Rangkuman Berita Utama Timteng Senin 3 Agustus 2020

rakyat Yaman demo memprotes serangan Saudi

rakyat Yaman demo memprotes serangan Saudi

Jakarta, ICMES. Tentara dan para pejuang Yaman berhasil menembak jatuh sebuah pesawat nirawak (drone) pengintai buatan Amerika Serikat (AS) di dekat perbatasan Saudi.

Kementerian Luar Negeri Mesir menyatakan keberatan terhadap apa yang disebutkan dalam peringatan navigasi Turki terkait pengerahan kapal eksplorasi seismik Turki.

Puluhan ilmuwan Iran sedang bekerja keras membuat satelit baru yang dinamai “Zafar 2” dan diperkirakan akan selesai dalam beberapa bulan mendatang.

Rezim Zionis Israel mengancam akan menyerang para anggota Hizbullah, kelompok pejuang pimpinan Sayid Hassan Nasrallah yang berbasis di Libanon.

Berita selengkapnya:

Pejuang Yaman Tembak Jatuh Drone Buatan AS di Dekat Perbatasan Saudi

Tentara dan para pejuang Yaman berhasil menembak jatuh sebuah pesawat nirawak (drone) pengintai buatan Amerika Serikat (AS) di dekat perbatasan Saudi.

“Sistem pertahanan udara tentara Yaman berhasil menembak jatuh sebuah pesawat mata-mata RQ-20 atas wilayah Haraz di dekat perbatasan Arab Saudi pada hari Ahad (2/8/2020),” ungkap juru bicara Angkatan Bersenjata Yaman yang bersekutu dengan gerakan Ansarullah, Brigjen Yahya Saree, seperti dikutip saluran berita TV Al-Masirah milik Ansarullah.

Tanpa merinci jenis sistem permukaan-ke-udara yang digunakan untuk menjatuhkan drone itu, Saree menyebutkan bahwa sistem tu merupakan senjata yang tepat.

Dia menambahkan bahwa pasukan Yaman telah merekam drone mata-mata yang tertembak jatuh itu.

Dalam video yang beredar terkait penembakan itu terlihat sebagian besar bodi pesawat nirawak  RQ-20 Puma masih utuh, dengan beberapa kerusakan di depan, dan terdapat stiker yang menunjukkan drone itu milik pasukan Saudi yang ditempatkan di Jizan.

Drone berharga sekitar US$ 400.000 itu beroperasi dalam dua sistem, dengan fotolistrik dan kamera inframerah, dapat beroperasi pada siang maupun malam hari di semua kondisi cuaca, bervariasi dalam penentuan koordinat, dan digunakan untuk pertempuran darat.

Puma RQ-20  menggunakan tenaga baterai, diluncurkan dengan tangan, dan diproduksi oleh perusahaan AS di California.

Dalam beberapa tahun terakhir pasukan Yaman berhasil menembak jatuh banyak drone buatan AS, termasuk drone penyerang canggih Reaper MQ-9 yang dioperasikan AS pada tahun lalu.

AS merupakan negara pendukung utama pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi dalam invasi militer ke Yaman sejak Maret 2015. Invasi itu dilancarkan dengan dalih memulihkan kekuasaan presiden pelarian Yaman Abd Rabbuh Mansour Hadi yang berperang melawan gerakan Ansarullah yang didukung tentara Yaman.

Menurut beberapa sumber, agresi militer Saudi dan sekutunya itu telah menjatuhkan korban jiwa sebanyak lebih dari 100,000 orang serta merusak dan menghancurkan banyak infrastruktur Yaman, termasuk klinik dan rumah sakit. (fna/amn)

Mesir Kecam Kegiatan Kapal Turki di Laut Mediterania Timur

Kementerian Luar Negeri Mesir menyatakan keberatan terhadap apa yang disebutkan dalam peringatan navigasi Turki terkait pengerahan kapal eksplorasi seismik Turki.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Mesir, Ahmed Hafez, Sabtu (1/8/2020), menyatakan keberatan Mesir terhadap poin nomor 8 dalam peringatan navigasi, yang menurut Kairo merupakan intereferensi di zona ekonomi eksklusif Mesir.

