Rangkuman Berita Utama Timteng  Senin 28 September 2020

rudal iran zolfaqar basirJakarta, ICMES. Militer Iran memperingatkan kepada negara-negara Arab Teluk Persia yang telah menormalisasi hubungan dengan Israel bahwa mereka akan diperlakukan oleh Iran sebagai musuh.

Pasukan elit Iran Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengumumkan bahwa Iran memiliki rudal maritim berjarak jangkau lebih dari 1000 km.

Iran mengumumkan kesiapannya menengahi antara Azerbaijan dan Armenia dalam pembicaraan untuk menemukan solusi atas krisis Karabakh antara keduanya, sementara Sekjen PBB juga menyerukan keduanya agar segera menyudahi konfrontasi.

Berita selengkapnya:

Iran akan Perlakukan Negara-Negara Penormalisasi Hubungan dengan Israel sebagai Musuh

Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran Mayjen Mohammad Hossein Baqeri memperingatkan kepada negara-negara Arab Teluk Persia yang telah menormalisasi hubungan dengan Israel bahwa mereka harus bertanggungjawab atas apapun masalah keamanan yang diciptakan oleh Rezim Zionis di kawasan ini.

“Jika Zionis ditempatkan di kawasan ini dan terjadi sesuatu yang bahkan menimbulkan kerusakan minimal pada keamanan dan pertahanan nasional kami maka kami memandang negara-negara ini (penormalisasi hubungan dengan Israel) sebagai penyedia pangkalan bagi musuh, dan karena itu akan memperlakukan mereka sebagai musuh, ”ungkap Baqeri dalam wawancara dengan TV pemerintah pada Sabtu malam (26/9/2020).

Dia juga menyebutkan bahwa kondisi Israel sedemikian tidak stabil menyusul maraknya protes anti-Perdana Menteri Benjamin Netanyahu sejak beberapa bulan lalu sehingga “seandainya AS menghentikan dukungannya, niscaya Rezim Zionis akan runtuh”.

Senada dengan ini, Sekjen Dewan Tinggi Keamanan Nasional Iran Ali Shamkhani dalam pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Irak Fuad Hussein, Ahad (27/9/2020), menilai normalisasi hubungan itu sebagai “pengkhianatan besar”.

“Normalisasi hubungan dengan Rezim Zionis merupakan pengkhiantan besar dan pelanggaran terbuka terhadap hak bangsa Palestina,” katanya.

Dia juga memperingatkan bahwa normalisasi itu berimbas buruk  “yang tak terbatas pada kacaunya keamanan dan tertanamnya pertikaian antarnegara kawasan, melainkan bahkan membuat negara-negara penormalisasi itu sendiri berada dalam bahaya hakiki”.

Dia juga mengatakan, “Tujuan Rezim Zionis menormalisasi hubungannya dengan sejumlah negara regional di bawah tekanan AS ialah berdominasi penuh atas kawasan… sementara dialog dan kerjasama regional tanpa campurtangan kuat pihak non-regional adalah jalan terbaik untuk stabilitas dan keamanan kawasan.” (fna/raialyoum)

Pasukan Elit Iran Umumkan Peningkatan Jarak Jangkau Rudal Maritimnya

Pasukan elit Iran Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengumumkan bahwa Iran memiliki rudal maritim berjarak jangkau lebih dari 1000 km.

“Kisaran tertinggi rudal laut kami adalah 45 km di era Thaghut (rezim Pahlavi pada 40-an tahun silam), tapi sekarang jangkauan rudal kami meningkat menjadi 700 km,” ungkap Komandan Pasukan Dirgantara IRGC Brigjen Amir Ali Hajizadeh, Ahad (27/9/2020).

“Kami memiliki rudal lain dengan jangkauan lebih dari 1000 km yang telah dikembangkan oleh Kementerian Pertahanan dan Angkatan Bersenjata,” tambahnya.

Dia bersumbar bahwa musuh Iran sadar dan takut menyaksikan besarnya kekuatan negara republik Islam itu.

“Kami akan membuat mereka bertekuk lutut dan kami, sebagai perwakilan bangsa Iran di Teluk Persia, akan menjadi penjaga,” ujarnya.

Pada hari itu Pasukan Dirgantara IRGC memamerkan generasi baru rudal laut balistik Zolfaqar yang dinamai “Zolfaqar Basir” dalam pameran pencapaian strategisnya di Teheran.

Rudal itu berkemampuan untuk mencapai target di laut dengan jangkauan 700 km.

Sebelumnya, dengan memiliki rudal yang dinamai “Teluk Persia” dan “Hormuz”,  jangkauan rudal balistik maritim Iran diumumkan sejauh 300 km, tetapi sekarang dengan memproduksi rudal Zolfaqar Basir jangkauannya meningkat menjadi 700 km.

Pada 20 Agustus Iran juga memamerkan rudal jelajah baru yang dinamai “Syahid Abu “ yang berjarak jangkau lebih dari 1000 kilometer.

