Rangkuman Berita Utama Timteng  Kamis 24 September 2020

IRGCJakarta, ICMES. Pasukan elit Iran  Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) memperingatkan bahwa negara ini tidak hanya akan bereaksi dengan tindakan defensif, melainkan juga ofensif jika Amerika Serikat memeriksa kapal-kapal Iran di perairan internasional.

Ratusan drone dan helikopter buatan dalam negeri, termasuk tiga drone lepas landas dan mendarat vertikal telah diserahkan kepada pasukan elit Angkatan Laut IRGC.

Drone Angkatan Laut IRGC menyatakan telah melacak kapal induk USS Nimitz dan kapal-kapal pengawalnya sebelum mendekati Selat Hormuz di gerbang Teluk Persia.

Kelompok Ansarullah (Houthi) di Yaman menyatakan bahwa pihak yang diperangi oleh kelompok ini sebenarnya “hanyalah Amerika Serikat (AS)”, yang dinilainya menyerang Yaman dari wilayah Saudi.

Berita selengkapnya:

IRGC Ingatkan akan Bereaksi Keras jika AS Periksa Kapal Iran

Pasukan elit Iran  Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) memperingatkan bahwa negara ini tidak hanya akan bereaksi dengan tindakan defensif, melainkan juga ofensif jika Amerika Serikat (AS) memeriksa kapal-kapal Iran di perairan internasional.

“Iran tidak hanya akan membalas setiap upaya AS memeriksa kapal Iran di perairan internasional, melainkan juga memberikan tanggapan tegas untuk tindakan demikian di tempat-tempat sensitif,” ungkap Komandan Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) Laksamana Ali Fadavi Muda Fadavi kepada situs berita Yaman Al-Masirah, Rabu (23/9/2020).

“Kami akan memberikan tanggapan yang kuat untuk setiap aksi bodoh AS; kekuatan yang tidak bisa dibayangkan musuh. Mereka akan menghadapi serangan masif kami, ” tambahnya.

Fadavi juga mengatakan bahwa AS dan semua kekuatan arogan dunia di dunia hendaknya malu atas kegagalan mereka di Yaman setelah perang di negara ini berkecamuk selama enam tahun.

Pada kesempatan lain di hari yang sama dalam wawancara dengan saluran berita Al-Mayadeen yang berbasis di Libanon Fadavi mengatakan bahwa AS tidak akan berhasil memaksa negara-negara lain menuruti kemauannya menerapkan kembali embargo terhadap industri pertahanan Iran.

“AS tidak akan berhasil mencapai tujuannya untuk memberlakukan larangan senjata terhadap Iran,” ujarnya.

Dia juga menekankan bahwa Gedung Putih juga gagal dalam upayanya membentuk koalisi anti-Iran.

Ditanya mengenai penempatan pasukan AS di Teluk Persia, Fadavi memastikan kehadiran mereka di kawasan itu “akan membuat mereka lebih mudah menjadi sasaran” pasukan Iran.

Pada Sabtu pekan lalu Panglima IRGC Mayjen Hossein Salami memperingatkan kepada para pejabat AS bahwa setiap serangan terhadap Iran akan memicu penghancuran semua kepentingan dan pangkalan AS di kawasan sekitar. (fna)

AL IRGC Dibekali dengan Ratusan Drone dan Helikopter Baru dan Canggih  Buatan Dalam Negeri

Ratusan drone dan helikopter buatan dalam negeri, termasuk tiga drone lepas landas dan mendarat vertikal (VTOL), telah diserahkan kepada pasukan elit Angkatan Laut (AL) Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).

Upacara pengiriman 188 drone dan helikopter dilakukan di hadapan Panglima Tertinggi IRGC Mayjen Hossein Salami dan Panglima Angkatan Laut IRGC Laksamana Muda Alireza Tangsiri di kota pelabuhan Bandar Abbas, Iran selatan, Rabu (23/9/2020).

Pada upacara itu juga diluncurkan sebanyak tiga drone VTOL yang baru dikembangkan yaitu Sepehr, Shahab 2 dan Hodhod 4.

Dalam kata sambutannya, Tangsiri mengatakan bahwa drone-drone itu berkemampuan antara lain mengambil gambar medan perang sebagai alat penghancuran target tetap dan bergerak serta memantau semua pergerakan di laut.

“Mohajer 6 dengan presisi tinggi tinggi di laut dan pantai adalah drone lain yang bergabung dengan AL IRGC pagi ini. Drone ini mememiliki jangkauan penerbangan yang tinggi dalam radius, dapat membawa 4 rudal dan mampu menjalankan misi di segala kondisi cuaca,” lanjutnya.

Dia juga menjelaskan bahwa dua helikopter pendarat air dan 4 helikopter lainnya dengan kemampuan tempur yang membawa rudal juga dikirim ke AL IRGC.

Bulan lalu, Kepala Organisasi Industri Penerbangan Iran (IAIO) Brigjen Afshin Khajeh Fard menyebutkan bahwa negaranya sudah menempati posisi lima besar di dunia dalam pembuatan berbagai jenis drone.

