Jakarta, ICMES. Bermaksud curhat kepada Israel ihwal invasi militer Rusia, Presiden Ukraina Vladimir Zelensky malah membangkitkan kegusaran para pejabat rezim Zionis.

Wakil tetap Rusia untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa Vassily Nebenzia bersumbar bahwa setelah berakhirnya operasi militer Rusia di Ukraina, fakta-fakta buruk negara-negara Barat selain aktivitas biologis Amerika Serikat akan terkuak.
Pusat Manajemen Pertahanan Nasional Rusia mengumumkan bahwa pasukan Ukraina dan pasukan bayaran asing akan diizinkan meninggalkan kota Mariupol dengan syarat  tanpa membawa senjata.
Ghassan Charbel, pemimpin redaksi surat kabar Asharq al-Awsat membuat komentar tentang Suriah di Twitter dengan menyebut negara ini ditadirkan kembali ke pangkuan dunia Arab.
Berita Selengkapnya:
Bermaksud Curhat, Presiden Ukraina Malah Bikin Geram Israel karena Serupakan Serangan Rusia dengan Holocaust
Bermaksud curhat kepada Israel ihwal invasi militer Rusia, Presiden Ukraina Vladimir Zelensky malah membangkitkan kegusaran para pejabat rezim Zionis. Mereka meluapkan kekesalan mereka terhadap pidato Zelensky untuk para anggota parlemen Israel, Knesset, karena telah menyerupakan operasi militer Rusia dengan Holocaust.
Dikutip Times of Israel, Ahad (20/3), Menteri Komunikasi Yoaz Hendel di Twitter mencuit; “Saya mengagumi presiden Ukraina dan mendukung rakyat Ukraina dalam hati dan perbuatan, tapi sejarah mengerikan Holocaust tak dapat ditulis ulang.â€
Sembari mengungkit bahwa genosida Yahudi Nazi Jerman “juga dilakukan di tanah Ukrainaâ€, Hendel menambahkan, “Perang itu mengerikan tapi perbandingannya dengan kengerian Holocaust dan solusi akhirnya sangatlah keterlaluan.â€
Media Israel mengutip pernyataan para menteri lain yang tidak disebutkan namanya mencela “perbandingan keterlaluan” Zelensky.
“Zelensky juga mendistorsi bagian dari negaranya dalam pembunuhan orang Yahudi,†kata mereka, menurut situs berita Ynet.
Mantan menteri Yuval Steinitz menyebut pidato Zelensky “berbatasan dengan penyangkalan Holocaust.”
“Perang selalu merupakan hal yang mengerikan… tapi setiap perbandingan antara perang biasa, sesulit itu, dan penghancuran jutaan orang Yahudi di kamar gas dalam kerangka solusi akhir adalah distorsi sejarah yang komplit,†katanya dalam sebuah pernyataan.
Sejumlah anggota Zionisme Agama di Knesset juga mengecam Zelensky. Pemimpin partai oposisi sayap kanan Bezalel Smotrich mengecam perbandingan dengan Holocaust dan menuduh pemimpin Ukraina itu mencoba “menulis ulang sejarah dan menghapus keterlibatan rakyat Ukraina dalam penghancuran orang Yahudi.â€
Tetapi Eli Avidar dari Yisrael Beytenu, seorang anggota koalisi maverick, menyebut pidato Zelensky “mengharukanâ€.
“Ketidakpedulian memang membunuh. Upaya mediasi itu penting tetapi tidak bisa mengorbankan nilai. Kita harus berada di pihak yang baik melawan kejahatan,†katanya. (ti)
Rusia: Usai Perang di Ukraina, Keburukan Barat akan Terbongkar
Wakil tetap Rusia untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Vassily Nebenzia bersumbar bahwa setelah berakhirnya operasi militer Rusia di Ukraina, fakta-fakta buruk negara-negara Barat selain aktivitas biologis Amerika Serikat (AS) akan terkuak.
Kepada saluran Rossiya-1, Ahad (20/3), Nebenzia menjelaskan, “Negara-negara Barat sangat menyadari bahwa kelanjutan aksi militer dan lemahnya kekuatan tentara Ukraina akan menyebabkan melemahnya posisi kekuasaan di Kyiv. Dan mereka ingin mempertahankan posisi ini dengan segala cara.â€
Dia melanjutkan, “Kedua, mereka memahami betul bahwa sejumlah besar fakta buruk yang sampai sekarang masih dirahasiakan – dan ini tidak hanya berupa aktivitas biologis militer, melainkan juga banyak fakta lainnya- akan diketahui setelah tujuan operasi militer khusus (Rusia di Ukraina) tercapai.â€
Dia menyebut lucu upaya menyangkal kegiatan biologis militer AS di Ukraina dengan fakta bahwa PBB tidak mengkonfirmasi mereka.
“Ini lucu, karena perkembangan militer biologis … adalah rahasia sejak semula. Artinya, mereka yang melakukannya tidak melapor kepada siapa pun, termasuk kepada PBB ataupun pihak lain mana pun,†ujarnya.
