Rangkuman Berita Utama Timteng Senin 20 Juli 2020

militan suriah bayaran turkiJakarta, ICMES. Kementerian Pertahanan Amerika Serikat (AS), Pentagon, merilis laporan baru yang menyebut Turki mengirim 3.500 – 3.800 pasukan bayaran Suriah ke Libya dalam tiga bulan pertama tahun ini.

Wakil Menteri Luar Negeri Iran untuk Urusan Politik Sayid Abbas Araqchi membantah klaim bahwa Taliban telah membuka kantor di Iran.

Kementerian Haji dan Umrah Saudi mengumumkan dimulainya penerapan prosedur karantina di rumah untuk jangka waktu 7 hari bagi jamaah tahun ini.

Dewan Transisi Selatan (STC) di Yaman mengumumkan niatnya mengimplementasikan Deklarasi Pemerintahan Otonomi di Provinsi Hadramaut, Yaman timur.

Berita selengkapnya:

Pentagon: Turki Kirim 3,800 Militan Suriah ke Libya

Kementerian Pertahanan Amerika Serikat (AS), Pentagon, merilis laporan baru yang menyebut Turki mengirim 3.500 – 3.800 pasukan bayaran Suriah ke Libya dalam tiga bulan pertama tahun ini.

Laporan operasi anti-terorisme di Afrika mengatakan kepada Pentagon bahwa Turki menyediakan dana dan menawarkan kewarganegaraan kepada ribuan militan sebagai imbalan atas keterlibatan dalam konflik di Libya bersama pasukan Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) yang berbasis di Tripoli, ibu kota Libya.

Menurut laporan yang dikutip AP tersebut, pasukan bayaran dari Suriah itu tidak ditemukan berafiliasi dengan organisasi-organisasi teroris seperti ISIS dan Al Qaeda, karena imbalan finansial kemungkinan besar merupakan motif utama kepergian mereka ke Libya, bukan pertimbangan ideologis atau politik.

Laporan itu juga mengklaim bahwa ratusan pasukan bayaran, termasuk dari Suriah, juga dikirim ke Libya oleh Rusia, dengan jumlahnya 800-2.500 orang.

Menurut Pentagon, Rusia dan pemerintah Suriah telah sepakat untuk mengirim antara 300-400 mantan kombatan oposisi Suriah dari Quneitra ke Libya.

Pentagon Mei lalu menuduh Rusia mengirim 14 pesawat ke Libya untuk mendukung Tentara Nasional Libya (LNA) yang dipimpin Khalifa Haftar. Di pihak lain, Kremlin menyangkal pengiriman tentara Rusia ke Libya dan keberadaan orang-orang Rusia di Libya. (amn)

Teheran Nyatakan Taliban Tidak Memiliki Kantor di Iran

Wakil Menteri Luar Negeri Iran untuk Urusan Politik Sayid Abbas Araqchi membantah klaim bahwa Taliban telah membuka kantor di Iran.

“Mereka (Taliban) tidak memiliki kantor di Iran,” kata Araqchi dalam sebuah wawancara dengan saluran berita Tolou milik Afghanista, Ahad (19/7/2020).

Dia juga mengkonfirmasi bahwa Iran menjalin kontak dengan semua kelompok Afghanistan, termasuk Taliban, dalam beberapa tahun terakhir untuk membantu membangun perdamaian di negara itu.

Araqchi  kemudian menyebutkan nama Amerika Serikat (AS) dengan mengatakan, “Ini adalah kenyataan yang jelas bahwa AS menyebut dirinya sebagai sekutu Afghanistan dan, juga telah bernegosiasi serta membuat kesepakatan dan kesepakatan dengan Taliban. Kami tidak memiliki hubungan seperti itu dengan Taliban.”

Dia menambahkan, “AS telah secara resmi berbicara dengan Taliban tanpa adanya pemerintah Afghanistan dan membuat kesepakatan tentang masa depan Afghanistan.”

