Rangkuman Berita Utama Timteng Senin 18 Maret 2024

Jakarta, ICMES. Seorang menteri Israel yang dikenal ekstrem, Gideon Sa’ar, menuduh kabinet Israel “salah kelola” perang di Gaza, dan menganggap Israel kalah perang dengan Hamas.

Kelompok pejuang Hizbullah mengumumkan pihaknya telah menyerang situs-situs militer Israel di dekat perbatasan selatan Lebanon, dengan serangan-serangan yang “tepat mengena sasaran secara langsung”.

Anggota Dewan Tinggi Politik atau pemerintahan sementara Yaman kubu gerakan Ansarullah yang berbasis di Ibu Kota Sanaa, Muhammad Ali Al-Houthi, menegaskan, “Amerika, yang mendatangkan malapetaka di daratan dan lautan kita, tidak dapat disambut dengan bunga mawar, melainkan akan ditanggapi dengan pembunuhan dan hukuman berat.”

Berita selengkapnya:

Menteri Israel Akui Makin Jauh dari Kemenangan dalam Perang Gaza

Seorang menteri Israel yang dikenal ekstrem, Gideon Sa’ar, menuduh kabinet Israel “salah kelola” perang di Gaza, dan menganggap Israel kalah perang dengan Hamas.

Dikutip Rai Al-Youm, Ahad (17/3), dalam sebuah wawancara dengan Channel 12 Israel, Sa’ar menyinggung perubahan-perubahan dalam serangan militer di Jalur Gaza.

“Hari demi hari kita semakin menjauh dari kemenangan (atas Hamas)… Kita seharusnya sudah memasuki penyeberangan Rafah sejak lama.. Tidak ada rencana yang terorganisir, menurut apa yang saya pahami, untuk menghancurkan kemampuan militer dan pemerintahan Hamas  , dan tidak ada kendali atas masuknya bantuan kemanusiaan.”

Sa’ar mengaku telah memberi ultimatum kepada Perdana Menteri Benjamin Netanyahu:.

 “Jika saya tidak bergabung dalam pemerintahan perang dalam beberapa hari maka saya akan mengundurkan diri,” tandasnya.

 “Saya sudah mengatakan bahwa saya akan tetap berada di pemerintahan selagi saya dapat memberikan pengaruh ke arah yang benar… Saya ingin kesempatan untuk mencoba memberikan pengaruh… Di luar Kabinet Perang, saya tidak dapat memberikan pengaruh,” lanjutnya.

Seorang pejabat senior Israel lain mengkonfirmasi bahwa Washington telah mulai menunda sejumlah bantuan militer dan bahwa Israel mungkin kalah perang dengan Hamas.

Penulis Israel, Yuval Noah Harari, mengatakan bahwa tujuan politik Hamas “cukup jelas” dan beberapa di antaranya telah tercapai, sementara di Israel tujuan tersebut “tidak jelas, bahkan tidak ada.”

“Intinya: Tanpa cakrawala politik, Hamas akan mengalahkan kita,” tulisnya dalam sebuah artikel yang diterbitkan oleh surat kabar Yedioth Ahronoth.

Para analis Israel mengangkat isu bahwa negara ilegal Zionis ini memasuki “dilema strategis yang berbahaya” dan   sedang menuju ke arah perang yang berkepanjangan di dua sisi.

Amos Harel, seorang analis militer di surat kabar Haaretz menyebutkan bahwa Israel saat ini berada dalam “dilema strategis yang tersendiri,” baik di Gaza atau Lebanon.

Dia mengkritik keras Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu  dengan mengatakan, “Krisis ini diperburuk oleh seorang pemimpin yang perhatian utamanya adalah kelangsungan eksistensi pribadinya dan menghindari keadilan.”

Dia juga menilai Netanyahu “tidak menunjukkan kepada publik Israel betapa seriusnya masalah keamanan dan  situasi politik, dan malah menyebarkan mitos tentang keberhasilan dan prestasi seiring dengan harapan palsu akan kemenangan mutlak”. ( raialyoum/almayadeen)

Hizbullah Tingkatkan Serangannya terhadap Posisi-Posisi Pasukan Zionis di Perbatasan

Kelompok pejuang Hizbullah mengumumkan pihaknya telah menyerang situs-situs militer Israel di dekat perbatasan selatan Lebanon, dengan serangan-serangan yang “tepat mengena sasaran secara langsung”.

Kelompok pejuang yang berbasis di Lebanon itu dalam sebuah pernyataannya pada hari Ahad (17/3) menyebutkan bahwa para pejuangnya telah menggempur “situs Ramtha dan Al-Sammaqa di wilayah pendudukan perbukitan Kafr Shuba di Lebanon  dengan  rudal, dan dengan serangan yang sama-sama mengena kedua sasaran itu secara langsung.”

