Rangkuman Berita Utama Timteng Senin 3 Februari 2020

bendera iran-saudiJakarta, ICMES. Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan bahwa Kerajaan Arab Saudi tidak memperkenankan delegasi Iran menghadiri sidang Organisasi Kerjasama Islam (OKI) di Jeddah, Saudi.

Kelompok-kelompok utama pejuang Palestina mengumumkan pembentukan Komisi Tinggi Nasional yang melibatkan semua komponen politik, nasional, dan rakyat di dalam dan di luar wilayah Palestina untuk menghadapi prakarsa AS yang dinamai Perjanjian Abad Ini.

Ketua Biro Politik Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas), Ismail Haniyeh, membahas Perjanjian Abad Ini via telefon dengan Komandan Pasukan Quds Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) Brigjen Esmail Qaani.

militer Turki telah memasuki wilayah barat laut Suriah, Ahad (2/2/2020), manakala operasi militer Tentara Arab Suriah (SAA) terus mengalami pergerakan maju secara intensif dan masif di provinsi Idlib dan Aleppo.

Berita selengkapnya:

Saudi Larang Delegasi Iran Hadiri Sidang OKI di Jeddah Soal Perjanjian Abad Ini

Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan bahwa Kerajaan Arab Saudi tidak memperkenankan delegasi Iran menghadiri sidang Organisasi Kerjasama Islam (OKI) di Jeddah, Saudi, yang dijawalkan berlangsung hari ini, Senin (3/2/2020), guna membahas prakarsa AS untuk perdamaian Timteng yang dinamai Deal of The Century (Perjanjian Abad Ini).

ôPemerintah Saudi melarang partisipasi delegasi Iran dalam pertemuan yang akan diselenggarakan di markas OKI untuk membahas Perjanjian Abad Ini,ö ungkap juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Abbas Mousavi, Ahad.

Dia juga mengatakan bahwa atas perlakuan Saudi ini Teheran mengajukan pengaduan kepada OKI dan menuding Riyadh menyalahgunakan statusnya sebagai tuan rumah OKI.

Sejauh ini belum ada tanggapan dari Arab Saudi mengenai pernyataan Kementerian Luar Negeri Iran tersebut.

Presiden AS Donald Trump beberapa waktu lalu mengumumkan rincian Perjanjian Abad ini, dan segera mendapat kecaman dari para pejabat senior Iran, yang memastikan prakarsa itu sia-sia dan akan gagal sebagaimana prakarsa-prakarsa AS sebelumnya.

Prakarsa itu juga ditolak keras oleh para pemimpin dan faksi-faksi pejuang Palestina yang menilainya sangat berpihak kepada Israel dan bermaksud menggagalkan pendirian negara merdeka Palestina. (raialyoum)

Palestina Umumkan Pembentukan Komisi Tinggi Nasional untuk Melawan Perjanjian Abad Ini

Kelompok-kelompok utama pejuang Palestina mengumumkan pembentukan Komisi Tinggi Nasional yang melibatkan semua komponen politik, nasional, dan rakyat di dalam dan di luar wilayah Palestina untuk menghadapi prakarsa AS yang dinamai Perjanjian Abad Ini.

Komisi itu diumumkan dalam sebuah kongres rakyat yang diselenggarakan oleh sebuah komisi yang berafiliasi dengan kelompok-kelompok nasionalis dan Islamis Palestina di Gaza.

Mohammad al-Barim, juru bicara Komisi Resistensi Rakyat, Ahad (2/2/2020), mengatakan, ôKomisi Tinggi Nasional akan menetapkan rencana perlawanan terhadap bahaya metode baru (AS) yang berpaling dari semua standar serta nilai kemanusiaan, moral, dan hukum itu.ö

Dia menekankan keharusan persatuan rakyat dan faksi-faksi pejuang Palestina dalam menghadapi Perjanjian Abad Ini dan menentukan strategi bersama dalam perlawanan terhadapnya.

Dia menyerukan pengadaan ikrar kehormatan yang menyalahkan siapapun beradaptasi dan menerima prakarsa Presiden AS Donald Trump tersebut.

ôMerupakan satu keharusan mempercepat gerakan media, diplomatik, hukum, dan kerakyatan Arab dan Palestina serta memanfaatkan semua pergerakan internasional untuk menjatuhkan Perjanjian Abad Ini,ö ujarnya.

