Rangkuman Berita Utama Timteng Senin 3 Mei 2021

kebakaran dekat bandara israelJakarta, ICMES. Kebakaran besar terjadi di dekat Bandara Ben Gurion di Israel (Palestina pendudukan 1948), Ahad.

Beredar video pendek percekcokan antara seorang wanita Palestina dan seorang pria pemukim Zionis Israel.

Pemimpin Besar Iran Ayatullah Sayid Ali Khamenei menyerukan kepada rakyat Iran agar menyukseskan pilpres Iran mendatang dengan partisipasi sebesar mungkin.

Surat kabar New York Times (NYT) melaporkan bahwa Arab Saudi dan Iran kemungkinan akan mengadakan pertemuan lagi di Baghdad, ibu kota Irak.

Berita Selengkapnya:

Kebakaran Besar di Israel Dekat Bandara Ben-Gurion

Kebakaran besar terjadi di dekat Bandara Ben Gurion di Israel (Palestina pendudukan 1948), Ahad (2/5).

Media Israel melaporkan bahwa insiden itu terjadi di dekat bandara yang terletak di pinggiran utara kota Lod, sekitar 45 kilometer barat laut kota Quds (Yerussalem) dan sekitar 20 kilometer tenggara Tel Aviv.

Saluran TV 13 Israel melaporkan bahwa polisi dan petugas pemadam kebakaran menyerukan evakuasi pemukim Zionis di dekat permukiman Moshav Zeitan.

Situs berita Israel Ynet juga melaporkan bahwa kobaran api bermula di tempat parkir kendaraan yang ditinggalkan di Moshav Zeitan dekat Bandara Ben Gurion, dan beberapa tim pemadam kebakaran berupaya untuk memadamkan kobaran api.

Belum jelas penyebab kebakaran itu dan belum ada keterangan detail  yang dirilis tentang itu , namun foto dan rekaman videonya  telah beredar di media sosial.

Insiden itu terjadi hanya dua hari setelah kebakaran besar terjadi di sebuah fasilitas di kilang BAZAN di kota pelabuhan Haifa, Israel.

Tidak ada informasi mengenai luas kerusakan dan jumlah korban yang mungkin ditimbulkan.

Pekan lalu Israel melaporkan terjadinya ledakan rudal di dekat fasilitas nuklir Dimona yang sangat rahasia. Tel Aviv mengklaim bahwa ledakan itu terjadi akibat rudal pertahanan udara Suriah yang “tergelincir” ke wilayah Israel. (fna)

Parah, Seenak ini Pemukim Zionis  Merampas Rumah Orang Palestina

Beredar video pendek percekcokan antara seorang wanita Palestina dan seorang pria pemukim Zionis Israel.

Belum jelas peristiwa yang terekam kamera ponsel terjadi di daerah mana, namun dalam video berdurasi 25 detik yang diunggah oleh beberapa media, termasuk Press TV milik Iran dan TRT milik Turki, Agad (2/5), terlihat pria Zionis itu mengaku telah mencuri rumah wanita Palestina tersebut.

Celakanya, bukannya merasa malu dan bersedia meninggalkan rumah itu, pria tambun dan bercambang merah, lebat dan panjang itu malah membela diri dengan alasan yang sangat tak masuk akal.

Dia menyatakan bahwa kalaupun dia tidak mencuri rumah itu maka pasti ada orang lain yang akan mencurinya. Pernyataan ini tak pelak memperlihatkan mental dan agresivitas kaum Zionis yang memang tak kenal rasa belas kasih kepada orang Palestina.

Seorang netizen bernama Hadi Farhaat saat menanggapi video yang diunggah oleh TRT di Twitter menyalahkan normalisasi hubungan sejumlah negara Arab dengan Rezim Zionis. Dia menuliskan; “Semua yang terjadi pada bangsa Palestina yang teraniaya ada pada pundak negara-negara yang menormalisasi dengan entitas Zionis, terutama Saudi dan Emirat.” presstv/trt)

Ayatullah Khamenei Serukan Partisipasi Besar Rakyat Iran dalam Pilpres

Pemimpin Besar Iran Ayatullah Sayid Ali Khamenei menyerukan kepada rakyat Iran agar menyukseskan pilpres Iran mendatang dengan partisipasi sebesar mungkin.