Hizbullah juga menyerang “situs Al-Malikiyah (Israel utara) dengan mortir dan mengenanya secara langsung,” dan “situs Al-Baghdadi (utara) dengan senjata roket, dan juga mengenanya secara langsung”.

Para kombatan Hizbullah juga menggempur “barak Ramim (utara) dengan dua rudal Burkan dan mengenanya secara langsung.”

Sementara itu, Kantor Berita resmi Lebanon, NNA, melaporkan, “Artileri musuh, Israel, menyerang kota Al-Jabayn (selatan) dengan sejumlah peluru, sebagian besar mengenai lingkungan pemukiman di kota tersebut dan menyebabkan kerusakan serius.”

Menurut NNA, beberapa kota perbatasan di Lebanon selatan juga menjadi sasaran “pemboman Israel, termasuk pinggiran Hula – Khallet Ballout, Jabal Balat di wilayah Marwahin, dan Dataran Marjayoun”.

Belakangan ini ancaman meningkat dari pejabat Israel untuk memperluas serangan ke wilayah Lebanon kecuali jika para kombatan Hizbullah menarik diri dari perbatasan Lebanon-Israel (Palestina pendudukan).

Menyusul invasi militer Israel secara besar-besaran di Jalur Gaza sejak 7 Oktober 2023, yang menyebabkan Tel Aviv  terseret ke hadapan Mahkamah Internasional atas tuduhan “genosida,”   perbatasan Israel-Lebanon  sejak 8 Oktober Pada 2023 diriuhkan oleh kecamuk pertempuran antara tentara Israel  dan  para pejuang Hizbullah yang sejauh ini telah menjatuhkan banyak korban jiwa dan luka serta kerugian materi dari kedua belah pihak. (raialyoum)

Yaman Layangkan Pesan Panas terhadap AS

Anggota Dewan Tinggi Politik atau pemerintahan sementara Yaman kubu gerakan Ansarullah yang berbasis di Ibu Kota Sanaa, Muhammad Ali Al-Houthi, menegaskan, “Amerika, yang mendatangkan malapetaka di daratan dan lautan kita, tidak dapat disambut dengan bunga mawar, melainkan akan ditanggapi dengan pembunuhan dan hukuman berat.”

Dalam manuver satuan pasukan wilayah tengah bersandi “Hari yang Dijanjikan”, Muhammad Ali Al-Houthi, pada Sabtu malam (16/3)  menyebutkan bahwa manuver tersebut tidak digelar begitu saja, melainkan berasal dari budaya Al-Qur’an yang diusung para pahlawan.

Dia kemudian menegaskan, “Kami mengirimkan pesan militer kepada Amerika – dari wilayah ini – dengan membawa tembakan, dan kami menegaskan bahwa semangat tinggi akan memberinya hukuman berat.”

Dia menambahkan, “Ppegunungan dan dataran Yaman tidak dapat kalian (AS) duduki. Para pejuang  dan orang-orang ini melindungi semua itu, dan kalian hanya akan menelan kekalahan.”

 Ali Al-Houthi juga mengatakan, “Yang Mulia Pemimpin Besar Sayid Abdul-Malik Al-Houthi menyambut baik dan sangat ingin berkonfrontasi langsung dengan kalian. Jika ini yang terjadi pada pemimpinnya, lantas bagaimana dengan para perwira dan prajurit yang tunduk sepenuhnya kepada pemimpinnya?! “

Selanjutnya, ditujukan kepada AS, Inggris, dan Israel, dia menegaskan, “Apa yang telah kami persiapkan untuk kalian bukanlah dibuat-buat, melainkan merupakan budaya Al-Qur’an yang menjadi landasan tentara dan rakyat kami.”

Di pihak lain, AS dan Inggris telah melancarkan serangkaian serangan udara terhadap sasara-sasaran di provinsi Taiz di barat daya Yaman dan provinsi strategis Hudaydah di barat bersamaan dengan kontinyuitas operasi maritim pasukan Yaman terhadap kapal-kapal terkait Israel di Laut Merah.

Kantor berita resmi Yaman, Saba, mengutip sumber keamanan anonim melaporkan bahwa serangan udara telah menghantam distrik At-Taiziyah di provinsi Taiz pada Minggu pagi. Tidak ada rincian lebih lanjut mengenai akibat dan dampak serangan tersebut.

Perkembangan ini terjadi beberapa jam setelah pasukan AS dan Inggris melakukan empat serangan terhadap distrik al-Durayhimi di provinsi pesisir Hudaydah, Yaman.  (mm/alalam/presstv)