Rangkuman Berita Utama Timteng Senin 27 April 2020

saudi dan yaman petaJakarta, ICMES. Kelompok pejuang Ansarullah (Houthi) di Yaman mengaku masih menjalin komunikasi politik dengan Arab Saudi, meski tak kunjung menghasil kemajuan menuju penyelesaian perang di Yaman.

Wakil Koordinator Angkatan Bersenjata Iran Laksamana Iran Habibollah Sayyari menyatakan negaranya sekarang mendesain dan memroduksi sendiri semua kebutuhannya, berkat kepercayaan diri generasi muda.

Seorang pakar militer terkemuka Irak, Safa al-A’asam, memperingatkan bahwa Washington sedang menerapkan rencana di provinsi al-Anbar Barat untuk menggusur pasukan relawan Irak Hashd Shaabi dengan pasukan AS sendiri.

Presiden Iran Hassan Rouhani menyatakan Iran akan dibagi menjadi tiga zona risiko berdasarkan jumlah infeksi virus corona (Covid-19) dan kematian akibat wabah ini.

Berita selengkapnya:

Ansarullah Mengaku Masih Menjalin Komunikasi dengan Saudi

Kelompok pejuang Ansarullah (Houthi) di Yaman mengaku masih menjalin komunikasi politik dengan Arab Saudi, meski tak kunjung menghasil kemajuan menuju penyelesaian perang di Yaman.

Ansarullah juga menyatakan bahwa pasukan koalisi Saudi-Uni Emirat Arab (UEA) masih gencar melancarkan serangan udara meskipun telah mengumumkan secara sepihak perpanjangan masa berlaku gencatan senjata sampai satu bulan lagi.

Hal tersebut diungkap oleh Ketua Dewan Tinggi Politik Yaman yang berafiliasi dengan Ansarullah, Mahdi al-Mashat, seperti dikutip Al-Jazeera, Ahad (26/4/2020).

Dalam wawancara dengan surat kabar al-Thaura yang terbit di Sanaa, ibu kota Yaman, Sabtu (25/4/2020), al-Mashat menyatakan pihaknya banyak menjalin komunikasi yang kontinyu dengan koalisi Saudi-UEA serta berbagai pihak internasional, dan komunikasi ini tetap berlanjut meski mengalami pasang surut sesuai perkembangan situasi.

Menurut tokoh senior Ansarullah ini, kontak-kontak dengan Saudi itu tidak akan membuahkan hasil positif kecuali jika apa yang dilakukan Koalisi berbanding lurus dengan apa yang mereka katakan.

Kendala Gencatan Senjata

Setelah gencatan senjata yang diberlakukan sejak 9 April mengalami kendala, Reuters mengutip pernyataan beberapa sumber bahwa Saudi telah memulai kembali pembicaraan tidak langsung dengan Ansarullah untuk menggalang gencatan senjata permanen.

Pada akhir Maret lalu Duta Besar Saudi untuk Yaman, Muhammad Al-Jaber, mengungkapkan bahwa Saudi mengadakan pembicaraan harian dengan Ansarullah untuk mengakhiri perang yang telah berkecamuk selama lebih dari lima tahun.

Ansarullah menolak gencatan senjata itu sembari menyebutnya manuver belaka dan bertujuan menghalangi prakarsa komprehensif yang diajukan Ansarullah kepada PBB untuk menghentikan perang.

Ansarullah  juga mengingatkan bahwa berlanjutnya blokade yang dipaksakan oleh koalisi Saudi-Emirat terhadap Yaman berarti berlanjutnya perang.

Tak Ada Gencatan Senjata

Koalisi Saudi-UEA Jumat lalu mengumumkan perpanjangan gencatan senjata selama sebulan sembari menyebutkan bahwa keputusan itu diambil menyusul adanya desakan utusan PBB Martin Griffiths agar dibuka kesempatan untuk membuat kemajuan dalam negosiasi gencatan senjata permanen, dan untuk kelanjutan proses politik.

Namun, tokoh Ansarullah Mohammed Al-Bukhaiti menegaskan tak ada gencatan senjata sehingga tidak apa pula perpanjangan seperti yang diklaim Saudi.

Senada dengan ini, juru bicara militer Yaman yang bersekutu dengan Ansarullah, Brigjen Yahya Saree, melaporkan bahwa jet tempur koalisi Saudi-UEA melakukan 35 serangan udara di Marib, Sa’da, dan Makhiras.

Saree juga menegaskan mengatakan bahwa tentara Yaman dan para pejuang Lijan Shaabiya yang berafiliasi dengan Ansarullah telah menghadang dan menggagalkan pergerakan masif  pasukan Koalisi dari dua jalur menuju lokasi mereka di distrik Ragwan, provinsi Ma’rib. (aaljazeera)

Iran Capai Swasembada dalam Produksi Semua Kebutuhan Militer

Wakil Koordinator Angkatan Bersenjata Iran Laksamana Iran Habibollah Sayyari menyatakan negaranya sekarang mendesain dan memroduksi sendiri semua kebutuhannya, berkat kepercayaan diri generasi muda.

“Berkat Revolusi Islam, kepercayaan diri kaum muda dan jerih payah sepanjang waktu para pakar dari Organisasi Industri Maritim Iran, kami berstatus sedemikian rupa sehingga kami merancang dan memproduksi semua peralatan yang dibutuhkan oleh angkatan bersenjata kami , ”ujar Habibullah Sayyari.

