Rangkuman Berita Utama Timteng Senin 23 November 2020

Ansarullah di kamp maribJakarta, ICMES. Angkatan Bersenjata Yaman yang bersekutu dengan gerakan Ansarullah (Houthi) berhasil membebaskan Kamp Mas, sebuah kamp militer besar di provinsi Marib Yaman.

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo menyatakan bahwa semua opsi ada di atas meja terkait dengan isu Iran.

Perdana Menteri Rezim Zionis Israel Benjamin Netanyahu memberi sinyal peringatan kepada  kepada Presiden terpilih AS Joe Biden dan timnya agar AS tidak terlibat lagi dalam perjanjian nuklir Iran yang diteken pada tahun 2015.

Kementerian Luar Negeri Yordania mengutuk berlanjutnya pelanggaran Israel terhadap kesucian komplek Masjid Al-Aqsa.

Berita Selengkapnya:

Ansarullah Rebut Markas Pertahanan Koalisi di Provinsi Marib

Angkatan Bersenjata Yaman yang bersekutu dengan gerakan Ansarullah (Houthi) berhasil membebaskan Kamp Mas, sebuah kamp militer besar di provinsi Marib Yaman.

Situs Al-Alam yang memuat sebuah foto terkait dengan pembebasan itu, Ahad (22/11/2020), menyebutkan bahwa kamp itu merupakan garis pertahanan utama pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi di provinsi tersebut, dan dengan jatuhnya kamp itu ke tangan Ansarullah maka kota Marib secara militer juga telah jatuh ke tangan gerakan ini.

Sebelumnya, sumber-sumber media Yaman menyebutkan bahwa sebagian besar Partai Kongregasi Reformasi Yaman yang berhaluan Ikhwanul Muslimin dan sempat berada di Riyadh, ibu kota Saudi, telah kabur ke Turki.

Beberapa laporan menyebutkan bahwa sekjen partai itu, Mohammad Al-Yadumi, bersama Syeikh Abdul Majid Al-Zandani, telah tiba di Turki tiga hari lalu.

Laporan itu belum terkonfirmasi, namun sumber-sumber Yaman di Turki alih-alih membantah laporan itu mengatakan bahwa beberapa pemimpin telah tiba di Istanbul, Turki, tanpa menyebutkan nama.

Partai Kongregasi Reformasi Yaman tercatat sebagai sekutu terbesar Saudi di Yaman, namun beberapa sumber Yaman menyatakan bahwa para pemimpinnya semula mengalami sebentuk ketertahanan di Riyadh.

Belakangan ini Saudi melancarkan kampanye anti Ikhwanul Muslimin secara besar-besaran sehingga banyak pengamat menilainya sebagai serangan terhadap Ikhwanul Muslimin di Yaman. (alalam)

Pompoe: Semua Opsi Terbuka bagi Isu Iran, Israel adalah Bagian dari Solusi Timteng

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo menyatakan bahwa semua opsi ada di atas meja terkait dengan isu Iran.

“Sanksi AS terhadap Iran berdampak pada kemampuan Iran … semua kemungkinan masih ada di atas meja mengenai Iran,” ungkapnya dalam wawancara dengan surat kabar Israel The Jerusalem Post, seperti dikutip situs Rai Al-Youm, Ahad (22/11/2020).

Dia juga mengatakan, “Sanksi yang dijatuhkan terhadap Teheran berkontribusi untuk menyampaikan pesan yang jelas di Timur Tengah, dan juga berkontribusi pada penjalinan perjanjian perdamaian yang mengarah pada isolasi Iran lebih lanjut.”

Mengenai Rezim Zionis Israel, dia mengatakan,”Negara-negara di Timur Tengah harus memahami bahwa Israel adalah bagian dari solusi di kawasan, dan Perjanjian Abraham adalah jalan untuk itu.”

Dia menambahkan, “Kebijakan Presiden AS Donald Trump adalah yang terbaik, dan itu mengarah pada Timur Tengah yang lebih aman, terutama terhadap Israel.”

Normalisasi Hubungan Arab-Israel dan “Bahaya Iran”

Pada kesempatan lain dalam wawancara dengan salur Al-Arabiya, Ahad, Menteri Luar Negeri AS menyebutkan bahwa beberapa negara lain akan bergabung dengan perjanjian damai dengan Israel demi mencegah apa yang disebutnya bahaya Iran bagi Timur Tengah.

“Saya yakin sepenuhnya bahwa negara-negara lain akan bergabung dengan apa yang telah dilakukan orang-orang UEA, Bahrain, dan Sudan, dan pada gilirannya akan ada pengakuan terhadap posisi Israel yang benar di antara bangsa-bangsa… Mereka akan melakukannya karena itu merupakan sesuatu yang benar dan harus dilakukan demi rakyat mereka karena faktor kesejahteraan yang semakin bertambah dan keamanan bagi negara-negara mereka,” papar Pompeo.

