Rangkuman Berita Utama Timteng Senin 29 Juni 2020

iran Esmail QaaniJakarta, ICMES. Pengamat politik dan militer Suriah Alaa Al-Asfari menduga akan terjadi eskalasi antara Suriah dan Iran di satu pihak dan Amerika Serikat (AS) di pihak lain di Suriah.

Serangan udara dilaporkan terjadi di provinsi Deir Ezzor, Suriah timur, dan diduga dilancarkan oleh Israel ketika komandan Pasukan Quds Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran, Brigjen Esmail Qaani, berkunjung ke kota Albukamal, Suriah timur .

Citra satelit yang dirilis pada akhir pekan lalu memperlihatkan detail baru terkait ledakan dahsyat yang terjadi Jumat lalu di kawasan yang meliputi situs militer sensitif di timur Teheran, ibu kota Iran.

Ekonomi negara-negara Dewan Kerjasama Teluk (GCC) menderita kerugian besar yang diperkirakan mencapai puluhan miliar Dolar AS sebagai dampak pandemi corona (Covid-19).

Berita selengkapnya:

Jenderal Qaani, Sang Penerus Jenderal Soleimani, Sedang Berada di Suriah, Pertanda Apa?

Pengamat politik dan militer Suriah Alaa Al-Asfari menduga akan terjadi eskalasi antara Suriah dan Iran di satu pihak dan Amerika Serikat (AS) di pihak lain di Suriah.

Kepada Radio Sputnik milik Rusia, Ahad (28/6/2020), Al-Asfari mengatakan bahwa kunjungan komandan Pasukan Quds Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran, Brigjen Esmail Qaani, ke kota Albukamal di Suriah timur mengindikasikan bahwa eskalasi baru akan terjadi.

“Kunjungan komandan Pasukan Quds ke Suriah datang atas permintaan Teheran,” katanya, sembari menyebutkan bahwa Damaskus telah setuju untuk menyambut kedatangan Qaani.

Pakar Suriah itu menambahkan, “Kunjungan Komandan Pasukan Quds Iran ke Suriah adalah ungkapan dukungan Iran untuk Suriah dalam perangnya terhadap organisasi teroris ISIS, yang telah mematahkan tulang punggung ISIS di berbagai wilayah Suriah, meskipun ada Amerika dan Israel (kepada ISIS). ”

Al-Asfari menyebutkan  bahwa segera setelah kunjungan itu, Angkatan Udara Israel membom situs milik Tentara Arab Suriah (SAA) di Deir Al-Zour.

Pada Sabtu malam lalu media Iran menerbitkan foto Qaani saat berada di Albukamal.

“Berdasarkan fakta bahwa Amerika Serikat dan Rezim Zionis berdiri di belakang ISIS, dapat dipastikan bahwa konspirasi mereka belum berakhir,” kata Qaani.

Penerus jenderal legendaris Iran Qassem Soleimani ini mengaku akan melanjutkan jalan yang telah ditempuh oleh para syuhada, terutama Soleimani yang telah gugur di tangan pasukan AS di Baghdad, Irak, pada Januari lalu.

“Kami adalah penggemar perjuangan, dan moralitas kami  merupakan alasan bagi kegagalan Amerika dan Israel dan eleminasi sisa-sisa ISIS,” tegasnya. (amn/tasnim)

Jenderal Iran Datangi Suriah, Israel Lancarkan Serangan

Serangan udara dilaporkan terjadi di provinsi Deir Ezzor, Suriah timur, dan diduga dilancarkan oleh Israel ketika komandan Pasukan Quds Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran, Brigjen Esmail Qaani, berkunjung ke kota Albukamal, Suriah timur .

Disebutkan bahwa satu jet tempur tak dikenal pada Sabtu malam (27/6/2020) telah membom daerah di sekitar kota perbatasan Albukamal, yang belakangan ini menjadi basis pasukan Iran dan sekutunya.

Surat kabar Israel The Jerusalem Post, mengutip pernyataan sumber informasi bahwa serangan udara itu merupakan serangan Israel yang menarget situs militer di Albukamal, hanya beberapa jam setelah kedatangan Qaaani.

Lembaga  Observatory Syria untuk Hak Asasi Manusia (SOHR) mengklaim enam orang tewas akibat serangan ini, termasuk empat tentara Suriah.

Namun, sulit untuk mengkonfirmasi laporan ini karena pasukan di daerah Albukamal umumnya adalah pasukan yang didukung Iran dan bertugas di perbatasan Suriah-Irak.

Kementerian Pertahanan maupun Angkatan Bersenjata Suriah belum mengomentari laporan dan klaim tersebut.

