Rangkuman Berita Utama Timteng Senin 2 November 2020

peta idlibJakarta, ICMES. Surat kabar Inggris Financial Times melaporkan bahwa Rusia dan Turki, dua negara penjamin keamanan provinsi Idlib di Suriah utara, mulai berkonflik dan bersaing lagi

Pemerintah Iran menyebutkan adanya kemungkinan kebercokolan Israel di Karabakh di daerah yang dekat dengan perbatasan Iran.

Kemenlu Iran menyatakan bahwa Menlu Mohammad Javad Zarif terinfeksi Covid-19.

Duta Besar Iran untuk Yaman Hassan Erlo mengumumkan akunnya di Twitter telah diblokir.

Berita Selengkapnya:

Financial Times: Genderang Perang antara Rusia dan Turki Ditabuh di Idlib

Surat kabar Inggris Financial Times (FT) melaporkan bahwa Rusia dan Turki, dua negara penjamin keamanan provinsi Idlib di Suriah utara, mulai berkonflik dan bersaing lagi menyusul serangan udara Rusia terhadap kelompk-kelompok pro-Turki, meskipun masih berlaku perjanjian Moskow-Ankara yang mengatur gencatan senjata di wilayah tersebut.

Laporan itu menyebut konflik tersebut sebagai persaingan baru antara Ankara dan Moskow di Suriah utara, yang menjadi “ancaman yang lebih panas” daripada sebelumnya.

Menurut FT, serangan Rusia terhadap Failaq Syam yang berafiliasi dengan kelompok Tentara Nasional Suriah yang didukung Turki merupakan “balas dendam terhadap Turki atas campur tangannya dengan Azerbaijan di Karabakh”.

“Dimulainya kembali permusuhan di Idlib tampaknya merupakan pembalasan Rusia atas intervensi Turki untuk mendukung Azerbaijan dalam konfliknya dengan Armenia, dan tampaknya Putin juga telah menarik persetujuannya atas kehadiran militer Turki di Suriah utara,” tulis FN, seperti dikutip Al-Alam, Ahad (1/11/2020).

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dalam pernyataan di sela-sela pertemuan dengan faksi Partai Keadilan dan Pembangunan di parlemen Turki (AKP) Rabu pekan lalu mengatakan, “Ada tanda-tanda yang menunjukkan Rusia tidak mendukung stabilitas dan perdamaian di Suriah.”

Erdogan saat itu menilai serangan Rusia terhadap pusat rehabilitasi milisi Tentara Nasional Suriah di Idlib merupakan indikasi kurangnya dukungan kepada perdamaian dan stabilitas yang permenan di kawasan tersebut.

Sehari sebelum itu, Presiden Rusia Vladimir Putin dalam percakapan  dengan Erdogan telah membicarakan perkembangan regional, terutama Idlib.

Menurut pernyataan Kremlin, pembicaraan itu membahas tiga masalah, terutama Suriah, karena kedua belah pihak menegaskan komitmen mereka pada kesepakatan yang ada untuk menggalang stabilitas di Idlib dan timur Efrat serta penyelesaian politik di Suriah.

Pembicaraan itu dilakukan  menyusul terjadinya serangan udara Rusia secara masif di daerah Jabal Al-Duwailah, Idlib, terhadap militan pro- Turki hingga menewaskan 40 anggota Failaq Sham, salah satu kelompok yang dianggap berkomitmen pada perjanjian antara Rusia dan Turki. (alalam)

Iran Sinyalir Kemungkinan Keberadaan Israel dalam Konflik Karabakh

Pemerintah Iran menegaskan penentangannya terhadap keberadaan kelompok-kelompok teroris di Karabakh, sembari menyebutkan kemungkinan kebercokolan Israel di Karabakh di daerah yang dekat dengan perbatasan Iran.

“Kami hampir yakin bahwa pasukan teroris berpartisipasi dalam konflik di Karabakh, dan kami memastikan bahwa kehadiran mereka tidak akan bermaslahat bagi pihak manapun,” ujarnya.

Zarif kemudian mengatakan, “Ada kemungkinan bahwa Israel hadir di wilayah dekat perbatasan dengan Iran… Sejauh ini tidak ada unsur teroris di dekat perbatasan Iran, tapi ada kemungkin mereka bergerak maju menuju perbatasan. Iran tidak akan mentolerir kehadiran kelompok-kelompok demikian di dekat perbatasannya, dan telah memberi tahu pihak Azerbaijan dan Armenia, serta rekan-rekan di Rusia dan Turki.”

