Rangkuman Berita Utama Timteng Senin 24 Agustus 2020

pemulihan hubungan israel dan UEAJakarta, ICMES. Perdana Menteri Maroko Saadeddine Othmani mengumumkan negara ini menolak pemulihan hubungan dengan Rezim Israel Israel.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan bahwa sejumlah negara Arab akan segera menandatangani perjanjian pemulihan hubungan mereka dengan Israel.

Pasukan Gerakan Ansarallah mencetak kemenangan besar dan menguasai beberapa daerah di bagian barat Provinsi Marib.

Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, menyebut pembelian rudal dari Iran sebagai “ide baik”.

Berita selengkapnya:

Maroko Tolak Normalisasi Hubungan dengan Israel

Perdana Menteri Maroko Saadeddine Othmani mengumumkan negara ini menolak pemulihan hubungan dengan Rezim Israel Israel.

“Maroko menolak normalisasi apa pun dengan entitas Zionis karena hal ini memperkuat pendiriannya dalam melanjutkan pelanggaran hak rakyat Palestina,” kata Othmani dalam pertemuan Partai Keadilan dan Pembangunan, Ahad (23/8/2020).

Penolakan itu dinyatakan Perdana Menteri Maroko menjelang kunjungan Menteri Luar negeri AS Mike Pompe dan penasihat senior dan menantu Presiden AS Donald Trump, Jared Kushner, ke Israel dan beberapa negara Arab setelah terjalin kesepakatan antara Uni Emirat Arab (UEA) dan Israel untuk pemulihan hubungan.

Pompeo akan mengunjungi ke Israel, Bahrain, Oman, Uni Emirat Arab, Qatar dan Sudan, sementara Kushner akan menyusul beberapa hari kemudian ke Israel, Bahrain, Oman, Arab Saudi dan Maroko.

Para diplomat mengatakan kunjungan itu bertujuan memfinalisasi sedikitnya satu perjanjian normalisasi hubungan negara-negara dengan Israel di masa mendatang.

Maroko secara resmi mendukung solusi dua negara yang meniscayakan pembentukan negara Palestina merdeka dengan Al-Quds (Yerusalem) sebagai ibukotanya.

Maroko dan Israel sempat menjalin hubungan tingkat rendah dengan Israel pada tahun 1993 setelah tercapai kesepakatan damai dicapai antara Palestina dan Israel. Namun Rabat membekukan hubungan itu setelah terjadi intifada Palestina pada tahun 2000. (raialyoum/voa)

Netanyahu Nyatakan Beberapa Negara Arab akan Segera Ikut Pulihkan Hubungan dengan Israel

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan bahwa sejumlah negara Arab akan segera menandatangani perjanjian pemulihan hubungan mereka dengan Israel sebagaimana yang sudah dilakukan oleh Uni Emirat Arab (UEA) beberapa waktu lalu.

“Beberapa negara di kawasan ini akan mencontoh Uni Emirat Arab (UEA) dan segera menandatangani perjanjian normalisasi dengan Israel,” kata Netanyahu dalam konferensi pers di kota Quds (Yerusalem), Ahad (23/8/2020).

 “Kami sedang bekerja untuk menyelesaikan lebih banyak perjanjian normalisasi dalam waktu yang tidak terlalu lama dengan negara lain,” imbuhnya, tanpa menyebutkan nama negara.

Netanyahu mengomentari foto yang beredar belakanan ini di media sosial terkait dengan normalisasi hubungan antara Abu Dhabi dan Tel Aviv.

 “Saya sangat terkesan dengan pemandangan seorang anak di jantung UEA yang mengenakan kemeja berbendera Israel dan UEA,” tuturnya.

Dia menambahkan, “Kami membuat perdamaian dari posisi yang kuat. Kekuatan ekonomi dan militer, dan perdamaian yang kami buat adalah untuk kepentingan setiap warga di negara ini.”

Netanyahu menyebutkan bahwa Abu Dhabi tertarik melakukan beberapa proyek di Israel.

Perdana Menteri Israel juga mengatakan akan mengadakan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo di Quds pada hari ini, Senin (24/8/2020), untuk membahas perluasan lingkaran perdamaian antara Israel dan dunia Arab.