Kantor berita Tasnim milik Iran melaporkan bahwa Qaani berkunjung ke daerah Albukamal, dan ini menjadi kunjungan pertama kalinya sejak pendahulunya, Qassem Soleimani, tewas diserang pasukan AS di baghdadi pada Januari lalu. (amn)

Berbekal Foto Salitet, Para Analis Barat Duga Ledakan Hebat di Teheran Berasal dari Pabrik Rudal

Citra satelit yang dirilis pada akhir pekan lalu memperlihatkan detail baru terkait ledakan dahsyat yang terjadi Jumat lalu (26/6/2020) di kawasan yang meliputi situs militer sensitif di timur Teheran, ibu kota Iran.

AP melaporkan bahwa foto-foto hasil pencitraan satelit tersebut menunjukkan ledakan itu terjadi di daerah dekat Khojir yang diduga oleh para analis sebagai tempat penyembunyian jaringan terowongan bawah tanah dan lokasi produksi rudal.

foto satelit dampak ledakan di dekat teheran

Foto-foto itu juga memperlihatkan adanya ratusan meter lahan yang terbakar, yang tidak muncul dalam gambar yang diambil beberapa minggu sebelum insiden itu terjadi di kawasan yang berjarak sekitar 20 kilometer sebelah timur Teheran tersebut.

Disebutkan bahwa pada foto itu terlihat pula sebuah bangunan di dekat tanda-tanda bekas kebakaran yang mirip dengan fasilitas yang terlihat dalam penggalan video yang ditayangkan televisi pemeritah Iran, sementara area penyimpanan gas ini terletak di dekat apa yang oleh para analis itu disebut sebagai fasilitas rudal Khujir Iran.

Seperti pernah diberitakan, rekaman video dan foto ponsel yang diposting di media sosial memperlihatkan ledakan cahaya besar dan terang menyala berwarna oranye yang disusul kepulan asap tebal di langit malam pada dini hari Jumat (26/6/2020).

Dikabarkan bahwa ledakan besar itu terjadi di dekat pangkalan militer yang pernah dicurigai berperan dalam program uji coba nuklir Iran di masa lalu itu.

Namun demikian, Kementerian Pertahanan Iran mengumumkan bahwa ledakan di timur Teheran itu disebabkan oleh ledakan gudang gas alam di wilayah Parchin.

Kementerian itu menyatakan, “Tim darurat telah mulai memadamkan api yang disebabkan oleh ledakan tangki gas industri di timur ibukota, Teheran… Tak ada korban dari ledakan tangki gas industri di Teheran timur.” (amn)

Dampak Pandemi Covid-19, Negara-Negara Teluk Rugi Miliaran Dolar

Ekonomi negara-negara Dewan Kerjasama Teluk (GCC) menderita kerugian besar yang diperkirakan mencapai puluhan miliar Dolar AS sebagai dampak pandemi corona (Covid-19) dan penurunan cadangan devisa di Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA) dan Bahrain akibat anjloknya harga minyak serta meningkatnya pengeluaran untuk mengatasi Pandemi.

Kerugian ekonomi mendera akibat pembatasan yang ditetapkan oleh pemerintah negara-negara GCC, penangguhan kegiatan dan bisnis, dan peningkatan pengeluaran publik untuk mencegah perluasan infeksi, sementara cadangan umum Saudi, UEA dan Bahrain terpuruk ke rekor terendah selama ini.

Arab Saudi menempati urutan pertama negara-negara GCC yang terkena dampak penurunan cadangan umum sejak Maret akibat merebaknya Covid-19 serta kegagalan upayanya dalam mengantisipasi dampak pandemi.

Saudi kehilangan sekitar US$ 86 miliar pada aset cadangan devisanya yang berjumlah 529 miliar dolar sebelum krisis Covid-19, termasuk US$ 25 miliar yang menguap dari cadangan devisa Saudi pada bulan Maret, dan US$ 40 miliar yang digelontorkan otoritas Riyadh untuk membiayai investasi dana kekayaan negara, yang diketuai oleh Putra Mahkota Mohammed bin Salman.

Adapun UEA yang menerima pukulan besar akibat terburu menormalisasi keadaan padahal pandemi belum surut, kerugiannya tidak kalah besarnya dengan Arab Saud.

Akibat terganggunya berbagai kegiatan bisnis oleh upaya pencegahan penyebaran infeksi Covid-19, UEA  menelan kerugian yang berpusat pada penurunan aset cadangannya dari valuta asing dari US $ 110 miliar Maret lalu menjadi US$ 96 miliar, yang berarti kehilangan sekitar US $ 14 miliar akibat pandemi Covid-19.

Adapun Bahrain, yang menempati urutan ketiga, juga telah berupaya untuk mengadopsi reformasi ekonomi untuk mengatasi dampak negatif krisis Covid-19, enggan mengumumkan nilai terbaru cadangan devisanya yang berjumlah US$ 3.5 miliar pada Februari lalu.

Lembaga S&P Global Rating memperkirakan kebijakan fiskal ekspansif Bahrain sebesar 12% PDB tahun ini, dan mencatat kontraksi ekonomi 5% pada tahun ini. (alalam)