Hafez menekankan bahwa Mesir tidak akan mengakui hasil atau dampak apapun yang mungkin dihasilkan dari kegiatan di kapal Turki area tersebut.

Dia menyebutkan bahwa Mesir telah menyimpan sebuah deklarasi dengan PBB tentang pelaksanaan hak-haknya di perairan ekonomi murni sesuai dengan Pasal 310 Konvensi PBB tentang Hukum Laut pada 11 Juli 1983. (amn)

Iran Umumkan Pembuatan Satelit Baru “Zafar 2”

Puluhan ilmuwan Iran sedang bekerja keras membuat satelit baru yang dinamai “Zafar 2” dan diperkirakan akan selesai dalam beberapa bulan mendatang.

“Satelit Zafar 2 sekarang sedang disiapkan oleh 93 ilmuwan Iran dan diharapkan bahwa kita akan membutuhkan beberapa bulan untuk menyelesaikan proyek,” ungkap Rektor Universitas Sains dan Industri Iran Jabbar Ali Zekhri.

Dia menambahkan, “Tanggal pengiriman satelit Zafar 2 ke lembaga ruang angkasa belum ditentukan karena keputusan dalam hal ini ada di tangan lembaga, yang mengetahui bahwa pekerjaan ini sedang digarap siang dan malam untuk menyelesaikan proyek nasional ini.”

Zekhri juga menyebutkan bahwa sejumlah besar mahasiswa di tingkat pendidikan yang lebih tinggi secara tidak langsung juga turut bekerja bersama para ilmuwan Iran dalam membuat satelit Zafar 2 .

Kepala Organisasi Antariksa Iran, Mortada Barari, belum lama ini menyatakan negaranya akan membuat satelit penginderaan dengan akurasi jarak satu meter, untuk diorbitkan jarak 500-600 km dari permukaan bumi.

Awal tahun ini Iran mengorbitkan satelit militer “Noor 1”, yang kemudian memancing kecaman dan tuduhan Amerika Serikat dan sekutunya bahwa Iran memproduksi roket berbahaya. (fna)

Israel Ancam Serang Anggota Hizbullah di Suriah

Rezim Zionis Israel mengancam akan menyerang para anggota Hizbullah, kelompok pejuang pimpinan Sayid Hassan Nasrallah yang berbasis di Libanon.

Menurut laporan al-Hadath yang berbasis di Palestina, ancaman itu dinyatakan Israel pada hari Sabtu (1/8/2020), dalam pesan barunya yang dilayangkan kepada Hizbullah melalui Pasukan Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon(UNIFIL).

Al-Hadath mengutip pernyataan sumber-sumber Israel  bahwa pesan itu disertai pernyataan kesediaan Israel “menahan diri dari serangan terhadap elemen Hizbullah di Suriah untuk selamanya” jika Hizbullah tak membalas darah anggota yang terbunuh beberapa waktu lalu akibat serangan Israel ke sekitar Damaskus, Suriah.

Sumber-sumber Al-Hadath mengatakan, “Setiap serangan oleh Hizbullah terhadap sasaran Israel akan diimbangi dengan respons yang kuat dan terfokus terhadap enam target sensitif milik Hizbullah.”

Sebelumnya, saluran TV I24 milik Israel melaporkan, “Menteri Pertahanan Israel, Benny Gantz, memerintahkan tentara untuk menghancurkan fasilitas vital Lebanon jika Hizbullah Libanon melakukan serangan balasan terhadap tentara atau warga negara (Israel).”

Media Israel itu menambahkan bahwa Gantz mengeluarkan instruksi tersebut dalam rapat Kamis lalu di yang dihadiri Kepala Staf Israel, Aviv Kochavi dan sejumlah petinggi militer lain. (amn)