Pada 13 Agustus 2020, Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa UEA dan Israel telah mencapai “kesepakatan bersejarah” untuk pemulihan hubungan antara keduanya.

Kesepakatan itu mendapat kecaman luas dari masyarakat serta para pemimpin Palestina dari berbagai faksi terkemuka, termasuk Fatah, Hamas, dan Jihad Islam, selain dari berbagai negara Islam, terutama Iran.

Dalam sebuah pernyataan bersama, para pemimpin Palestina menyebut perjanjian UEA dengan Israel itu “pengkhianatan” terhadap Al-Quds, Al-Aqsa dan perjuangan Palestina.

Pengumuman kesepakatan itu sendiri merupakan puncak dari rangkaian panjang kerjasama, koordinasi, komunikasi, dan pertukaran kunjungan UEA dan Israel. (raialyoum)

Dekati Kota Penting di Yaman, Ansarullah Cetak Kemenangan Besar

Pasukan Gerakan Ansarallah mencetak kemenangan besar dan menguasai beberapa daerah di bagian barat Provinsi Marib, Sabtu (23/8/2020).

Menurut media yang berafiliasi dengan Ansarallah, pasukan kelompok yang dipimpin oleh Sayid Abdul Malik al-Houthi ini berhasil merebut Kamp Mas dekat perbatasan Provinsi Al-Jawf setelah bertempur sengit melawan milisi Islah dan loyalis presiden pelarian Abd Rabbuh Mansour Hadi.

Selanjutnya, pasukan Ansarallah berhasil merebut beberapa puncak bukit dan titik di barat laut kota Marib, sehingga mereka dapat mengendalikan hampir semua daerah pedesaan di barat kota itu.

Koalisi Arab pimpinan Arab Saudi meningkatkan serangan udara selama 48 jam terakhir menjelang perkembangan tersebut, namun pasukan loyalis Hadi dan milisi Islah tetap gagal mempertahankan wilayah mereka di dekat kota Marib.

Pertempuran semakin mendekati kota itu, dan pasukan loyalis Hadi dan milisi Islah praktis harus membuat keputusan penting apakah mereka akan berusaha mempertahan kota itu, atau mundur ke daerah-daerah kaya minyak.

Kehilangan minyak Marib akan menjadi pukulan besar bagi kubu Hadi, karena provinsi itu kaya minyak dan sumber daya lainnya.

Marib sudah sekian lama menjadi ibu kota de facto pemerintahan Hadi di bagian utara Yaman, terutama sejak Sanaa, ibu kota Yaman, berada di bawah kendali Ansarallah. (amn)

Presiden Venezuela  Sebut Beli Rudal Iran “Ide  Bagus”

Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, menyebut pembelian rudal dari Iran sebagai “ide baik”.

“Itu tidak terpikir oleh saya, itu tidak terpikir oleh kami,” kata Maduro dalam siaran televisi dengan anggota kabinet, Sabtu (22/8/2020).

Pernyataan ini merupakan tanggapan atas sindiran Presiden Kolombia, Ivan Duque, yang mengatakan bahwa Venezuela sedang mempertimbangkan rencana pembelian rudal Iran di tengah perkembangan hubungan antara Caracas dan Teheran.

Maduro lantas bercanda dengan menginstruksikan Menteri Pertahanan Vladimir Padrino untuk menindaklanjuti ide itu dan memberi tahu kabinetnya agar merahasiakan rencana demikian.

“Padrino, betapa ide yang bagus, berbicara dengan Iran untuk melihat rudal jarak pendek, menengah dan jauh yang mereka miliki, jika memungkinkan, mengingat hubungan baik yang kami miliki dengan Iran,” kata Maduro.

Ivan Duque Kamis lalu mengutip laporan intelijen bahwa Maduro ingin membeli rudal Iran serta menyerahkan senjata buatan Rusia dan Belarusia kepada kelompok bersenjata Kolombia.

Mei lalu Iran memasok bensin ke Venezuela untuk membantu meringankan krisis bahan bakar. Tindakan Teheran  ini  tercatat sebagai aksi nekat Iran menerjang embargo sepihak Amerika Serikat terhadap Iran dan Venezuela. (reuters)