Zarif menilai negara-negara sekitar Karabakh adalah pihak yang paling dirugikan oleh perang yang sedang berlangsung di kawasan itu, namun juga paling berpengaruh dan mampu mengakhirinya.

Dia juga menekankan bahwa inisiatif Iran untuk penyelesaian konflik Karabakh tidaklah bersaing dengan kelompok Minsk.

Menteri Luar Negeri Iran menunjukkan bahwa utusan Presiden Iran melakukan diskusi yang sangat baik di Baku, Yerevan, Moskow dan Ankara, serta menyampaikan inisiatif Iran untuk menyelesaikan konflik.

Dia menjelaskan bahwa inisiatif Iran tidak hanya terkait dengan gencatan senjata sementara, melainkan juga menyerukan langkah penyelesaian konflik yang dimulai dengan deklarasi komitmen kedua belah pihak kepada serangkaian prinsip, dan kemudian mengambil langkah, terutama penarikan pasukan pendudukan dari semua daerah yang diduduki.

Zarif juga menekankan bahwa inisiatif Iran bertolak dari upaya menjamin hak-hak warga negara dan menciptakan kanal komunikasi serta pemantauan dari negara-negara kawasan terkait implementasi rencana tersebut.

Di bagian akhir pernyataannya, Zarif menekankan bahwa Iran mengharapkan para pejabat di Azerbaijan dan Armenia, serta Rusia dan Turki, segera mengungkapkan pendapat mereka mengenai inisiatif tersebut. (raialyoum)

Kemenlu Iran Nyatakan Mohammad Javad Zarif Tidak Terinfeksi Covid-19

Kemenlu Iran menyatakan bahwa Menlu Mohammad Javad Zarif terinfeksi Covid-19.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri, Saeed Khatibzadeh, dalam menanggapi pertanyaan wartawan tentang itu, Ahad (1/11/2020), mengatakan: “Salah satu diagnosisnya positif, tetapi dengan dua kali tes dan tes ulang, diketahui bahwa dia tidak terinfeksi Corona.”

Sementara itu, Jubir Departemen Kesehatan Iran, Sima Sadat Lari, sehari sebelumnya mengumumkan bahwa jumlah kasus positif Covid-19 di Iran mencapai 356,792, dan tercatat 126 kasus kematian baru dalam 24 jam terakhir sehingga jumlah total kematian akibat pandemi ini di Iran mencapai 20,502 orang.

Dia menambahkan bahwa jumlah pasien Covid-19 yang sembuh di Iran 307,702 orang, dan pasien yang masih dalam perawatan berjumlah 3,850 orang. (alalam)

Akun Twitter Dubes Iran untuk Yaman Diblokir, Mengapa?

Duta Besar Iran untuk Yaman Hassan Erlo, Ahad (1/11/2020), mengumumkan akunnya di Twitter telah diblokir.

Tanpa menyebutkan secara rinci penyebab pemblokiran itu, Erlo menyatakan bahwa lobi Arab Saudi berada di balik pemblokiran.

Twitter menutup akun Erlo setelah dia mengikuti rapat akbar peringatan Maulid Nabi Muhammad saw di Sanaa, ibu kota Yaman, pada Kamis lalu (29/10/2020).

Partisipasi dalam acara tersebut tercatat sebagai kegiatan pertama duta besar Iran setelah menyerahkan surat kepercayaannya kepada Sana’a, yang menandai kedalaman hubungan antara Sanaa dan Teheran, dan kesatuan tujuan keduanya mendukung misi Islam melawan ambisi dan arogansi global Amerika Serikan (AS) dan kaum Zionis Israel.

Akun Erlo ditutup juga setelah dia memosting tulisan yang mengutuk pembunuhan Menteri Olah Raga dan Pemuda Yaman Hasan Zaid.

Saat itu dia mencuit, “Kami akan bekerjasama dengan pemerintah Yaman untuk memperluas keamanan dan perdamaian serta memberantas terorisme hingga ke akarnya.”

Sebelum itu, AS mengecam pengiriman Erlo ke Yaman, antara lain dengan menyebutnya sebagai tokoh pasukan elit Iran Korps Garda Revolusi Islam (IRGC). (alalam)