Rangkuman Berita Utama Timteng  Senin 22 November 2021

Jakarta, ICMES. Otoritas Israel menyatakan satu orang Israel tewas dan tiga lainnya terluka akibat serangan pria Palestina anggota Hamas dengan menggunakan senjata api di Kota Lama Quds (Yerussalem) Timur. Hamas di Gaza dan Hizbullah di Lebanon memuji serangan ini.

Kementerian Luar Negeri Irak kembali menegaskan dukungan negara ini kepada kepada Palestina dan penolakannya terhadap normalisasi hubungan dengan Israel

Komandan Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran Laksamana Alireza Tangsiri menyatakan bahwa sudah sembilan kali pasukan Iran ini memberikan “tamparan” terhadap pasukan Amerika Serikat di Teluk Persia.

Wakil Menteri Penerangan Yaman kubu Sanaa, Fahmi Al-Yusufi, memastikan bahwa serangan belasan drone Yaman pada Sabtu lalu tepat mengena sasaran-sasaran yang diincar.

Berita Selengkapnya:

Serangan Berani Syahid Palestina Tewaskan 1 Tentara Israel dan Lukai 3 lainnya di Quds

Otoritas Israel menyatakan satu orang Israel tewas dan tiga lainnya terluka akibat serangan pria Palestina anggota Hamas dengan menggunakan senjata api di Kota Lama Quds (Yerussalem) Timur pada Ahad (21/11). Hamas di Gaza dan Hizbullah di Lebanon memuji serangan ini.

Polisi Israel menjelaskan bahwa pada sekitar pukul 09.00 waktu setempat pria Palestina yang disebutnya “teroris” itu melepaskan tembakan yang menyebabkan dua orang sipil menderita luka parah dan dua polisi luka ringan.

Korespon AFP di lokasi peristiwa mengaku mendengar suara tembakan beruntun dan teriakan.

Beberapa lama kemudian Rumah Sakit Hadasa di Quds mengumumkan bahwa seorang pemuda pemukim baru yang berusia 25 tahun dan berasal dari Afrika Selatan tewas akibat luka yang diderita dalam peristiwa itu.

Pihak keluarga pemukim itu mengatakan bahwa korban tiba di Israel pada tahun 2016 dan bergabung dengan tentara Israel.

Serangan pejuang Palestina dengan menggunakan senjata api di Quds tergolong peristiwa langka, dan dalam peristiwa ini penyerang itu gugur ditembak pasukan Israel dan jenazahnya kemudian sempat dibiarkan tergeletak lama di atas tanah.

Menteri Keamanan Umum Israel Omer Barlev dalam sebuah pernyataan televisi menyebutkan bahwa penyerang adalah anggota Hamas berusia 42 tahun yang tinggal kawasan Shu’afat dan Quds Timur.

“Penyerang adalah anggota Hamas di sayap politiknya, bukan anggota sayap militernya, dan menurut gambar-gambar yang pada ada kami, tampak dia mengenakan galabiya besar atau menyamar dengan pakaian Yahudi,” ujarnya.

Dia menambahkan, “Istrinya sudah pergi (dari Quds) tiga hari sebelumnya, dan anaknya pun juga di luar negeri, dan tampak bahwa penyerang sejak awal sudah bersikukuh (untuk menyerang) dan mengintai.”

Di pihak lain, Hamas di Jalur Gaza tidak secara langsung mengaku bertanggungjawab atas serangan itu, namun menyatakan menyambut gembira operasi berani mati syahid yang dilakukan oleh Fadi Mahmoud Abu Shuhaidam, tokoh Hamas di Shu’fat.

Hamas menyebut operasi serangan oleh “putra Hamas” itu sebagai peringatan bagi musuh, Israel, bahwa kaum Zionis harus membayar mahal jika terus menerus melancarkan agresi dan kejahatan di Masjid Al-Aqsa, Salwan, Shekh Jarrah dan lain-lain di Quds.

Senada dengan ini, kelompok pejuang Hizbullah di Lebanon menyebut serangan itu sebagai aksi heorik, dan mengucapkan selamat kepada sesama mujahidin dan bangsa Palestina  atas keberhasilan operasi serangan itu.

“Operasi ini merupakan reaksi yang alami atas kejahatan yang berkelanjutan terhadap bangsa Palestina berupa pembunuhan, penangkapan, penghancuran rumah, dan pembuldoseran tanah-tanah pertanian,” ungkap Hizbullah.

