Rangkuman Berita Utama Timteng Senin 19 Juli 2021

demo palestinaJakarta, ICMES. Kelompok pejuang Irak Asaib Ahl Haq menegaskan keharusan berjuang melawan pasukan AS, dan memperingatkan bahwa di Irak tak ada tempat yang aman bagi pasukan asing tersebut.

Faksi pejuang Jihad Islam Palestina menegaskan pihaknya akan mengangkat senjata dan bertempur melawan Israel jika upaya mediasi gagal memecah blokade rezim Zionis tersebut terhadap Jalur Gaza.

Kerusuhan dan bentrokan antara para pemuda Palestina di satu pihak dan warga serta pasukan Zionis Israel di pihak lain melanda area sekitar Masjid Al-Aqsa.

Jubir Kemlu Iran Saeed Khatibzadeh menanggapi pernyataan para pejabat AS bahwa sampai sekarang AS belum mengadakan kesepakatan dengan Iran untuk pertukaran tahanan.

Berita Selengkapnya:

Kelompok Pejuang Irak: Tak Ada Tempat Aman Bagi Pasukan AS di Irak

Kelompok pejuang Irak Asaib Ahl Haq menegaskan keharusan berjuang melawan pasukan AS, dan memperingatkan bahwa di Irak tak ada tempat yang aman bagi pasukan asing tersebut.

Saad Al-Saadi, anggota Biro Polirik Asaib Ahl Haq saat menyatakan hal tersebut, Ahad (18/7), sembari memastikan operasi resistensi Irak mengalami kemanjuan.

“Bagi pasukan pendudukan AS, tak ada tempat perlindungan yang aman di Irak… Kelompok-kelompok resistensi bermaksud terlibat pertempuran dan perang langsung melawan tentara AS,” tegasnya.

Dia menilai problema keamanan, politik dan ekonomi di Irak sengaja dibuat oleh AS.

Senada dengan ini, komandan Brigade 39 pasukan relawan Al-Hashd Al-Shaabi, Ali Al-Musawi, menegaskan bahwa pasukan ini akan mengandaskan konspirasi AS di Irak.

“Pasukan Al-Hashd Al-Shaabi tak akan memberi kesempatan bagi pasukan AS untuk menjadikan wilayah perbatasan Irak dengan negara-negara lain sebagai pusat-pusat pemeliharaan teroris atau pengacau keamanan negara ini,” katanya.

Dia memperingatkan bahwa kecanggihan peralatan militer AS dan beragam jenis serangannya tak akan dapat melindungi agenda kotor AS di Irak.

“Kami sekarang sedang menghimpun perlengkapan untuk mematahkan segala rencana AS,” tegas Al-Musawi.

Menurutnya, AS bermaksud menebar huru-hara dan kekacauan di Irak dan membalikkan negara ini ke belakang, terutama setelah AS menempatkan pasukannya di sebuah kawasan gurun Yordania.

“Al-Hashd Al-Shaabi mengoperasikan semua perangkat keamanan, pertahanan, intelijen dan pantauannya untuk mengetahui segala bentuk pergerakan kelompok-kelompok teroris yang disokong AS,” imbuhnya.

Sementara itu, Perdana Menteri Irak Musatafa Al-Khadimi menjelang kunjungannya ke Washington kepada saluran Al-Hadath milik Arab Saudi mengatakan, “Pasukan militer asing tak diperlukan lagi di Irak.”

Dia juga mengatakan bahwa Baghdad tidak membiarkan pihak manapun menjadikan Irak sebagai tempat untuk mengancam keamanan negara-negara jirannya. (fna)

Jihad Islam Palestina: Kami akan Bertempur Jika Mediasi Gagal Pecahkan Blokade Gaza

Faksi pejuang Jihad Islam Palestina (PIJ) menegaskan pihaknya akan mengangkat senjata dan bertempur melawan Israel jika upaya mediasi gagal memecah blokade rezim Zionis tersebut terhadap Jalur Gaza.

Koordinator kelompok-kelompok nasionalis dan Islamis Palestina di Gaza yang juga tokoh PIJ, Khalid Al-Batash, dalam sebuah konferensi di kamp pengungsi Al-Awdah di Gaza timur, Ahad (18/7), menggaris bawahi bahwa bangsa Palestina menolak blokade Israel terhadap Gaza.

“Kami memberi kesempatan kepada para mediator untuk mengakhiri blokade ini. Tapi jika upaya ini gagal maka bangsa kami tak menemukan cara apapun kecuali perlawanan dan upaya dengan segenap kekuatan untuk mendapatkan kembali haknya,” tegas Al-Batash.

Ditujukan kepada Israel dia mengatakan, “Apa yang tak dapat kalian peroleh dalam Perang Pedang Quds (10-21 Mei 2021) juga tak akan dapat kalian raih dengan blokade.”

Al-Batash menambahkan, “Perang Rezim Zionis terhadap bangsa kami masih berlanjut, dan semua pihak yang berperan dalam gencatan senjata harus segera bertindak untuk memecahkan blokade.”