“Selama kita percaya pada kemampuan kita, kita dapat membuat kemajuan, sedangkan kehilangan kepercayaan ini akan menghasilkan dominasi musuh atas kita,” lanjutnya saat meninjau proyek rekonstruksi dan perlengkapan kapal perusak Damavand di Bandar Anzali, Iran utara, Ahad (26/4/2020)..

Dia juga mengatakan, “Prestasi pertahanan negara ini tercapai justru ketika dikenai sanksi paling keras, sehingga kitapun lantas percaya diri bahwa kita dapat mencapai apa pun yang kita inginkan.”

Laksamana Muda Hossein Khanzadi pada November tahun lalu mengumumkan bahwa pasukannya dalam jangka waktu dua bulan berikutnya akan dibekali dengan kapal perusak buatan sendiri yang dinamai “Dena”.

“Insya Allah, kita akan menyaksikan penambahan kapal perusak, Dena, ke Angkatan Laut pada bulan Bahman (21 Januari – 19 Februari),” tuturnya kepada wartawan dalam konferensi pers di Teheran 27 November 2019 pada peringatan Hari Angkatan Laut Iran (28 November). (fna)

Pakar Irak Ungkap Ambisi AS Gusur Pasukan Relawan Hashd Shaabi

Seorang pakar militer terkemuka Irak, Safa al-A’asam, memperingatkan bahwa Washington sedang menerapkan rencana di provinsi al-Anbar Barat untuk menggusur pasukan relawan Irak Hashd Shaabi dengan pasukan AS sendiri.

Safa al-A’asam kepada portal berita al-Ma’aloumeh, Ahad (26/4/2020), menyatakan bahwa sebuah rencana sedang dilaksanakan oleh AS bekerjasama dengan sejumlah elemen politik di Irak agar pasukan Hashd Shaabi menarik diri al-Qaim dan daerah-daerah lain di bagian barat provinsi Anbar untuk kemudian diganti dengan pasukan AS.

“Tuntutan untuk penarikan pasukan Hashd Shaabi dari al-Qaim dan Anbar barat bertujuan menciptakan kesenjangan keagamaan di antara pasukan Hashd Shaabi karena pasukan ini mencakup lebih dari 16 resimen Sunni yang ditempatkan di wilayah tersebut,” ungkap al-A’asam.

Dia juga memperingatkan, “Rencana politik saat ini mencanangkan pengerahan pasukan AS di al-Qa’em dan daerah-daerah yang berdekatan dengan dalih kesenjangan keamanan dan potensi serangan ISIS setelah penarikan Hashd al-Shaabi.”

Sumber-sumber keamanan di Irak pekan lalu menyebutkan bahwa jet tempur AS telah melakukan penerbangan reguler ke dua provinsi Babel dan Anbar untuk mengintai Hashd Shaabi.

Sumber anonim mengatakan kepada al-Ma’aloumeh bahwa pesawat-pesawat tempur AS telah melakukan operasi pengintaian atas markas Hashd Hashd Shaabi di wilayah Jarf al-Nasr di bagian selatan Faloujeh, provinsi Babel Utara, dan daerah lain di dekat provinsi al-Anbar serta wilayah al-Razazah menuju Karbala .

Dia juga menyebutkan bahwa pasukan Hashd Shaabi telah menempuh langkah-langkah keamanan yang kuat di semua pangkalan mereka untuk mengantisipasi kemungkinan serangan mendadak AS. (fna)

Wabah Covid-19, Iran akan Buka lagi Situs-Situs Keagamaan di zona “putih”

Presiden Iran Hassan Rouhani menyatakan Iran akan dibagi menjadi tiga zona risiko berdasarkan jumlah infeksi virus corona (Covid-19) dan kematian akibat wabah ini.

Dalam pertemuan di Markas Besar Nasional untuk Pengelolaan dan Pemberantasan Virus  Corona di Tehera, Ahad (26/4/2020) juga menyebutkan bahwa situs-situs keagamaan dapat dibuka kembali di daerah-daerah yang ditetapkan sebagai zona “putih”, dan sejauh ini Kementerian Kesehatan masih akan menyusun peta zona risiko “putih,” “kuning” dan “merah”.

Di wilayah putih, situs-situs keagamaan seperti masjid dan tempat-tempat suci  akan diizinkan untuk dibuka kembali, termasuk untuk mengadakan sholat Jumat namun dengan tetap menjalankan protokol kesehatan dan pencegahan wabah Covid-19.

“Besok, jika kita diberitahu bahwa kota Mashhad adalah putih, yaitu jika Departemen Kesehatan berkesimpulan bahwa itu akan menjadi putih selama dua minggu, maka tempat suci Imam Reza (as) akan dibuka kembali berdasarkan protokol kementerian menyatakan, “tuturnya.

Dia menambahkan, “Ini adalah langkah pertama pembukaan situs-situs keagamaan yang sangat menarik bagi masyarakat, dan Insya Allah, kami berharap bahwa zona putih akan berkembang dari hari ke hari dan kita akan mengalami kondisi yang lebih baik sementara orang-orang mengindahkan (protokolnya).” (presstv)