Sementara Pasukan Darat Angkatan Bersenjata Iran dalam sebuah upacara pada hari Minggu mengungkapkan tujuh pencapaian di bidang pertahanan.

Dialporkan bahwa pencapaian itu mencakup robot penyelamat “Masih”, mesin piston drone, sistem komunikasi lompat frekuensi tinggi, robot tempur cerdas Caracal, peluncur ganda bernama Hadaf 2, kendaraan taktis Gohar 4.4, dan kendaraan upgrade 26.40.

Wakil Komandan Angkatan Bersenjata Iran Brigjen Mohammad Hossein Dadras menyebut negaranya berdiri tegak dalam industri pertahanannya meskipun dikenai sanksi keras AS, dan bahkan tidak ada negara regional yang memiliki kemampuan seperti Iran.

“Meski kami tidak memiliki pesawat tempur F35, peralatan kami bukanlah barang pinjaman dan kami juga bukan boneka kekuatan besar di kawasan. Kami justru mampu mengubah sanksi menjadi peluang untuk maju dan menggapai inovasi dan swasembada dalam pembuatan peralatan (militer) yang istimewa, ”katanya.

Dia menambahkan bahwa senjata dan peralatan tempur Barat di tangan negara-negara di kawasan bukannya membuat mereka lebih perkasa dan dihormati, tapi malah kerap disebut sebagai sapi perah bagi Barat.

Dadras menjelaskan  bahwa negaranya sekarang dapat membuat jet tempur, tank, artileri, helikopter, rudal darat-ke-darat dan jarak pendek, drone, serta banyak senjata dan peralatan lainnya meskipun mendapat sanksi selama beberapa dekade. (mm/fna)

Azerbaijan dan Pasukan Dukungan Armenia Berperang, Iran Nyatakan Siap Menengahi

Iran mengumumkan kesiapannya menengahi antara Azerbaijan dan Armenia dalam pembicaraan untuk menemukan solusi atas krisis Karabakh antara keduanya, sementara Sekjen PBB juga menyerukan diakhirnya konfrontasi.

Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif, melalui akun Twitter-nya, Ahad (27/9/2020), menyatakan Teheran “memantau kekerasan yang meresahkan di Karabakh”, dan menyerukan diakhirinya permusuhan antara Azerbaijan dan Armenia.

Zarif menegaskan negaranya mendorong dialog dan memprioritaskan negara-negara tetangganya.

Dia kemudian menekankan kesiapan Iran untuk menengahi antara kedua negara itu sembari menyebutkan “kawasan kami sekarang membutuhkan perdamaian.”

Armenia dan Azerbaijan di hari yang sama terlibat aksi saling tuding melakukan tindakan yang memicu  konfrontasi berdarah di wilayah Nagorno-Karabakh, yang menewaskan 23 orang, dalam perkembangan yang bahkan dinilai dapat menyeret Rusia dan Turki ke arena konflik.

Nagorno-Karabakh adalah wilayah otonomi yang mayoritas penduduknya beretnis Armenia. Wilayah ini memproklamasikan kemerdekaan dari Azerbaijan pada tahun 1991 dengan dukungan Armenia, sementara Azerbaijan didukung Turki.

Presiden Arayik Harutyunyan dari Republik Republik Nagorno-Karabakh mengatakan puluhan tentaranya tewas setelah digempur pasukan Azerbaijan dengan menggunakan jet tempur F-16 milik Turki.

Sekjen PBB António Guterres mendesak Azerbaijan dan separatis yang didukung Armenia untuk “segera menghentikan pertempuran” yang dinilai terburuk sejak 2016.

Juru bicara Sekjen PBB, Stephane Dujarric, menyatakan bahwa Guterres “dengan tegas meminta semua pihak untuk segera menghentikan pertempuran, meredakan ketegangan, dan kembali kepada perundingan tanpa penundaan”.

Dia juga mengatakan bahwa Guterres berkeinginan untuk berkomunikasi dengan Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev dan Perdana Menteri Armenia Nikol Pashinyan.

“Sekjen sangat prihatin tentang pembaruan permusuhan baru-baru ini dan mengutuk pengandalan kekuatan,” imbuh Dujarric.

Sementara itu , Kementrian Pertahanan Azerbaijan mempublikasikan sebuah video penghancuran sistem pertahanan udara pasukan Armenia di wilayah Karabakh oleh pasukan Azerbaijan, Ahad (27/9/2020)

Kementerian itu menyatakan bahwa serangan balik pasukan Azerbaijan di berbagai bidang mengakibatkan tersingkirnya sejumlah besar pasukan dan peralatan militer Armenia.

Di pihak lain, Kementerian Pertahanan Armenia memublikasi video pemboman tank Azerbaijan saat bergerak menuju garis kontak di wilayah Karabakh.

Kementerian Pertahanan Armenia mengatakan bahwa pasukannya menembak jatuh dua helikopter Azerbaijan dan tiga drone, dan bahwa Azerbaijan kehilangan tiga tank. (railayoum/rta)