Hizbullah menambahkan, “Ini merupakan pesan kuat untuk Israel bahwa semua kejahatan dan operasi terornya tidak akan terbiarkan tanpa balasan. Operasi ini serta operasi-operasi heorik lain yang mendahuluinya maupun yang akan menyusulnya merupakan pembuktian secara operasional atas hidup dan tekad bangsa Palestina untuk terus melanjutkan jihad dan resistensi sampai terbebasnya tanah (Palestina) dan kesuciannya.” (raialyoum)

Irak Tegaskan lagi Penolakannya terhadap Normalisasi Hubungan dengan Israel

Kementerian Luar Negeri Irak kembali menegaskan dukungan negara ini kepada kepada Palestina dan penolakannya terhadap normalisasi hubungan dengan Israel

“Kami memperharui pendirian kami sebagaimana telah diketahui tentang kami, pendirian Irak yang teguh mendukung urusan Palestina dan penerapan sepenuhnya hak-hak sah Palestina, dan penolakan tegas terhadap normalisasi hubungan dengan Israel. Pendirian pemerintah Irak memandang hal itu sebagai prioritas,” ungkap kementerian itu, Ahad (21/11).

Kementerian itu juga menyebutkan, “Kutipan media massa berupa pernyataan-pernyataan dari institusi-institusi lain dilakukan tanpa verifikasi, terutama setelah Menteri Luar Negeri (Fuad) Hossein kembali menegaskan pernyataan bahwa tak ada normalisasi, baik di Konferensi Manama maupun dalam berbagai wawancara televisi.”

Sebelumnya, beberapa media mengutip apa yang mereka sebut pernyataan Fuad Hosseinbahwa tak ada penolakan dari Baghdad terhadap normalisasi hubungan dengan Israel. (raialyoum)

IRGC: Sembilan Kali Kami Menampar AS di Teluk Persia

Komandan Angkatan Laut (AL) Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran Laksamana Alireza Tangsiri menyatakan bahwa sudah sembilan kali pasukan Iran ini memberikan “tamparan” terhadap pasukan Amerika Serikat (AS) di Teluk Persia.

Dalam pidatonya kepada anggota pasukan paramiliter Basij pada pertemuan yang diadakan di bekas kompleks kedutaan AS di Teheran, Ahad (21/11), Tangsiri mula-mula menyebutkan bahwa dua kapal bernama Shahid Soleimani dan Shahid Nazeri serta satu kapal lain yang dilengkapi rudal pertahanan akan bergabung dengan AL IRGC pada tahun ini sesuai kalender nasional Iran.

“Dua kapal Shahid Nazeri sepanjang 55 meter dan Shahid Qassem Soleimani sepanjang 65 meter sedang dalam pembuatan oleh Kementerian Pertahanan dan IRGC, dan kapal lain sedang diproduksi oleh perusahaan sains, dilengkapi dengan rudal permukaan-ke-udara dengan jangkauan 300 km, dan dapat membawa helikopter di atas kapal, dengan kecepatan 35 knot,” terangnya.

Dia lantas menying soal tamparan terhadap AS tersebut dengan mengatakan, “Para pemuda harus memahami pentingnya kawasan Teluk Persia, bahwa negara kita menikmati posisi geografis yang sangat penting, dan bahwa masalah penting ini telah menyebabkan sembilan tamparan terhadap mereka dalam satu setengah tahun konfrontasi dengan AS. Sejauh ini media massa belum memublikasi beberapa di antaranya.”

Tangsiri mengatakan bahwa satu insiden di antaranya ialah konfrontasi baru-baru ini atas sebuah kapal tanker minyak Iran yang hendak direbut AS namun IRGC berhasil menghalau pasukan penyerang.

 “Mereka telah menyadari keunggulan Republik Islam di laut,” kata Tangsiri.

“AS tidak memasuki perairan di bawah pengawasan kami karena takut berkonfrontasi dengan para pejuang AL IRGC,” imbuhnya.

Menurutnya, AL IRGC dan Kementerian Pertahanan Iran memproduksi rudal dengan berbagai jangkauan, dari 10 hingga 2.000 kilometer. (alalam)

Pejabat Yaman Pastikan Serangan Masif Terbaru ke Saudi Mengena Sasaran

Wakil Menteri Penerangan Yaman kubu Sanaa, Fahmi Al-Yusufi, memastikan bahwa serangan belasan drone Yaman pada Sabtu lalu tepat mengena sasaran-sasaran yang diincar.

Kepada Al-Alam, Ahad (21/11), Al-Yusufi mengatakan, “Operasi serangan dapat menjangkau kedalaman wilayah Saudi dan mencapai targetnya dengan presisi, terutama perusahaan Aramco dan Pangkalan King Khalid.”

Seperti pernah diberitakan, tentara Yaman dan pasukan Ansarullah (Houthi), Sabtu (20/11), mengaku telah melancarkan operasi “Perimbangan Deterensi ke-8” terhadap sasaran-sasaran militer dan obyek-obyek vital di Arab Saudi sebagai balasan atas “eskalasi agresi dan kontinyitas kejahatan” Saudi di Yaman.

Serangan itu dilancarkan dengan melesatkan 14 unit drone yang mencakup drone jenis Qasef 2-K, Samad 2 dan Samad 3.

Al-Yusufi mengatakan serangan itu membawa beberapa pesan kepada Saudi dan AS di bidang ekonomi, militer dan politik. 

Menurutnya, operasi serangan itu juga merupakan satu kesuksesan di bidang intelijen militer Yaman dengan memperoleh data-data yang diinginkannya. (alalam)