Rangkuman Berita Utama Timteng Senin 17 Oktober 2022

Jakarta, ICMES. Presiden Iran Sayid Ebrahim Raisi menuding sejawatnya dari Amerika Serikat (AS) Joe Biden menghasut orang agar menimbulkan aksi pengacauan, teror dan penghancuran di Iran.

Komandan Unit Pertahanan Udara Angkatan Bersenjata Iran, Brigjen Alireza Sabahi Fard, mengumumkan bahwa ujicoba awal sistem rudal “Bavar 373” telah dilakukan pada jarak 300 km.

Pusat Rekonsiliasi Rusia di Suriah mengumumkan bahwa operasi gabungan militer Rusia-Suriah yang dilancarkan dalam dua hari terakhir telah menewaskan 20 teroris ISIS di provinsi Daraa, Suriah selatan.

Berita Selengkapnya:

Presiden IranTuding Presiden AS Penghasut Kekacauan di Iran

Presiden Iran Sayid Ebrahim Raisi menuding sejawatnya dari Amerika Serikat (AS) Joe Biden menghasut orang agar menimbulkan aksi pengacauan, teror dan penghancuran di Iran.

Presiden Raisi menyatakan demikian dalam rapat kabinet Iran, Ahad (16/10), sembari menyebutkan bahwa tindakan Biden itu mengingatkan orang pada julukan “Setan Besar” yang dilekatkan pada AS oleh pendiri Republik Islam Iran Imam Khomaini.

Dia menambahkan bahwa jejak kejahatan AS terlihat dari berbagai aksi perusakan, pengacauan dan pembunuhan yang terjadi di berbagai kawasan Timur Tengah.

“Keberpihakan Washington selama 70 tahun kepada kejahatan Zionis (Israel) di Palestina serta pendudukan pasukan AS selama dua dekade atas wilayah Afghanistan hanyalah contoh dari praktik-praktik keji yang berasal dari Setan Besar ini,” ungkapnya.

Dia mengatakan bahwa musuh-musuh Iran berusaha menunggangi gelombang demo protes yang terjadi di Iran beberapa waktu lalu demi menebar frustasi di tengah masyarakat Iran.

“Rencana-rencana musuh sudah terungkap sepenuhnya di mata bangsa Iran yang cerdas , dan yang kali inipun juga akan meniadakan kesempatan bagi musuhnya serta terus melangkah pasti menuju kemajuan dan pertumbuhan,” lanjutnya.

Sebelumnya, Presiden AS melontarkan pernyataan bernada campur tangan dan menghasut terkait dengan gelombang aksi protes dan kerusuhan yang sempat melanda Iran di tengah heboh kematian wanita muda Iran Mahsa Amini.

Juru bicara Kemlu Iran Nasser Kanaani di akun Instagramnya di hari yang sama juga menanggapi pernyataan Biden itu dengan menyebut AS sudah terbiasa berusaha menangkap ikan di air keruh.

“Karena dia (Biden) tak memiliki penasehat terpercaya dan juga tak memiliki ingatan yang baik maka saya mengingatkannya; Iran semakin kuat dan solid sehingga tak mungkin menyerah kepada sanksi dan ancamanmu yang sia-sia. Iran juga sudah terlampau menjulang untuk dapat diguncang kehendaknya oleh campur tangan dan statemen-statemen nyeleneh politisi yang sudah bertahun-tahun melakukan tindakan anti-Iran,” ungkap Kanaani.

Dia menambahkan, “Tidaklah mengejutkan kami pernyataan Biden maupun campur tangan AS, sebab campur tangan, agresi dan pembunuhan adalah watak rezim AS, namun kami adalah bangsa yang bersejarah, memiliki akar sejarah yang mendalam, dan sejak Agustus 1953 sampai sekarang telah terekam dengan baik dalam benak kami kebijakan-kebijakan pemerintah AS anti-Iran. Sejarah dan seluruh penjuru dunia tentu menyaksikan luka-luka akibat kejahatan dan kekerasan AS di dunia.”

Dia lantas menyebutkan, “Kalian (AS) sudah terbiasa memancing ikan di air keruh, tapi ingatlah bahwa ini adalah Iran, negeri kaum pria dan wanita terhormat.  Di negara kami, kami berbicara, bekerja dan berusaha bersama untuk mengobati luka besar dan kecil, dan membela kemerdekaan Iran. Karena itu pasti akan bertambah lagi daftar kekalahan kalian.” (alalam)

Sistem Rudal “Bavar 373” Buatan Iran Masuki Babak Pertama Ujicoba Berjarak Jangkau 300 Km

Komandan Unit Pertahanan Udara Angkatan Bersenjata Iran, Brigjen Alireza Sabahi Fard, mengumumkan bahwa ujicoba awal sistem rudal “Bavar 373” telah dilakukan pada jarak 300 km.