“Badan-badan internasional yang menilai kekuatan tempur udara berbagai negara telah menempatkan Iran sebagai kekuatan dunia ke-5 di bidang drone atau UAV,” kata Khajeh Fard.

Mengenai penghentian sanksi senjata terhadap Teheran pada Oktober mendatang dia mengatakan negaranya berencana untuk bekerjasama dengan negara-negara lain setelah embargo itu dicabut dan kemudian juga dapat mengekspor produk militernya. (fna)

Drone IRGC Lacak Armada Kapal Induk AS

Drone Angkatan Laut (AL) pasukan elit Iran  Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyatakan telah melacak kapal induk USS Nimitz dan kapal-kapal pengawalnya sebelum mendekati Selat Hormuz di gerbang Teluk Persia.

“Dalam operasi pelacakan ini, kapal induk USS Nimitz bersama dengan kapal-kapal perang pengawalnya, termasuk dua kapal perusak (bernomor lambung) 114 dan 104, kapal perang 58 dan 59, dua kapal perang kecil patroli 9 dan 12 serta kapal penjaga pantai 1333 pasukan teroris AS telah diidentifikasi dan dilacak sebelum memasuki Selat Hormuz dan Teluk Persia,”ungkap Panglima AL IRGC Laksamana Muda Alireza Tangsiri dalam kata sambutannya pada upacara pembekalan AL IRGC dengan 188 drone dan helikopter baru di Bandar Abbas, Iran selatan, Rabu (23/9/2020).

Dia mengatakan bahwa pemantauan semua pergerakan di Teluk Persia, Selat Hormuz dan Laut Oman dapat dilakukan dengan drone-drone baru, yang telah memperkuat kekuatan Iran dalam pemantauan udara secara besar-besaran.

Dalam perkembangan lain yang terjadi pada awal bulan ini, Angkatan Bersenjata Iran juga mengumumkan bahwa drone Karrar buatannya telah mencegat sebuah pesawat AS dan dua drone yang secara ilegal menyusup ke Zona Identifikasi Pertahanan Udara (ADIZ) Iran.

Angkatan Bersenjata Iran dalam sebuah pernyataan mengumumkan bahwa ketika pasukan sedang menggelar latihan tempur bersandi “Zolfiqar 99”, satu pesawat P-8 Poseidon, MQ-9 dan RQ-4 milik AS secara ilegal memasuki ADIZ Iran sambil mengamati sepenuhnya jaringan pertahanan udara terintegrasi dari jarak bermil-mil.

Angkatan Bersenjata Iran juga menekankan bahwa tindakan pasukan AS itu sepenuhnya melanggar aturan dan regulasi internasional, dan bahwa pesawat dan drone AS telah mengabaikan peringatan sistem radar AD sehingga dicegat oleh drone Karrar dan pesawat-pesawat AS itu kemudian mengubah haluan dan menyingkir dari area tersebut. (fna)

Tanggapi Raja Salman, Ansarullah Yaman Nyatakan “Hanya Perangi AS di Saudi”

Menanggapi pidato Raja Salman bin Abdulaziz dari Arab Saudi pada sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), kelompok pejuang Ansarullah (Houthi) di Yaman menyatakan bahwa pihak yang diperangi oleh kelompok ini sebenarnya “hanyalah Amerika Serikat (AS)”, yang dinilainya menyerang Yaman dari wilayah Saudi.

“Raja Salman hendaklah mengetahui bahwa yang kami perangi hanyalah AS, yang memerangi kami dengan senjatanya dari Saudi,” ungkap Mohammad Ali Al-Houthi, anggota Dewan Tinggi Politik Yaman yang berafiliasi dengan Ansarullah, di halaman Twitter-nya, Rabu (23/9/2020).

Dia menambahkan, “Kalau AS memiliki perhitungan terhadap Republik Islam Iran maka hendaklah mengerahkan senjata-senjata itu kepadanya, jika memang menghendakinya.”

Sebelumnya di hari yang sama, Salman menuding Ansarullah “menghentikan penyaluran bantuan kemanusiaan kepada rakyat Yaman, menghalangi semua upaya pencapai solusi politik di Yaman”, dan tidak merespon upaya penerapan gencatan senjata.

Salman juga menuding Iran mencampuri urusan internal Yaman.

“Campur tangan rezim Iran di Yaman melalui kudeta milisi Houthi yang berafiliasi dengannya terhadap otoritas yang sah menyebabkan krisis politik, ekonomi dan kemanusiaan,”tudingnya.

Dia menambahkan bahwa kerajaannya tidak akan main-main dalam “mempertahankan keamanan nasionalnya.”

Sejak Maret 2015, Saudi memimpin koalisi Arab yang melancarkan operasi militer secara intensif di Yaman untuk mendukung pemerintahan presiden pelarian Abd Rabbu Mansour Hadi dalam perang melawan Ansarullah. (rta)