Rangkuman Berita Utama Timteng Senin 20 April 2020

iran vs AS di Teluk PersiaJakarta, ICMES. Pasukan elit menepis keras narasi AS tentang insiden hadap-hadapan antara angkatan laut kedua pihak di Teluk Persia, dan menyebutnya sebagai “cerita ala Hollywood” .

Militer Iran meluncurkan dua sistem radar strategis buatan dalam negeri  untuk meningkatkan kemampuan pertahanan udaranya.

Otoritas Turki memblokir situs-situs berita milik Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA), beberapa hari setelah situs-situs penyiaran dan kantor berita Turki diblokir di Arab Saudi.

Berita selengkapnya:

Soal Hadap-Hadapan AL AS dan Iran di Teluk, Pasukan Elit Iran Sebut AS Bercerita ala Hollywood

Pasukan elit Iran Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menepis keras narasi AS tentang insiden hadap-hadapan antara angkatan laut kedua pihak di Teluk Persia, dan menyebutnya sebagai “cerita ala Hollywood” setelah Kemhan AS menuding Iran melakukan tindakan “berbahaya dan provokatif”.

Menurut narasi AS, kapal-kapal Iran telah mendekati enam kapal militer AS ketika mereka melakukan operasi integrasi dengan helikopter Angkatan Darat di perairan internasional pada hari Rabu pekan lalu, dan pada satu titik, kapal-kapal Iran itu berada dalam jarak 10 yard dari pemotong Coast Guard AS, Maui.

Kemhan AS mengklaim bahwa setelah ada beberapa peringatan, termasuk ledakan dari klakson kapal dan suara akustik jarak jauh oleh kapal-kapal AS, kapal-kapal Iran lantas menyingkir setelah sekitar satu jam.

IRGC balik menyatakan bahwa Angkatan Laut AS “telah menyajikan narasi yang salah dan memicu agenda hadap-hadapan” itu dan menyebut narasi AS sebagai “cerita ala Hollywood”.

“Kami menyarankan kepada Amerika agar mengikuti peraturan internasional dan protokol laut di Teluk dan Teluk Oman serta menghindari petualangan apapun dan cerita-cerita palsu,” bunyi pernyataan IRGC yang dirilis pada Ahad (19/4/2020).

IRGC juga menyebut kapal-kapal AS telah “memblokir jalan” kapal-kapal Iran Shahid Siavoshi pada 6 dan 7 April dengan “perilaku berbahaya sambil mengabaikan peringatan”, dan karena itu  IRGC lantas meningkatkan patroli maritim hingga kemudian berhadapan dengan kapal perang AS pada 15 April.

IRGC menjelaskan bahwa meskipun kapal-kapal AS semula mengabaikan peringatan dari kapal-kapal IRGC dan berperilaku tidak profesional dan provokatif, tapi akhirnya harus mengosongkan jalan bagi kapal-kapal AL IRGC dan menyingkir.

“Pada saat yang sama, Armada Kelima AS, yang ditempatkan di kawasan itu, menjajakan narasi yang tidak benar dan terarah mengenai insiden ini dalam pernyataan resminya, yang menandakan bahwa Amerika bermaksud menyajikan cerita ala Hollywood tentang apa yang terjadi,” ungkap IRGC.

IRGC memperingatkan, “Mereka harus tahu bahwa Angkatan Laut IRGC dan Angkatan Bersenjata tangguh Republik Islam Iran akan menganggap perilaku berisiko tinggi pihak asing di kawasan itu sebagai ancaman bagi keamanan nasional dan garis merah mereka, dan akan memberikan tanggapan tegas terhadap salah perhitungan pihak asing.”

Ketegangan antara kedua negara meningkat sejak AS menarik diri dari kesepakatan nuklir penting dan menerapkan kembali sanksi terhadap Iran pada 2018.

Tensi itu memuncak ketika AS meneror dan membunuh komandan Pasukan Quds IRGC Jenderal Qassem Soleimani di Baghdad, ibu kota Irak, pada Januari lalu sehingga Iranpun merudal pangkalan-pangkalan militer yang ditempati pasukan AS di Irak.

Awal bulan ini, Iran yang menyebut Presiden AS Donald Trump “lebih berbahaya daripada virus corona” dan menyatakan bahwa AS melakukan kejahatan kemanusiaan karena telah memblokir pasokan medis vital ke Iran yang sedang berjuang memberantas wabah penyakit tersebut. (presstv/aljazeera)

Iran Luncurkan Dua Sistem Radar Mutakhir

Militer Iran meluncurkan dua sistem radar strategis buatan dalam negeri  untuk meningkatkan kemampuan pertahanan udaranya.

