Rangkuman Berita Utama Timteng Senin 2 September 2019

parade hizbullahJakarta, ICMES: Militer Israel menyatakan pihaknya mendapat serangan roket anti-tank dari arah Libanon menuju bagian utara Israel, sementara Hizbullah mengaku telah menghancur mesin perang Israel serta membunuh dan melukai tentara Zionis yang ada di dalamnya.

Front Rakyat Pembebasan Palestina (Popular Front for the Liberation of Palestine /PFLP) memuji serangan kelompok pejuang Hizbullah Libanon, Ahad (1/9/2019), terhadap mobil militer Zionis di Israel utara (Palestina pendudukan 1948).

Republik Islam Iran menyingkap satu lagi drone tempur baru buatannya yang dinamai “Keyan” dan dapat terbang pada ketinggian optimal dan jarak tempuh yang jauh.

Komite Internasional Palang Merah (ICRC) menyatakan pihaknya meyakini sebanyak lebih dari 100 orang terbunuh akibat serangan udara pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi terhadap sebuah markas tawanan di Dhamar, selatan Sanaa, ibu kota Yaman.

Berita selengkapnya:

Hizbullah Gempur Pasukan Israel, Perwira Tinggi Zionis Dikabarkan Tewas

Militer Israel menyatakan pihaknya mendapat serangan roket anti-tank dari arah Libanon menuju bagian utara Israel, sementara Hizbullah mengaku telah menghancur mesin perang Israel serta membunuh dan melukai tentara Zionis yang ada di dalamnya.

Juru bicara Pasukan Pertahanan Israel (IDF), Avichai Adraee, mengaku telah mendapat laporan mengenai penembakan roket anti-tank dari Libanon ke arah permukiman Zionis Avivim di wilayah utara Israel (Palestina pendudukan 1948).

Sebelumnya, militer Israel menginstruksi pembatalan semua kegiatan, termasuk pertanian, di kawasan perbatasan Israel-Libanon.

Adraee mengatakan pihaknya masih menyelidiki laporan adanya serangan tersebut, dan telah dikeluarkan beberapa instruksi pengetatan pengamanan daerah-daerah utara Israel.

Militer Israel mengimbau penduduk agar menjauh dari perbatasan Libanon sejauh 4 kilometer serta tinggal di dalam rumah dan membuka bunker.

Di pihak lain, sumber-sumber media di Libanon melaporkan bahwa beberapa peluru mortir dari Israel jatuh di dekat distrik Marun di wilayah perbatasan.

Portal berita Al-Alam milik Iran dalam laporan singkatnya mengutip statemen kelompok pejuang Hizbullah bahwa kelompok “Syahidain Hasan Zabib dan Yasir Dhahir”  telah “menghancurkan mesin perang Israel hingga menjatuhkan korban tewas dan luka pada tentara Zionis di barak militer mereka di kawasan Avivim.”

Al-Alam juga menyebutkan bahwa seorang perwira tinggi komandan divisi utara Israel dikabarkan tewas terkena serangan tersebut.

Sumber Palestina menyebutkan bahwa terdengar ledakan-ledakan baru di dekat perbatasan Israel-Libanon.

Pemimpin Hizbullah, Sayid Hassan Nasrallah, belum lama ini bersumpah akan membalas agresi yang dilakukan Israel terhadap Libanon dengan menerbangkan drone ke Beirut.

Belum ada laporan lebih jauh mengenai serangan balasan Hizbullah yang menerjang barak Israel di Avivim tersebut. (raialyoum/alalam)

Kelompok Pejuang Palestina Puji Serangan Hizbullah Terhadap Pasukan Israel

Front Rakyat Pembebasan Palestina (Popular Front for the Liberation of Palestine /PFLP) memuji serangan kelompok pejuang Hizbullah Libanon, Ahad (1/9/2019), terhadap mobil militer Zionis di Israel utara (Palestina pendudukan 1948).

Dalam statemennya, Senin (2/9/2019), PFLP menilai serangan itu telak, membuat kendali inisiatif jatuh ke tangan Poros Resistensi, mementahkan ambisi Zionis di Libanon, dan mengubahnya menjadi kesempatan untuk memperkuat rasa percaya diri bangsa-bangsa Arab dalam memilih opsi resistensi.

“Operasi serangan gagah berani itu membukti kemampuan kubu resistensi di Libanon menghadang musuh dan melancarkan serangan strategis yang membuat kartu di kancah politik Zionis berantakan serta memaksa para pemimpin musuh membuat perhitungan kembali,” bunyi statemen itu.

PFLP menilai serangan itu meruntuhkan pamor militer Zionis dan menggoyang kepercayaan masyarakat Zionis kepada tentaranya di saat kepercayaan Poros Resistensi semakin menguat.

“Sudah bukan saatnya lagi Israel dapat bertindak lancang tanpa direaksi di Libanon dan Gaza,” tegas PFLP. (raialyoum)

Iran Pamerkan “Keyan”, Drone Tempur Baru untuk Jarak Jauh

Republik Islam Iran menyingkap satu lagi drone tempur baru buatannya yang dinamai “Keyan” dan dapat terbang pada ketinggian optimal dan jarak tempuh yang jauh.

Pesawat nirawak itu diluncurkan dalam sebuah upacara yang diselenggarakan pada momen peringatan pendirian markas pertahanan udara Khatam al-Anbiya’, Ahad (1/9/2019).

Komandan Angkatan Udara Iran Jenderal Alireza Sabahifard dalam upacara itu mengatakan bahwa drone pertahanan itu dibuat dalam dua varian yang sama-sama memiliki kecepatan optimal untuk misi pencegatan, pemantauan, serangan berpresisi tinggi, dan jam terbang yang optimal.

“Drone canggih Keyan akan digunakan untuk memperkuat daya pertahanan udara,” lanjutnya.

Dia menjelaskan bahwa keputusan terkait dengan pesawat nirawak ini beserta ujicobanya telah menelan waktu sekira satu tahun dengan dukungan komandan umum Angkatan Bersenjata dan para pemuda pakar dari unit drone Angkatan Udara. (raialyoum)

Kejam, Saudi Serang Markas Tawanan di Yaman, 100-an Orang Terbunuh

Komite Internasional Palang Merah (ICRC) menyatakan pihaknya meyakini sebanyak lebih dari 100 orang terbunuh akibat serangan udara pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi terhadap sebuah markas tawanan di Dhamar, selatan Sanaa, ibu kota Yaman.

Lembaga itu menambahkan bahwa sedikitnya 40 korban yang selamat sedang dirawat setelah serangan itu terjadi pada hari Ahad (1/9/2019).

Penduduk setempat melaporkan mendengar enam serangan udara pada malam hari.

Pihak koalisi yang dipimpin Saudi mengklaim serangannya itu telah menghancurkan situs drone dan rudal Ansarullah (Houthi).

Pihak Ansarullah yang diperangi oleh Saudi dan sekutunya menyatakan serangan itu mengenai sebuah fasilitas yang digunakan sebagai penjara. ICRC mengaku sudah pernah mengunjungi markas tawanan itu.

Franz Rauchenstein, kepala delegasi untuk ICRC di Yaman, mengatakan organisasi itu mengumpulkan mayat-mayat dari lokasi tersebut dan menilai sangat kecil kemungkinan untuk dapat menemukan korban selamat lebih banyak lagi dari bawah reruntuhan.

Dia juga mengaku serius terkait laporan tentang peristiwa ini.

“Sekarang saya sedang dalam perjalanan menuju Dhamar untuk mengeveluasi keadaan,” tuturnya. (bbc/reuters/raialyoum)