Dia memperingatkan bahwa bangsa Palestina tak akan membiarkan Israel membuat perimbangan baru.

Mengenai Masjid Al-Aqda, Al-Batash menegaskan bahwa bangsa Palestina bertekad untuk membela tempat suci umat Islam ini dan siap untuk bergerak ke sana demi melindunginya.

Ratusan warga Zionis Israel Ahad kemarin melurug ke komplek Masjid Al-Aqsa pada peringatan apa yang mereka sebut “Kehancuran Kuil”.

Kementerian Wakaf Palestina mengumumkan bahwa sejak pukul 07.30 waktu setempat sekira 500 warga Zionis yang dikawal oleh polisi Israel masuk ke komplek Masjid Al-Aqsa, sementara sumber-sumber lokal mengatakan jumlah mereka kemudian bertambah menjadi sekira 900 orang.

Direktur Masjid Al-Aqsa Umar Al-Kiswani menyatakan bahwa saat itu polisi Israel membubarkan jemaah Palestina di dalam komplek dengan menggunakan bom kejut, gas air mata dan peluru tajam.

Al-Kiswani menilai aksi kaum Zionis itu bukan sekedar untuk mengadakan ritual Talmud, melainkan juga bertujuan menguasai Masjid Al-Aqsa.

Jubir Hamas Mohammad Hamadeh juga angkat bicara dengan menegaskan, “Rezim Zionis memperlihatkan kelemahannya dengan membiarkan aksi para pemukim (Yahudi). Rezim ini harus tahu bahwa bangsa Palestina siap melawan.” (fna)

Bentrok di Masjid Al-Aqsa, Empat Warga Zionis Terluka

Kerusuhan dan bentrokan antara para pemuda Palestina di satu pihak dan warga serta pasukan Zionis Israel di pihak lain melanda area sekitar Masjid Al-Aqsa pada Ahad malam (18/7).

Dalam dua serangan terpisah, para pemuda Palestina  menyerang dengan melempari dua mobil sebagai reaksi atas aksi provokatif warga Zionis Israel. Serangan itu mengakibatkan empat warga Zionis menderita luka, yang meskipun dilaporkan ringan namun dilarikan ke rumah sakit.

Media Israel melaporkan bahwa sejak Ahad pagi sebanyak 1210 warga Zionis dan 20 personil intelijen Israel mendatangi komplek Masjid Al-Aqsa, dan dalam peristiwa ini pasukan Israel yang dibantu warga Zionis telah menyerang orang-orang Palestina yang mencoba bertahan di dalam komplek.

Warga Zionis menyerbu komplek Masjid Al-Aqsa pada peringatan apa yang mereka sebut “Kerusakan Kuil” . Pasukan Zionis melindungi aksi mereka dengan membubarkan orang-orang Palestina yang berkonsentrasi di dalam komplek.

Dilaporkan pula bahwa pasukan Israel juga meringkus sejumlah pemuda Palestina yang melancarkan protes terhadap aksi tersebut.

Polisi Israel mulai memperkenankan warga Zionis beraksi di komplek Masjid Al-Aqsa pada tahun 2003 meski berulangkali dikutuk oleh Kantor Wakaf Islam di Quds.

Aksi itu melanggar hukum internasional yang telah menyerahkan wakaf-wakaf Islam di Quds, termasuk Masjid Al-Aqsa, kepada kewenangan Kementerian Wakaf Yordania. (wafa)

Khatibzadeh: Sekarangpun Iran Siap Jalankan Pertukaran Tahanan dengan AS dan Inggris

Jubir Kemlu Iran Saeed Khatibzadeh menanggapi pernyataan para pejabat AS bahwa sampai sekarang AS belum mengadakan kesepakatan dengan Iran untuk pertukaran tahanan.

“Aneh, AS memungkiri fakta sederhana bahwa suatu kesepakatan mengenai para tahanan sudah dicapai,” tulis Khatibzadeh di Twitter, Ahad (18/7).

Dia menyebutkan bahwa di luar perjanjian nuklir JCPOA telah ada kesepakatan Iran dengan AS dan Inggris dalam rangka kemanusiaan mengenai pertukaran tahanan dan pembebasan 10 yang mencakup semua pihak.

“Sekarangpun Iran siap menerapkan perjanjian ini,” lanjut Khatibzadeh.

Sebelumnya, Jubir Kemlu AS Ned Price mengatakan bahwa negara ini sampai sekarang belum mencapai kesepakatan apapun dengan Iran mengenai nasib para tahanan tersebut.

“Kami siap melanjutkan perundingan mengenai tahanan AS di Iran, dan pembebasan mereka merupakan prioritas bagi kami,” ujar Price.

Dia juga mengatakan, “Dalam perundingan Wina kami telah melakukan dialog tak langsung mengenai tahanan, dan penundaan dimulainya proses ini tidaklah membantu.” (tasnim)