Radar yang masing-masing dinamai “Khalij-e Fars” (Teluk Persia) dan “Moraqeb” (Pemantau) itu diresmikan dalam sebuah upacara di hadapan Panglima Angkatan Bersenjata Iran Mayjen Abdolrahim Mousavi, Ahad (19/4/2020).

Khalij-e Fars merupakan sistem radar jarak jauh dan strategis dengan jangkauan operasional lebih dari 800 kilometer, dan sistem radar phase array tiga dimensi dengan teknologi modern yang dapat mendeteksi semua target konvensional dan anti-radar serta rudal balistik.

Sedangkan Moraqeb juga merupakan sistem radar canggih phase array tiga dimensi dengan presisi tinggi dan jangkauan 400 kilometer, dapat melihat target di udara dengan akurasi tinggi dan mendeteksi berbagai jenis target kecil di ketinggian rendah dan menengah serta pesawat anti-radar dan pesawat nirawak.

Sistem ini telah dirancang dan diproduksi oleh para ahli Pertahanan Udara Angkatan Bersenjata bekerjasama dengan perusahaan-perusahaan berbasis sains Iran.

Sebelum itu, Iran juga telah meluncurkan sistem pertahanan rudal canggih Bavar-373, yang dirancang dan diproduksi oleh para ahli di dalam negeri.

Sistem rudal darat-ke-udara itu  merupakan sistem pertahanan rudal bergerak (mobile) yang dirancang untuk mencegat dan menghancurkan target musuh yang masuk serta menggunakan rudal berdaya jangkau maksimal 300 kilometer.

Iran telah menempuh langkah-langkah besar dalam upayanya mencapai swasembada di bidang produksi alutsista selama dikenai sanksi dan embargo senjata sejak beberapa dekade silam sampai sekarang. (presstv)

Buntut Kasus Kashoggi, Turki dan Saudi Saling Blokir Situs Berita

Otoritas Turki, Ahad (19/4/2020), memblokir situs-situs berita milik Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA), beberapa hari setelah situs-situs penyiaran dan kantor berita Turki diblokir di Arab Saudi.

Aksi timbal balik ini terjadi empat minggu setelah para jaksa penuntut Turki mendakwa 20 orang Saudi atas pembunuhan jurnalis Saudi Jamal Khashoggi di konsulat Saudi di Istanbul,Turki. Kasus ini telah merusak hubungan antara Ankara dan Riyadh.

Para pengguna internet di Turki mencoba mengakses situs-situs kantor berita Saudi SPA dan kantor berita UEA WAM serta belasan situs lainnya, tapi menemukan pesan yang menyebutkan bahwa semua situs itu telah diblokir di bawah undang-undang yang mengatur publikasi internet di Turki.

Seorang juru bicara Kementerian Kehakiman Turki menolak mengomentari hal itut, sementara kantor media pemerintah Arab Saudi juga enggan berkomentar ketika dihubungi Reuters.

Website Turki surat kabar Independent yang berbasis di Inggris, yang dioperasikan oleh sebuah perusahaan Saudi, adalah salah satu situs yang akan diblokir di Turki, dalam sebuah langkah yang menurut editornya mencerminkan ketegangan politik antara Riyadh dan Ankara.

“Kami percaya ketegangan antara Arab Saudi dan Turki tercermin pada kami,” kata editor Nevzat Cicek kepada Reuters. Dia menduga pemblokiran itu merupakan “pembalasan terhadap Arab Saudi”.

Awal bulan ini otoritas Saudi memblokir website kantor berita Anadolu dan situs TRT milik pemerintah Turki. Menurut Anadolu, surat kabar yang berbasis di Saudi al-Marsad pada 11 April lalu mengaku “mengetahui dari sumbernya bahwa banyak media Turki telah diblokir”.

“Salah satu outlet media yang diblokir ini adalah Kantor Berita Anadolu,” lapor al-Marsad.

Riyadh memblokir situs-situs Turki setelah kantor kejaksaan Istanbul bulan lalu mengumumkan bahwa mereka telah menyiapkan dakwaan terhadap 20 tersangka atas pembunuhan Khashoggi, termasuk dua petinggi Saudi Ahmed al-Asiri, mantan wakil kepala intelijen umum, dan mantan penasihat kerajaan Saud al-Qahtani.

Kantor kejaksaan menyatakan dakwaan itu menuduh al-Asiri dan al-Qahtani telah “menghasut pembunuhan berencana dengan niat mengerikan”.

Pembunuhan Khashoggi di konsulat Saudi di Istanbul pada Oktober 2018 telah menghebohkan dunia dan menodai citra Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman (MBS).

Beberapa pemerintah Barat, serta CIA, mengaku percaya MBS memerintahkan pembunuhan itu, dan  para pejabat Saudipun membantahnya. (aljazeera)