Rangkuman Berita Utama Timteng Senin 26 Agustus 2019

sayid nasrallahJakarta, ICMES: Pemimpin kelompok pejuang Hizbullah di Libanon Sayid Hassan Nasrallah menyatakan bahwa agresi Israel ke Suriah, Libanon, dan Irak merupakan aksi Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menggiring kaum Zionis menuju jurang kebinasaan.

Komandan Pasukan Quds Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) Jenderal Qasem Soleimani menyebut operasi militer Israel belakangan ini sebagai aksi “gila” yang dilakukan sebagai “upaya terakhir” untuk menyelamatkan diri.

Kelompok pasukan relawan Irak Al-Hashd Al-Shaabi mengaku telah mendapat serangan dari dua drone Israel di distrik Qaim di Irak barat.

Petinggi militer Iran menyatakan bahwa satu lagi sistem pertahanan udara baru buatan negara ini akan segera dipamerkan.

Berita selengkapnya:

Nasrallah: Netanyahu Sedang Menggiring Israel Menuju Jurang Kebinasaan

Pemimpin kelompok pejuang Hizbullah di Libanon Sayid Hassan Nasrallah menyatakan bahwa agresi Israel ke Suriah, Libanon, dan Irak merupakan aksi Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menggiring kaum Zionis menuju jurang kebinasaan.

Hal itu dia nyatakan dalam pidato pada momen peringatan “Hari Pembebasan Libanon” dari pendudukan Israel, Ahad (25/8/2019), sembari memastikan bahwa “sudah bukan saatnya Israel dapat menyerang Lebanon”, dan berjanji untuk menjatuhkan drone Israel yang masuk ke Libanon.

Menurutnya, Israel pada Ahad dini hari lalu telah menerbangkan dua drone ke wilayah Lebanon, dan tersiar kabar bahwa dua drone Israel telah jatuh di Libanon.

“Drone pertama masuk ke kawasan sasaran, yaitu drone pengintai yang tidak disertai bahan peledak. Drone ini terbang di ketinggian rendah sehingga berarti bermaksud mengambil gambar sasaran itu secara detail. Kami tidak menjatuhkannya, melainkan beberapa anak muda di daerah itu telah melemparnya dengan batu lalu drone itu terhempas. Entah jatuh karena kerusakan teknis ataupun karena batu itu. Beberapa lama kemudian datang drone ke dua secara ofensif dan menyerang sebuah tempat tertentu, ” terang Nasrallah.

Dia mengingatkan bahwa aksi pelanggaran oleh Israel itu tak dapat dibiarkan karena Israel akan dapat semaunya menerbangkan pesawat nirawaknya ke Libanon.

“Pembiaran atas pelanggaran ini akan menyebabkan terulangnya skenario Irak di Lebanon. Pesawat-pesawat nirawak yang membom markas-markas al-Hashd al-Shaabi di Irak dan (Perdana Menteri Israel Benjamin) Netanyahu berbangga dengannya. Kami di Libanon tidak akan menerima perlakuan seperti ini, dan kami akan melakukan segala sesuatu untuk mencegahnya… Sudah berakhir era di mana Israel membom Lebanon, dan biarlah rezim perampas itu masih aman di Palestina pendudukan,” tegas Nasrallah.

Dia menjelaskan bahwa tindakan Israel di pinggiran Libanon pada dini hari Ahad itu adalah “serangan drone bunuh diri terhadap sebuah sasaran di pinggiran selatan Beirut dan merupakan  yang pertama kalinya sejak 14 Agustus 2006.”

Mengenai serangan Israel ke pinggiran Damaskus, ibu kota Suriah belum lama ini, Nasrallah menjelaskan bahwa sasarannya adalah sebuah rumah di distrik Aqraba.

“Netanyahu berbagga atas apa yang dia lakukan itu, dan menyatakan bahwa sasarannya adalah markas Pasukan Quds dan bahwa targetnya adalah orang-orang Iran, lalu dia berlagak sebagai pahlawan nasional terdepan nan gagah berani. Padahal dia berbohong kepada rakyatnya, dan menjual kepada mereka pernyataan-pernyataan palsu dan tak faktual. Kemarin pasukan Israel menyerang ‘markas Hizbullah’, padahal hanyalah sebuah rumah yang di dalamnya tidak ada orang kecuali beberapa pemuda Libanon dari Hizbullah, dan di situ telah gugur dua syahid Yasir Dahir dan Hassan Zabib,” papar Nasrallah.