Ditanya mengenai tuduhan bahwa Iran  menyuplai senjata untuk Taliban, Araqchi mengimbau media Afghanistan tidak terpegaruh oleh pihak-pihak yang bermaksud mengesankan Iran sebagai musuh Afghanistan. (fna)

Saudi Mulai Terapkan Isolasi Mandiri 7 Hari untuk Calon Jemaah Haji

Kementerian Haji dan Umrah Saudi mengumumkan dimulainya penerapan prosedur karantina di rumah untuk jangka waktu 7 hari bagi jamaah tahun ini.

Melalui akun resminya di Twitter, kementerian itu, Ahad (19/7/2020), mengumumkan, “Menurut protokol kesehatan yang disetujui untuk haji, para jemaah haji yang memenuhi standar kesehatan dan persyaratan untuk haji tahun ini sejak hari ini memulai prosedur karantina rumah, yang akan memakan waktu tujuh hari.”

Arab Saudi telah merilis protokol khusus untuk musim haji, sebagai bagian dari upayanya pengendalian penyebaran wabah virus corona (COVID-19)

Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Nasional Saudi menerbitkan daftar lengkap protokol untuk ibadah haji, yang mencegah masuk tanpa izin ke tempat-tempat masy’ar (Mina, Muzdalifah, Arafat), sambil memastikan ventilasi yang baik di semua lokasi yang akan ditempati jemaah dan pekerja.

Otoritas Saudi itu juga memutuskan untuk tidak memperkenankan penderita gejala yang mirip dengan flu berada di jalur haji bekerja sampai gejala itu hilang dan mendapatkan keterangan sembuh.

Pusat itu menekankan keharusan mematuhi semua instruksi kesehatan, termasuk pengenaan masker, serta mengatur antre jamaah di titik-titik pertemuan, membersihkan permukaan lingkungan secara teratur dengan fokus pada tempat-tempat di mana kemungkinan terjadi kontak lebih besar, terutama titik penerimaan, kursi tempat duduk, dan ruang antre. (rtarabic)

STC di Yaman Umumkan Rencana Otonomi Provinsi Hadramaut

Dewan Transisi Selatan (STC) di Yaman mengumumkan niatnya mengimplementasikan Deklarasi Pemerintahan Otonomi di Provinsi Hadramaut, Yaman timur, dan mengancam akan melakukan eskalasi baru antara pihaknya dan pihak pemerintahan presiden pelarian Abd Rabbuh Mansour Hadi di saat kedua pihak mengadakan perundingan di Saudi Saudi untuk implementasi Perjanjian Riyadh.

Dalam orasi pada demonstrasi yang diserukan oleh Dewan di Mukalla, ibu kota Provinsi Hadramaut, Ahad (19/7/2020), ketua Majelis Nasional dan kepala pemerintahan otonomi STC, Ahmed Saeed bin Brik, mengatakan, “Peristiwa Hadramaut ini merupakan pelengkap bagi ibu kota, Aden, dalam mencapai manajemen otonomi di lapangan… Hari-hari mendatang akan melihat upaya kami untuk menerapkannya, baik di tengah absennya pemerintah maupun di hadapan pemerintah selanjutnya, demi mendapatkan kehidupan yang layak.”

Dia menambahkan, “Kami di Aden, Socotra, dan Al-Dhalea menindak lanjuti penerapan manajemen otonomi provinsi ini di lapangan, dan kami sedang berusaha mengatasi kebuntuan yang didaur oleh berbagai pemerintahan korup, yang mencegah pengiriman listrik, air dan pemeliharaan peralatan, dan dengan demikian merampas hak kami yang paling dasar.”

STC adalah kelompok yang didukung oleh Uni Emirat Arab, sedangkan pemerintahan Mansour Hadi didukung oleh Arab Saudi. Kedua kubu ini selama ini bersekutu memerangi Gerakan Ansarullah (Houthi) di Yaman dengan bantuan Saudi dan UEA.  Namun, kedua kubu itu sendiri kerap terlibat konfrontasi satu sama lain. (amn)