Seruan itu dia sampaikan dalam pidato yang disiarkan secara langsung di televisi Iran, Ahad (2/5), sembari menegaskan bahwa tidak ada yang boleh menghalangi partisipasi besar rakyat dalam pilpres.

“Ketika rakyat andil dalam pemilu  maka tak akan ada kekuatan yang dapat mencelakakan negara ini,” ungkapnya.

Ayatollah Khamenei juga memperingatkan adanya upaya pihak-pihak tertentu untuk mencegah partisipasi rakyat dengan cara menimbulkan keraguan pada berbagai aspek pemilu, termasuk badan pemerintahan.

Menurutnya, upaya demikian sudah pernah terjadi pada pemilu-pemilu sebelumnya dengan tujuan mempengaruhi proses dan hasil pemungutan suara, namun tak ada pengaruh yang berarti.

Pada kesempatan ini, Ayatullah Khamenei juga menegaskan bahwa Pasukan Quds Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) telah menjadi kekuatan utama yang mencegah pejabat diplomatik Iran mengikuti diplomasi pasif di kawasan Timur Tengah.

Dia mengatakan musuh Iran tidak ingin negara republik Islam ini meningkatkan hubungannya dengan dunia dan inilah mengapa “ketika kita ingin memperluas hubungan dengan Rusia atau China,” mereka mengeluh, dan bahkan keberatan “ketika kita ingin memperluas hubungan dengan tetangga kita sendiri.” (presstv)

Media AS: Akan Ada Pertemuan Iran-Arab Saudi Babak Kedua  

Surat kabar New York Times (NYT) melaporkan bahwa Arab Saudi dan Iran kemungkinan akan mengadakan pertemuan lagi di Baghdad, ibu kota Irak.

Disebutkan bahwa pertemuan itu akan dilakukan pada bulan ini di tingkat duta besar, dan NYT mengaku mendapatkan informasi tentang itu dari sejumlah pejabat Irak serta satu pejabat Iran dan seorang penasehat di pemerintah Iran.

Situs berita Rai Al-Youm menyebutan bahwa berdasarkan informasi khusus yang didapatnya, delegasi Riyadh dan delegasi Teheran akan bertolak ke Baghdad untuk mengadakan pertemuan itu segera setelah Idul Fitri.

Pertemuan itu jika jadi dilakukan maka tercatat sebagai pertemuan kedua kalinya yang dilakukan secara diam-diam pada level keamanan dan militer di Baghdad, setelah pertemuan pertama berlangsung di kota yang sama pada bulan lalu.

Menurut Rai Al-Youm, pertemuan pertama telah membahas beberapa isu penting regional, terutama mengenai upaya meredakan ketegangan antara Iran dan Saudi dan memulihkan hubungan diplomatik antara keduanya yang terputus sejak tahun 2016 menyusul insiden serbuan terhadap Kedutaan Besar Saudi di Teheran oleh massa demonstran yang memrotes hukuman mati ulama Syiah Saudi Syeikh Nimr Al-Nimr oleh rezim Saudi.

Selain itu, isu penting lain yang dibahas ialah perang Yaman dan upaya untuk meredakannya. Karena itu, diduga kuat bahwa dua isu itulah yang akan dilanjutkan pembahasannya dalam pertemuan kedua nanti.

Putra Mahkota Arab Saudi Mohamed bin Salman (MBS) belum lama ini memberikan isyarat positif ihwal upaya perbaikan hubungan negaranya dengan Iran.

Dalam wawancara televisi beberapa hari lalu dia mengatakan bahwa bagaimanapun juga Iran merupakan negara jiran Saudi, dan karena itu Saudi berharap dapat menjalin hubungan baik dengannya serta menyelesaikan berbagai perselisihan antara keduanya.

Melunaknya sikap Saudi terhadap Iran ini dinilai para pengamat terjadi akibat kebuntuan ambisi Saudi di Yaman dan terhentinya dukungan AS kepada Saudi dalam perang di Yaman.

Di pihak lain, Iran juga mengaku menyambut baik isyarat positif dari MBS yang notabene penguasa de facto Arab Saudi. Jubir Kemlu Iran Saeed Khatibzadeh menyatakan bahwa dialog Iran-Saudi sangat baik bagi kepentingan kedua negara serta perdamaian dan stabilitas regional. (raialyoum)