk pengurangan blokade terhadap Gaza.

Terkait sikap Israel ini, Jubir Jihad Islam Palestina Tareq Salma menyatakan bahwa semua opsi perlawanan terhadap Israel tersedia di meja para pejuang Palestina. (tasnim)