Dia melanjutkan, “Ini tidak akan terjadi tanpa kepemimpinan dan partisipasi AS dalam menentukan bahaya Iran di Timur Tengah… AS berusaha mewujudkan perdamaian di kawasan dengan mempertimbangkan bahaya yang direpresentasikan oleh Iran. Negara-negara kawasan (Israel dan Arab Teluk) menyadari ancaman bersama yang ada pada Iran.”

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Arab Saudi Faisal bin Farhan Al-Saud menyatakan bahwa Riyadh mendukung normalisasi normalisasi hubungan dengan Israel “asalkan menjamin hak orang-orang Palestina”.

Seperti diketahui, Israel telah menandatangani perjanjian damai dan normalisasi hubungan dengan UEA, Bahrain, dan Sudan yang dimediasi oleh AS. (raialyoum)

Netanyahu Ingatkan Presiden Terpilih AS untuk Tidak Kembali ke Perjanjian Nuklir Iran

Perdana Menteri Rezim Zionis Israel Benjamin Netanyahu memberi sinyal peringatan kepada  kepada Presiden terpilih AS Joe Biden dan timnya agar AS tidak terlibat lagi dalam perjanjian nuklir Iran yang diteken pada tahun 2015.

“Kami tidak akan mengizinkan Iran meraih senjata nuklir,” kata Netanyahu pada acara tahunan mengenang perdana menteri pertama Israel, David Ben-Gurion, di Kibbutz tempat Ben-Gurion dimakamkan.

“Tidak ada jalan untuk kembali ke perjanjian nuklir sebelumnya. Kita harus tetap berpegang pada kebijakan tanpa kompromi untuk memastikan bahwa Iran tidak akan mengembangkan senjata nuklir,” lanjutnya.

Dia juga menegaskan bahwa masyarakat dunia harus menghentikan “perilaku agresif Iran, termasuk dukungannya terhadap teror”.

Biden yang akan memulai jabatannya sebagai Presiden AS pada 20 Januari pernah mengaku akan bergabung kembali dengan kesepakatan nuklir jika Teheran lebih dulu kembali ke kesepakatan itu, dan bahwa dia akan bekerja dengan sekutu AS untuk “memperkuat dan memperluasnya, selagi itu secara lebih efektif menangkal kegiatan destabilisasi Iran lainnya.”

Perjanjian tersebut bertujuan mengekang program nuklir Iran demi mencegahnya mengembangkan senjata nuklir dengan imbalan peringanan sanksi ekonomi yang dikenakan terhadapnya.

Presiden petahana AS Donald Trump keluar dari perjanjian itu pada tahun 2018 karena tidak membatasi program rudal balistik Iran atau dukungannya kepada kelompok-kelompok militan pejuang di Irak, Lebanon, dan Yaman.

Iran sendiri membantah tuduhan bahwa pihaknya bertujuan mengembangkan senjata nuklir. (raialyoum/timesofisrael)

Yordania Minta Israel Berhenti Langgar Kesucian Al-Aqsa

Kementerian Luar Negeri Yordania mengutuk berlanjutnya pelanggaran Israel terhadap kesucian komplek Masjid Al-Aqsa.

Dilaporkan bahwa pelanggaran terbaru yang dilakukan Israel ialah membiarkan serbuan dan konsentrasi para ekstremis Zionis di komplek Al-Aqsa serta  penangkapan sejumlah karyawan Departemen Wakaf Quds.

Juru bicara kementerian itu, Dhaifallah Al-Fayez, Ahad (22/11/2020), menegaskan,”Masjid Al-Aqsa/ Al-Haram Al-Quds Al-Sharif yang diberkahi, dengan seluruh areanya seluas 144 hektar, adalah tempat ibadah murni bagi umat Islam, dan bahwa Badan Administrasi Wakaf Quds dan urusan Masjid Al-Aqsa Yordania adalah pemegang kewenangan khusus  pengelolaan semua urusan komplek itu dan pengaturan masuk kepadanya berdasarkan hukum internasional, status hukum ,dan yurisdiksi.”

Al-Fazez menjelaskan bahwa pihaknya ”telah mengirim nota protes resmi melalui saluran resmi yang menyerukan kepada Israel, sebagai kekuatan pendudukan, untuk menghentikan pelanggaran dan provokasi yang ditolak dan dikecam, dan menghormati status quo sejarah dan hukum otoritas Administrasi Wakaf Quds.”

Al-Fayez kemudian meminta kepada masyarakat internasional menunaikan tanggung jawab menekan Israel agar menghentikan pelanggaran tersebut. (rta)