Dia menyatakan bahwa negara-negara Barat dan Ukraina tak seharusnya menebar tuduhan dan propaganda kosong terhadap Moskow, dan bahwa jika negara-negara ini tidak setuju dengan fakta perkembangan Ukraina yang disajikan oleh pihak Rusia maka mereka harus memberikan sanggahan atas informasi ini.
“Jika kalian dapat menyangkal apa yang telah kami sampaikan kepada kalian, lakukanlah. Tapi jangan menuduh kami secara tanpa dasar bahwa kami melakukan propaganda, karena kami telah memberi kalian fakta-fakta konkret.”
Sebelumnya, Kepala Pasukan Perlindungan Radiasi, Kimia dan Biologi Angkatan Bersenjata Rusia, Igor Kirillov, mengatakan bahwa di Ukraina telah dibentuk suatu jaringan yang mencakup lebih dari 30 laboratorium biologi, yang diawasi oleh Badan Pengurangan Ancaman Pertahanan (DTRA) yang bernaung di bawah Kemhan AS.
Dia menyebutkan bahwa pada 24 Februari lalu semua laboratorium ini menerima misi dari Kementerian Kesehatan Ukraina untuk menghancurkan semua bahan berbahaya. (alalam)
Rusia Perkenankan Tentara Ukraina dan Pasukan Bayaran Keluar dari Mariupol dengan Satu Syarat
Pusat Manajemen Pertahanan Nasional Rusia mengumumkan bahwa pasukan Ukraina dan pasukan bayaran asing akan diizinkan meninggalkan kota Mariupol dengan syarat  tanpa membawa senjata.
Menurut militer Rusia, kepala pusat tersebut, Mikhail Mizintsev, Ahad (21/3) mengatakan,”Sebanyak 130.000 warga sipil dan 184 orang asing dari enam negara saat ini tertahan sebagai sandera di kota itu.â€
Dia juga menjelaskan, “Pada pukul 10:00 waktu Moskow besok, 21 Maret, Rusia akan membuka, koridor kemanusiaan dari Mariupol ke timur dan sesuai dengan pihak Ukraina di barat.”
Menurutnya, telah dijadwalkan bahwa mulai pukul 12:00 waktu Moskow konvoi kemanusiaan yang membawa pasokan bahan makanan, obat-obatan dan kebutuhan pokok akan melintas; konvoi kemanusiaan Rusia dari arah timur, dan konvoi yang dibentuk oleh pihak Ukraina dari arah barat.
Mizintsev menambahkan, “Kami menyerukan kepada unit angkatan bersenjata Ukraina, batalyon pertahanan regional dan tentara bayaran asing untuk menghentikan permusuhan, meletakkan senjata mereka dan memasuki wilayah yang dikuasai Kyiv besok dari pukul 10 pagi hingga 12 siang melalui koridor kemanusiaan yang disepakati dengan pihak Ukraina.â€
Dia juga mengatakan, “Di saat yang sama, kami menjamin jalan keluar yang aman dari Mariupol bagi semua orang yang meletakkan senjata dan mempertahankan hidup mereka.â€
Mariupol digempur oleh pasukan Rusia sejak penyerangan pada 24 Februari dan kini Rusia mendesak pasukan Ukraina agar segera menyerah.
Menurut sebagian laporan, sekira 4.000 warga sipil telah dievakuasi dari kota itu pada Ahad kemarin, sementara warga yang terperangkap berjumlah sekira 400.000 orang dengan kondisi ketersediaan bahan pangan, air dan listrik yang minim. (alalam)
Jurnalis Saudi: Takdir Suriah Kembali ke Pangkuan Arab
Ghassan Charbel, pemimpin redaksi surat kabar Asharq al-Awsat membuat komentar tentang Suriah di Twitter dengan menyebut negara ini ditadirkan kembali ke pangkuan dunia Arab.
Wartawan Lebanon yang dekat dengan pemerintah Saudi itu, Ahad (20/3), mencuit, “Takdir Suriah adalah kembali ke keluarga aslinya, dan takdir keluarga ini adalah kembali mengambil jalan Damaskus.”
Asharq al-Awsat adalah surat kabar terbitan London milik seorang pangeran Saudi Turki bin Salman Al Saud. Karena itu, cuitan Charbel bisa jadi mengindikasikan sebarang perubahan sikap Riyadh terhadap Damaskus.
Cuitan itu diposting sehari setelah kunjungan Presiden Suriah Bashar al-Assad ke Uni Emirat Arab (UEA) dan pertemuannya dengan Putra Mahkota Abu Dhabi Mohamed bin Zayed yang notabene sekutu utama penguasa de facto Saudi Putra Mahkota Mohamed bin Salman.
Hal ini menimbulkan dugaan bahwa Saudi bisa jadi dalam waktu dekat ini akan menempuh langkah-langkah baru terhadap Suriah, apalagi dugaan demikian sudah cukup lama dan berulangkali mengemuka. (alalam)