Hal itu dikatakan Sabahi Fard dalam upacara yang diadakan pada hari Minggu (16/10) di Universitas Pertahanan Udara ketika dia berbicara tentang peran sains dan teknologi dalam periode Pertahanan Suci (Perang Iran-Irak 1980-1988).

“Kita sekarang membentuk kekuatan pertahanan mutlak di tingkat kawasan, kita memantau penuh penuh pergerakan musuh kita, dan kita dapat memantau mereka di rumah dan pangkalan mereka,” ujarnya.

Dia menjelaskan, “Iran yang mengalami kelangkaan senjata dan sistem ketika menghadapi Irak selama periode Pertahanan Suci kini justru melakukan manuver menggunakan perangkat pertahanan terbaik buatan dalam negeri, yang dikembangkan sesuai dengan standar teknologi internasional.”

Dia juga mengatakan, “Musuh kitapun sekarang mengakui bahwa kita memiliki kekuatan regional absolut di bidang pertahanan udara.”

Menurutnya,  pasukan pertahanan udara Iran terus mengembangkan sistemnya sesuai dengan tingkat ancaman.

Sabahi Fard menambahkan, “Iran telah mencapai kekuatan sedemikian rupa sehingga menghalangi musuh untuk memperlihatkan ototnya. Ketika musuh sekarang tidak menyerang kita maka ini adalah karena keperkasaan bangsa Iran.”

Dia menyebutkan bahwa dengan memiliki sistem pertahanan udara buatan dalam negeri, Iran kini dapat memantau sejauh ribuan kilometer dan mencermati pergerakan musuh bahkan di pangkalan-pangkalan militernya.

Dia lantas mengingatkan musuh untuk tidak mencoba berpikir akan menyerang Iran.

“Kami siap dengan segenap kekuatan untuk berkonfrontasi, dan reaksi kami akan menjerakan agresor,” tegasnya.

Sementara itu, Angkatan Darat Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) hari ini dijadwalkan memulai babak utama latihan perangnya pada hari ini, Senin (17/10).

Komandan Pasukan Darat IRGC, Brigjen Mohammad Pakpour, dalam siaran persnya mengatakan, “Babak utama manuver kekuatan Angkatan Darat IRGC akan dimulai Senin besok dengan slogan Iran perkasa.”

Dia menambahkan bahwa latihan perang ini digelar di dua provinsi Ardebil dan Azerbaijan Timur di bawah pengawasan Markas Asyura IRGC.

Pakpour menyebutkan bahwa manuver ini antara lain menjalankan latihan operasi pasukan penerjun, serangan malam hari, operasi helikopter tempur, operasi drone tempur dan kamikaze, serta pembangunan jembatan di atas Sungai Aras, kontrol atas jalan darat dan dataran-dataran tinggi serta serangan penghancuran.

Dia juga mengatakan, “Pesan dari manuver ini adalah pesan perdamaian dan kecintaan untuk negara-negara tetangga, dan promosi keamanan yang berkelanjutan, sedangkan pesan untuk musuh ialah bahwa Angkatan Darat IRGC bersama dengan angkatan bersenjata lainnya siap mempertahankan perbatasan negara, dan akan tegas menanggapi setiap ancaman.” (alalam/raialyoum)

Serangan Bersama Suriah-Rusia Tewaskan 20 Teroris ISIS

Pusat Rekonsiliasi Rusia di Suriah mengumumkan bahwa operasi gabungan militer Rusia-Suriah yang dilancarkan dalam dua hari terakhir telah menewaskan 20 teroris ISIS di provinsi Daraa, Suriah selatan.

Wakil direktur pusat tersebut, Oleg Yegorov, Ahad (16/10), mengatakan,”Sekelompok angkatan bersenjata Rusia, berkoordinasi dengan unit angkatan bersenjata Suriah, telah melancarkan operasi khusus di kota Jassim di provinsi Daraa, Suriah selatan, untuk membasmi elemen ISIS yang terlibat dalam pemboman sebuah bus yang membawa tentara Suriah di pinggiran Damaskus.”

Pada 13 Oktober, sebuah bus militer di pinggiran Damaskus dihantam serangan teroris dengan bahan peledak yang telah dipasang sebelumnya hingga menewaskan 19 tentara dan melukai 27 lainnya.

Kantor berita Suriah, SANA, Sabtu lalu melaporkan tewasnya beberapa komandan ISIS diterjang operasi keamanan yang dilancarkan oleh pihak-pihak terkait di provinsi Daraa.

Tentara Suriah berhasil menguasai kembali provinsi Daraa pada tahun 2018 menyusul kesepakatan rekonsiliasi yang dimediasi oleh Rusia serta operasi militer terbatas terhadap organisasi-organisasi pemberontak dan teroris. (almayadeen)