Nasrallah kemudian mengingatkan kepada orang-orang Israel, “Netanyahu telah berkampanye pemilu dengan darah kalian, mendatangkan api dari semua tempat, api Irak, Suriah dan Lebanon. Netanyahu telah menggiring kalian menuju jurang kebinasaan, dan bisa jadi dia akan menjerumuskan kalian ke jurang ini.” (raialyoum)

Jenderal Soleimani Sebut “Operasi Militer Gila Israel” Sebagai “Upaya Terakhir”

Komandan Pasukan Quds Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) Jenderal Qasem Soleimani menyebut operasi militer Israel belakangan ini sebagai aksi “gila” yang dilakukan sebagai “upaya terakhir” untuk menyelamatkan diri.

“Operasi gila ini tentu akan menjadi upaya terakhir Rezim Zionis,” cuitnya di Twitter, Ahad (25/8/2019).

Sebelumnya, Israel telah melancarkan tiga operasi militer yang menjangkau tiga negara Suriah, Libanon, dan Irak dalam 1x 24 jam.  Saat itu Israel menyerang sasaran di Suriah dengan beberapa rudal, yang sebagian besar berhasil ditangkis oleh unit pertahanan udara Suriah.

Selanjutnya, militer Libanon mengumumkan bahwa pada tanggal 25 Agustus 2019 dua drone Israel rontok di Libanon; satu terhempas ke tanah, dan yang lain meledak di angkasa. Menyusul peristiwa ini, pemimpin gerakan Hizbullah menegaskan bahwa drone Israel tak dapat berkeliaran lagi di angkasa Libanon.

Sedangkan di Irak, pasukan relawan al-Hashd al-Shaabi menyatakan bahwa beberapa posisinya telah mendapat serangan drone Israel. Pasukan ini juga merilis beberapa foto mobil yang hancur dan menyatakan satu anggotanya gugur, dan satu lainnya menderita luka terkena serangan itu. (raialyoum/rt)

Pasukan Relawan Irak Mengaku Mendapat Serangan Drone Israel

Kelompok pasukan relawan Irak Al-Hashd Al-Shaabi mengaku telah mendapat serangan dari dua drone Israel di distrik Qaim di Irak barat.

Dalam sebuah statemennya yang dirilis Ahad (25/8/2019), Al-Hashd Al-Shaabi menyatakan, “Terkait dengan serangan Zionis ke Irak, Israel telah sangaja menyerang Al-Hashd Al-Shaabi, dan kali ini dilakukan dengan menggunakan dua drone di kedalaman wilayah Irak di provinsi Anbar di jalur Akashat al-Qaim yang berjarak 15 kilometer dari perbatasan, hingga menyebabkan seorang pejuang gugur syahid dan satu pejuang lainnya menderita luka parah.”

Kelompok itu menambahkan, “Serangan brutal ini dilakukan meskipun sudah ada pantauan udara dari pesawat-pesawat AS di kawasan ini, selain juga ada balon raksasa pemantau di dekat lokasi peristiwa…. Kami berjanji kepada rakyat Irak bahwa serangan ini tidak akan menghalagi peran nasional pasukan Al-Hashd Al-Shaabi dalam memerangi terorisme dan membela wilayah, keamanan, dan kehormatan Irak serta melawan agresor dan para pendukungnya.”

Al-Hashd al-Shaabi juga merilis video dan foto-foto yang disebutnya sebagai dokumentasi detik-detik serangan Israel tersebut.

Masih di bulan Agustus, beberapa waktu lalu posisi relawan Irak itu di Baghdad dan provinsi Salahuddin juga mendapat serangan serupa yang, menurut beberapa sumber, dilakukan oleh pasukan AS dengan menggunakan drone Israel. (rt)

Iran Akan Segera Pamerkan Satu Lagi Sistem Pertahanan Udara Baru Buatannya

Wakil komandan Angkatan Udara Iran Brigjen Alireza Elhami, Ahad (25/8/2019), menyatakan bahwa satu lagi sistem pertahanan udara baru buatan Iran akan segera dipamerkan, dan kini sedang melewati ujian akhir untuk kemudian segera bergabung dengan pasukan militer negara ini.

Dia menyebutkan bahwa sistem itu diberi nama “Oghab” (Elang), dan merupakan sistem pertahanan bergerak jarak pendek, yang mampu menargetkan berbagai objek terbang dan rudal jelajah.

Menurutnya, sistem baru itu akan membingungkan musuh karena telah dirancang dan dikembangkan sepenuhnya oleh para ahli Iran dan musuh tidak menyadari apa yang akan mereka hadapi.

Elhami juga menyinggung sistem rudal pertahanan udara mutakhir lain bernama “Bavar-373” dengan mengatakan bahwa sistem yang baru dipamerkan pada Kamis lalu (22/8/2019) itu sepenuhnya dirancang dan diproduksi oleh para ahli militer Iran dan merupakan pencapaian besar lainnya di sektor pertahanan. (mehr)