Rangkuman Berita Utama Timteng Senin 25 Februari 2019

wanita yazidiJakarta, ICMES: Pecatur Iran Aryan Gholami mendapat apresiasi dari Pemimpin Besar Iran Grand Ayatullah Sayyid Ali Khamenei karena telah menolak bertanding dengan pecatur dari Israel.

Pasukan Khusus Inggris SAS dalam serangan ke kubu terakhir ISIS telah menemukan 50 kepala terpenggal kaum wanita Yazidi korban perbudakan seks kelompok teroris beraliran Salafi/Wahhabi ini.

ISIS dilaporkan kembali bergentayangan di Irak bersamaan dengan berlangsungnya kecamuk pertempuran mereka di Suriah belakangan ini.

Juru bicara Brigade Al-Quds, sayap bersenjata gerakan Jihad Islam Palestina, Abu Hamzah, memastikan pihaknya memiliki rudal yang akurat dalam hal pemboman, penghancuran dan jangkauan.

Berita selengkapnya:

Boikot Pecatur Israel, Pecatur Iran Ini Mendapat Penghargaan Dari Ayatullah Khamenei

Pecatur Iran Aryan Gholami mendapat apresiasi dari Pemimpin Besar Iran Grand Ayatullah Sayyid Ali Khamenei karena telah menolak bertanding dengan pecatur dari Israel.

Sang Ayatullah, Ahad (24/2/2019), menerima kedatangan Gholami bersama keluarganya, dan memuji ketegasannya dalam bersikap terhadap kaum Zionis yang menjajah negeri dan bangsa tertindas Palestina.

Ayatullah Khamenei mendoakan kebaikan untuk Gholami dan orang-orang semisalnya karena dinilainya telah menjaga wibawa Islam maupun martabat bangsa Iran sendiri.

Selain itu, pemimpin tertinggi di Iran berserban hitam sebagai tanda keturunan Rasulullah saw ini juga mengucapkan selamat kepada kedua orang tua Gholami dan berdoa agar Gholami menjadi anak yang berbakti dan menjadi “pelipur mata di dunia dan akhirat” bagi keduanya.

Ayatullah Khamenei mengungkapkan rasa gembiranya karena Iran dapat mencetak remaja secemerlang Gholami yang telah menjadi teladan serta cerminan norma dan prinsip yang berlaku di negara Republik Islam Iran.

Lebih jauh, dia meminta kesediaan Gholami menghadiahkan medali yang diraihnya dalam kejuaraan catur kepada dia selaku pemimpin besar revolusi Islam Iran.

“Saya akan menerimanya darimu, tapi saya akan mengembalikannya kepadamu jika (sewaktu-waktu) saya ingin supaya medali itu ada dan terjaga padamu,” ungkap Sayyid Ali Khamenei kepada Gholami.

Aryan Gholami telah menolak bertanding dengan pecatur Israel dalam Kejuaraan Catur Dunia di Rilton, Swedia, beberapa waktu lalu. Aksi boikot itu dia lakukan sebagai bentuk dukungan kepada bangsa tertindas Palestina, meskipun dia akhirnya kehilangan satu poin dalam pertandingan. (alalam)

Biadab, ISIS Penggal 50 Kepala Wanita Yazidi

Pasukan Khusus Inggris SAS dalam serangan ke kubu terakhir Negara Islam Irak dan Suriah (IS/ISIS/DAESH) telah menemukan 50 kepala terpenggal kaum wanita Yazidi korban perbudakan seks kelompok teroris beraliran Salafi/Wahhabi tersebut.

Kawanan teroris itu diketahui telah membunuh puluhan wanita Yazidi sebelum membuang kepala mereka ke tempat sampah.

Pasukan Khusus Inggris mendapat temuan mengerikan itu ketika mereka memasuki Baghuz, kota yang terkepung di tepi Sungai Eufrat di Suriah timur di mana Ratusan ISIS terkepung di sebuah area kecil penuh semak belukar sembari membawa sandera dengan jumlah yang sama.

SAS mengikuti pertempuran sengit jarak dekat awal bulan ini. Mereka telah menembakkan 600 bom mortir dan puluhan ribu putaran senapan mesin, dan membuat ISIS terpaksa bersembunyi ke dalam terowongan-terowongan di bawah tanah kota yang penuh puing bangunan.

Dilaporkan bahwa lebih dari 100 anggota ISIS terbunuh dalam pertempuran itu, dan dua tentara Inggris terluka.