Tanpa menyebutkan nama, dia mengecam sikap sebagian pihak Arab terhadap Perjanjian Abad Ini, dan mendesak mereka mempertimbangkan kembali sikap itu serta konsisten kepada opini Arab dan umat Islam yang menolak prakarsa AS tersebut.

Mohammad al-Barim meminta PBB dan organisasi-organisasi internasional lainnya juga menolak prakarsa itu karena, menurutnya, jelas-jelas mengabaikan hukum dan ketetapan PBB serta melangkahi hak bangsa Palestina.

Presiden AS Donald Trump Selasa 28 Januari 2020 merilis prakarsa itu di Gedung Putih bersama Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, tanpa kehadiran pejabat Palestina.

Pada momen perilisan itu, Trump menyebut Quds (Baitul Maqdis/Yerusalem) sebagai “ibu kota Israel yang tak terbagi.”

Prakarsa sepihak itu mengabaikan resolusi-resolusi PBB sebelumnya mengenai Palestina, dan malah mencanangkan pelolosan hampir semua yang dikehendaki Israel. (raialyoum)

Pemimpin Hamas Bahas Perjanjian Abad Ini dengan Komandan Pasukan Quds IRGC

Ketua Biro Politik Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas), Ismail Haniyeh, membahas Perjanjian Abad Ini via telefon dengan Komandan Pasukan Quds Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) Brigjen Esmail Qaani.

Keduanya membicarakan langkah-langkah kolektif untuk melawan prakarsa Presiden AS Donald Trump tersebut, yang mereka nilai bertujuan menutup berkas perkara Palestina.

Jenderal Qaani yang menjadi penerus jenderal ternama Iran Qassem Soleimani menegaskan kesiapan Iran melakukan segala tindakan yang diperlukan untuk menggagalkan prakarsa itu dan mengantisipasi segala resiko rakyat Palestina, terutama para pejuang.

Qaani juga menekankan kelanjutan jalan yang selama ini ditempuh oleh Jenderal Soleimani dalam menyokong rakyat dan para pejuang Palestina.

Di pihak lain, sebagaimana dilaporkan website Palestine Today, Ahad (2/2/2020), Ismail Haniyeh dalam kontak telefon itu menyatakan adanya konsensus nasional Palestina dalam penolakan terhadap Perjanjian Abad Ini, dan memastikan ôkemampuan bangsa dan para pejuang Palestina serta bangsa-bangsa umat (Arab dan Muslim) menggagalkan prakarsa ituö.

Bersamaan dengan ini, penasehat pemimpin besar Iran bidang pertahanan Mayjen Hossein Dehghan menegaskan dukungan penuh negara republik Islam ini kepada bangsa Palestina, termasuk dalam menghadapi sanksi dan blokade AS. (alalam/raialyoum)

Kerahkan Pasukan, Turki Berusaha Cegah Masuknya Tentara Suriah ke Saraqib

Lebih dari 200 kendaraan militer Turki telah memasuki wilayah barat laut Suriah, Ahad (2/2/2020), manakala operasi militer Tentara Arab Suriah (SAA) terus mengalami pergerakan maju secara intensif dan masif di provinsi Idlib dan Aleppo.

Sumber militer di kawasan yang dekat dengan Hama mengabarkan bahwa militer Turki telah mengerahkan bala pasukannya di seluruh Provinsi Idlib, termasuk daerah garis depan di mana tentara áSuriah sedang bergerak maju.

Dia menyebutkan bahwa militer Turki berusaha menghadang SAA yang sedang bergerak menuju kota persimpangan Saraqib, yang terletak di sepanjang Jalan Tol Latakia-Aleppo (M-4) dan Jalan Raya Aleppo-Damaskus (M-5)

Jika tentara Suriah berhasil merebut Saraqib maka akan memegang kendali penuh atas Jalan Raya Aleppo-Damaskus untuk pertama kalinya sejak 2011.

Hal itu juga akan menjadi kemenangan besar bagi Presiden Suriah Bashar Al-Assad dan kemunduran fatal bagi kubu pemberontak dan teroris, karena kontrol terakhir atas bagian dari jalur internasional itu selama ini menjadi daya tawar di meja negosiasi. (amn)

á