Sebuah sumber, Ahad (24/2/2019), mengatakan kepada Mail of Sunday, “Di saat kekalahan mereka, kekejaman para ‘jihadis’ tidak mengenal batas. Mereka melakukan pembantaian pengecut terhadap wanita-wanita yang sangat malang ini sebagai tindakan terakhir kebobrokan dan meninggalkan kepala mereka yang terpenggal untuk kita temukan. Motivasi untuk tindakan memuakkan seperti itu di luar pemahaman manusia normal.”

Dia menambahkan, “Tak satu pun dari pasukan SAS yang memasuki Baghuz akan melupakan apa yang mereka lihat, yang disamakan beberapa tentara dengan adegan film Apocalypse Now. Satu-satunya pelipur lara mereka adalah bahwa mereka telah berkontribusi untuk mengakhiri teror Negara Islam (IS/ISIS).”( dailymail)

ISIS Gentayangan Lagi Di Irak, Apa Yang Terjadi?

Kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) kembali bergentayangan di Irak bersamaan dengan berlangsungnya kecamuk pertempuran mereka di Suriah belakangan ini.

Para pemimpin politik Irak mengatakan pembunuhan sistematis di jalan-jalan terluar Irak disebabkan oleh dukungan Washington bagi kelompok teroris beraliran Salafi/Wahhabi tersebut untuk kembali gentayangan di Irak demi membenarkan keberadaan pasukan AS di Irak.

Laporan intelijen Barat mengkonfirmasi adanya infiltrasi seribu teroris ke Irak belakangan ini melalui Suriah manakala mereka tertekan di Suriah.

Kawana teroris itu mengatur kembali organisasinya dan menggunakan daerah-daerah di Pegunungan Hamrin, Makhul dan Badia al-Jazirah untuk melakukan aksi penculikan, pembunuhan, pemasangan ranjau, dan melakukan penghadangan di jalur-jalur transportasi Irak.

Sekretaris Jenderal gerakan Asaib Ahl al-Haq, Qais al-Khazali, menyebut aksi pembunuhan di provinsi Karbala dan Salah al-Din sebagai upaya pembenaran bagi kehadiran Amerika Serikat (AS), dan karena itu dia menduga berbagai kejahatan susulan masih akan terjadi.

Secara terpisah, anggota parlemen untuk koalisi al-Fatah, Mohammed Karim al-Baldawi, menuding Washington telah mendatangkan sejumlah pemimpin ISIS melalui pangkalan-pangkalan militer AS di Irak untuk melatih mereka dan mempersiapkan pergerakan mereka dalam organisasi-organisasi yang mirip dengan gerakan-gerakan kebangkitan rakyat Irak.

Adapun situasi di lapangan Irak, terjadi ketegangan wilayah-wilayah di perbatasan dan kawasan gurun menyusul adanya peningkatan jumlah korban pembunuhan yang dilakukan oleh ISIS, dan kasus yang terbaru diantaranya adalah terbunuhnya enam orang nelayan kota Najaf di kawasan Tharthar, provinsi Anbar. (alalam)

Brigade al-Quds Pastikan Keberhasilannya Mengembangkan Rudal Berpresisi

Juru bicara Brigade Al-Quds, sayap bersenjata gerakan Jihad Islam Palestina, Abu Hamzah, memastikan pihaknya memiliki rudal yang akurat dalam hal pemboman, penghancuran dan jangkauan.

“Para insinyur Brigade Al-Quds berhasil mengembangkan roket hingga melampaui  daerah rampasan Netanya yang berdiri di tanah pendudukan tahun 1948,” tegas Abu Hamzah dalam wawancara pada film dokumenter berjudul “Wa A’iddu” (Persiapkanlah!) di saluran al-Alam milik Iran yang ditayangkan pada Ahad (24/2/2019).

Dia menambahkan, “Brigade al-Quds, melalui para insinyurnya, berhasil mengembangkan rudal untuk menghantam Tel Aviv, Netanya dan di luar Netanya,” kata juru bicara Brigade Al-Quds yang berbasis di Yerusalem.

Abu Hamza menjanjikan kepada Rezim Zionis dengan kejutan yang disiapkan oleh unit rudal Brigade al-Quds untuk mengubah berbagai kota dan daerah pendudukan Israel sebagai “neraka” bagi kaum Zionis sebagai “reaksi atas kebodohan yang akan mereka lakukan.” (alalam)